MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 09 April 2018 07:15
Serap Kalori Rendah, Dipatok USD 20 Per Ton

Gasifikasi Batu Bara Minta Harga Khusus

SPESIFIKASI KHUSUS: Skema penetapan harga batu bara untuk industri gasifikasi disebut tak jauh beda dengan ketentuan harga DMO untuk sektor kelistrikan. (DOK/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mendorong investasi di sektor Petrokimia berbasis gasifikasi batu bara. Untuk memuluskan langkah tersebut, harga khusus bakal berpotensi kembali diterapkan, layaknya ketentuan dalam domestik market obligation (DMO) untuk sektor kelistrikan.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, saat ini pihaknya tengah berdiskusi dengan Kementerian ESDM mengenai penetapan harga khusus batu bara untuk proyek gasifikasi. “Yang jelas teknologi sudah dapat, investornya sudah dapat, tinggal investor lokalnya siapa. Kemudian kebijakan regulasi di batu baranya. Itu butuh satu kriteria, yaitu harga batu bara berapa,” katanya dalam pemaparan di Jakarta, Kamis (5/4) lalu.

Sigit menjelaskan, penetapan harga batu bara untuk gasifikasi ini mirip dengan penetapan harga batu bara DMO yang diterima PLN. Namun, harga yang diusulkan jauh lebih rendah, di kisaran USD 15–20 per ton.

“Harus dijamin pemerintah. Kami sedang bicara dengan Kementerian ESDM untuk low rank (batu bara dengan kandungan kalori) 2.500 dan 3.000 kalori harganya berapa. Itu seperti DMO (untuk kelistrikan),” ujarnya.

Sigit menilai, harga tersebut cukup sesuai. Sebab, kualitas batu bara yang dibutuhkan dalam industri Petrokimia berbasis gasifikasi adalah yang berkualitas rendah.

“Ini kan (batu bara) 2.000 kalori. Siapa yang mau beli 2.000 kalori sekarang? Kan tidak ada. Yang 3.000 kalori saja tidak mau. Untuk 3.000 kalori itu, kalau dibayangkan lebih rendah dari kayu nilai bakarnya. Sudah seperti tanah, tapi bisa diolah dengan teknologi tertentu. Untuk itu, harganya harus dijamin,” beber dia.

Sigit mengharapkan, proses pembahasan dengan kementerian yang dipimpin Ignasius Jonan tersebut dapat segera tuntas. Dia berarap, harga batu bara untuk gasifikasi dapat segera ditetapkan.

“Keputusannya lewat Permen ESDM, sedang kami bicarakan. Semakin cepat lebih baik, karena investor menunggu,” tandas dia.

Kemungkinan penerapan harga khusus batu bara diyakini tak berdampak pada tingkat produksi di Kaltim. Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Batu Bara Samarinda (APBS) menyebut, nyaris semua emas hitam yang digali di Benua Etam berorientasi ekspor.

Ketua APBS Eko Priyatno menyebut, penambang di Kaltim mayoritas menggali batu bara berspesifikasi tinggi. Sebagai gambaran, batu bara dengan tingkat kalori 6.322 kcal per kg GAR untuk PLN saja masih minim peminat. Apalagi untuk 2.500–3.000 kcal per kg.

Eko mengatakan, saat harga sedang anjlok hingga menyentuh kisaran USD 40 per metrik ton, pasar domestik memang menarik, bahkan untuk batu bara berspesifikasi tinggi sekalipun. “Sekarang, harga sedang tinggi, sulit bagi mereka untuk memilih menjual ke dalam negeri. Dari dulu kebanyakan perusahaan di Kaltim memang ekspor. Yang menjual untuk kebutuhan PLN itu sedikit,” tuturnya kepada Kaltim Post, Senin (2/4) lalu.

Berdasar acuan Kementerian ESDM, periode Maret lalu, harga batu bara ada di level USD 101,86 per ton. Sepanjang 2017, lonjakan harga tercatat mencapai 36 persen dibanding tahun lalu.

Menjual ke pasar domestik, sebut Eko, merupakan pilihan terakhir para penambang. Termasuk ketika harga di pasar reguler jatuh.

Menurut dia, ketentuan menyisihkan pasokan batu bara untuk kebutuhan listrik PLN sulit terealisasi. Selain faktor selisih harga, hingga kini aturan yang mengaturnya juga belum cukup kuat. Nyaris tak ada pengikat yang bisa mendorong penambang memasok produksinya untuk kebutuhan domestik.

“Lagi pula di Kaltim, produksi banyak dari perusahaan besar. Yang kecil sudah banyak gulung tikar. Perusahaan besar kebanyakan memasok juga untuk ekspor,” bebernya. (man2/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Siapkan Promo Unggulan selama Natal dan Tahun Baru

BALIKPAPAN  –  Pelanggan setia Hypermart jangan sampai ketinggalan penawaran terbaik.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:07

Segudang Keuntungan Miliki Kartu GPN

SAMARINDA  -  Bank Indonesia terus mendorong masyarakat menerapkan sistem pembayaran baru…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:06

Milenial Harus Selektif Berinvestasi

JAKARTA -  Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04

Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

JAKARTA  –  Pemerintah kehilangan potensi penerimaan Rp 298,3 triliun akibat pemberian…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

Pasar Fleet Naik 15 Persen

JAKARTA  –  Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 11,4 Triliun

JAKARTA  –  PT Bank Negara Indonesia (BBNI) pada kuartal tiga 2018 mencatat laba bersih…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:00

Investor AS Bidik Kos Eksklusif-Healthcare

SURABAYA –  Potensi bisnis real-estate dan healthcare services (layanan kesehatan) di Indonesia…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:57

Begini Strategi Bankaltimtara Syariah Dongkrak Pangsa Pasar

SAMARINDA- Bankaltimtara Syariah terus berusaha meningkatkan sektor ekonomi syariah di Kalimantan Timur.…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:02

Risiko Perbankan Syariah Aman

SAMARINDA - Risiko kredit dan likuiditas perbankan syariah berada pada level yang aman dan lebih rendah…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:01

Perluas Pasar Hasil Laut secara Daring

BALIKPAPAN – Setahun terakhir, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggencarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .