MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 10 April 2018 11:29
Dua Dokter Spesialis Mundur dari ASN

Buntut Pembagian Jaspel di RSUD RAPB PPU

Alimuddin

PROKAL.CO, PENAJAM–Dua dokter spesialis di RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) resmi mengundurkan diri dari ASN. Mereka adalah dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr Manaek Parulian Sihotang, SpOT, dan dokter spesialis saraf, dr Kristina Dwi Wahyuni, SpS. Keduanya tak lagi terdaftar sebagai ASN di Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) mulai 2 April 2018. Status pemberhentian mereka, dengan hormat atas permintaan sendiri. 

Sempat beredar kabar, alasan pengunduran diri keduanya lantaran permasalahan pembagian jasa pelayanan (jaspel) dengan manajemen RSUD RAPB yang dinilai tidak proporsional. Bahkan, dr Manaek Parulian Sihotang sempat mengirimkan surat keberatan ke Bupati PPU pada 8 Maret 2018 lalu. Dia protes atas jaspel yang diterimanya. Pasalnya, selama Juli hingga September 2017, dia hanya menerima Rp 7,56 juta.

Namun, Ketua Dewan Pengawas RSUD RAPB Alimuddin membantah mundurnya dua dokter spesialis itu lantaran masalah pembagian jaspel pada 2017. “Tidak ada kaitannya dengan itu (pembagian jaspel),” kata dia saat ditemui kemarin.

Keduanya beralasan mengajukan pengunduran diri lantaran alasan kesehatan dan keinginan untuk merawat orangtua di daerah kelahirannya. Pihaknya pun menyetujui permintaan pengunduran diri tersebut. Sebelumnya, keduanya sudah sempat dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait alasan pengunduran diri tersebut dan tetap meminta mengundurkan diri sebagai ASN. Dengan demikian, kedua dokter spesialis yang telah lama mengabdi di Kabupaten Benuo Taka tersebut tidak mendapatkan hak pensiun.

“Kami penuhi permintaannya, sesuai dengan hak yang bersangkutan,” imbuh pria yang juga menjabat asisten III bidang Administrasi Umum dan Keuangan ini. Pria berkumis itu mengakui, dengan mundurnya dua dokter spesialis ini berdampak pada pelayanan kesehatan di rumah sakit pelat merah tersebut. Akan tetapi, pihaknya tidak bisa memaksa untuk tidak menyetujui permintaan pengunduran diri dua dokter spesialis itu.

Oleh karena itu, RSUD diminta untuk memaksimalkan pelayanan dengan jumlah dokter spesialis yang ada. Sebelumnya, ada sepuluh dokter spesialis berstatus ASN dan tiga dokter berstatus kontrak yang bertugas di RSUD RAPB. Mundurnya dua dokter spesialis tersebut menyisakan delapan dokter spesialis.

Mereka adalah dokter spesialis radiologi (dr Abdul Haris, MKes, SpRad), dokter spesialis kandungan (dr Rossy Marlina, SpOG), dokter spesialis anak (dr Farah Katleya Cendikiana, SpA), dokter gigi muda spesialis protodonsia (drg Susi Wijati, SpPros), dokter gigi spesialis bedah mulut (drg Daniel Tumbur HH, SpBM), dan dokter spesialis paru (dr Yenny S, SpP), dokter spesialis penyakit dalam (dr Robinson Manurung, SpPD), serta dokter spesialis kandungan (dr Ketut Widaya, SpOG). “Kami akan mencoba menggunakan jasa dokter berstatus kontrak untuk membantu pelayanan,” terang dia.

Selain itu, ada dua dokter spesialis lain yang mengajukan pensiun dini dan pindah ke luar daerah. Yaitu dr Robinson Manurung, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam yang mengajukan pensiun dini karena alasan kesehatan. Kemudian dr Ketut Widaya, SpOG, dokter spesialis kandungan yang mengajukan pindah tugas ke daerah lain.

Alimuddin menyebut, permintaan keduanya masih belum bisa dipenuhi karena belum memenuhi syarat. dr Robinson belum memenuhi batas usia pensiun (BUP) dan dr Ketut masih diperlukan dan belum ada dokter penggantinya. Untuk permohonan pensiun dini harus memenuhi syarat usia atau masa kerja, minimal 45 tahun dan masa kerja paling sedikit 20 tahun.

Begitu pun dengan permohonan pindah mutasi ke luar daerah. Syaratnya, instansi yang ditinggalkan siap. Begitu pun instansi yang dituju juga siap menerimanya. “Untuk sementara, kami belum setujui. Kami minta untuk menunggu selama setahun lagi, baru bisa dipenuhi,” tandas dia.

Sebelumnya, Direktur RSUD RAPB dr Jansje Grace Makisurat mengatakan, akan mencari dokter spesialis pengganti sementara. Juga bekerja sama dengan dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit lain yang ada di luar PPU. Seperti RSUD Beriman Balikpapan dan RSUD Panglima Sebaya di Kabupaten Paser. “Tergantung dokter yang bersangkutan untuk bekerja paruh waktu di RSUD Penajam. Ada juga bantuan pernyataan bantuan dari kawan-kawan Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (Arsada), menyikapi permasalahan yang kami hadapi,” ucap dia. (*/kip/iza/k11)

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 08:13

Penerimaan P3K Masih Tunggu Arahan Pusat

TANA PASER - Isu penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja…

Selasa, 22 Januari 2019 08:10

Kinerja Oke, Miliaran Rupiah Selamat

SENDAWAR - Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat (Kubar), sangat…

Selasa, 22 Januari 2019 08:07

Pekerjaan Melambat, Termin II Tak Cair

TENGGARONG - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdik Kukar HM Marsandi…

Selasa, 22 Januari 2019 08:00

Ribuan Siswa Baru, Seragam Ditanggung Pemkab, Habiskan Duit Segini...

PENAJAM - Mulai tahun ajaran baru 2019/2020, orangtua siswa tak…

Senin, 21 Januari 2019 11:44

Pencuri Motor di Bawah Umur

TANA PASER – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 11:32

“Data BPJS Kesehatan Enggak Benar”

PENAJAM – Ribuan data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat…

Senin, 21 Januari 2019 11:20

Kontraktor Masih Resah

SANGATTA–Meskipun sudah mendapat janji manis berupa pelunasan utang paling lambat…

Senin, 21 Januari 2019 11:18

Tetap Gunakan Desain Sebelumnya

TANJUNG REDEB–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau…

Senin, 21 Januari 2019 11:17

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

TANJUNG REDEB–Seorang calon legislatif (caleg) Kabupaten Berau ditetapkan tersangka oleh…

Senin, 21 Januari 2019 08:22

Jembatan Tering 17 Tahun Mangkrak

SENDAWAR - Dua proyek jembatan menyeberangi Sungai Mahakam di wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*