MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Senin, 02 April 2018 07:21
100 Hari Blok Mahakam

PROKAL.CO, CATATAN: SUHARYONO SOEMARWOTO

TANCAP Gas. Itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan 100 hari pertama alih kelola Blok Mahakam ke pangkuan Pertamina.

Sejak awal menangani sumber migas potensial tersebut, perusahaan pelat merah itu terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga tingkat produksi. Baik melalui optimalisasi sumur existing, maupun pencarian sumber-sumber baru. Sepanjang semester kedua tahun lalu saja (sebelum resmi menjadi operator), ada puluhan sumur yang dibor.

Tak hanya soal produksi, alih kelola Blok Mahakam ke Pertamina juga diikuti upaya pewarisan bidaya safety. Dua hal itu pararel, dan mengimplementasikannya tak semudah membalikkan tangan. Cultural mixed perlu diharmonisasikan, sebagai kekuatan baru agar menjadi keunggulan komparatif yang lebih baik.

Dalam sudut pandang yang lain, kehadiran Pertamina di Mahakam juga harus menjadi momen untuk memberikan nilai tambah bagi lingkungan. Bukan sebagai menara gading yang justru menjadi tabir pemisah dengan masyarakat.

Dampak postitif itu bisa tergambar pada pertumbuhan ekonomi. Lalu, perluasan jangkauan program corporate social responsibility (CSR) yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.

Di lain pihak, pemerintah daerah juga mendapat imbas dari pulangnya blok Mahakam ke pangkuan negeri. Yakni melalui participating interest (PI) 10 persen, yang dibagi untuk Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar.

Itu berarti, ada potensi penambahan pendapatan daerah secara langsung, tanpa harus benar-benar menunggu dana perimbangan dari pemerintah pusat. Deretan perubahan tersebut merupakan gambaran bahwa untuk berdaulat atas potensi negeri, memang diperlukan komitmen bersama.

PERSPEKTIF BARU HUBUNGAN INDUSTRIAL

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) hadir dengan perspektif baru. Hubungan industrial yang dibangun bersama serikat pekerja internal pun adalah terbentuk dengan posisi setara, dinamis dan progresif.

Hubungan industrial yang setara menempatkan para pihak pada posisi yang sejajar, bukan saling merendahkan. Selanjutnya, prinsip dinamis menuntut komitmen kebersamaan dalam mencapai target-target bersama secara dinamis. Sedangkan aspek progresif, menandakan bahwa para pihak harus bergerak maju bersama-sama.

Sinergi yang terwujud sejak beberapa tahun terakhir akan senantiasa dijaga. Komitmen juga terus ditingkatkan demi kemanfaatan yang lebih baik bagi perusahaan, pekerja/serikat perkerja, rakyat, daerah, serta negara tercinta.

Tantangan baru ke depan adalah membuktikan bahwa PHM mampu meningkatkan produksi dan safety sesuai terget yang ditetapkan pemerintah. Investasi untuk eksplorasi dan produksi pun harus ditingkatkan dengan mencari dan mengebor sumur-sumur baru, serta memelihara the winning team pekerja/serikat pekerja yang ada.

Implemetasi peraturan perusahaan beserta aturan turunannya yang telah disahkan pemerintah harus benar-benar dilaksanakan. Bersama itu, sambil membangun komunikasi untuk membahas berbagai hal melalui pertemuan berkala, workshop, dan lain-lain.

Hal tersebut sangat penting untuk persiapan perundingan perjanjian kerja bersama (PKB). Harapannya, akan terwujud sinergi andal untuk mencapai target dan tujuan yang ditetapkan bersama.

Dengan demikian, 100 hari yang telah terlewati dengan penuh dinamika ini dapat dijadikan momentum introspeksi menilai kekurangan maupun kelebihan masing-masing. Selanjutnya, perlu langkah-langkah progresif dan produktif.

Selamat berkarya insan-insan PHM. Semoga jaya dan Barokah. (harysmwt@gmail.com/man2/k18)

*Penulis adalah mahasiswa doktoral Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti, juga pengurus Satuan Pekerja Pertamina Hulu Mahakam


BACA JUGA

Rabu, 11 April 2018 08:35

Profesionalisme Kepala Sekolah

OLEH: NOOR AIDAWATI, M.PD.(Guru SMK 1 Samarinda) KEPALA sekolah adalah orang yang diberi wewenang dan…

Rabu, 11 April 2018 07:26

Konsekuensi Revolusi Industri (2-Habis)

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan) MENANGGAPI revolusi industri…

Selasa, 10 April 2018 08:16

Jika Sungai Mahakam Tanpa Ikan

Oleh: Etik Sulistiowati Ningsih SP MSi(Lecture and Enumerator Unmul Samarinda) MENYUSUR sepanjang Sungai…

Selasa, 10 April 2018 07:05

Konsekuensi Revolusi Industri (1)

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan) WALAU isunya sudah sedikit…

Minggu, 08 April 2018 07:55

Ketimpangan Akses Informasi Kesehatan

CATATAN: dr DANIAL* BEBERAPA waktu lalu, kesedihan menimpa seorang kerabat penulis. Betapa tidak, sang…

Jumat, 06 April 2018 08:40

Mewaspadai Politisasi Agama dalam Pilgub Kaltim

 OLEH: BAMBANG ISWANTO(Pemerhati Pemilu, Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda) PROGRES…

Kamis, 05 April 2018 05:29

Retorika Nyinyir vs Retorika Data

OLEH: SYAMSUL RIJAL(Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman)SERANGAN memang tidak melulu tentang…

Selasa, 03 April 2018 07:46

Menyambut Mal Pelayanan Publik di Kaltim

OLEH: RUSTAN AMARULLAH(Peneliti Birokrasi & Manajemen Pelayanan Publik-PKP2A III LAN) SETIAP kita…

Senin, 02 April 2018 08:57

Jadi Korban Skimming adalah Salah Kita Semua

OLEH: FIRDA Z. ABRAHAM(warga Samarinda yang menjadi peneliti di Kementerian Komunikasi dan Informatika…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:24

Etos Kerja Berbudaya K3

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang dimaksud etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .