MANAGED BY:
RABU
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 10 April 2018 07:17
OPTIMIS !!! Bisa Hemat USD 500 Per Kontainer

Pelindo IV: Yang Penting Direct Call Jalan Dulu

HANYA MASALAH WAKTU: Balikpapan diharap dapat menyusul sukses Makassar yang ekspornya melesat tajam setelah direct call berjalan. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Setelah percobaan pengapalan pertama Maret lalu, rute direct call di Balikpapan akhirnya diresmikan kemarin (9/4). Meski belum ada kepastian terkait keberlanjutan volume angkutan, PT Pelindo IV selaku penggagas yakin, rute pelayaran internasional ini tak perlu menunggu lama untuk berkembang pesat.

Dalam peresmian kemarin, total ada 100 kontainer yang meluncur ke Shanghai, menggunakan armada milik SITC Indonesia, jaringan bisnis dari SITC International Holdings yang berbasis di Hong Kong. Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung mengatakan, sama seperti Makassar, volume ekspor lewat skema direct call perdana pada Desember 2015 juga masih sangat sedikit.

“Di Makassar, waktu perdana dulu hanya 40 kontainer yang kami kirim. Saat itu impor masih nol,” ucapnya saat peresmian Direct Call di Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau Balikpapan, kemarin.

Namun, Makassar hanya butuh 2,5 tahun sejak pengapalan perdana untuk mencapai volume ekspor 3.000 kontainer per bulan lewat skema direct call. Menurut dia, peralihan rute dari para eksportir hanya masalah waktu, karena mereka akan memilih rute dengan biaya paling murah.

“Sejak informasi direct call di Makassar tersebar, mereka melihat peluang ini. Kami yakin, tren yang sama akan terjadi di Balikpapan. Yang penting jalan dulu. Nanti tinggal menunggu pengusaha memanfaatkan ini. Hari ini (Senin), kami kirim 100 kontainer dengan komoditas plywood, cangkang sawit, minyak sawit, kernel, dan serabut kelapa,” tuturnya.

Doso mengakui, tidak mudah membangun direct call. PT SITC Indonesia, yang juga menjadi rekan kerja sama direct call di Makassar, terang dia, sangat berani untuk mengambil risiko tersebut.

“Mereka tidak melihat keuntungan dulu. Yang terpenting, fasilitasnya mereka siapkan. Sukses di Makassar, menjadi pertimbangan mereka ikut ke Balikpapan,” terangnya.

Salah satu hal yang ditawarkan PT Pelindo IV untuk SITC adalah sistem pembayaran letter of credit (LC) yang lebih murah. Dulu, saat ekspor harus melalui Jakarta, pembayaran baru bisa cair 30 hari setelah pengiriman. Sekarang, mereka langsung kirim, sehingga pembayaran pun langsung diterima.

Di sisi lain, direct call juga membuat perputaran uang bagi perusahaan lebih cepat. Sementara keuntungan lain, tentu waktu pengiriman yang terpangkas, dari semula 30 hari, sekarang menjadi hanya 9–12 hari.

“Ada potensi efisiensi sekitar USD 350–500 per kontainer. Sebagai contoh, telur ikan terbang dari Sulawesi Selatan dulu belum tergarap maksimal untuk ekspor. Setelah direct call, sekali kirim bisa Rp 16 miliar. Permintaannya dari Jepang,” tuturnya.

Meski secara riil skema pelayaran ini tak tercatat sebagai investasi di daerah, keberadaannya sangat bermanfaat untuk memacu aktivitas ekonomi. Termasuk menyedot peluang investasi baru.

Doso menilai, potensi ekspor di Indonesia tengah dan timur sangat besar. Direct call adalah salah satu cara untuk mengoptimalkannya.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang turut memberikan pendapatnya terkait direct call di Balikpapan. Dia menganalogikan sistem pelayaran ini seperti ayam dan telur.

“Saat seseorang membeli ayam, nanti telurnya juga akan didapat. “Jadi, anggap ini investasi dulu, nanti hasilnya pasti kita dapat setelah memberikan kepastian bisnis bagi pengusaha. Direct call termasuk proyek strategis untuk mengembangkan Indonesia timur. Mengacu pada Makassar, terbukti waktu pengiriman bisa lebih efisien,” bebernya.

Menurut dia, yang penting saat ini adalah mengutamakan fasilitas. Baik fisik maupun sistem dan regulasi. Dengan begitu, tidak ada alasan lagi bagi sektor industri untuk tak berkembang.

“Saya lihat, dari Kaltara juga kaya hasil ekspor. Potensinya ke Asia Timur. Saya harap direct call segera mengambil peluang sampai ke sana,” tuturnya.

Sebelumnya, Pelindo IV juga telah memfasilitasi pelaksanaan direct call di empat pelabuhan lain. Yakni, Makassar, Sorong, dan Pelabuhan Bitung. TPK Kariangau yang dikelola PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), akan menjadi hub pelayaran internasional untuk zona Kalimantan. (aji/man2/k8)


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 06:38

YA TUHANKU...!! Bulan Mei, Utang Indonesia Tembus Rp 5.020 T

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat pada akhir…

Selasa, 17 Juli 2018 07:05

Rupiah Bisa Bertahan di Zona Hijau

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini diperkirakan…

Selasa, 17 Juli 2018 07:03

Juni, Neraca Perdagangan Surplus USD 1,74 Miliar

JAKARTA - Kinerja perekonomian Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat…

Selasa, 17 Juli 2018 07:02

Penduduk Miskin Turun

JAKARTA – Upaya pemerintah menekan angka kemiskinan di Tanah Air mulai menunjukkan hasil membanggakan.…

Selasa, 17 Juli 2018 07:01

Saatnya Investasi Emas

JAKARTA - Harga emas dunia mulai naik pada awal pekan ini akibat dolar Amerika Serikat (AS) yang mulai…

Selasa, 17 Juli 2018 07:00

Antisipasi Perang Dagang Amerika Serikat

JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berencana melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat…

Senin, 16 Juli 2018 06:58

Iklim Investasi Bisa Terganggu

BALIKPAPAN - Pelaku usaha di Bumi Etam menilai rencana pemerintah mengenakan pajak terhadap laba ditahan…

Senin, 16 Juli 2018 06:56

Mulai Pikirkan Hilirisasi

JAKARTA – Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dalam beberapa bulan terakhir…

Senin, 16 Juli 2018 06:54

WADUH..!! Pasokan Makanan ke Samarinda Terancam Terhambat

SAMARINDA dan daerah sekitar terancam kehilangan pasokan makanan maupun produk jadi. Pasalnya, jalur…

Senin, 16 Juli 2018 06:52

Suku Bunga Naik, Kredit Diyakini Tumbuh

JAKARTA – Meski menaikkan suku bunga acuan 100 basis poin pada periode Mei–Juni 2018, Bank…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .