MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Senin, 09 April 2018 11:49
Hindari Efek Samping Obat dengan Terapi Nuklir

Ablasi Kanker Tiroid

SEGERA DIOBATI: Jangan biarkan kanker tiroid semakin besar. Jika konsumsi obat tak membuahkan hasil, Anda bisa mencoba menghancurkan kanker dengan terapi nuklir yang sudah ada di Samarinda.

PROKAL.CO, BILA ada pertumbuhan sel yang tidak normal dalam kelenjar tiroid bisa menyebabkan seseorang menderita kanker tiroid. Kelenjar tiroid tersebut, menurut dr Habusari Hapkido SpKn, punya fungsi penting untuk mengeluarkan hormon yang mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, berat badan, dan lainnya. Jadi, bila seseorang menderita kanker tiroid, tentunya harus segera diterapi atau obati.

“Kalau kanker tiroid tidak diobati, pasti kanker akan semakin meluas dan parah. Bahkan, dari beberapa jurnal di luar negeri menyebutkan, jika pasien kanker tiroid mengonsumsi obat dalam jangka lama, tapi tetap tidak ada respons, harus segera dicarikan solusi atau terapi lain," ucapnya saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Rabu (4/4).

Ahli kedokteran nuklir tersebut mengatakan, ada dua alternatif yang bisa diterapkan, yakni bedah dan ablasi (penghancuran). Jika menggunakan cara bedah, biayanya bisa lebih mahal karena perlu operasi. Tapi, dengan ablasi kedokteran nuklir, biayanya lebih ringan.

Kanker tiroid, sambung dia, bisa diobati dengan nuklir karena zat yang digunakan adalah yodium. Zat yodium dalam nuklir tersebut hampir sama dengan yodium yang bisa diterapkan di tiroid. Jadi, ketika zat tersebut dimasukkan, akan langsung ditangkap dengan sel tiroid. Yodium tersebut sudah diberi label radiasi yang memiliki sinar beta dan gamma. Ketika masuk ke dalam sel tiroid, sel beta tersebut akan menghancurkan sel-sel kanker. Lalu, radiasinya hanya ditangkap oleh sel tiroid.

“Namun, penyembuhannya tetap perlu proses, tidak bisa sembuh seketika. Biasanya akan dievaluasi sekitar enam bulan sekali. Karena radiasi tersebut menghancurkannya secara perlahan, tidak instan,” tutur dia.

Dia mengatakan, perbedaan pengobatan melalui nuklir dengan yang biasa, yaitu untuk tiroid jinak, biasanya pasien akan minum obat dan itu hanya menekan hormon tiroid. Obat pasti ada batas waktu penggunaan jangka panjang. Dikhawatirkan ada efek samping dari obat tersebut. Salah satunya bisa gangguan hepar. Kalau sudah minum obat, tapi ternyata kanker tiroid masih naik-turun, biasanya dihancurkan saja sekalian (ablasi). Tujuannya untuk menghindari efek samping obat akibat penggunaan yang lama.

“Efek samping yang ditakuti banyak orang adalah infertil (mandul). Ternyata tidak, asalkan dosis yang diberikan sesuai. Setelah dilakukan penelitian, malah banyak pasien yang diterapi tiroid justru menjadi bagus dan gampang hamil. Terapi nuklir memang memiliki efek samping, yang paling jelas adalah mual karena memasukkan zat nuklir ke dalam tubuh,” pungkas dia. (*/yuv/*/ni/k11)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 11:16

Berani Dahulu, Menang Kemudian

ALUNAN Melody Ramadhania. Sesuai dengan namanya, gadis kecil yang akrab disapa Melody tersebut sangat…

Rabu, 25 April 2018 11:15

Business Day, Latih Karakter Entrepreneurship dan Kemandirian Anak

“BERAPA harganya? Saya mau beli satu,” ujar seorang gadis kecil sambil menyerahkan selembar…

Selasa, 24 April 2018 11:02

Disepelekan, Muntaber Berujung Kematian

MUNTAH dan buang air besar yang terlalu sering (muntaber) dapat terjadi karena infeksi bakteri atau…

Selasa, 24 April 2018 10:54

Ada Penyakit, Tubuh Keluarkan Banyak Keringat

BERKERINGAT memang hal yang wajar, tetapi Anda perlu waspada jika keringat yang keluar berlebihan. Atau…

Minggu, 22 April 2018 11:09

Kuas Makeup Menentukan Hasil Riasan

Salah satu aplikator yang umum digunakan untuk berdandan adalah kuas. Tidak semua jenis kuas cocok untuk…

Minggu, 22 April 2018 11:08

Pangkas Bobot hingga 14 Kilogram

BERHASIL menurunkan berat badan dalam jangka tiga bulan, membuat Imelda Linaberthin Suba dihujani banyak…

Minggu, 22 April 2018 11:07

Rutin Berolahraga Sesuai Kemampuan

TAK hanya mengatur pola dan jam makan, untuk menunjang program penurunan berat badannya, Imelda Linaberthin…

Minggu, 22 April 2018 11:05

Ganti Gorengan dengan Makanan Direbus

UNTUK mendapatkan berat badan yang ideal, Imelda Linaberthin Suba harus melalui proses yang panjang.…

Minggu, 22 April 2018 07:02

Chiken Szechuan

DAGING ayam memang sangat mudah diolah menjadi makanan-makanan lezat. Selalu ada inovasi dalam membuat…

Minggu, 22 April 2018 06:53

Milkshake Semangka Pelepas Dahaga

SETELAH menyantap chicken szechuan yang pedas, manis, dan hangat, tentu sangat cocok  melegakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .