MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 10 April 2018 07:09
Kebijakan Penetapan Harga Bikin Sulit Pengusaha
-Ilustrasi.

PROKAL.CO, MEKANISME penetapan harga dan pasokan BBM oleh Pertamina, dinilai menyulitkan pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Perusahaan pelat merah itu dinilai perlu meningkatkan upaya sosialisasi agar masyarakat terbiasa dengan komposisi ketersediaan bahan bakar kendaraan tersebut.

Hal itu disampaikan Dewan Pertimbangan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Balikpapan Afiudin Zainal Abidin. Dia menjelaskan, BBM sudah menjadi kebutuhan yang melekat dengan keseharian masyarakat. Perubahan sedikit saja atas pasokan ataupun harga komoditas ini akan berbuntut gejolak sosial dan ekonomi.

“Kita paham bahwa sejak 2015 pemerintah tidak lagi menyubsidi premium. Selanjutnya, harga jual yang diatur,” katanya.

Di sisi lain, kata Afiudin, harga minyak mentah dunia yang menjadi bahan baku produksi, terus naik. Awal April ini, di kisaran USD 60 per barel. Namun, harga premium tetap Rp 6.450. Walhasil, PT Pertamina harus menutupinya.

Jika mengikuti perhitungan normal, BBM dengan kadar oktan 88 persen itu mestinya dijual Rp 7.200–7.400 per liter. Pendapatan dari penjualan bahan bakar industri dan BBM nonsubsidi pun jadi salah satu penyeimbang neraca perusahaan. Tahun ini, harganya beberapa kali mendapat penyesuaian. Di sisi lain, komposisi BBM subsidi di pasaran, juga disebut berkurang.

Afiudin menyampaikan, langkah tersebut bukanlah masalah bagi pengusaha. Yang dia sayangkan, Pertamina sangat minim sosialisasi terkait kebijakan tersebut. Dengan produk yang bersentuhan dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat, perusahaan pelat merah itu mestinya lebih komunikatif, apalagi terkait perubahan pasokan dan harga.

“Kita juga paham bahwa Pertamina punya kewajiban dividen besar terhadap negara, kalau tidak salah 50 persen dari laba. Di sisi lain, mereka juga ditugasi program BBM satu harga dan didorong mengambil alih pengelolaan blok migas. Tapi edukasi terhadap konsumen harusnya juga jalan, agar tak membingungkan,” tuturnya.

Afiudin mengakui, ada penurunan pasokan premium untuk SPBU hingga 40 persen tahun ini. Tapi, kata dia, langkah itu cukup realistis, lantaran menyikapi turunnya konsumsi pada tahun lalu.

“Distribusi BBM premium memang dikurangi. Wajar saja sekarang banyak SPBU yang tidak menjual BBM premium lagi. Seperti yang saya alami, ada penurunan pasokan sebesar 40 persen. Di sisi lain nonsubsidi memang ditambah,” tuturnya.

Dia menyebut, kendati harga BBM subsidi ditahan, peminatnya memang berkurang. Afiudin menyebut, peminat BBM nonsubsidi terus naik dari tahun ke tahun.

“Tapi harus ada kehati-hatian dalam menetapkan harga BBM. Kalau banyak perubahan justru membingungkan. Apalagi sekarang, untuk BBM nonsubsidi, kata dia, akan lewat pemerintah. Kalau bisa serahkan saja kepada Pertamina. Dengan catatan, mereka wajib meningkatkan edukasi terkait penjualan BBM ini. Masalahnya sangat sensitif,” tutupnya. (aji/man2/k8)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 07:20
Operasional Bandara APT Pranoto Samarinda

MANTAP..!! Bisa Topang Kinerja Tiga Sektor Ekonomi

SAMARINDA - Dampak ekonomi dari beroperasinya Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda…

Senin, 23 April 2018 08:28

ADUH !!! Kurang Serius Garap Sektor Perkebunan Sawit

SAMARINDA – Dengan potensi bahan baku yang melimpah, pabrik minyak sawit mentah atau crude palm…

Senin, 23 April 2018 08:26

Tujuh Blok Terminasi Diserahkan ke Pertamina

JAKARTA – Tujuhwilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) yang berakhir masa kontraknya (terminasi…

Senin, 23 April 2018 08:24

Optimalkan Transaksi Nontunai di Bandara APT Pranoto

SAMARINDA – Bandara APT Pranoto Samarinda yang dijadwalkan beroperasi mulai 25 Mei mendatang terus…

Senin, 23 April 2018 08:21

Redam NPL, Laba Bank Danamon Menyusut

JAKARTA – Upaya perbaikan kualitas kredit menekan laba PT Bank Danamon Indonesia Tbk awal tahun…

Senin, 23 April 2018 08:19

Tahun Ini, Titik Kebangkitan Lada Kaltim

SAMARINDA – Puluhan tahun silam, lada menjadi salah satu komoditas ekspor vital Kaltim. Bahkan…

Senin, 23 April 2018 08:16

Empat Bulan, Temukan 72 Entitas Investasi Bodong

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan 72 entitas investasi yang terindikasi bodong…

Sabtu, 21 April 2018 06:26

Kaltim Butuh Lebih Banyak PLB

BALIKPAPAN  -  Kaltim dinilai tak cukup mengandalkan skema direct call untuk memaksimalkan…

Sabtu, 21 April 2018 06:25

GELIAT EKONOMI !!! Setahun, 468 Restoran Baru

SAMARINDA  -  Restoran menjadi salah satu bisnis menjanjikan di Kaltim. Setidaknya, itu tergambar…

Sabtu, 21 April 2018 06:23

Produk Kebutuhan Ramadan Sudah Datang

BERDESAKAN  untuk berbelanja kebutuhan konsumsi selama Ramadan sudah tak perlu dilakukan. Produk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .