MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 09 April 2018 09:32
Siraman Modal di Aset Kusam
Cengkeraman Pakuwon, Jadikan GOR Sempaja Pusat Bisnis

PROKAL.CO, Mal dan hotel dalam satu kawasan dengan gedung olahraga bakal tersaji di Samarinda.

TATAPAN Agus Sujipto menyapu sebuah kamar di lantai empat Hotel Atlit, Sempaja, Samarinda. Suasana sejuk langsung menyeruak saat kakinya melangkah memasuki kamar. Di hadapannya, dua bed standar dengan seprai putih menggoda untuk direbahi. Tapi, dia tak punya banyak waktu untuk istirahat sore itu. Setelah menaruh barang, Agus harus bergegas meninggalkan kamar. Kamar itu bakal jadi rumah kedua baginya selama training camp (TC) jelang PON XVII (2008), sepuluh tahun lalu.  

Penyejuk udara dan ruangan memadai di hotel tersebut, tak membuat bosan menghabiskan waktu TC berbulan-bulan. Dirinya didapuk sebagai salah satu pelatih cabang olahraga (cabor) bela diri taekwondo kala itu. “Lumayan lama tinggal di situ (Hotel Atlit). Tidak ada keluhan (waktu itu) karena memang hotelnya baru. Semua fasilitas layak dan nyaman,” ungkap pria yang kini berusia 43 tahun.

Dinding bercat putih kontras dengan perabotan serbacokelat khas warna kayu. Meja kerja berukuran sedang ditemani sebuah kursi jadi tempat Agus memantau perkembangan atletnya lewat lembaran kertas. Dari penuturan Agus, atlet harus memiliki disiplin tinggi. Oleh sebab itu, kebersihan kamar jadi tanggung jawab masing-masing meski petugas kebersihan selalu siap sedia.

Hal senada diungkapkan Harmaji, pelatih cabor panahan Kaltim saat itu. Pria kelahiran 1975 itu mendapat kamar di lantai dua. Nyaris tidak ada keluhan selama dia menjalani TC. Bangunan yang masih gres tentu nyaman ditempati. Minusnya satu, pemandangan jemuran baju di teras depan kamar.

“Disediakan laundry, tapi beberapa penghuni kamar ada yang memilih cuci sendiri,” ujar Harmaji. Lobi atau aula tengah hotel disulap jadi ruang makan. Ratusan orang berduyun-duyun mengisi perut. “Sangat baik saya kira saat itu. Akses hotel ke mana-mana juga mudah, apalagi soal keamanan,” ungkap dia.

Tapi, itu cerita masa lalu dari Agus dan Harmaji. Kini, kedua pelatih tersebut menyayangkan kondisi Hotel Atlet. Sepuluh tahun lalu, hotel tersebut bisa dibilang megah. Menyambut para atlet seantero negeri berlaga di PON 2008. Menjadi salah satu tempat bersejarah di benak setiap penghuni kamar. Paradoks, pantauan terakhir Kaltim Post tengah pekan lalu berkata lain. Kusam menyelimuti dinding hotel nyaris di semua lantai. Hampir setiap plafon masing-masing lantai berlubang. Menyisakan hampa tak terbilang.

Tak dimungkiri, kehadiran Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda atau Bandara Samarinda Baru (BSB) jadi magnet bagi pemodal. Bandara di utara Samarinda itu rencananya dioperasikan Mei nanti. Jelang penerbangan perdana dimulai, satu per satu kawasan pusat bisnis baru tumbuh. Yang mencuri perhatian adalah wajah anyar Hotel Atlit dan Convention Hall di Kompleks Stadion Sempaja, Jalan Wahid Hasyim, Sempaja. Pemprov Kaltim melalui Biro Umum melakukan lelang investor beberapa waktu lalu.

“Dilegonya” aset peninggalan PON 2008 itu ke swasta berdasarkan petunjuk Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 19/2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Tujuannya, aset daerah yang dibangun dengan APBD berkontribusi terhadap daerah. Jadi, tak ada lagi aset menganggur atau terbengkalai yang membebani APBD untuk biaya pemeliharaan.

Biro Umum pun melakukan lelang dan menerima lima perusahaan yang mendaftar sebagai calon investor. Hasil verifikasi berkas, tak satu pun perusahaan yang lolos kualifikasi sesuai Pemendagri 19/2016. Selanjutnya, lelang kedua digelar. Dari tiga perusahaan yang mendaftar, hanya satu perusahaan yang lolos kualifikasi, yaitu PT Timur Borneo Indonesia (TBI).

Kesempatan emas itu tak dilewatkan PT TBI dengan menggandeng raksasa properti PT Pakuwon Group. Mereka menyodorkan investasi Rp 255 miliar. Pengusaha di balik nama besar PT Pakuwon, yaitu Alexander Tedja. Dia dikenal sebagai raja properti dan mal dari Surabaya. Namanya bahkan pernah disebut-sebut dalam jajaran 50 orang terkaya di negeri ini. Aset properti ternama yang dimiliki PT Pakuwon seperti Tunjungan Plaza di Surabaya, Sheraton Surabaya Hotel & Tower, Menara Mandiri dan Kondominium Graha Regency. Sedangkan di Jakarta, Pakuwon sukses mengembangkan superblock Gandaria City. 

Selanjutnya, Pakuwon Group juga membangun Kota Kasablanka. “Mereka ingin mengembangkan sayap bisnisnya di Kaltim,” ujar Kepala Biro Umum Sayid Adiyat. Dia melanjutkan, modal Rp 255 miliar akan digunakan investor untuk perbaikan kamar. Mengingat, hotel tersebut terakhir dipakai pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2014. Selain itu, dana tersebut akan dipakai untuk pembangunan jembatan penghubung (sky bridge) hotel dengan Convention Hall Sempaja. Termasuk membangun fasilitas lain. Seperti kolam renang. Keberadaan hotel ini juga tak mengubah fungsi GOR Madya Sempaja sebagai salah satu pusat olahraga warga ibu kota Kaltim.

“Jadi, nanti akan dipadukan juga mal sebagai pusat bisnis, hotel, tempat olahraga, serta convention hall. Mungkin ini yang pertama di Indonesia sebagai tempat menginap yang terintegrasi dengan stadion olahraga,” tambah Adiyat. Meski sudah menyatakan TBI sebagai pemenang, namun pemprov belum melakukan tanda tangan kontrak dengan PT TBI atau Pakuwon Grup. Selain menjalankan Permendagri 19/2016, untuk menghindari aset “nganggur“, menurutnya, pemprov bakal untung lantaran terhindar dari pembiayaan pemeliharaan gedung.

“Bayar listriknya (Hotel Atlit) saja sampai puluhan juta lho per bulan,” lanjutnya. Sebelum melakukan penandatanganan kontrak, pemprov menunggu PT TBI melakukan koordinasi internal perusahaan bersama Pakuwon Grup. Selain menunggu desain serta rancangan pengelolaan, dia juga menanti rincian investasi Rp 255 miliar tersebut. Jadi, bakal terukur, penggunaan modal besar itu. “Setelah dikelola selama 30 tahun, nanti semua aset akan kembali kepada Pemprov Kaltim. Terserah nanti apakah diperpanjang lagi atau tidak,” katanya.

Soal bagi hasil laba bersih, pemprov dapat 20 persen. Selain itu, setoran Rp 2,44 miliar akan diterima Pemprov mulai tahun kedua. Sedangkan di tahun ketiga dan seterusnya, penerimaan terus bertambah tiga persen. “Kami perkirakan kalau tidak bintang empat, hotel ini jadi bintang lima. Kita masih menunggu hasil kajian teknisnya,” ujarnya.

Sebelum mengelola Hotel Atlit, PT TBI telah merombak eks guest house pemprov dengan bisnis hotel bernama Royal Suite Hotel. Hotel tersebut merupakan hotel kedua setelah Hotel Grand Pandurata di Jakarta yang merupakan aset pemprov yang dikelola swasta.  Dalam acara peresmian Royal Suite Hotel kala itu, Gubernur sebenarnya telah memberi sinyal dengan mengundang para investor untuk mengelola Hotel Atlit. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 08:54

Mewaspadai Sisi Gelap Uang Digital

Oleh: Suharyono Soemarwoto, MM MENGGEMPARKAN! Itulah kata tepat menggambarkan kemajuan mata uang berbasis                                            …

Jumat, 10 Agustus 2018 08:57

Rita Pergi, Siapa Ganti Edi?

Tensi politik Kota Raja memanas. Edi Damansyah makin mulus mengisi kursi bupati yang ditinggalkan Rita…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:54

Kasak-kusuk Golkar, Gerindra, dan PKS

TAK adanya larangan yang terang bagi kader partai politik untuk mengisi kekosongan jabatan wakil bupati…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:33

Kesultanan Berharap Putra Daerah Jabat Bupati

KUTAI Kartanegara (Kukar) mencari pemimpin baru. Setelah putusan hukum Rita Widyasari inkrah, Edi Damansyah…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:32

Parlemen Meminta Pendamping

JALUR perseorangan ternyata tak bebas dari aturan. Jika menang pilkada kemudian salah satunya (kepala…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:27

Kutim Dua Kali Tak Pilih Wakil

KEKOSONGAN jabatan kepala daerah yang terjadi di Kutai Kartanegara (Kukar), sebenarnya sudah terjadi…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:24

“Saya Belum Memikirkan”

DALAM hitungan hari setelah Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari ditahan KPK dengan…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:00

Target Sejuta Anak Divaksin

DINAS Kesehatan (Diskes) Kaltim mengaku tidak ingin berbicara soal halal atau tidaknya vaksin measles…

Rabu, 08 Agustus 2018 09:14

Label Halal Bikin Galau

Vaksin measles dan rubella (MR) mental. Belum mampu menembus urat nadi jutaan siswa sekolah dasar. Musababnya…

Rabu, 08 Agustus 2018 09:10

Boleh Imunisasi MR, asal…

SELEPAS salat Jumat (3/8), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Kesehatan akhirnya bertatap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .