MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 11 April 2018 09:31
Dugaan Tambang Ilegal Ditemukan di Penajam

Berjarak 1,5 Kilometer dari Kantor Bupati PPU

STOP BERAKTIVITAS: Lokasi penambangan batu bara yang diduga ilegal berada di Km 11, Kelurahan Lawe-Lawe, PPU. (RIKIP AGUSTANI/KP)

PROKAL.CO, PENAJAM – Isu penambangan ilegal jarang terdengar dari Penajam Paser Utara (PPU). Namun kemarin (10/4), Kaltim Post mendapati aktivitas tersebut di Km 11 Kelurahan Lawe-Lawe. Lokasinya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Kantor Bupati PPU di Jalan Propinsi Km 10, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber Kaltim Post, penambangan yang diduga ilegal itu telah berlangsung selama dua bulan belakangan. Dua ekskavator sudah melakukan pembukaan lahan di RT 01 Kelurahan Lawe-Lawe. Lokasinya juga tak jauh dari sumur gas milik Perusda Benuo Taka.

Pria yang enggan dikorankan namanya itu menceritakan, lahan yang menjadi lokasi penambangan yang ditengarai tak berizin itu adalah milik TB dan MS. Keduanya bersepakat dengan IR yang diduga sebagai investor untuk melakukan penggalian batu bara di lahan yang luasnya sekitar 1 hektare.

Untuk memasuki areal pertambangannya, harus melalui jalan yang merupakan milik Suriansyah AM. Termasuk memobilisasi kendaraan berat, baik itu melakukan kegiatan eksplorasi maupun pengangkutan batu bara.

Untuk menggunakan akses jalannya, sebagai gantinya, Suriansyah direkrut sebagai karyawan dari pihak penambang. Namun, seiring berjalannya kegiatan, pria kelahiran Lawe-Lawe, 54 tahun silam ini curiga. Kegiatan tersebut ditengarai tak berizin.

Akhirnya, Suriansyah mundur dari keterlibatan kegiatan penambangan tersebut. Dia melarang keras pihak penambang untuk menggunakan akses jalan miliknya. Termasuk membawa batu bara mengeluarkan truk dari lokasi pertambangan. “Jadi, tidak boleh lagi lewat jalan tersebut,” ucap sumber itu.

Pihaknya pun menduga, kegiatan pertambangan tersebut dapat menimbulkan beberapa masalah. Seperti pengupasan lahan yang bisa menimbulkan banjir besar di Kelurahan Lawe-Lawe, khususnya di RT 01, RT 04, dan RT 05 yang kerap menjadi langganan banjir kala hujan turun.

Tak sampai di situ, dampak lainnya adalah pencemaran lingkungan yang bisa terjadi terhadap penambak ikan yang berada di hilir Sungai Sesumpu dan sekitarnya. Lantaran lokasinya yang berjarak ratusan meter dari lokasi pertambangan.

Apalagi kegiatan tersebut ditengarai tak sesuai prosedur. Semisal penggalian pemindahan over burden atau lapisan tanah penutup batu bara secara profesional. Terlihat dari kegiatan penggalian yang hanya menggunakan ekskavator saja. Tanpa adanya alat berat lain, semisal dump truck.

Kejanggalan lainnya, tidak adanya kolam yang disebut settling pond atau bak galian penampung air hasil galian tambang batu bara. Bahkan, karyawan yang bekerja di sana tak menggunakan seragam kerja maupun alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan peraturan keselamatan kerja.

“Sosialisasi ke masyarakat soal amdal (analisis mengenai dampak lingkungan)-nya juga tidak ada. Makanya kami simpulkan kegiatan tersebut ilegal. Sebab, dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Apalagi dilakukan di areal yang masuk hutan kota,” beber dia.

Dia mengungkapkan, ada sekitar empat orang yang selalu bekerja setiap harinya di lokasi tersebut. Terbagi atas satu wakar atau sekuriti, dua operator alat berat, dan satu pengawas. Mereka bekerja dengan sistem shift. “Satu hari kerja, satu hari off. Begitu terus selama ini,” imbuh sumber tersebut.

Lurah Lawe-Lawe Mardhani yang ditemui di kantornya kemarin membenarkan adanya kegiatan penambangan batu bara yang diduga ilegal itu. Itu berdasarkan laporan RT 01 kepadanya dua pekan lalu.

Namun, dia belum meninjau ke lokasi. Mardhani mengaku cuaca yang menjadi penghalang. “Sempat beberapa kali ingin ke sana. Bersama RT, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Tapi, selalu hujan. Karena kalau hujan, aksesnya sulit dijangkau,” alasannya.

Pihaknya pun telah melaporkan kejadian tersebut ke camat Penajam untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, berdasarkan informasi terakhir yang dia terima, kegiatan penambangan batu bara di lokasi tersebut sudah dihentikan. “Tidak ada kegiatan lagi saat ini. Itu informasi dari warga,” ujar dia.

Harian ini mencoba untuk mengunjungi lokasi tempat penambangan batu bara yang diduga ilegal itu. Karena kemarin cuacanya sedang panas, tak kesulitan untuk mengakses lokasi tersebut.

Jaraknya sekitar 500 meter dari jalan provinsi. Bisa ditempuh 15 menit dengan berjalan kaki. Kontur jalannya berbukit, dengan komposisi jalan merah selebar sekira tiga meter. Sebelum memasuki lokasi tersebut, ada plang kecil bertuliskan “Dilarang Masuk Mobil atau Alat Berat bila Jalan Tidak Kering. Mohon Pengertiannya”. Jika melihat kondisi jalan, memang agak kesulitan bagi kendaraan termasuk roda dua untuk mengakses jalan tersebut.

Setelah menuruni bukit dan sedikit menanjak, sekitar 200 meter dari jalan utama, ada sebuah portal yang disusun dari bambu. Diduga itulah akhir dari jalan milik Suriansyah yang tidak boleh digunakan penambang.

Saat berada di lokasi, ditemui dua ekskavator yang terparkir berdampingan. Di depannya ada sebuah pondok bambu kecil, lengkap dengan segala peralatan rumah tangga. Termasuk kasur dan dispenser air minum.

Tak jauh dari situ, ada empat buah penampungan air yang ditempatkan sejajar. Ya, saat itu memang tidak ada kegiatan penambangan batu bara. Termasuk penjagaan dari wakar atau sekuriti. Sehingga media ini bisa leluasa berkeliling mengamati lokasi pertambangan yang diduga ilegal itu.

Beberapa meter dari lokasi alat berat diparkir, ada sebuah lubang bekas penggalian yang menganga. Di sana terlihat beberapa bongkahan batu bara yang belum diangkut. Dibiarkan begitu saja. Bercampur dengan air sisa hujan. Luasnya kurang lebih 30x30 meter persegi. Diduga ada emas hitam yang telah berhasil dikeluarkan.

Sementara beberapa sisa pohon hasil penggalian pun masih belum dibersihkan di sekitar lubang tempat batu bara itu berada. Setelah berkeliling, ketika media ini ingin meninggalkan lokasi, seorang wakar yang sebelumnya berjaga di sana tiba. Dia sempat menjelaskan memang tidak ada kegiatan selama dua pekan di lokasi tersebut.

Dia menyebut, penghentian kegiatan itu atas perintah Polres PPU. “Karena mau menghadapi pilkada (pemilihan kepala daerah), jadi tidak boleh ada kegiatan yang bisa menimbulkan gejolak,” kata wakar bertubuh gempal itu.

Wakar itu mengatakan, kegiatan penambangan itu dilakukan oleh PT KJM sejak dua bulan lalu. PT KJM berkantor di Balikpapan. Sedangkan alat beratnya yang digunakan adalah sewaan dan akan dikembalikan ke pemiliknya di Long Ikis, Paser. “Bagaimanapun caranya (alat berat) harus keluar. Kalau tidak malam ini (kemarin, Red), besok (hari ini, Red). Karena dua minggu sudah diam, enggak ada kegiatan,” katanya.

Wakar tersebut menyebut, memang ada pelarangan dari Suriansyah yang merupakan warga RT 01 Kelurahan Lawe-Lawe untuk melintasi jalan miliknya. Makanya dibuatlah portal bambu untuk menghalangi alat berat yang ingin melintasi jalan tersebut.

Termasuk membawa hasil batu bara yang sudah digali ke luar lokasi tambang tersebut yang diketahui sudah ditambang sekira 0,5 hektare itu. “Jadi, selama ini batu (batu bara) enggak bisa keluar,” ungkapnya.

Soal izin pertambangan, dia mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Wakar tersebut hanya mengetahui bahwa pihak penambang telah memberikan uang muka kepada pemilik lahan, yakni TB dan MS. Makanya mengizinkan tanahnya dijadikan lokasi pertambangan. “Pemilik membolehkan karena telah menerima DP (uang muka) Rp 25 juta,” jawab dia.  

Saat dikonfirmasi, Penanggung Jawab PT KJM Firman tak ingin berkomentar mengenai pertambangan tersebut. “Mohon maaf perihal ini (penambangan). Mohon maaf untuk keterbatasan ini, tidak ada info,” isi pesan singkat Firman.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU Achmad Bajuri menyebut, lokasi yang digunakan untuk kegiatan tersebut bukan merupakan wilayah hutan kota. Dia menjelaskan, wilayah tersebut bisa dilakukan kegiatan penambangan batu bara. Sebab, daerah tersebut, disebutnya, masuk wilayah konsesi perusahaan. Namun, dia belum bisa memastikan, konsesi tersebut dimiliki perusahaan mana.

Dia mengaku baru mendapat informasi adanya dugaan penambangan ilegal tersebut. Termasuk belum melakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud. Lantaran disibukkan dengan kejadian pencemaran minyak akibat kebocoran pipa milik PT Pertamina. “Kami akan segera melakukan pengecekan ke sana,” beber dia.

Sementara itu, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim belum bisa berkomentar terkait temuan Kaltim Post. Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara Dinas ESDM Kaltim Goenoeng Djoko Hadi yang dihubungi tadi malam pukul 20.00 Wita mengaku tak memegang data. Dia juga enggan berspekulasi. “Besok (hari ini, Red) saja saya cek dulu,” ucap Goenoeng. (*/kip/*/rdh/rom/k11)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 09:09
Menjaga Kelangsungan Keanekaragaman Hayati di Bentang Alam Wehea-Kelay

Sulit untuk Mandiri, Lepaskan Lahan demi Konservasi

SAMARINDA – Menjaga kelangsungan keanekaragaman hayati di bentang alam Wehea-Kelay sulit untuk…

Rabu, 25 April 2018 09:07

AKHIRNYA..!! Kapal MV Ever Judger Disita

BALIKPAPAN - Penyidikan kasus putusnya pipa minyak Pertamina mengarah ke kapal MV Ever Judger. Kemarin…

Rabu, 25 April 2018 09:04

Tarik Fee Proyek 15 Persen tiap OPD

JAKARTA – Pejabat di Kutai Kartanegara (Kukar) disebut sudah tutup mata dengan aksi korupsi di…

Rabu, 25 April 2018 08:59
Mengikuti Upacara Adat Rambu Solo’ Mendiang Luther Kombong (1)

Sudah Turun-temurun, Keluarga Persembahkan 27 Kerbau

Upacara adat pemakaman jenazah, Rambu Solo’, pada masyarakat Toraja tak pernah kehilangan daya…

Selasa, 24 April 2018 09:31

Sangat Layak Jadi Daerah Otonomi Penuh

TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai, Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 24 April 2018 09:29

“Selamat Jalan sang Petarung, Perjuanganmu Selalu Dikenang”

Mulai hari ini (24/4) sampai Sabtu (28/4) akan dilaksanakan adat Rambu Solo’ pemakaman almarhum…

Senin, 23 April 2018 10:19

Kaltim Tak Khawatir Dosen Asing, INI ALASANNYA....

SAMARINDA – Kebijakan pemerintah pusat membuka keran impor dosen asing memang menuai pro dan kontra.…

Senin, 23 April 2018 10:12
Dua Hari Polisi Olah TKP

Periksa Potongan Pipa Minyak yang Putus di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN – Seluruh potongan pipa minyak milik Pertamina yang menjadi barang bukti akhirnya berhasil…

Senin, 23 April 2018 10:05
Imigran Disarankan Tetap Tinggal di Rudenim

Penolakan Community House Menguat

BALIKPAPAN – Keinginan imigran menjadikan Balikpapan sebagai community house terus mendapat penolakan.…

Senin, 23 April 2018 10:02

Terjadi Gempa Susulan, Warga Waswas

BANJARNEGARA – Gempa-gempa susulan terus mengguncang wilayah Kecamatan Kalibening, Banjarnegara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .