MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Rabu, 28 Maret 2018 07:26
Genderisasi Ekonomi Kaltim

PROKAL.CO, CATATAN: BAMBANG SAPUTRA
(
Dosen STIE MADANI Balikpapan)

PERINGATAN Hari ataupun Bulan Kartini tahun ini menjadi kesempatan kita untuk memaknainya sebagai simbol perlawanan terhadap kultur dan struktur sosial yang memarginalkan perempuan. Momen tersebut menjadi titik untuk merestorasi persepsi masyarakat dan kesadaran pemerintah tentang peran pembebasan dari sosok RA Kartini, yang pada gilirannya dapat merevitalisasi perjuangan kaum hawa untuk turut masyarakat.

Data terakhir dari kajian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak bersama Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis tahun lalu, menyimpulkan fakta menarik. Kaltim menempati peringkat ke-33, atau hanya satu peringkat di atas juru kunci Provinsi Papua Barat dalam Pembangunan Manusia Berbasis Gender. Itu dapat dilihat dari rapor indeks pemberdayaan perempuan (IDG) dengan nilai 55,96. Jauh di bawah rata-rata nasional 70,83. Capaian tertinggi diraih Sulawesi Utara, dengan 79,82 poin.

IDG merupakan indikator yang memperlihatkan sejauh mana peran aktif perempuan dalam ekonomi dan politik. Peran aktif perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik mencakup partisipasi berpolitik, partisipasi ekonomi, dan pengambilan keputusan serta penguasaan sumber daya ekonomi yang disebut sebagai dimensi IDG.

Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa upaya pemberdayaan perempuan di Kaltim belum paripurna. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemda, terkhusus para calon gubernur Kaltim yang akan berkompetisi.

Peran penting perempuan dalam perekonomian perlu ruang dan pengakuan tegas. Terutama sebagai faktor terpenting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan pemberdayaan, maka akan terjadi proses “genderisasi ekonomi”, yang dalam hal ini adalah peningkatan partisipasi dan kualitas partisipasi kaum hawa di bidang ekonomi.  

Langkah utama dalam meningkatkan partisipasi perempuan mengikuti pandangan John Raws dalam bukunya, A Theory of Justice (1971). Pemberian hak-hak warga negara (civil liberty) yang sejalan dengan hak-hak sipil juga tercantum dalam UUD 1945, Pasal 27 Ayat 2 yang berbunyi, “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.

Perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam memperoleh pekerjaan dan penghasilan. Namun, jika mereka memiliki kendala tertentu, misalnya ketika sedang hamil, kelemahan itu tidak bisa dijadikan alasan untuk mengalami diskriminasi, karena merupakan faktor alamiah. Hak konstitusional itu tentunya harus diwujudkan dalam peraturan birokrasi pemerintah maupun perusahaan di Kaltim.

Ada pula beberapa langkah lain yang dapat dilakukan pemerintah daerah dalam meningkatkan partisipasi, kualitas, serta emansipasi perempuan di bidang ekonomi. Pertama, penyediaan landasan hukum di daerah, dan memastikan itu dijalankan pada semua level. Termasuk perusahaan swasta yang menjamin dan melindungi hak-hak sipil perempuan sebagai warga negara dan masyarakat yang setara dengan laki-laki.

Kedua, memperbanyak dan meningkatkan kualitas kewirausahaan inovatif perempuan. Ketiga, meningkatkan etos dan etika kerja wirausaha perempuan. Keempat, meningkatkan produktivitas dan kualitas produk perempuan melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Kemudian, langkah kelima, membuka seluas-luasnya akses perempuan untuk mendapatkan bantuan modal usaha. Keenam, membangun kemitraan usaha perempuan, prasarana produksi, dan pemasaran bagi produk-produk industri kreatif. Ketujuh, melindungi perempuan dari perdagangan perempuan (human trafficking) dan kekerasan dalam rumah tangga.

Perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya baik, maka baiklah negaranya. Jika perempuannya rusak, maka hancurlah negaranya.

Memberdayakan perempuan berarti pula memberdayakan negara. Perekonomian Kaltim beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan, bisa jadi disebabkan karena belum optimalnya pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan ekonomi Kaltim. Semangat menyongsong Bulan Kartini!


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 08:02

Mau Tahu Tender Pemerintah 2019?

Oleh: Naryono SKom MM (Plt Kepala UPT LPSE Dinas Komunikasi…

Kamis, 24 Januari 2019 08:00

Junjung Tinggi Demokrasi Tanpa Menebar Kebencian

Oleh: Sugeng Susilo SH (Staf Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi…

Rabu, 23 Januari 2019 08:09

Mengenal Metode Pembelajaran yang Tepat untuk IPS

Oleh: Slamet Pujiono (Guru SMP 23 Samarinda, NIP 19680427199308001) UNTUK…

Rabu, 23 Januari 2019 08:06

Kontroversi Hari Jadi Kota Samarinda

Oleh: Muhammad Sarip {Pemerhati Sejarah Lokal & Pengurus Lembaga Studi…

Selasa, 22 Januari 2019 09:24

Sisa Ruang Profesi Wartawan

Oleh Amir Machmud NS KEGELISAHAN konstruktif Ganjar Pranowo tentang masa…

Selasa, 22 Januari 2019 07:52

BPJS Perlu Belajar dari NHI Taiwan

OLEH: FERRY FADZLUL RAHMAN (Dosen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur) PERSOALAN…

Selasa, 22 Januari 2019 07:49

Bahasa Menunjang Tumbuh Kembang Anak Usia Dini

OLEH: PERMIN (Warga Samarinda Seberang) SEBAGAI seorang ibu sekaligus sebagai…

Senin, 21 Januari 2019 07:19

Masih Fokus Pencegahan Stunting

OLEH: Prof Dr BERNATAL SARAGIH SP M Si (Guru Besar…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:59

Tumbler: Langkah Awal Peduli Kualitas Air Minum Isi Ulang

BARU - baru ini kita dikejutkan dengan video laut yang…

Kamis, 17 Januari 2019 08:37

Banjir Dungu

OLEH: SUNARTO SASTROWARDOJO (DOSEN SEKOLAH PASCA PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*