MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM REDAKSI

Selasa, 03 April 2018 08:16
Ciao Milanisti

Obituari Rizal Juraid

PROKAL.CO, OLEH: ISMET RIFANI
(Wartawan Kaltim Post)

JIKA Anda paham bahasa pria sedunia; sepak bola, intens mengikuti beritanya, terkhusus di media ini, nama Rizal Juraid–percayalah–sangat memengaruhi opini dan ekspektasi Anda soal sepak bola.

Apalagi jika Anda mengidolakan Milan, klub kaya asal Italia yang begitu digdaya di kancah Liga Champions Eropa pada dua dekade terakhir. Sebelum disalip duo raksasa Spanyol Barcelona dan Real Madrid.

Rizal Juraid, wartawan olahraga Kaltim Post yang kemudian dipercaya menggawangi media lokal terbesar di Kaltim ini sebagai pemimpin redaksi selama 6 tahun (2011–2017), adalah master dalam urusan menyajikan kabar yang terkait sepak bola.

Total Sport, konten khusus berita-berita olahraga di media ini yang didominasi berita sepak bola lahir dari tangannya. Izinkan saya bercerita sedikit soal bagaimana dia melahirkan Total Sport. Pada 2004, saat itu Rizal ditarik dari tugasnya sebagai koresponden di Bontang ke kantor pusat di Balikpapan.

Meski kami tahu syahwatnya ada di bola, waktu itu dia justru mampir sebentar di desk ekonomi. Tulisannya amat baik, kaya metafora, dan punya kekuatan di data. Saya ingat betul, mantan pemred Kaltim Post waktu itu, yang kebetulan juga bernama Rizal (Rizal Effendi) malah pernah memprotes karena detailnya data “Rizal junior” saat memberitakan keikutsertaannya dalam sebuah penerbangan.

Waktu itu, Juraid menyebut juga waktu keberangkatan. “Untuk apa mencantumkan jam keberangkatan pesawat,” begitu kira-kira protes Rizal Effendi kepada saya, yang kala itu menjadi redaktur desk ekonomi.

Satu lagi kekuatan Juraid, dia pandai memilih kata-kata untuk judul berita. Salah satu judul beritanya yang masih melekat di otak saya meski sudah 14 tahun silam adalah: Yamaha Mio, agar Rok Tak Tersingkap.

Saat itu, motor matic belum booming seperti sekarang. Yamaha sudah merilis Matic Nuvo, tapi belum terlalu dilirik. Ada Kymco produk Korsel, tapi amat jarang ditemukan di jalan-jalan Kaltim.

Maka, saat Yamaha Mio gencar dipromosikan, Juraid pun ikut memberitakan. Seperti berita yang sudah-sudah, berita Yamaha Mio sangat baik, kaya data, dan dilengkapi foto yang aduhai. Perempuan muda berparas jelita, mengenakan rok, sedang berkendara Mio. Roknya benar-benar tak tersingkap.

Maka hanya menunggu waktu, Juraid pun ketemu treknya. Kepada redpel Kaltim Post kala itu, Bambang Janu Isnoto, saya berbincang, Juraid tak layak lagi di lapangan. Dia level redaktur.

Persoalannya, dia harus memegang halaman apa? Sebab, hampir semua redaktur di Kaltim Post kala itu adalah para seniornya dengan pengalaman kerja di atas 5 tahun. Rubrik olahraga kala itu diredakturi dua wartawan senior, Uwais Alqadri dan Asmadi. Asmadi malah senior sekali, karena dia pernah jadi redaktur pelaksana di sebuah koran di Makassar sebelum gabung di Kaltim Post.

Tapi begitulah nasib. Asmadi yang baru gabung di Kaltim Post memilih pindah ke media lain, dan Uwais dipercaya menjadi manajer iklan. Juraid yang junior menawarkan perwajahan baru yang saat itu terkesan out of box, namun terlihat segar, lebih muda, dan lebih detail.

Berduet dengan Agus Dwi Wahyudi, kreator muda di Divisi Perwajahan, Total Sport pun jadi andalan terbaru Kaltim Post. Pembaca dimanjakan dengan berita-berita bola yang dilengkapi dengan data klasemen, pencetak-pencetak gol, review pertandingan, yang dikemas dalam perwajahan nan apik. Malah Juraid juga menyertakan bursa taruhan dari rumah-rumah judi bola, sesuatu yang saat itu kurang lazim tampil di koran.

Seperti kebanyakan pria di Kaltim Post, Juraid pun terhipnotis oleh tim-tim sepak bola elite di Eropa. Jika Rizal Effendi yang kini jadi wali kota Balikpapan penggemar fanatik Manchester United, Rizal Juraid adalah Milanisti. Sebutan untuk suporter fanatik tim AC Milan, asal Italia.

Tak terhitung berapa kali dia ke kantor mengenakan kostum AC Milan. Di ruang kerjanya, di Samarinda ada dua syal, satu syal Persiba dan satu lagi syal AC Milan. Gantungan kunci motornya bergambar lambang AC Milan. Saya tak pernah lihat, tapi saya yakin–mohon maaf–salah satu celana dalamnya bergambar AC Milan.

Jika ada waktu senggang sembari menunggu berita-berita olahraga yang akan diedit masuk, Juraid melayani junior-juniornya di mes kantor–tak jauh dari kantor Kaltim Post–adu lincah bermain bola di game PlayStation. Dia selalu memilih AC Milan. Tak sekalipun dia terayu oleh anak-anak zaman now yang lebih suka memainkan tim Barcelona atau Manchester City.

Rizal Juraid adalah contoh lanjutan pemimpin egaliter jika sudah masuk dunia bola. Rizal Effendi, semasa jadi pemred di Kaltim Post kerap berteriak-teriak jika MU lagi ditayangkan di layar televisi yang terpajang besar di beberapa sudut ruang redaksi. Rizal Juraid bukan cuma berteriak, dia menambah dengan pukulan di meja kerja dan berjingkrak-jingkrak bersama juniornya saat laga sepak bola tersaji di layar kaca.

Dua Rizal sudah meninggalkan Kaltim Post. Tadi pagi saya melihat deretan karangan bunga tanda dukacita di depan rumah Rizal Juraid. Salah satunya dari Rizal Effendi. Saya lalu teringat-ingat bagaimana duo Rizal pernah mampir di Kaltim Post, menyalurkan, menularkan, dan berbagi syahwat mereka yang besar untuk bahasa pria sedunia: sepak bola. Khusus untukmu bro Juraid: Ciao Milanisti! (rom/k8)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .