MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 10 April 2018 07:09
Kebijakan Penetapan Harga Bikin Sulit Pengusaha
-Ilustrasi.

PROKAL.CO, MEKANISME penetapan harga dan pasokan BBM oleh Pertamina, dinilai menyulitkan pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Perusahaan pelat merah itu dinilai perlu meningkatkan upaya sosialisasi agar masyarakat terbiasa dengan komposisi ketersediaan bahan bakar kendaraan tersebut.

Hal itu disampaikan Dewan Pertimbangan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Balikpapan Afiudin Zainal Abidin. Dia menjelaskan, BBM sudah menjadi kebutuhan yang melekat dengan keseharian masyarakat. Perubahan sedikit saja atas pasokan ataupun harga komoditas ini akan berbuntut gejolak sosial dan ekonomi.

“Kita paham bahwa sejak 2015 pemerintah tidak lagi menyubsidi premium. Selanjutnya, harga jual yang diatur,” katanya.

Di sisi lain, kata Afiudin, harga minyak mentah dunia yang menjadi bahan baku produksi, terus naik. Awal April ini, di kisaran USD 60 per barel. Namun, harga premium tetap Rp 6.450. Walhasil, PT Pertamina harus menutupinya.

Jika mengikuti perhitungan normal, BBM dengan kadar oktan 88 persen itu mestinya dijual Rp 7.200–7.400 per liter. Pendapatan dari penjualan bahan bakar industri dan BBM nonsubsidi pun jadi salah satu penyeimbang neraca perusahaan. Tahun ini, harganya beberapa kali mendapat penyesuaian. Di sisi lain, komposisi BBM subsidi di pasaran, juga disebut berkurang.

Afiudin menyampaikan, langkah tersebut bukanlah masalah bagi pengusaha. Yang dia sayangkan, Pertamina sangat minim sosialisasi terkait kebijakan tersebut. Dengan produk yang bersentuhan dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat, perusahaan pelat merah itu mestinya lebih komunikatif, apalagi terkait perubahan pasokan dan harga.

“Kita juga paham bahwa Pertamina punya kewajiban dividen besar terhadap negara, kalau tidak salah 50 persen dari laba. Di sisi lain, mereka juga ditugasi program BBM satu harga dan didorong mengambil alih pengelolaan blok migas. Tapi edukasi terhadap konsumen harusnya juga jalan, agar tak membingungkan,” tuturnya.

Afiudin mengakui, ada penurunan pasokan premium untuk SPBU hingga 40 persen tahun ini. Tapi, kata dia, langkah itu cukup realistis, lantaran menyikapi turunnya konsumsi pada tahun lalu.

“Distribusi BBM premium memang dikurangi. Wajar saja sekarang banyak SPBU yang tidak menjual BBM premium lagi. Seperti yang saya alami, ada penurunan pasokan sebesar 40 persen. Di sisi lain nonsubsidi memang ditambah,” tuturnya.

Dia menyebut, kendati harga BBM subsidi ditahan, peminatnya memang berkurang. Afiudin menyebut, peminat BBM nonsubsidi terus naik dari tahun ke tahun.

“Tapi harus ada kehati-hatian dalam menetapkan harga BBM. Kalau banyak perubahan justru membingungkan. Apalagi sekarang, untuk BBM nonsubsidi, kata dia, akan lewat pemerintah. Kalau bisa serahkan saja kepada Pertamina. Dengan catatan, mereka wajib meningkatkan edukasi terkait penjualan BBM ini. Masalahnya sangat sensitif,” tutupnya. (aji/man2/k8)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…

Senin, 22 Oktober 2018 06:43

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

JAKARTA – Transaksi sistem perdagangan alternatif (SPA) mengalami peningkatan signifikan. Hal…

Senin, 22 Oktober 2018 06:42

Pangkas Impor Komponen Industri Elektronik

JAKARTA – Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian berharap…

Minggu, 21 Oktober 2018 06:46

Tempat Cukur Idola Pesepak Bola

WALAU terkesan sepele, bisnis tempat cukur khusus pria alias barbershop ternyata tak semudah yang dibayangkan.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Siapkan Promo Unggulan selama Natal dan Tahun Baru

BALIKPAPAN  –  Pelanggan setia Hypermart jangan sampai ketinggalan penawaran terbaik.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:07

Segudang Keuntungan Miliki Kartu GPN

SAMARINDA  -  Bank Indonesia terus mendorong masyarakat menerapkan sistem pembayaran baru…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:06

Milenial Harus Selektif Berinvestasi

JAKARTA -  Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04

Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

JAKARTA  –  Pemerintah kehilangan potensi penerimaan Rp 298,3 triliun akibat pemberian…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

Pasar Fleet Naik 15 Persen

JAKARTA  –  Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 11,4 Triliun

JAKARTA  –  PT Bank Negara Indonesia (BBNI) pada kuartal tiga 2018 mencatat laba bersih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .