MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 11 April 2018 09:02
Dari Kaleng Cat, Ratusan Ekstasi Diblender
PIL PERUSAK MASA DEPAN: BNN Kota Balikpapan melakukan pemusnahan barang bukti inex di kantor BNN Balikpapan, Jalan Abdi Praja, kemarin. Pemusnahan dilakukan langsung oleh pelaku dengan cara diblender.(paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Dengan kikuk, Bambang Witono (32) berdiri di antara petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan, Selasa (10/4) pagi. Separuh wajahnya ditutup masker. Tangannya pun diborgol. Setelah mendapatkan aba-aba, telunjuknya menekan tombol untuk menyalakan blender. Terdiam, pria berbaju biru tahanan BNNK itu menyaksikan 240 butir ekstasi miliknya dihancurkan.

Disaksikan perwakilan dari Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan dan jurnalis, Kepala BNNK Balikpapan Muhammad Daud menjelaskan. Sebanyak 240 butir ekstasi itu adalah barang bukti sitaan pihaknya. Dari total 250 butir ekstasi, yang diamankan saat penangkapan Bambang di 12 Maret lalu. "10 butir ekstasi disisihkan. 5 butir untuk kepentingan uji laboratorium, dan 5 butir untuk pembuktian di pengadilan. Yang 240 butir dimusnahkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," terang pria berpangkat komisaris polisi itu.

Seperti diketahui, Bambang diduga merupakan jaringan pengedar pil ekstasi di Balikpapan. Ditangkap 12 Maret pukul 16.00 Wita. Setelah mengambil plastik hitam di dekat rumah ibadah di Jalan MT Haryono, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara. Petugas yang menggeledahnya, menemukan 250 butir pil ekstasi yang disimpan di dalam kaleng cat dengan balutan balon.
"Waktu didatangi petugas, tersangka membuang plastik yang dipegangnya. Tentu semakin menambah kecurigaan. Ternyata, dalam lima kaleng cat ada ekstasi. Masing-masing kaleng berisi 50 butir," ucap Daud.

Bambang saat ini mendekam di sel BNNK Balikpapan. Dia dijerat Pasal 114 (2) subs Pasal 112 (2) UU Nomor 35/2009. Warga Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat itu terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat 6 tahun hingga paling lama 20 tahun. (*/rdh/one/k15)


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 09:56

Solusi Macet Km 5 Dikebut

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan fokus mengurai kemacetan di Jalan Soekarno-Hatta, Km 5,5, Balikpapan…

Senin, 23 April 2018 09:55
Ribuan Orang Ikuti Jalan Sehat HUT Ke-20 Kementerian BUMN

Sehat dan Maju untuk Pembangunan

BALIKPAPAN – Sekitar 2.000 orang mengikuti jalan sehat peringatan HUT ke-20 Kementerian BUMN,…

Senin, 23 April 2018 09:46

Sarapan Pagi Favorit Setiap Pagi

BALIKPAPAN – Radio KPFM 95,4 Mhz Balikpapan punya cara tersendiri menyapa pendengar setianya.…

Minggu, 22 April 2018 08:40

Duit Rp 4,5 Miliar untuk Jalan Alternatif

BALIKPAPAN – Upaya memecah kemacetan di simpang Km 5, Jalan Soekarno-Hatta tengah diseriusi Pemkot…

Minggu, 22 April 2018 08:39

28 Calon Akpol Lolos Tes Kesehatan

BALIKPAPAN – Sebanyak57peserta mengikuti tes kesehatan tahap satu proses penerimaan Polri 2018…

Minggu, 22 April 2018 08:22

Travel Wajib Daftar Ulang

BALIKPAPAN - Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan kembali mengingatkan kepada pemilik atau pengelola…

Minggu, 22 April 2018 08:21

Satu Lajur Bakal Ditutup

BALIKPAPAN – Kemacetan bakal terjadi di Jalan Marsma Iswahyudi, depan Bandara Sultan Aji Muhammad…

Minggu, 22 April 2018 08:17

Dibayar Setandan Pisang, Sehari Lakoni Empat Pekerjaan

Jadi pendamping hidup orang nomor satu di Mapolres Balikpapan, Desy Wiwin Firta harus memahami posisinya…

Sabtu, 21 April 2018 07:33

Eks Mapolda Jadi BSCC

BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapantelah memiliki konsep pemanfaatan lahan kosong bekas…

Sabtu, 21 April 2018 07:33

Dharma Pertiwi Siap Berkreasi dan Berinovasi

BALIKPAPAN  – Organisasi sosial para istri TNI, Dharma Pertiwi yang terdiri dari tiga matra…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .