MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 31 Maret 2018 07:34
Bersama Warga Ikut Membangun Bangsa

Lewat Program Airku Sumber Hidupku, PT TCM Sediakan Air Bersih di Kubar

KEPERLUAN HIDUP: Warga bisa menikmati air bersih kapan pun yang disediakan oleh PT TCM.

PROKAL.CO, Perhatian PT Trubaindo Coal Mining (TCM) terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan kerja begitu besar. Salah satu anak usaha PT Indo Tambangraya Megah (ITM) Tbk yang beroperasi di Kutai Barat itu secara nyata ikut serta dalam upaya membangun masyarakat. Beriringan dengan kegiatan operasional yang dijalankan perusahaan.

BANYAK program pemberdayaan masyarakat dilaksanakan oleh TCM. Program tersebut dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu program pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial budaya, keagamaan dan hubungan kemasyarakatan hingga program bidang infrastruktur dasar.

Contoh pembangunan di bidang infrastruktur dasar adalah melalui program “Airku Sumber Hidupku”. Ini merupakan kegiatan penyediaan air bersih bagi masyarakat di Kampung Damai Seberang, Kecamatan Damai, Kubar yang bertetangga dengan wilayah konsesi penambangan TCM.

Sebelum 2008, ketersediaan air bersih di kampung ini terhitung langka. Masyarakat terpaksa mengambil air dari Sungai Kedang Pahu yang tercemar lantaran airnya bercampur dengan kegiatan warga sepanjang bantaran sungai. Sehingga sungai ini sebenarnya tidak layak dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mine Head PT TCM Deddy Sugiharto menjelaskan, pada 2009, pihaknya bersama-sama masyarakat telah membangun sarana air bersih dengan sistem gravitasi. Air disalurkan ke bak penampungan yang kemudian dialirkan dengan pipa menuju tempat penampungan dan titik-titik penyebaran. Dampaknya sangat terasa sekali.

Di Kampung Damai Seberang, terdapat 47 kepala keluarga yang terdiri atas 335 jiwa. Mereka paling merasakan manfaat program ini karena sebelumnya selalu kesulitan untuk memperoleh air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Warga kini dapat mengakses air dengan mudah dan cepat. Banyak waktu yang dapat dihemat karena mereka tidak perlu jauh-jauh lagi menuju sungai. Selain itu, dengan air yang semakin bersih, kesehatan jasmani mereka menjadi terjaga,” kata Deddy.

Ditambahkan Deddy, program ini dijalankan TCM dengan mengikutsertakan semua unsur pemangku kepentingan. Seperti warga pengguna air, pemerintahan kampung, tokoh masyarakat, pemuda, dan lembaga adat yang kesemuanya berkumpul dalam Forum Komunikasi Masyarakat (FKM).

Melalui FKM, perusahaan mengembangkan konsep pemberdayaan masyarakat berbasis community involvement (keterlibatan masyarakat). Program “Airku Sumber Hidupku” dan program-program TCM lainnya selalu dijalankan bersama-sama dengan masyarakat berdasarkan hasil musyawarah dalam pertemuan FKM.

Pertemuan ini diselenggarakan setiap tahun dengan difasilitasi TCM. Dengan begitu, kata Deddy, masyarakat sangat berperan sebagai subjek yang menentukan dalam membangun diri mereka sendiri.

“Para anggota FKM terdiri atas perwakilan warga desa, pemerintah daerah, dan perusahaan yang bersama-sama merancang. Lalu mengejawantahkan program-program yang sesuai dengan kondisi ekonomi sosial setempat dengan mengutamakan penguatan ekonomi keluarga, pencerahan pola pikir, dan kemandirian,” jelasnya.

Untuk memastikan pembangunan yang telah dilakukan tetap terpelihara, menurutnya, FKM terus-menerus memantau tingkat keberhasilan dengan indikator-indikator yang telah ditentukan. Peremajaan tahunan seluruh kegiatan pemberdayaan dibuat dalam Laporan Tahunan Masyarakat Berkelanjutan yang diterbitkan perusahaan setiap tahun.

Perusahaan juga menerbitkan majalah per dua bulan yang membahas kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan. Majalah yang diberi nama Bubuhan itu didistribusikan secara internal di kalangan perusahaan dan para pemangku kepentingan.

Kata ‘bubuhan’ berasal dari bahasa Banjar, yang berarti pertemanan, perkawanan, atau persahabatan. Nama ini dipercaya mencerminkan semangat pemberdayaan masyarakat perusahaan dalam menghargai dan belajar pada kearifan lokal.

Deddy menjelaskan, dalam menjalankan pemberdayaan masyarakat, TCM seperti halnya semua anak usaha ITM selalu mengacu pada empat prinsip nilai perusahaan. Yaitu inovasi, menciptakan dan mengembangkan masyarakat mandiri; Integritas, komitmen terhadap masyarakat; Peduli, mendukung tanpa melihat perbedaan; Sinergi, kerja sama kemitraan antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perusahaan.

Keempat nilai inilah yang menjadi napas dari tata kelola perusahaan. Etos ini juga ikut diterapkan dalam setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat perusahaan. Lewat program pemberdayaan, ITM dan anak-anak usahanya termasuk TCM terus berupaya meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memberikan peluang dan kesempatan dalam hal karier, pendidikan, dan kesehatan.

“Program pemberdayaan masyarakat ini menjadi bukti sukses keterlibatan bisnis perusahaan dalam membangun bangsa untuk menjadi kuat dan bermartabat,” pungkasnya. (*/snd/ndu/adv/rom/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:20

Menolak Partai demi Warga Kaltim, Target Jadi Ketua DPD RI

Polemik rencana pergantian Mahyudin di wakil ketua MPR mulai meredup. Hingga kemarin (6/4), dia masih…

Sabtu, 07 April 2018 07:09

DP Hanya Rp 3 Juta Bisa Pilih Lokasi

BALIKPAPAN  —  Borneo Paradiso tak pernah berhenti menyuguhkan hunian terbaik bagi warga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .