MANAGED BY:
RABU
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Rabu, 11 April 2018 07:26
Konsekuensi Revolusi Industri (2-Habis)

PROKAL.CO, OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO
(
Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan)

MENANGGAPI revolusi industri generasi keempat atau Industry 4.0, tak semua perusahaan mengambil reaksi praktis seperti mengurangi jumlah pekerja, untuk digantikan dengan teknologi. Tak sedikit perusahaan yang masih memilih langkah upskilling untuk mendongkrak kompetensi SDM mereka, sesuai kebutuhan serta perkembangan zaman.

Dari sisi pemerintah, Kementerian Ketenagakerjaan setidaknya sudah melakukan optimalisasi tiga pilar percepatan peningkatan kompetensi SDM tersebut. Yakni, program Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding di Balai Latihan Kerja (3R-BLK). Yaitu berupa program pemagangan berbasis jabatan tertentu di dunia industri.

Implementasinya sudah dilakukan di lima BLK. Di BLK Bandung untuk kejuruan unggulan manufaktur dan otomotif, BLK Serang untuk program unggulan welding (pengelasan) dan listrik, BLK Bekasi untuk program unggulan elektronika serta teknologi dan informasi, BLK Semarang program unggulan fashion technology serta administrasi bisnis dan manajemen, dan BLK Medan untuk program unggulan bangunan dan pariwisata.

Silabus dalam program tersebut mengacu pada standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI), baik standar khusus maupun standar internasional. Mengiringi program tersebut, ada pula pemagangan yang sudah berjalan di tiap-tiap perusahan.

Ke depan, 3R-BLK juga perlu diterapkan di luar Jawa agar cakupannya lebih luas. Ini demi meratanya pencapaian kompetensi sesuai kebutuhan kerja. Agar mulus, tak ada salahnya jika terus dibarengi anggaran yang memadai. Entah itu melibatkan BUMN ataupun swasta, seperti melalui komitmen program CSR.

BONUS DEMOGRAFI & SDA

Indonesia akan memasuki periode bonus demografi pada 2030. Kondisi itu ditandai dengan jumlah penduduk usia produktif (15–64 tahun) yang mencapai 70 persen terhadap total angkatan kerja. Ibarat pedang bermata dua, bonus demografi dapat dimaknai sebagai bonus dalam arti sebenarnya atau justru dapat berbalik menjadi kutukan.

Bonus demografi pada hakikatnya merupakan bahan bakar pertumbuhan ekonomi untuk berputar semakin kencang. Bermodalkan besarnya jumlah penduduk usia produktif, berbagai proyek pembangunan skala besar yang digelar pemerintah niscaya lebih mudah direalisasikan.

Di lain pihak, bonus demografi yang tidak dikelola secara cermat justru akan menjadi beban pemerintah. Tingkat pengangguran yang tinggi berpotensi menjadi pemicu tingginya gejolak sosial, yang tak sedikit berujung pada tingkat kriminalitas.

TREN PEKERJAAN MASA DEPAN

World Economic Forum (WEF) memprediksi, ada empat isu yang bakal memengaruhi pekerjaan pada masa depan. Pertama, kecerdasan buatan dan robot akan menciptakan lebih banyak pekerjaan, bukan pengangguran massal. Memang benar bahwa otomatisasi akan menyebabkan beberapa pekerjaan akan hilang, namun di sisi lain adalah hal ini justru membawa peluang pekerjaan baru di bidang yang lain. Para ahli ekonomi percaya bahwa yang terjadi pada masa depan bukan kurangnya lowongan pekerjaan, tapi kurangnya kemampuan yang sesuai dengan jenis pekerjaan pada masa depan.

Kedua, setiap kota akan saling berkompetisi memperebutkan sumber daya manusia dengan talenta terbaik. Persaingan itu tak lagi berlangsung antar perusahaan, namun akan meningkat menjadi antarkota. Seiring dengan perkembangan teknologi yang memungkinkan bekerja dari jarak jauh, masyarakat akan lebih memilih untuk tinggal di kota dengan lingkungan ramah teknologi dibandingkan dengan tinggal di tempat terdekat dengan kantor.

Ketiga, sebagian besar tenaga kerja negara maju akan menjadi pekerja bebas (freelance) sebelum 2027. Para pekerja freelance ini akan didominasi generasi milenial. Di sisi lain, perusahaan dipercaya akan lebih memilih merekrut golongan pekerja tersebut, dibandingkan pekerja tetap untuk mengisi kekosongan talenta (talent gap) yang mereka butuhkan.

Keempat, sistem pendidikan berubah dari pendekatan parsial menjadi holistik. Pelajaran matematika, seni dan ilmu pengetahuan yang selama ini dipandang sebagai disiplin ilmu terpisah, dinilai sudah tidak relevan dalam mengisi kebutuhan kompetensi pekerjaan masa depan. Sekolah-sekolah akan mulai mengadopsi kurikulum berbasis tugas (project-based curriculum), sebagai jembatan untuk meruntuhkan sekat-sekat yang selama ini menjadi penghalang generasi berpikir kreatif.

Lantas apa yang harus dilakukan? Agar tidak menjadi korban dan residu era Industria 4.0, kita bersiap dan bertransformasi diri untuk menjadi pelaku utamanya.

Jack Ma, pendiri Alibaba Group, pernah berujar bahwa bahasa pemrograman (coding) akan menjadi bahasa masa depan. Globalisasi tidak sekadar menuntut generasi muda untuk dapat berbahasa asing saja, tapi juga menguasai aplikasi komputer maupun berbagai hal teknologi cerdas seperti  smartphone, smartcard, dan lainnya. Singkatnya, kids zaman now harus dididik dan dipersiapkan  menjadi calon-calan technopreneur masa depan.

Pada saat bersamaan, kita harus terus menanamkan nilai-nilai luhur warisan para pahlawan dan pendiri bangsa. Seperti ajaran Trisakti. Indonesia mutlak harus memiliki tiga pilar, yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

Menurut Bung Karno, hanya dengan menguasai  ilmu pengetahuan dan teknologi modern serta memahami sejarah perjuangan dan kebudayaan bangsa Indonesia, konsep Trisakti dapat dipahami dan diwujudkan. Dengan memahami dan mewujudkannya secara benar dan utuh, akan dapat menyusun kekuatan dan pembangunan bangsa sekaligus character bulding.

Konsep Trisakti ini dapat membuat Indonesia bergaul di kancah internasional, dengan pernuh harga diri dan menghormati kedaulatan negara masing-masing. Selain itu, Indonesia diyakini dapat merencanakan dan menyusun pola kerja sama ekonomi dengan negara-negara industri besar dengan percaya diri dan saling menguntungkan. Harapannya agar tenaga kerja Indonesia menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, serta hidupnya sejahtera baik untuk zaman now maupun masa depan, terutama dampak dari era industria 4.0. (harysmwt@gmail.com/man/k8/habis)

*Penulis adalah mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti.

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 08:08

Waspada Gejala Depresi pada Ibu Hamil

  OLEH: SARWENDAH INDRARANI S Psi, M Psi(Psikolog di Balikpapan) SELAMA proses kehamilan, seorang…

Selasa, 17 Juli 2018 08:02

Menakar Benefit Annual Meeting IMF-WGD 2018

OLEH: BAMBANG ISWANTO(Dekan Fakultas Ekonomi dan Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda)…

Senin, 16 Juli 2018 08:09

Mendaras Abad Milenial

OLEH: ARWIN SANJAYA(Staf Pengajar Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik…

Senin, 16 Juli 2018 08:01

Menimbang Nilai Tambah Asian Games

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO MM (Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan, Mahasiswa S3–Doktor…

Minggu, 15 Juli 2018 13:44

Pentingnya Menjaga Predikat Ulama

 Oleh: Ariful Amin, penulis adalah koordinator Komunitas Pemerhati Balikpapan    Begitu…

Minggu, 15 Juli 2018 06:59

Pentingnya Menjaga Predikat Ulama

OLEH: ARIFUL AMIN(Penulis adalah koordinator Komunitas Pemerhati Balikpapan) BEGITU ada informasi tentang…

Jumat, 13 Juli 2018 07:52

Polri Adalah Wajah Hukum Kita

OLEH: H AGUS WIJAYANTO, SH, CIL(Advokat/Ketua Biropora Senkom Mitra Polri Provinsi Kaltim) SELAMA 72…

Kamis, 12 Juli 2018 10:37

“Tangkap Bandarnya”

MALAM semakin larut, ketika banyak orang sudah terlelap tidur, polisi masih terus bekerja. Melawan penjahat,…

Senin, 09 Juli 2018 07:47

Cara Kota Dunia Mengatasi Banjir

OLEH: ERIC MANGIRI(Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan Unmul) BANJIR merupakan suatu keadaan sungai di…

Minggu, 08 Juli 2018 09:18

Seberapa Efektif Manajemen Blusukan

OLEH: ARIFUL AMIN(Koordinator Komunitas Pemerhati Balikpapan) PERIODE kepemimpinan dalam hal ini presiden,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .