MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Selasa, 10 April 2018 11:49
Makan Berlemak, Hiperplasia Sebasea Semakin Banyak
PENCEGAHAN DINI: Belum ada obat yang menjamin hiperplasia sebasea akan sembuh. Untuk mencegahnya agar tak tumbuh semakin banyak, Anda harus mengubah pola hidup lebih sehat. Hindari makanan berlemak, perbanyak makan buah dan sayur, serta rajinlah berolahraga.

PROKAL.CO, WAJAH ditumbuhi bintil putih kekuningan bak jerawat yang sudah matang, bintil tersebut berada di dalam kulit dan tidak bisa dikeluarkan meski sudah dipijit atau dioles obat jerawat. Kelainan kulit tersebut bernama hiperplasia sebasea. Meski tidak membuat badan risi karena keberadaannya, tetapi hiperplasia sebasea bisa membuat kepercayaan diri seseorang menurun. Sebab, sering muncul di area wajah, pangkal dagu, dada, sampai punggung.

“Hiperplasia bukan masalah kulit, tetapi kelainan. Nah, terjadinya bisa faktor genetik atau karena produksi minyak dalam tubuh penderitanya cukup banyak,” ujar dr Daulat Sinambela SpKK.

Dokter yang berpraktik di Klinik Kellyn Medika Samarinda itu mengatakan, penyebab hiperplasia sebasea tersebut tak hanya disebabkan gaya hidup yang buruk. Sebab, produksi minyak berlebih juga bisa karena faktor keturunan. Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan berminyak bisa semakin mendukung munculnya kelainan tersebut, dan minyak semakin menumpuk di bawah jaringan kulit.

"Untuk mengobati hiperplasia sebasea belum ada obat resmi atau pasti yang menjamin bisa menyembuhkan. Tapi, setidaknya pasien bisa disarankan menjalani bedah listrik atau laser,” katanya.

Hiperplasia sebasea, lanjut Daulat, merupakan kelainan kulit yang tidak bisa disembuhkan. Sebab, penderitanya akan terus-menerus memproduksi lemak dan perkembangan kelenjar lemak di kulit itu terus muncul. “Bahkan akan semakin banyak seiring bertambahnya usia si penderita,” terangnya.

Daulat menyarankan untuk segera melakukan tindakan preventif berupa bedah listrik atau laser sebelum muncul semakin banyak dan menuanya seseorang. “Karena tidak cukup nyaman dilihat kalau semakin banyak,” tutur pria berkulit putih itu.

Seturut itu, kontrol pula jumlah makanan berlemak yang dikonsumsi. Jadi, lemak dalam tubuh tidak terus bertambah. “Dan pastinya gaya hidup harus lebih sehat dengan rutin berolahraga dan konsumsi makanan sehat,” tutup dia. (*/day/*/ni/k8)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 13:24

Lapar Palsu, Apa Itu?

Pernahkah Anda merasa lapar padahal baru saja melahap sepiring nasi…

Minggu, 24 Maret 2019 12:14

Nasi Bakar, Paduan Bumbu dan Lauk Eksotis

PADA umumnya nasi bakar adalah nasi berbumbu santan seperti nasi…

Minggu, 24 Maret 2019 12:13

Kuotie dan Swekiau, Garing dan Lembut

MERUPAKAN dua hidangan yang memiliki bahan sama namun proses masak…

Minggu, 24 Maret 2019 12:12

Sensasi Sambal Tempoyak Bikin Ketagihan

SEPERTI judulnya, bahan baku utama adalah sambal tempoyak. Olahan yang…

Minggu, 24 Maret 2019 12:08

Harus Tahu Watak Klien

MERINTIS usaha outbound training belasan tahun silam membuat Fitri Susilowati…

Minggu, 24 Maret 2019 12:06

Tak Sekadar Bisnis, Berikan Edukasi

Demi mencapai keberhasilan, pebisnis memiliki cara masing-masing. Paling penting, berani…

Minggu, 24 Maret 2019 12:04

Wajib Berikan Pengarahan pada Tim

SAAT masih awal merintis, Fitri Susilowati memiliki sepuluh orang yang…

Kamis, 21 Maret 2019 22:04

Ini Manfaat Air Rebusan Daun Serai

Serai atau lebih dikenal dengan sereh, sering digunakan sebagai bumbu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Ini Penyebab Mendadak Merinding, Jangan Khawatir....

Setiap orang memang memiliki reaksi fisik yang berbeda-beda ketika dihadapkan…

Minggu, 17 Maret 2019 10:51

Program Hamil Alami Melalui Senam Yoga

SESEGERA mungkin memiliki anak setelah menikah tentu menjadi dambaan semua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*