MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 11 April 2018 09:36
Ujian Menumpang Sudah Diprogramkan

Disdikbud Sebut Keterbatasan Infrastruktur Sedang Dibenahi

Sudirman

PROKAL.CO, SAMARINDA – Keterbatasan infrastruktur menjadi penyebab banyak sekolah menumpang ke sekolah lain dalam melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA. Terlebih, sekolah memang telah memprogramkan sistem ujian nasional (UN).

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Sudirman mengatakan, pihaknya bukan maksud memaksakan sekolah menggelar UNBK di sekolah lain, lantaran infrastrukturnya tidak memadai. Meski menumpang, bukan berarti akan mengganggu kegiatan UNBK di sekolah lain.

Menurut dia, pelaksanaan UNBK menumpang di sekolah lain memang diperbolehkan. “Selama tak mengganggu kegiatan belajar-mengajar sekolah yang dipinjam fasilitasnya,” tuturnya.

Lalu, mengapa sekolah yang belum memiliki fasilitas tidak melakukan ujian nasional kertas dan pensil (UNKP)? Sudirman menuturkan, sekolah yang terpaksa menumpang di sekolah lain adalah sekolah yang sudah masuk program UNBK sejak tahun ajaran baru. “Karena sudah masuk program, jadi pihak sekolah mesti melaksanakannya,” sebut dia.

Soal infrastruktur yang belum memadai, dia menuturkan, sedang dalam proses. Disdikbud Kaltim sudah menganggarkan pengadaan komputer di beberapa sekolah. Namun, masih terkendala pencairan. Selain itu, mereka juga sudah menganggarkan di APBD perubahan.

“Dengan harapan, bila tahun ini sudah selesai, UN 2019 mendatang minimal sekolah yang tahun ini menumpang sudah bisa melaksanakan UNBK secara mandiri,” ujarnya. Selain masalah pengadaan komputer, jaringan internet jadi masalah lain. Satu-satunya daerah di Kaltim yang tidak melakukan UNBK adalah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Dia menuturkan, UNBK tak akan menjadi masalah besar untuk sekolah yang berada di daerah perkotaan seperti Balikpapan, Bontang, dan Samarinda. Namun, akan menjadi masalah untuk sekolah yang berada di pinggiran dengan fasilitas dan akses terbatas. “Kalau kota sudah siap. Memang masih ada kekurangan, tapi masih bisa diperbaiki,” katanya.

Sudirman memaparkan, kendala utama menerapkan sistem UNBK di Kaltim, karena faktor geografis. Berbeda dengan sekolah di Pulau Jawa sebagian besar sudah menggelar UNBK karena dukungan infrastruktur serta jaringan internet yang memadai. “Sejauh ini, panitia UN terus bekerja. Agar UNBK maupun UNKP tidak ada masalah,” paparnya.

Diwawancarai terpisah, pengamat pendidikan Kaltim Prof Lambang Subagyo tak melihat UNBK tahun ini dipaksakan. Menurut dia, justru sudah menjadi keharusan melakukan ujian dengan sistem komputerisasi. “Alasannya, karena sekarang sudah era digital. Kalaupun ada sekolah yang terkendala, selama bisa diatasi ada baiknya sudah memulai,” ujarnya. Menurut dia, dengan naiknya angka sekolah yang melaksanakan UNBK adalah tren positif.

Lambang menambahkan, bila terus menunggu infrastruktur terpenuhi, rasanya bakal terlalu lama. Nah, dengan sudah dimulainya UNBK di sekolah, meski harus menumpang, pemerintah pasti mendapat tekanan untuk segera menyelesaikan infrastruktur. “Saya kira ini awal yang baik untuk penerapan sistem ujian berbasis komputerisasi,” terangnya.

Adapun, jadwal pelaksanaan UN tahun 2018 untuk jenjang SMK dimulai pada 2–5 April 2018. Jenjang SMA/MA digelar pada 9–12 April 2018. Sedangkan untuk peserta didik yang tidak dapat mengikuti UN pada tanggal yang ditentukan, akan mengikuti UN susulan pada 17–18 April 2018.

Sementara itu, jenjang SMP/MTs, UN akan dilaksanakan pada 23–26 April 2018. Sedangkan UN susulan akan diselenggarakan pada 8–9 Mei 2018. Untuk pendidikan kesetaraan program paket C, UN dilaksanakan pada 27, 28, atau 29, 30 April, dan 2 Mei 2018. Sedangkan untuk program paket B, UN dilaksanakan pada 4–7 Mei 2018. UN susulan untuk program paket B dan paket C dilaksanakan pada 11–14 Mei 2018.

HEMAT RP 90 MILIAR

UNBK tingkat SMA yang digelar serentak mulai dua hari lalu memang belum sepenuhnya dirasakan siswa SMA di Tanah Air. Namun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) optimistis tahun depan bisa 100 persen UNBK.

Inspektur Jenderal Kemendikbud Daryanto mengakui, masih ada sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai. Maka, menumpang sekolah lain dianggap menjadi solusi. Cara yang disebut sharing resource atau berbagi perangkat dengan sekolah lain itu tidak melanggar. “Bahkan, sharing resource tidak hanya dari sekolah yang satu jenjang. Misalnya sekolah SMP yang tidak memiliki komputer, bisa numpang ke SMA atau SMK terdekat,” katanya.

Dengan adanya ujian berbasis komputer itu, pemerintah tak perlu lagi banyak investasi. Jika menggunakan ujian tulis, pemerintah harus investasi kertas. Selain itu, pengamanan pun lebih diperketat. Belum lagi ada risiko soal bocor. “Menggunakan UNBK ini bisa menghemat sekitar Rp 90 miliar,” ujarnya. Selama ini, ujian nasional secara tulis, anggaran yang dikeluarkan pemerintah bisa lebih Rp 500 miliar. Seperti pada 2015 yang mencapai Rp 560 miliar.

Penghematan itu bisa dialokasikan untuk investasi lain. Misalnya penambahan jumlah komputer dan menambah CCTV. “Beli CCTV yang tidak terlalu mahal. Nanti cukup satu pengawas dan satu ahli komputer,” bebernya.

Daryanto mengatakan, pengaduan adanya kecurangan pelaksanaan ujian dari daerah sangat kecil. Bahkan, kemungkinan kebocoran soal pun minim. Maklum soal antar-siswa satu dengan yang lainnya berbeda. “Kalau mau melihat punya teman lain, waktu di komputer jalan terus,” ucapnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyatakan, pelaksanaan UN tahun ini berjalan baik. “Semoga pelaksanaan UN terus membaik hingga tahun-tahun mendatang,” ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan Kaltim-Kaltara tersebut.

Meski begitu, dia mendorong agar pemerintah tetap melakukan persiapan secara matang, terutama menyangkut ketersediaan komputer dan jaringan internet. Sebab, masih banyak sekolah yang menumpang sekolah lain. Belum lagi jaringan internet yang kerap lelet.

Adapun, anggota Komisi X DPR RI Arzeti Bilbina mengatakan, bisa memaklumi terjadinya kendala dalam pelaksanaan UNBK. Namun, dia berharap, persoalan itu tidak terjadi kembali. “PLN harus sediakan pasokan listrik yang cukup dan tidak ada pemadaman listrik saat ujian. Jaringan internet juga harus stabil,” terangnya.

Selain penyempurnaan sarana pendukung ujian, dia mendorong pemerintah melaksanakan UNBK di semua sekolah. Tahun depan 100 persen sekolah harus menggunakan sistem komputer. “Dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia kita memiliki kesempatan dan fasilitas yang sama,” urainya.

Politikus PKB itu yakin 100 persen UNBK bisa dilaksanakan tahun depan. Sebab, sejak 2015 dilaksanakan, jumlah siswa dan sekolah yang mengikuti ujian berbasis komputer meningkat. Tahun ini ada 8,1 juta peserta yang ikut ujian. Dari jumlah itu, sebanyak 78 persen telah melaksanakan UNBK. Jadi tinggal 22 persen yang belum menggunakan komputer.

Khusus untuk SMA sederajat, dari 1.983.568 siswa yang mengikuti ujian nasional, 91 persen atau 1.812.565 siswa yang mengikuti ujian berbasis komputer. “Artinya tinggal 9 persen yang belum melaksanakan UNBK,” ucap legislator asal dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo itu.

Dia menerangkan, banyak keuntungan yang bisa didapat dari sistem UNBK. Di antaranya tidak terjadi masalah dalam distribusi soal, keterlambatan percetakan soal ujian dan soal bocor. Bahkan, hasilnya lebih cepat diumumkan. Tidak perlu menunggu pengumuman dari pusat. Terkait kebutuhan dana, dewan juga akan meminta pemerintah meningkatkan anggaran untuk pendidikan. Sebagaimana amanat konstitusi, minimal 20 persen anggaran untuk pendidikan.

Seperti diwartakan sebelumnya, Kaltim belum bisa 100 persen menggelar UNBK. Pada pelaksanaan UNBK tahun ini, jenjang SMA di Kaltim hanya 70 persen, jenjang SMK sekitar 88 persen, dan jenjang SMP sekitar 67 persen.

Adapun peserta UNBK di Kaltim untuk SMA dan SMP sederajat sebanyak 686 sekolah. Sebanyak 520 sekolah menggelar ujian di sekolah sendiri. Sementara ada 166 sekolah yang terpaksa menumpang di sekolah lain demi bisa menggelar UNBK.

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Bambang Suryadi menyebut, banyaknya sekolah yang belum mampu menggelar UNBK karena berbagai faktor. Seperti kondisi geografis dan infrastruktur yang belum memadai.

Sedangkan sekolah yang menumpang ke sekolah lain, sebut dia, karena lembaga pendidikan tersebut belum memiliki fasilitas. Namun, memiliki keinginan kuat menggelar UNBK. Terlebih di sekolah terdekat yang ditumpangi memang mampu menampung.

Dari data Disdikbud Kaltim, UN 2018 setidaknya 75 persen sekolah (SMA/MA/SMK/SMP) di Benua Etam melaksanakan UNBK. Sisanya, 25 persen masih UNKP. Persentase itu meningkat ketimbang tahun lalu sebesar 70 persen sekolah di Kaltim menggelar UNBK. (*/fch/jpnn/lyn/lum/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 09:59

PARAH..!! Lihat Nih, Sekolah Dikepung Tambang

SAMARINDA – Penambangan batu bara berdampingan dengan fasilitas umum (fasum) terus mengancam.…

Rabu, 25 April 2018 09:09
Menjaga Kelangsungan Keanekaragaman Hayati di Bentang Alam Wehea-Kelay

Sulit untuk Mandiri, Lepaskan Lahan demi Konservasi

SAMARINDA – Menjaga kelangsungan keanekaragaman hayati di bentang alam Wehea-Kelay sulit untuk…

Rabu, 25 April 2018 09:07

AKHIRNYA..!! Kapal MV Ever Judger Disita

BALIKPAPAN - Penyidikan kasus putusnya pipa minyak Pertamina mengarah ke kapal MV Ever Judger. Kemarin…

Rabu, 25 April 2018 09:04

Tarik Fee Proyek 15 Persen tiap OPD

JAKARTA – Pejabat di Kutai Kartanegara (Kukar) disebut sudah tutup mata dengan aksi korupsi di…

Rabu, 25 April 2018 08:59
Mengikuti Upacara Adat Rambu Solo’ Mendiang Luther Kombong (1)

Sudah Turun-temurun, Keluarga Persembahkan 27 Kerbau

Upacara adat pemakaman jenazah, Rambu Solo’, pada masyarakat Toraja tak pernah kehilangan daya…

Selasa, 24 April 2018 09:31

Sangat Layak Jadi Daerah Otonomi Penuh

TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai, Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 24 April 2018 09:29

“Selamat Jalan sang Petarung, Perjuanganmu Selalu Dikenang”

Mulai hari ini (24/4) sampai Sabtu (28/4) akan dilaksanakan adat Rambu Solo’ pemakaman almarhum…

Senin, 23 April 2018 10:19

Kaltim Tak Khawatir Dosen Asing, INI ALASANNYA....

SAMARINDA – Kebijakan pemerintah pusat membuka keran impor dosen asing memang menuai pro dan kontra.…

Senin, 23 April 2018 10:12
Dua Hari Polisi Olah TKP

Periksa Potongan Pipa Minyak yang Putus di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN – Seluruh potongan pipa minyak milik Pertamina yang menjadi barang bukti akhirnya berhasil…

Senin, 23 April 2018 10:05
Imigran Disarankan Tetap Tinggal di Rudenim

Penolakan Community House Menguat

BALIKPAPAN – Keinginan imigran menjadikan Balikpapan sebagai community house terus mendapat penolakan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .