MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Rabu, 28 Maret 2018 07:26
Genderisasi Ekonomi Kaltim

PROKAL.CO, CATATAN: BAMBANG SAPUTRA
(
Dosen STIE MADANI Balikpapan)

PERINGATAN Hari ataupun Bulan Kartini tahun ini menjadi kesempatan kita untuk memaknainya sebagai simbol perlawanan terhadap kultur dan struktur sosial yang memarginalkan perempuan. Momen tersebut menjadi titik untuk merestorasi persepsi masyarakat dan kesadaran pemerintah tentang peran pembebasan dari sosok RA Kartini, yang pada gilirannya dapat merevitalisasi perjuangan kaum hawa untuk turut masyarakat.

Data terakhir dari kajian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak bersama Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis tahun lalu, menyimpulkan fakta menarik. Kaltim menempati peringkat ke-33, atau hanya satu peringkat di atas juru kunci Provinsi Papua Barat dalam Pembangunan Manusia Berbasis Gender. Itu dapat dilihat dari rapor indeks pemberdayaan perempuan (IDG) dengan nilai 55,96. Jauh di bawah rata-rata nasional 70,83. Capaian tertinggi diraih Sulawesi Utara, dengan 79,82 poin.

IDG merupakan indikator yang memperlihatkan sejauh mana peran aktif perempuan dalam ekonomi dan politik. Peran aktif perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik mencakup partisipasi berpolitik, partisipasi ekonomi, dan pengambilan keputusan serta penguasaan sumber daya ekonomi yang disebut sebagai dimensi IDG.

Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa upaya pemberdayaan perempuan di Kaltim belum paripurna. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemda, terkhusus para calon gubernur Kaltim yang akan berkompetisi.

Peran penting perempuan dalam perekonomian perlu ruang dan pengakuan tegas. Terutama sebagai faktor terpenting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan pemberdayaan, maka akan terjadi proses “genderisasi ekonomi”, yang dalam hal ini adalah peningkatan partisipasi dan kualitas partisipasi kaum hawa di bidang ekonomi.  

Langkah utama dalam meningkatkan partisipasi perempuan mengikuti pandangan John Raws dalam bukunya, A Theory of Justice (1971). Pemberian hak-hak warga negara (civil liberty) yang sejalan dengan hak-hak sipil juga tercantum dalam UUD 1945, Pasal 27 Ayat 2 yang berbunyi, “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.

Perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam memperoleh pekerjaan dan penghasilan. Namun, jika mereka memiliki kendala tertentu, misalnya ketika sedang hamil, kelemahan itu tidak bisa dijadikan alasan untuk mengalami diskriminasi, karena merupakan faktor alamiah. Hak konstitusional itu tentunya harus diwujudkan dalam peraturan birokrasi pemerintah maupun perusahaan di Kaltim.

Ada pula beberapa langkah lain yang dapat dilakukan pemerintah daerah dalam meningkatkan partisipasi, kualitas, serta emansipasi perempuan di bidang ekonomi. Pertama, penyediaan landasan hukum di daerah, dan memastikan itu dijalankan pada semua level. Termasuk perusahaan swasta yang menjamin dan melindungi hak-hak sipil perempuan sebagai warga negara dan masyarakat yang setara dengan laki-laki.

Kedua, memperbanyak dan meningkatkan kualitas kewirausahaan inovatif perempuan. Ketiga, meningkatkan etos dan etika kerja wirausaha perempuan. Keempat, meningkatkan produktivitas dan kualitas produk perempuan melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Kemudian, langkah kelima, membuka seluas-luasnya akses perempuan untuk mendapatkan bantuan modal usaha. Keenam, membangun kemitraan usaha perempuan, prasarana produksi, dan pemasaran bagi produk-produk industri kreatif. Ketujuh, melindungi perempuan dari perdagangan perempuan (human trafficking) dan kekerasan dalam rumah tangga.

Perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya baik, maka baiklah negaranya. Jika perempuannya rusak, maka hancurlah negaranya.

Memberdayakan perempuan berarti pula memberdayakan negara. Perekonomian Kaltim beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan, bisa jadi disebabkan karena belum optimalnya pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan ekonomi Kaltim. Semangat menyongsong Bulan Kartini!


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 08:17

Satu Tahun Menyongsong Pemilu Serentak

OLEH: NOOR THOHA SPD SH(Ketua KPU Kota Balikpapan) SATU tahun menyongsong pemilihan umum legislatif…

Rabu, 11 April 2018 08:35

Profesionalisme Kepala Sekolah

OLEH: NOOR AIDAWATI, M.PD.(Guru SMK 1 Samarinda) KEPALA sekolah adalah orang yang diberi wewenang dan…

Rabu, 11 April 2018 07:26

Konsekuensi Revolusi Industri (2-Habis)

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan) MENANGGAPI revolusi industri…

Selasa, 10 April 2018 08:16

Jika Sungai Mahakam Tanpa Ikan

Oleh: Etik Sulistiowati Ningsih SP MSi(Lecture and Enumerator Unmul Samarinda) MENYUSUR sepanjang Sungai…

Selasa, 10 April 2018 07:05

Konsekuensi Revolusi Industri (1)

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan) WALAU isunya sudah sedikit…

Minggu, 08 April 2018 07:55

Ketimpangan Akses Informasi Kesehatan

CATATAN: dr DANIAL* BEBERAPA waktu lalu, kesedihan menimpa seorang kerabat penulis. Betapa tidak, sang…

Jumat, 06 April 2018 08:40

Mewaspadai Politisasi Agama dalam Pilgub Kaltim

 OLEH: BAMBANG ISWANTO(Pemerhati Pemilu, Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda) PROGRES…

Kamis, 05 April 2018 05:29

Retorika Nyinyir vs Retorika Data

OLEH: SYAMSUL RIJAL(Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman)SERANGAN memang tidak melulu tentang…

Selasa, 03 April 2018 07:46

Menyambut Mal Pelayanan Publik di Kaltim

OLEH: RUSTAN AMARULLAH(Peneliti Birokrasi & Manajemen Pelayanan Publik-PKP2A III LAN) SETIAP kita…

Senin, 02 April 2018 08:57

Jadi Korban Skimming adalah Salah Kita Semua

OLEH: FIRDA Z. ABRAHAM(warga Samarinda yang menjadi peneliti di Kementerian Komunikasi dan Informatika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .