MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Rabu, 11 April 2018 12:14
Orangtua Otoriter, Anak Tertekan
JANGAN DIPAKSA: Pada usia dini, anak belum diwajibkan menerima pelajaran. Sebab, pada masa itu anak lebih suka bermain. Jika dipaksa belajar terus-menerus, bisa membuat buah hati Anda tertekan dan akhirnya stres.

PROKAL.CO, STRES tak hanya bisa dialami orang dewasa. Anak-anak, bahkan bayi juga bisa mengalaminya. Salah satu faktor yang bisa membuat anak stres adalah pola asuh orangtua yang tidak tepat. Terlalu otoriter, tidak demokratis dalam memberi anak kesempatan untuk memilih.

"Sikap tersebut membuat anak tertekan dan akhirnya stres," ujar psikolog anak Miranti Rasyid saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Perempuan yang berpraktik di Biro Psikolog MatavHati tersebut memberikan contoh. Misalnya, Anda ingin anak segera menguasai baca tulis dan hitung, kemudian Anda memaksa anak mulai belajar membaca dan menulis sejak usia dini, padahal pada tahapan usianya tersebut, anak semestinya masih perlu menikmati masa bermain dan pengembangan karakter.

"Orangtua harus memahami dulu batas kemampuan seorang anak. Tidak perlu memaksakan kemauan untuk membuat anak menguasai hal-hal yang diinginkan orangtuanya. Biarkan buah hati Anda memilih, tapi tetap harus selalu diawasi," tutur dia.

Miranti mengatakan, orangtua harus bisa menyadari penyebab stres pada anak. Menurut Komnas Perlindungan Anak (KPA), sekitar 82,9 persen penyebab stres pada anak berasal dari minimnya komunikasi orangtua. “Ditambah lagi jika anak memiliki aktivitas belajar yang sangat padat, sedangkan waktu bermainnya semakin kurang. Hal itu tentu akan semakin membuat anak tertekan dan berujung stres,” papar perempuan berjilbab tersebut.

Stres yang dialami anak, lanjut dia, sering tidak disadari orangtua karena anak tidak bisa menjelaskan kondisinya. Padahal, kondisi tersebut sangat memengaruhi aktivitas mereka secara psikologis maupun fisik. “Efek samping dari stres yang paling sering dialami anak adalah menjadi susah tidur. Jika tidur anak tetap nyenyak, biasanya ada keluhan mimpi buruk, anak kerap meminta ditemani tidur atau bahkan menolak tidur dengan orangtuanya,” terang Miranti.

Memang tidak semua gangguan kecemasan menyebabkan susah tidur, tapi yang pasti, jika anak dan remaja susah tidur, dia memiliki hormon stres yang lebih tinggi. Maka, jika Anda melihat gejala tersebut dialami anak, segeralah berkonsultasi kepada ahlinya.

“Stres pada anak sebenarnya bisa diatasi dan dicegah. Peran orangtua sangat penting untuk membantu anak keluar dari kondisi tersebut. Salah satunya, membangun komunikasi yang baik dengan anak Anda. Orangtua harus selalu ada saat anak memerlukan bantuan atau merasa cemas," bebernya.

Selain itu, Anda perlu mendorong anak agar bisa memiliki tidur yang cukup, karena hal itu merupakan langkah awal mengurangi kecemasannya. Tak hanya dari pola tidur yang terganggu, beberapa gejala stres juga bisa dilihat dari pola makan anak serta hal lainnya.

"Anak yang stres, nafsu makannya berkurang, sering mengeluh sakit kepala, mengompol saat tidur, sakit perut, agresif, kurang mampu mengendalikan emosi, dan menolak terlibat dalam kegiatan keluarga atau sekolah,” tambah Miranti.

Untuk mengoptimalkan kembali tumbuh kembang anak, Miranti menyarankan Anda membangun rutinitas positif dalam keluarga. Misalnya, makan malam bersama atau bermain, dan mengobrol sebelum tidur. Hal tersebut bisa membantu mengurangi stres anak.

"Waktu bersantai bersama orangtuanya akan membuat anak tenang. Bila gejala stres anak tidak berkurang, orangtua jangan segan berkonsultasi dengan psikolog atau ahli yang bisa membantu Anda menghilangkan stres anak," pungkas Miranti. (*/lia/*/ni/k8)

 


BACA JUGA

Minggu, 22 April 2018 11:09

Kuas Makeup Menentukan Hasil Riasan

Salah satu aplikator yang umum digunakan untuk berdandan adalah kuas. Tidak semua jenis kuas cocok untuk…

Minggu, 22 April 2018 11:08

Pangkas Bobot hingga 14 Kilogram

BERHASIL menurunkan berat badan dalam jangka tiga bulan, membuat Imelda Linaberthin Suba dihujani banyak…

Minggu, 22 April 2018 11:07

Rutin Berolahraga Sesuai Kemampuan

TAK hanya mengatur pola dan jam makan, untuk menunjang program penurunan berat badannya, Imelda Linaberthin…

Minggu, 22 April 2018 11:05

Ganti Gorengan dengan Makanan Direbus

UNTUK mendapatkan berat badan yang ideal, Imelda Linaberthin Suba harus melalui proses yang panjang.…

Minggu, 22 April 2018 07:02

Chiken Szechuan

DAGING ayam memang sangat mudah diolah menjadi makanan-makanan lezat. Selalu ada inovasi dalam membuat…

Minggu, 22 April 2018 06:53

Milkshake Semangka Pelepas Dahaga

SETELAH menyantap chicken szechuan yang pedas, manis, dan hangat, tentu sangat cocok  melegakan…

Minggu, 22 April 2018 06:51

Menggoreng Ayam Renyah dan Matang Sempurna

BAGI para pencinta ayam goreng tepung, kerenyahan dan empuknya daging adalah hal yang utama. Rasanya…

Minggu, 22 April 2018 06:49

Tumis Sayur Campur

Oleh: Miwa,warga Loa Bakung, Samarinda Bahan: - 1/2 papan tempe - 2 buah tahu putih - 100 gram kol -…

Sabtu, 21 April 2018 10:23

Perempuan Penakluk Dunia Tambang

KARTINI jaman sekarang, tidak lagi harus berkebaya. Tidak terkurung bekerja di rumah atau hanya bekerja…

Sabtu, 21 April 2018 10:22

Tubuh Lebih Kuat Berkat Pull-up

MEMBENTUK dan melatih tubuh bagian atas atau upper body merupakan hal yang cukup penting. Sebab, tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .