MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 09 April 2018 09:17
Kontribusi Aset Pemprov setelah Berubah Jadi Hotel
Setor Miliaran Saban Tahun
DIKELOLA PROFESIONAL: Blue Sky Pandurata dan Royal Suite Hotel menyumbang miliaran rupiah tiap tahun ke kas daerah.

PROKAL.CO, BLUE Sky Pandurata Boutique Hotel adalah salah satu aset berharga Pemprov Kaltim di Jakarta. Kini, jadi mesin pendapatan daerah setelah aset tersebut beralih ke swasta. Hotel yang diresmikan pada 2009 itu, pengelolaannya diserahkan kepada perusahaan pelat merah milik pemprov, Perusda Melati Bhakti Satya (MBS). MBS kemudian bermitra dengan manajemen Blue Sky setelah melewati penawaran terbuka.

Dari skema kerja sama ini, minimal kontribusi yang harus disetorkan manajemen Blue Sky adalah Rp 1,5 miliar per tahun. Dalam kondisi untung atau rugi, Blue Sky tetap harus memberikan setoran kepada Perusda MBS. Karena itu, sejak awal perusda harus mencari mitra yang serius dan yakin bisa mengelola hotel ini dengan baik.

Jika menilik sejarah pembangunan hotel sekitar 9 tahun lalu, awalnya Pemprov Kaltim hanya berencana membangun sebuah tempat penginapan. Khususnya untuk para tamu dari lingkup pemerintahan yang ingin bertandang ke Jakarta. Sehingga pada tahun pertama berjalan, bangunan ini belum sepenuhnya berbentuk hotel. Sadar lokasi ini memiliki potensi bisnis yang besar, Pemprov Kaltim memutuskan bangunan tersebut sebagai aset dalam bentuk hotel.

Jadi, dipilihlah manajemen Blue Sky sebagai pengelola profesional hotel tersebut. Pada 14 Februari 2009, gedung ini resmi beroperasi sebagai hotel. Bahkan peresmian hotel seluas 3.437 meter persegi ini dilakukan langsung Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

”Kami lihat gedung ini potensial, berada di Jakarta Pusat. Strategis dengan kantor pemerintahan sampai corporate. Jadi, kenapa tidak digarap serius sebagai salah satu aset pendapatan Pemprov Kaltim,” kata General Manager (GM) Blue Sky Pandurata Anggun Pribadi, beberapa waktu lalu.

Kepada Kaltim Post, Anggun menjelaskan, Blue Sky Pandurata mengusung konsep boutique city hotel. Mulai struktur gedung, interior, hingga furnitur menunjukkan konsep itu. Bahkan cenderung mewah. Apalagi didukung dengan dominan properti kayu sebagai salah satu ciri khas Kaltim.

Tak tanggung-tanggung, semua furnitur di hotel ini didatangkan langsung dari Kaltim. Termasuk desain interior yang mengikuti suasana Kaltim. Bicara lokasi, keberadaan hotel bintang tiga ini sangat menguntungkan. Letaknya strategis. Tak jauh dari pusat perdagangan, perkantoran, hingga pusat kegiatan seni Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta Pusat. Bangunan berlantai tujuh ini mungkin tak tampak seperti hotel kebanyakan. Dominasi cat warna putih pada dinding membuat tampilannya bak rumah mewah.

Selain konsep boutique city hotel, Anggun mengungkapkan, Blue Sky Pandurata memiliki pasar utama dari kalangan pebisnis. Pemilihan target ini juga disesuaikan dengan fasilitas lengkap untuk kebutuhan corporate. Hotel yang berlokasi di Jalan Raden Saleh, Jakarta, tersebut menyediakan fasilitas ruang pertemuan, in room massage, hingga restoran. Totalnya terdapat 86 kamar dengan empat tipe. Yakni, superior, deluxe, junior suite, dan executive suite.

”Selain desain dan furnitur yang datang dari Kaltim, setiap koridor per lantai kami sediakan figura. Bukan menampilkan lukisan, tapi figura ini berisi kain tenun Kaltim. Setiap koridor terdapat sekitar 10 figura kain tenun dengan ukuran cukup besar. Ada beragam jenis dan motif tenun dari Kaltim," sebutnya. Tarif per kamar berkisar dari Rp 550 ribu hingga Rp 1,3 juta per malam.

Anggun mengatakan, ada harga spesial untuk mereka yang ber-KTP Kaltim. Harga sewa kamar hanya Rp 486 ribu per malam sudah termasuk makan pagi, mini bar, dan laundry.

Pria berkacamata itu mengungkapkan, sejauh ini bentuk kerja sama antara Pemprov Kaltim dan manajemen Blue Sky membuahkan hasil positif. Di masa awal, hotel mampu meraih banyak kesuksesan. Ketika itu, Blue Sky Pandurata mampu mencatat tingkat kunjungan tinggi. Hal itu terlihat dari okupansi yang mencapai angka 70-80 persen pasar. Anggun menjelaskan, kontrak kerja sama tersebut berjalan selama 10 tahun. Tidak akan lama lagi perjanjian berakhir. Namun, menurutnya, besar kemungkinan dilanjutkan.

”Kami lihat prospeknya bagus apalagi memiliki konsep unik, boutique city hotel. Selama 10 tahun ini, boutique hotel mempunyai market sendiri. Jadi, kami tidak takut untuk bersaing selama bisa menjaga dan terus meningkatkan kualitas," bebernya.

Anggun menyebutkan, rencananya, Blue Sky Pandurata bernegosiasi dengan masyarakat sekitar untuk dapat memperluas lahan hotel. Apabila berhasil, pihaknya ingin membuat area tambahan itu sebagai ruang meeting dengan kapasitas di atas 100 orang. Kebanyakan permintaan tentang itu.

"Konsep hotelnya untuk pebisnis. Jadi, mereka lebih banyak butuh ruang meeting. Fasilitas leisure atau family tidak begitu penting. Selain ruang meeting, kemungkinan lain bisa menambah varian restoran. Sebab, pebisnis suka mengajak makan para koleganya sekaligus bincang santai," tutupnya.

Sementara itu, Guest House Pemprov Kaltim di Jalan Syarifudin Yoes, Balikpapan, resmi berganti operator sejak 11 Desember 2016. Aset yang dibangun senilai Rp 57 miliar itu di bawah kendali PT Timur Borneo Indonesia (TBI). Sang owner kemudian mengganti nama Guest House Pemprov Kaltim menjadi Royal Suite Hotel Balikpapan.

Sebelumnya, pemprov melakukan lelang. Dari tiga investor yang berminat, PT Timur Borneo Indonesia keluar sebagai pemenang untuk mengelola aset yang dibangun pada 2011 itu. “Masa berlaku kerja samanya selama 30 tahun,” terang Kabiro Umum Setprov Kaltim S Adiyat.

Dari informasi yang dihimpun, kerja sama pemanfaatan (KSP) Hotel Royal Suite dengan masa konsesi 30 tahun, pemprov menerima kontribusi tetap Rp 618 juta per tahun. Setiap tahun, kontribusi tersebut meningkat 5 persen.

“Kalau pengelolaan guest house sepenuhnya dibebankan kepada pemprov, maka tidak akan mampu di tengah situasi keuangan daerah yang sedang sulit seperti sekarang,” katanya.

Sehingga, kerja sama pengelolaan guest house dengan swasta dipilih agar aset puluhan miliar itu tetap terjaga. “Agar tidak seperti beberapa aset Pemprov Kaltim yang lain,” imbuhnya.

Dia memastikan, kerja sama tersebut menguntungkan kedua belah pihak. Meski dikelola profesional pihak ketiga, tarif yang dikenakan kepada Pemprov Kaltim berbeda. Jauh lebih murah dibanding menggunakan fasilitas hotel berbintang. “Ada tarif khusus,” ujarnya. Hanya, berapa tarif khusus tersebut, Adiyat belum membeberkannya. (tim kp)


BACA JUGA

Senin, 14 Januari 2019 08:38

Nelayan Hanya Kaya Lautan

Takkan ada ikan gurih di meja makan, tanpa ada jerih…

Senin, 14 Januari 2019 08:23

Terancam Zonasi Segara

MENGGELUTI profesi nelayan di tengah gempuran pertambangan di Kaltim, bukan…

Senin, 14 Januari 2019 08:07

Nelayan Penjaga Kedaulatan

BERBAGAI persoalan ternyata dihadapi nelayan di Kaltim. Tak hanya persoalan…

Senin, 14 Januari 2019 07:56

Diklaim Bawa Perubahan

NELAYAN sebagai tulang punggung industri perikanan nasional memiliki fungsi penting.…

Jumat, 11 Januari 2019 09:24

Menangkal Kekalahan Durian Lokal

Musim hujan datang. Tiba pula musim durian. Kasar, berduri, kurang…

Jumat, 11 Januari 2019 09:20

Benarkah Durian Memicu Kolesterol Naik?

SELURUH penjuru dunia mengenal durian sebagai raja buah tropis. Namun,…

Jumat, 11 Januari 2019 09:19

Kontroversi Durian di Pesawat, Boleh Bawa, Redam Baunya

PENUMPANG Sriwijaya Air rute Bengkulu–Jakarta sempat heboh. Lantaran pesawat dengan…

Jumat, 11 Januari 2019 09:17

Buah Kerajaan, Penyubur bagi Perempuan

ALFRED Russel Wallace, seorang ahli botani yang kali pertama memberikan…

Senin, 07 Januari 2019 08:52

Jangan Fobia Disleksia

Setiap individu dilahirkan jenius dengan cara yang berbeda. Anda tak…

Senin, 31 Desember 2018 08:39

Tahun Baru, Yuk..!! Wujudkan Resolusi Baru

Tahun 2019 sudah di depan mata. Resolusi tahun baru pun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*