MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Rabu, 11 April 2018 07:26
Konsekuensi Revolusi Industri (2-Habis)

PROKAL.CO, OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO
(
Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan)

MENANGGAPI revolusi industri generasi keempat atau Industry 4.0, tak semua perusahaan mengambil reaksi praktis seperti mengurangi jumlah pekerja, untuk digantikan dengan teknologi. Tak sedikit perusahaan yang masih memilih langkah upskilling untuk mendongkrak kompetensi SDM mereka, sesuai kebutuhan serta perkembangan zaman.

Dari sisi pemerintah, Kementerian Ketenagakerjaan setidaknya sudah melakukan optimalisasi tiga pilar percepatan peningkatan kompetensi SDM tersebut. Yakni, program Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding di Balai Latihan Kerja (3R-BLK). Yaitu berupa program pemagangan berbasis jabatan tertentu di dunia industri.

Implementasinya sudah dilakukan di lima BLK. Di BLK Bandung untuk kejuruan unggulan manufaktur dan otomotif, BLK Serang untuk program unggulan welding (pengelasan) dan listrik, BLK Bekasi untuk program unggulan elektronika serta teknologi dan informasi, BLK Semarang program unggulan fashion technology serta administrasi bisnis dan manajemen, dan BLK Medan untuk program unggulan bangunan dan pariwisata.

Silabus dalam program tersebut mengacu pada standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI), baik standar khusus maupun standar internasional. Mengiringi program tersebut, ada pula pemagangan yang sudah berjalan di tiap-tiap perusahan.

Ke depan, 3R-BLK juga perlu diterapkan di luar Jawa agar cakupannya lebih luas. Ini demi meratanya pencapaian kompetensi sesuai kebutuhan kerja. Agar mulus, tak ada salahnya jika terus dibarengi anggaran yang memadai. Entah itu melibatkan BUMN ataupun swasta, seperti melalui komitmen program CSR.

BONUS DEMOGRAFI & SDA

Indonesia akan memasuki periode bonus demografi pada 2030. Kondisi itu ditandai dengan jumlah penduduk usia produktif (15–64 tahun) yang mencapai 70 persen terhadap total angkatan kerja. Ibarat pedang bermata dua, bonus demografi dapat dimaknai sebagai bonus dalam arti sebenarnya atau justru dapat berbalik menjadi kutukan.

Bonus demografi pada hakikatnya merupakan bahan bakar pertumbuhan ekonomi untuk berputar semakin kencang. Bermodalkan besarnya jumlah penduduk usia produktif, berbagai proyek pembangunan skala besar yang digelar pemerintah niscaya lebih mudah direalisasikan.

Di lain pihak, bonus demografi yang tidak dikelola secara cermat justru akan menjadi beban pemerintah. Tingkat pengangguran yang tinggi berpotensi menjadi pemicu tingginya gejolak sosial, yang tak sedikit berujung pada tingkat kriminalitas.

TREN PEKERJAAN MASA DEPAN

World Economic Forum (WEF) memprediksi, ada empat isu yang bakal memengaruhi pekerjaan pada masa depan. Pertama, kecerdasan buatan dan robot akan menciptakan lebih banyak pekerjaan, bukan pengangguran massal. Memang benar bahwa otomatisasi akan menyebabkan beberapa pekerjaan akan hilang, namun di sisi lain adalah hal ini justru membawa peluang pekerjaan baru di bidang yang lain. Para ahli ekonomi percaya bahwa yang terjadi pada masa depan bukan kurangnya lowongan pekerjaan, tapi kurangnya kemampuan yang sesuai dengan jenis pekerjaan pada masa depan.

Kedua, setiap kota akan saling berkompetisi memperebutkan sumber daya manusia dengan talenta terbaik. Persaingan itu tak lagi berlangsung antar perusahaan, namun akan meningkat menjadi antarkota. Seiring dengan perkembangan teknologi yang memungkinkan bekerja dari jarak jauh, masyarakat akan lebih memilih untuk tinggal di kota dengan lingkungan ramah teknologi dibandingkan dengan tinggal di tempat terdekat dengan kantor.

Ketiga, sebagian besar tenaga kerja negara maju akan menjadi pekerja bebas (freelance) sebelum 2027. Para pekerja freelance ini akan didominasi generasi milenial. Di sisi lain, perusahaan dipercaya akan lebih memilih merekrut golongan pekerja tersebut, dibandingkan pekerja tetap untuk mengisi kekosongan talenta (talent gap) yang mereka butuhkan.

Keempat, sistem pendidikan berubah dari pendekatan parsial menjadi holistik. Pelajaran matematika, seni dan ilmu pengetahuan yang selama ini dipandang sebagai disiplin ilmu terpisah, dinilai sudah tidak relevan dalam mengisi kebutuhan kompetensi pekerjaan masa depan. Sekolah-sekolah akan mulai mengadopsi kurikulum berbasis tugas (project-based curriculum), sebagai jembatan untuk meruntuhkan sekat-sekat yang selama ini menjadi penghalang generasi berpikir kreatif.

Lantas apa yang harus dilakukan? Agar tidak menjadi korban dan residu era Industria 4.0, kita bersiap dan bertransformasi diri untuk menjadi pelaku utamanya.

Jack Ma, pendiri Alibaba Group, pernah berujar bahwa bahasa pemrograman (coding) akan menjadi bahasa masa depan. Globalisasi tidak sekadar menuntut generasi muda untuk dapat berbahasa asing saja, tapi juga menguasai aplikasi komputer maupun berbagai hal teknologi cerdas seperti  smartphone, smartcard, dan lainnya. Singkatnya, kids zaman now harus dididik dan dipersiapkan  menjadi calon-calan technopreneur masa depan.

Pada saat bersamaan, kita harus terus menanamkan nilai-nilai luhur warisan para pahlawan dan pendiri bangsa. Seperti ajaran Trisakti. Indonesia mutlak harus memiliki tiga pilar, yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

Menurut Bung Karno, hanya dengan menguasai  ilmu pengetahuan dan teknologi modern serta memahami sejarah perjuangan dan kebudayaan bangsa Indonesia, konsep Trisakti dapat dipahami dan diwujudkan. Dengan memahami dan mewujudkannya secara benar dan utuh, akan dapat menyusun kekuatan dan pembangunan bangsa sekaligus character bulding.

Konsep Trisakti ini dapat membuat Indonesia bergaul di kancah internasional, dengan pernuh harga diri dan menghormati kedaulatan negara masing-masing. Selain itu, Indonesia diyakini dapat merencanakan dan menyusun pola kerja sama ekonomi dengan negara-negara industri besar dengan percaya diri dan saling menguntungkan. Harapannya agar tenaga kerja Indonesia menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, serta hidupnya sejahtera baik untuk zaman now maupun masa depan, terutama dampak dari era industria 4.0. (harysmwt@gmail.com/man/k8/habis)

*Penulis adalah mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti.

loading...

BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 10:51

Istana Galau?

Oleh  :Tony Rosyid Pendaftaran pilpres sekitar 3 bulan lagi. Tim Jokowi intens melobi partai-partai…

Jumat, 20 April 2018 09:25

Jangan Buat Kartini Menangis

CATATAN: BAMBANG ISWANTO (*) MEMBAHAS RA Kartini, biasanya yang terbayang adalah kisah perjuangan emansipasi…

Kamis, 19 April 2018 11:30
Polemik Tanggal HPN

Momentum 9 Februari Tak dapat Tergantikan

POLEMIK  tanggal 9 Februari menjadi  Hari Pers Nasional (HPN) terus muncul tiap tahunnya oleh …

Kamis, 19 April 2018 08:26

Stop Kekerasan terhadap Anak

OLEH: NURHALIFAH(Pengajar Taman Pendidikan Alquran di Sangatta) SEJATINYA, pesantren merupakan sekolah…

Rabu, 18 April 2018 08:14

Masyarakat Cerdas Wujudkan Pemilu Berkualitas

OLEH: IVEN HARTIYASA PRIMA(Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Mulawarman) SEMENJAK ditetapkannya…

Selasa, 17 April 2018 07:41

Menggali Potensi Wisata Desa Kedang Ipil

OLEH: YOHANES ANTONIUS LELAONA SVD(Rohaniwan Pencinta Budaya) DESA wisata Kedang Ipil berjarak kurang…

Senin, 16 April 2018 08:20

Membela Minoritas

OLEH: ARIFUL AMIN BILA kita mencermati perkembangan sosial masyarakat baik di media sosial maupun di…

Sabtu, 14 April 2018 06:00

Menjamin Perlindungan Perempuan dan Anak di Kaltim, Siapa Berani?

OLEH: SUWARDI SAGAMA SH MH(Ketua Program Studi Hukum Tata Negara/Siyasah)IAIN Samarinda PERHELATAN pilkada…

Kamis, 12 April 2018 08:20

Konde Versus Cadar, Polemik Puisi Sukmawati

Oleh: Rusdi Abdullah Minda, MSI, Dosen IAIN Samarinda KASUS kontroversi kembali terjadi. Beberapa hari…

Rabu, 11 April 2018 09:25

Isra Mikraj, Tragedi Teluk, dan Banjir

CATATAN: BAMBANG ISWANTO* ADA tiga peristiwa pada Rajab 1439 H, yakni peringatan Isra Mikraj, tragedi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .