MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 10 April 2018 11:29
Dua Dokter Spesialis Mundur dari ASN

Buntut Pembagian Jaspel di RSUD RAPB PPU

Alimuddin

PROKAL.CO, PENAJAM–Dua dokter spesialis di RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) resmi mengundurkan diri dari ASN. Mereka adalah dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr Manaek Parulian Sihotang, SpOT, dan dokter spesialis saraf, dr Kristina Dwi Wahyuni, SpS. Keduanya tak lagi terdaftar sebagai ASN di Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) mulai 2 April 2018. Status pemberhentian mereka, dengan hormat atas permintaan sendiri. 

Sempat beredar kabar, alasan pengunduran diri keduanya lantaran permasalahan pembagian jasa pelayanan (jaspel) dengan manajemen RSUD RAPB yang dinilai tidak proporsional. Bahkan, dr Manaek Parulian Sihotang sempat mengirimkan surat keberatan ke Bupati PPU pada 8 Maret 2018 lalu. Dia protes atas jaspel yang diterimanya. Pasalnya, selama Juli hingga September 2017, dia hanya menerima Rp 7,56 juta.

Namun, Ketua Dewan Pengawas RSUD RAPB Alimuddin membantah mundurnya dua dokter spesialis itu lantaran masalah pembagian jaspel pada 2017. “Tidak ada kaitannya dengan itu (pembagian jaspel),” kata dia saat ditemui kemarin.

Keduanya beralasan mengajukan pengunduran diri lantaran alasan kesehatan dan keinginan untuk merawat orangtua di daerah kelahirannya. Pihaknya pun menyetujui permintaan pengunduran diri tersebut. Sebelumnya, keduanya sudah sempat dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait alasan pengunduran diri tersebut dan tetap meminta mengundurkan diri sebagai ASN. Dengan demikian, kedua dokter spesialis yang telah lama mengabdi di Kabupaten Benuo Taka tersebut tidak mendapatkan hak pensiun.

“Kami penuhi permintaannya, sesuai dengan hak yang bersangkutan,” imbuh pria yang juga menjabat asisten III bidang Administrasi Umum dan Keuangan ini. Pria berkumis itu mengakui, dengan mundurnya dua dokter spesialis ini berdampak pada pelayanan kesehatan di rumah sakit pelat merah tersebut. Akan tetapi, pihaknya tidak bisa memaksa untuk tidak menyetujui permintaan pengunduran diri dua dokter spesialis itu.

Oleh karena itu, RSUD diminta untuk memaksimalkan pelayanan dengan jumlah dokter spesialis yang ada. Sebelumnya, ada sepuluh dokter spesialis berstatus ASN dan tiga dokter berstatus kontrak yang bertugas di RSUD RAPB. Mundurnya dua dokter spesialis tersebut menyisakan delapan dokter spesialis.

Mereka adalah dokter spesialis radiologi (dr Abdul Haris, MKes, SpRad), dokter spesialis kandungan (dr Rossy Marlina, SpOG), dokter spesialis anak (dr Farah Katleya Cendikiana, SpA), dokter gigi muda spesialis protodonsia (drg Susi Wijati, SpPros), dokter gigi spesialis bedah mulut (drg Daniel Tumbur HH, SpBM), dan dokter spesialis paru (dr Yenny S, SpP), dokter spesialis penyakit dalam (dr Robinson Manurung, SpPD), serta dokter spesialis kandungan (dr Ketut Widaya, SpOG). “Kami akan mencoba menggunakan jasa dokter berstatus kontrak untuk membantu pelayanan,” terang dia.

Selain itu, ada dua dokter spesialis lain yang mengajukan pensiun dini dan pindah ke luar daerah. Yaitu dr Robinson Manurung, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam yang mengajukan pensiun dini karena alasan kesehatan. Kemudian dr Ketut Widaya, SpOG, dokter spesialis kandungan yang mengajukan pindah tugas ke daerah lain.

Alimuddin menyebut, permintaan keduanya masih belum bisa dipenuhi karena belum memenuhi syarat. dr Robinson belum memenuhi batas usia pensiun (BUP) dan dr Ketut masih diperlukan dan belum ada dokter penggantinya. Untuk permohonan pensiun dini harus memenuhi syarat usia atau masa kerja, minimal 45 tahun dan masa kerja paling sedikit 20 tahun.

Begitu pun dengan permohonan pindah mutasi ke luar daerah. Syaratnya, instansi yang ditinggalkan siap. Begitu pun instansi yang dituju juga siap menerimanya. “Untuk sementara, kami belum setujui. Kami minta untuk menunggu selama setahun lagi, baru bisa dipenuhi,” tandas dia.

Sebelumnya, Direktur RSUD RAPB dr Jansje Grace Makisurat mengatakan, akan mencari dokter spesialis pengganti sementara. Juga bekerja sama dengan dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit lain yang ada di luar PPU. Seperti RSUD Beriman Balikpapan dan RSUD Panglima Sebaya di Kabupaten Paser. “Tergantung dokter yang bersangkutan untuk bekerja paruh waktu di RSUD Penajam. Ada juga bantuan pernyataan bantuan dari kawan-kawan Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (Arsada), menyikapi permasalahan yang kami hadapi,” ucap dia. (*/kip/iza/k11)

 


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 08:31

Mutasi Pejabat Masih Mengambang

PENAJAM -  Proses mutasi dan promosi jabatan di Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) kian tak menentu.…

Rabu, 25 April 2018 08:24

KP2KP Grogot SMS Blast Wajib Pajak Badan

TANA PASER - Dalam rangka memberikan informasi dan mengingatkan wajib pajak (WP) Badan, Kantor Pelayanan…

Rabu, 25 April 2018 08:23

Warga Batu Sopang dan Komam Tagih Janji Pemprov

TANA PASER – Tokoh masyarakat Kecamatan Batu Sopang dan Muara Komam, Aspiana menuturkan keinginan…

Rabu, 25 April 2018 08:22

Polsek Kembali Amankan Ratusan Zenith

TANA PASER -  Ratusan obat keras jenis zenith kembali diamankan polisi. Setelah mengamankan 885…

Selasa, 24 April 2018 23:52

Berbagi Ilmu, Studi Lapangan di KPHP Kendilo

PASER- Keberhasilan pembangunan agroforestry di KPHP Kendilo bersama KTH Alas Taka, memunculkan minat…

Selasa, 24 April 2018 12:05

Daerah Kurang Nikmati "Kue" Pembangunan, Ini Kata Safaruddin

PASER- Kali keduanya calon wakil gubernur (cawagub) Kalimantan Timur (Kaltim) Safaruddin, mengunjungi…

Selasa, 24 April 2018 10:20

Polisi Tangkap Pencuri Kabel PT PHM

BALIKPAPAN - Aparat Polsek Semayang Balikpapan akhirnya meringkus tiga sindikat pencurian kabel power…

Selasa, 24 April 2018 10:19

DPRD Sidak Ratusan Penghuni Rudenim Balikpapan

WAKIL Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle bersama anggota Komisi I DPRD Balikpapan melakukan…

Selasa, 24 April 2018 10:16

HEMP !!! AKHIRNYA RSUD di PPU Dapat Tambahan Dokter Spesialis

PENAJAM - Persoalan kekurangan dokter spesialis di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal teratasi.…

Selasa, 24 April 2018 10:14

Terangi Jalan Provinsi Butuh Rp 8 Miliar

PENAJAM- Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan dilanjutkan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .