MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 09 April 2018 09:29
Lagu Sendu Jangan Terulang
Hotel Atlit di komplek GOR Sempaja.

PROKAL.CO, WAJAH Gubernur Awang Faroek Ishak semringah pada Jumat, 23 Agustus 2014. Bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Fachruddin Djaprie, Gubernur menyaksikan momen pemanfaatan kembali Hotel Atlit. Awang Faroek saat itu mengenakan kemeja lengan panjang berwarna gelap. Adapun pihak yang akan mengelola Hotel Atlit kala itu adalah PT Bakrie Nirwana Semesta (BNS/Grup Bakrie).

Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemprov Kaltim dengan PT BNS dilakukan di The Bridge Function Rooms Aston Rasuna, Jakarta. PT BNS diwakili Henu Kusdaryono. Rencananya, hotel tersebut bernama Grand Elty Atlet Hotel. Disaksikan Gubernur, masa kerja sama pemanfaatan hotel (konsesi) ditetapkan 27 tahun terhitung surat PKS diteken. Kerja sama ini berawal dari keputusan Gubernur pada 2012 agar pengelolaan hotel yang berdiri di atas lahan 20.431 meter persegi itu dikerjasamakan kepada swasta.

Pemprov lalu menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) FAST untuk menaksir nilai properti Hotel Atlit Samarinda. Itu ditandai dengan surat perintah kerja bernomor 027.1/004.1/KPA/UPTD-PKSUM/2012 pada 8 Maret 2012. Dengan pendekatan biaya dan data pasar properti pada 30 September 2011 dan asumsi serta syarat pembatasan, nilai aset dihargai Rp 92,69 miliar. Setahun kemudian, PT Bakrie Nirwana Semesta ditetapkan sebagai investor pemenang lelang. Sekaligus operator hotel tersebut dengan penawaran Rp 54,03 miliar.

Itu dikuatkan surat bernomor 027/1649/DISPORA/2013 pada 17 Juni 2013. PT BNS mengalahkan El John, peserta lelang lain. Pemprov dan PT BNS menyepakati jika beberapa Hotel Atlit di-makeover. Misalnya pengembangan 248 kamar yang terdiri dari 8 ruangan wasit, 70 ruangan atlet, 157 business room, dan 13 kamar untuk tipe suite, junior, executive, dan kamar jenis royal elty 13 unit.

Di samping itu, BNS akan membangun ballroom berkapasitas 600–1.000 orang, boardroom bar berkapasitas 15–20 tempat duduk, dan tiga ruang pertemuan berkapasitas 40–60 tempat duduk, kolam renang, business center, serta kawasan komersial. Dari situ, beredar kabar groundbreaking atau tanda dimulainya kegiatan dilaksanakan pada 9 Januari 2015. Bertepatan dengan peringatan HUT Pemprov Kaltim. Namun, PT BNS tak merealisasikan. Waktu terus berjalan, nyatanya renovasi total terhadap Hotel Atlit tak kunjung dilaksanakan investor.

Pemanfaatan aset PON 2008 sebagai hotel bintang tiga pun tinggal cerita. Terhitung, 1 tahun dan 10 bulan dari penandatanganan PKS atau Juni 2016, pemprov menjatuhkan denda. Penalti lantaran wanprestasi kepada investor. Akibatnya, PT BNS harus mencairkan dana jaminan pelaksanaan yang tersimpan di Bank Artha Graha Rp 2,78 miliar.

Kejadian itu mengulang kisah kelam kerja sama pemprov dengan Bakrie Capital (Grup Bakrie) dalam proyek pembangunan landasan pacu Bandara Samarinda Baru. Kala itu, kerja sama jalan di tempat pada tahap MoU.

Pada 5 April lalu, Kaltim Post menemui Hariyanto, perwakilan PT BNS di Kaltim.  Kondisi okupansi hotel pada 2012, menurutnya, sangat baik. Jumlahnya bahkan mencapai 80 persen. Belum lagi aset yang akan dikelola merupakan milik pemerintah. Sejumlah kegiatan di lingkungan pemerintah pun diharapkan bisa ditujukan ke hotel tersebut.

”Apalagi di kawasan tersebut (Sempaja) belum ada hotel besar seperti itu, serta berada di jalur menuju BSB. Kami yakin saat itu akan berkembang,” ujarnya.

Dia pun membantah jika pihak BNS kala itu tak komitmen. Sejumlah desain serta biaya konsultan yang dikeluarkan sudah mencapai ratusan juta. Sistem kerja sama yang juga diterapkan pada pengelolaan Hotel Grand Elty di Tenggarong, membuat BNS optimistis mengulang kesuksesan yang sama. Menurutnya, kondisi keuangan PT BNS ternyata tak cukup bagus.

Sejumlah utang yang belum diselesaikan PT BNS, membuat bank pikir-pikir memberikan pinjaman baru. Sejumlah investor yang digandeng PT BNS pun, menurutnya, tiba-tiba menolak melakukan hubungan kerja sama. Sumber pembiayaan pengelolaan akhirnya tak lagi ada.

Hanya, Dia membantah jika seretnya pembiayaan ini akibat tanggungan perusahaan Grup Bakrie untuk korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. “BNS ini bidangnya properti. Beda dengan perusahaan Lapindo tersebut. Tidak ada imbas langsung,” imbuhnya.

Menurut Hariyanto, yang membuat pihaknya kesulitan menggandeng pihak lain, yaitu pembayaran kontribusi tetap yang dilakukan pada tahun kedua. Sejumlah pihak masih mengharapkan agar penyetoran kontribusi tetap bisa dilakukan pada tahun ketiga.

Dalam kesepakatan kerja sama tersebut, pada tahun pertama, pihaknya belum diminta menyetorkan kontribusi tetap. Pada tahun kedua, jumlah setoran Rp 250 juta, tahun ketiga sebesar Rp 1 miliar, dan tahun keempat Rp 1,5 miliar. “Sedangkan tahun kelima sampai 25 terus meningkat hingga lima persen. Sedangkan bagi laba, yaitu 18 persen setelah dua tahun berjalan,” katanya lagi.

Dia pun tak menampik jika kondisi keuangan PT BNS saat ini tak sebaik dulu. Hotel Pan Pacific Nirwana Bali Resort Tanah Lot di Bali, yang tercatat menjadi salah satu padang golf terluas, sudah beralih tangan. Beberapa hotel yang tersisa berada di Jakarta dan Bogor.

“Intinya, kami sebenarnya sangat optimistis dan meyakini Hotel Atlit tersebut sangat potensial untuk dikelola, bahkan hingga saat ini. Tapi, memang sempat terkendala pembiayaan,” tuturnya.

Dia mencontohkan, untuk pengelolaan Hotel Grand Elty Singgasana yang juga aset daerah, milik Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar), pihaknya harus menyetor Rp 500 juta setiap tahun. Nilai investasi yang disepakati pada 2011 lalu Rp 7,4 miliar. Sedangkan bagi hasil, yaitu 15 persen dari jumlah laba. Kondisi awal kala itu, 50 persen kamar hotel, menurutnya, tak bisa digunakan. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 20 April 2018 09:32

BERJUDI DI PUSARAN RADIASI

Nuklir menjadi paradoks. Ia menimbulkan fobia, namun pada saat yang sama menumbuhkan asa. Bencana karena…

Jumat, 20 April 2018 09:26

Pasien Dibatasi Berinteraksi

PASIEN di hadapan Habusari Hapkido memandang heran. “Saya mau diapain, Dok? Kok namanya nuklir?”…

Jumat, 20 April 2018 09:16

Radiofarmaka, Teknologi Nuklir untuk Kesehatan

TEKNOLOGI nuklir terbukti memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Salah satunya di bidang kesehatan.…

Jumat, 20 April 2018 09:12

Anisa, Penyintas Kanker sejak Bocah

WIWIK Sulistyo sedikit gemetar saat membuka wadah timah yang diberikan dokter dan petugas Instalasi…

Jumat, 20 April 2018 09:10

Perlu Edukasi dan Dukungan

KANKER masih menjadi misteri. Penyakit satu ini menyerang tanpa disadari pengidapnya. Belum lagi…

Jumat, 20 April 2018 08:58

Pasien BPJS Mesti Lebih Bersabar

INSTALASI Kedokteran Nuklir RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda yang beroperasi Januari lalu…

Jumat, 20 April 2018 08:51

Nuklir untuk Kehidupan

OLEH: KADEK SUBAGIADA, M.Si(Dosen Program Studi Fisika di FMIPA Unmul, Samarinda) KETIKA mendengar kata…

Senin, 16 April 2018 08:56

Rangkul OPD PPU, Pertamina Bentuk Satgas

Pertamina menunjukkan keseriusan dalam menangani masalah ceceran minyak. Pertemuan demi pertemuan dilakukan…

Senin, 16 April 2018 08:48

Pulihkan Ekosistem Laut

SEHARI setelah kejadian pencemaran minyak Pertamina, Sabtu (31/3) lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH)…

Senin, 16 April 2018 08:43

Perlu Komitmen Pemerintah

PENCEMARAN minyak di Teluk Balikpapan tak lagi urusan lokal. Kasus ini berkembang sebagai isu lingkungan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .