MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Minggu, 08 April 2018 12:00
Gelisah Melihat Aktivitas Tambang dan Perkebunan
Bukit Soeharto Mesti Tiru Objek Wisata Tangkahan
KENANG-KENANGAN: Wiratno (kiri) menyerahkan buku yang ditulisnya kepada Masjaya.

PROKAL.CO, Kegiatan penambangan batu bara dan kayu ilegal di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Bukit Soeharto makin meningkat. Juga ada kelapa sawit yang ditanam warga di area Tahura Bukit Soeharto.

 

KEADAAN Tahura Bukit Soeharto itu membuat Kepala Pusat Studi Reboisasi Hutan Tropis Sukartiningsih gelisah. Dia pun berkeluh kesah di depan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno, saat workshop Pengelolaan Kawasan Konservasi KHDTK Tahura Bukit Soeharto, Sabtu (7/4).

Acara tersebut berlangsung di Gedung UPT LSHK Pusrehut Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda.

Kepada Kaltim Post, Sukartiningsih juga menjelaskan, pihaknya memiliki data dan peta terbaru kondisi terkini Tahura Bukit Soeharto. Berdasarkan peta terbaru tersebut, terlihat aktivitas penambangan batu bara semakin meningkat tanpa pengawasan dari berbagai pihak terkait.

Bahkan dari penelusuran LSHK Pusrehut Unmul ada warga yang menanam sawit di areal yang sedianya akan dihijaukan melalui program reboisasi. Luas pastinya areal tersebut masih dihitung. “Kami baru merencanakan penghijauan kembali, ternyata ketika pengecekan kembali lahan tersebut berubah kolam batu bara, bahkan areal perkebunan,” ucap perempuan yang akrab disapa Bu Ning tersebut.

Luas KHDTK Tahura Bukit Soeharto mencapai 20.271 ha. Keberadaan Tahura Bukit Soeharto yang tergerus aktivitas masyarakat membuat Rektor Unmul Masjaya siap mengerahkan bantuan tenaga. “Saya bisa mendatangkan 5 ribu mahasiswa Unmul untuk gerakan membantu penghijauan kembali Bukit Soeharto. Tapi silakan pemerintah yang menyiapkan bibit dan peralatan yang dibutuhkan. Kami membantu dari sisi tenaga saja,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wiratno menyatakan, Bukit Soeharto bisa belajar dari bagaimana pemerintah membuat dua desa di kawasan wisata Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Memang perlu waktu lama. Proses penyadaran mencapai 18 tahun, sejak 2000.

“Warga yang dulunya menebang kayu kami ajak mengelola hutan untuk kepentingan wisata. Akhirnya, kawasan tersebut menjadi kunjungan wisata yang menyenangkan bagi turis luar negeri,” tutur pria kelahiran Tulungagung tersebut.

Dia minta, Pemprov Kaltim, LSHK Pusrehut Unmul, hingga kepolisian duduk bersama membahas penanganan Bukit Soeharto. Ditjen KSDAE dalam waktu akan ikut memfasilitasi pertemuan tersebut.

“Saya sudah mendengar berbagai persoalan pengelolaan Bukit Soeharto. Mungkin untuk mengatasi kondisi yang ada bisa dimulai dari hal yang kecil. Mari membuat warga sekitar merasa memiliki Bukit Soeharto,” jelasnya.

Menurut dia, aktivitas warga menguasai lahan Bukit Soeharto juga terjadi karena tidak ada pemerintah di sana. Karena sudah telanjur, harus pakai cara persuasi untuk pengelolaan kawasan tersebut. Jadikan kawasan wisata dan olahraga yang menarik di sana.

“Ajak semua pihak untuk terlibat dalam mengembalikan Bukit Soeharto. Meski butuh waktu panjang, tapi kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi bisa mengubah wajah kawasan tersebut,” ungkapnya.

Wiratno bahkan minta jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertugas menjaga Bukit Soeharto harus turun ke lapangan. Jangan hanya di belakang meja. Harus kerja dan kerja. “Saya pastikan akan mengucurkan dana untuk penyediaan bibit untuk keperluan penghijauan kembali Bukit Soeharto,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, selama ini program tersebut sudah rutin kami lakukan. Tinggal pihak terkait duduk bersama membahas masalah itu dengan serius. Kalau Gunung Merapi punya 150 personel yang menjaga aktivitas yang merusak hutan, mungkin personel yang ditambah dulu untuk memastikan hutan di Bukit Soeharto semakin menciut karena aktivitas pertanian, perkebunan, dan pertambangan. (waz/kri/k8)

 


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 10:38

ID Card Kunjungan Presiden Diurus Korem 091/ASN

SAMARINDA- Menyambut kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke Samarinda, dalam rangka membuka Muktamar…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:35

Bawaslu Samarinda Sidangkan Alat Peraga Caleg Salahi Aturan

SAMARINDA- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Samarinda memanggil dan menyidangkan sejumlah…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:34

Sejumlah Bank Akan Luncurkan Kartu Berlogo GPN

SAMARINDA-  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur bersama puluhan bank swasta dan pemerintah…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:32

Ganti Kartu Debet Anda dengan Logo GPN, Ini Dia Sejumlah Keuntungannya

SAMARINDA- Kegiatan Kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Samarinda akan berlangsung esok, Minggu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:34

Ada Keinginan Resimen Mahasiswa Diaktifkan Kembali

SAMARINDA- Perwakilan Kementerian Pertahanan (PKP) Provinsi Kalimantan Timur mengajak seluruh mahasiswa…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:13

Tak Terlalu Pagi untuk Buraq

Pagi begitu dingin di Mahulu. Saya terbangun setidaknya tiga kali sebelum embun mulai tampak di atas…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:03

Wabup Lepas Rombongan Umrah

UJOH BILANG – Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Drs Y Juan Jenau, Kamis (18/10), melepas Rombongan…

Kamis, 18 Oktober 2018 21:10

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasi K3 Jasa Konstruksi

SAMARINDA- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Kamis (18/10) menyelenggarakan…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:48
Polemik Masjid di Lapangan Kinibalu

Pemprov Menang, Tapi Warga Masih Ada Peluang

SAMARINDA- Dengan putusan Majelis Hakim PTUN Samarinda yang memerintahkan Dinas Penanaman Modal dan…

Kamis, 18 Oktober 2018 07:47

160 Ribu KTP-el Belum Dicetak

SAMARINDA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta meninjau kembali rencana memblokir data…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .