MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Selasa, 10 April 2018 11:14
Wow, Ada Rental Orang di Jepang
Digunakan untuk Antre sampai Bikin Cemburu Pasangan
Megumi Furukawa

PROKAL.CO, Ossan Rental memang pelopor bisnis rental orang di Jepang, tapi bukan satu-satunya. Kini layanan serupa cukup banyak di Jepang. Salah satunya adalah Support One yang menyediakan para perempuan dengan usia 20-an sampai 70-an tahun.

Rental itu berdiri pada 2013. Para pegawainya bisa disewa untuk kepentingan apa saja. Mulai nonton bioskop, jalan-jalan, menemani makan, membersihkan rumah, menjadi tamu di pesta pernikahan, pura-pura menjadi keluarga, menemani ke kencan buta, atau minta maaf atas nama si klien.

Mereka juga kerap disewa untuk antre tengah malam atau membuat cemburu pasangan. ”Banyak orang menyewa kami untuk membereskan masalah yang mereka buat. Ini hanya pekerjaan. Jadi, kami mengabaikan perasaan pribadi,” tegas Megumi Furukawa, pendiri Support One. Karena 80 persen anak buahnya perempuan, Furukawa harus ekstrahati-hati saat ada klien yang menyewa. Dia menerapkan aturan yang sangat ketat.

BACA JUGA Cerita Rental Orang di Jepang,Berawal dari Sakit Hati, Klien Pertama Nenek-Nenek 88 Tahun

Diberitakan JPNN.com, salah satunya, pegawai dan klien tidak boleh berkomunikasi langsung, harus lewat dia. Data klien juga harus lengkap untuk memastikan bahwa mereka bukan orang yang pernah terlibat tindak kriminal. Klien juga dilarang membawa perempuan yang disewa ke tempat tertutup. Misalnya, ke rumah dan tempat karaoke. Jika ingin menyewa untuk membersihkan rumah atau memasak, klien harus menyewa dua orang sekaligus. ”Keselamatan staf kami sangat penting,” tegasnya.

Perempuan 34 tahun itu mengaku juga sangat selektif memilih pegawai. Per bulan dia hanya mengambil satu pegawai baru untuk usaha rental orang yang dikelolanya. Padahal, lamaran yang masuk setiap bulan mencapai ratusan.

Saat ini dia hanya punya 39 anak buah. Dia ingin memiliki anak buah yang bisa dipercaya sepenuhnya. Dengan begitu, klien mereka bisa merasa aman saat menggunakan jasa Support One. Profesor bidang sosiologi keluarga di Chuo University Masahiro Yamada mengungkapkan bahwa membangun dan menjaga hubungan di Jepang sangat sulit. Sebab, ada budaya saling memberi dan menerima alias tidak ada yang gratis.

Misalnya, saat menerima hadiah pernikahan dan kado untuk bayi, mereka harus mengirimkan sesuatu sebagai tanda terima kasih. Saat Valentine’s Day, para perempuan memberikan cokelat kepada laki-laki. Sebagai gantinya, sebulan kemudian atau yang disebut dengan White Day, pria yang menerima wajib memberikan cokelat kepada para gadis. Semua kebaikan ibarat utang yang harus dibayar kembali.

”Kadang lebih mudah membayar saja untuk hal-hal kecil daripada meminta tolong teman,” tagas Yamada. (sha/c10/dos)


BACA JUGA

Rabu, 16 Mei 2018 21:34

Niat Baik Nih..?? Korut Hancurkan Fasilitas Nuklirnya

PYONGYANG- Korea Utara (Korut) merealisasikan iktikad baiknya. Selasa (15/5), Al Jazeera melaporkan…

Senin, 14 Mei 2018 11:57

Potongan Kaki Kembali Gegerkan Kanada

OTTAWA - Sebuah sepatu bot terdampar di Gabriola Island, Provinsi British Columbia, Kanada, awal pekan…

Senin, 14 Mei 2018 11:54

Trump Sambut Eks Tawanan Korut

PYONGYANG - Membaiknya suhu politik di Semenanjung Korea menjadi berkah bagi Kim Dong-chul, Kim Sang-duk…

Sabtu, 12 Mei 2018 10:54

Wan Azizah Jadi Kebanggaan Perempuan Malaysia

KUALA LUMPUR – Apa pun yang terjadi dengan Wan Azizah Wan Ismail dan jabatan barunya saat sang…

Jumat, 11 Mei 2018 21:17

Usai Dilantik Jadi PM, Ini Janji Mahathir

KUALA LUMPUR- Usai mengucapkan sumpah dalam pelantikannya pada Kamis (10/5) malam, Perdana Menteri Malaysia…

Jumat, 11 Mei 2018 21:16

Trump dan Jong Un Pilih Singapura sebagai Tempat Pertamuan, INI ALASANNYA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan, ia akan bertemu Pemimpin Tertinggi Korea Utara…

Jumat, 11 Mei 2018 21:14

Andai Waktu Bisa Diputar, Mahathir Takkan Pecat Anwar

Kuala Lumpur- Perdana Menteri Malaysia terpilih Mahathir Mohamad, 92, mengatakan, ia mungkin hanya membutuhkan…

Jumat, 11 Mei 2018 12:00
Mengaku Kalah, Najib Tak Beri Selamat

Lewat PRU 14, Rakyat Cabut Mandat BN

KUALA LUMPUR – Angin perubahan itu bernama Pilihan Raya Umum (PRU) 14. Saking kencangnya angin…

Kamis, 10 Mei 2018 21:40

Rezim Najib Razak Runtuh, Para Menteri Kehilangan Kursi?

KUALAUMPUR- Pemilu Malaysia 2018 benar-benar jadi mimpi buruk bagi rezim PM Najib Razak yang tergabung…

Kamis, 10 Mei 2018 14:48
Mahathir Mohammad setelah Menang Pemilu Malaysia

Pernah Jadi PM Terlama, Kini Jadi Pemimpin Tertua

Mahathir Mohamad merupakan perdana menteri terlama di Malaysia. Pria yang berusia 92 tahun tersebut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .