MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 24 Maret 2018 06:34
“Yang Penting Jelas Uangnya untuk Apa"

Belajar Sadar Pajak dari Pebisnis di Kaltim; Sarulin (3)

KONTRIBUSI PERANTAU: Ketaatan Sarulin membayar pajak harusnya membuat malu pengusaha-pengusaha besar yang selama ini lari dari kewajiban.

PROKAL.CO, Pajak bukanlah hambatan bagi berkembangnya sebuah bisnis. Pengusaha akan dengan sukarela menyetor, selama manfaatnya jelas bagi negara.

AJIE CANDRA, Balikpapan

DIBANDING  pengusaha lain di Balikpapan, nama Sarulin mungkin kalah kesohor. Tapi brand Bakso Lek Min yang dibangunnya sejak zaman Presiden Soeharto, berhasil menjadi salah satu ikon di Balikpapan, untuk penganan sejenisnya.

Pengalaman Sarulin bergelut di dunia kuliner membuatnya banyak belajar. Tak hanya seputar kiat mengembangkan sayap usaha, namun juga dalam menaati kewajiban sebagai warga negara, yakni membayar pajak.

Jika bicara omzet, usaha kuliner rumahan seperti Bakso Lek Min tentu kalah dibanding bisnis tambang batu bara atau perkebunan, yang memang menjadi penopang perekonomian di Kaltim. Fakta itu justru menjadi tamparan bagi pengusaha-pengusaha besar, yang masih tak taat atas kewajiban membayar pajak.

Meski berstatus pendatang, pria asli Solo, Jawa Tengah itu menyadari pentingnya berkontribusi terhadap pembangunan di daerah tempatnya berbisnis. Membayar pajak, kata dia, adalah salah satu cara paling sederhana untuk merealisasikan dukungan itu.

“Kalau saya yang usahanya kecil ini saja taat pajak, masa perusahaan-perusahaan besar itu tidak bisa. Harusnya mereka malu,” tuturnya saat ditemui Kaltim Post di salah satu gerainya, Jumat (23/3).

Sarulin mengakui, dia tak langsung intens mengurus pajak saat usahanya baru dirintis. Datang ke Kota Minyak pada 1997 lalu, dia memulai usaha baksonya dengan berjualan berkeliling dengan gerobak.

“Waktu itu tinggal di wilayah Balikpapan Permai. Jalur keliling saya sampai Gunung Malang,” terangnya.

Usaha kuliner ayah dua anak ini baru memiliki tempat tetap tiga tahun setelahnya. Dengan dukungan modal dari orangtua dan mertua, dia akhirnya membuka outlet bakso pertamanya di sebuah ruko di Jalan Jenderal Sudirman. Tidak jauh dari Kantor Samsatdi kawasan Markoni.

“Tapi karena ramai, area parkir tak cukup. Lima tahun berikutnya, saya mencicil ruko di seberang ruko pertama. Dari situ, sampai sekarang saya menjalankan usaha,” tuturnya.

Sarulin mulai sadar membayar pajak ketika dia menyadari, setiap tahun penghasilannya terus naik. Berbisnis pun relatif semakin mudah dibanding awal merintis. Dari situ, dia berpikir, sudah semestinya usaha bakso tersebut balik berkontribusi untuk daerah, untuk negara.

“Saya hanya berharap, keseriusan pemerintah mengejar pajak ini diberlakukan adil dan merata. Dan yang penting, uangnya jelas untuk apa,” pungkasnya. (**/man/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 15 September 2018 01:57

Pangan Masih Bergantung, kalau Gelombang Harga Ikut Bergoyang

Di sejumlah media ramai "diskusi" tentang Rp 100 ribu bisa belanja apa zaman now? Wartawan Kaltim Post…

Sabtu, 08 September 2018 06:55

Wajib Perawan, Tes Kejiwaan yang Menentukan

Join the navy to see the world. Kalimat tersebut membakar semangat mereka yang ingin bergabung ke TNI…

Senin, 03 September 2018 08:10

Maju Terus Srikandi-Srikandi Bangsa

Oleh: Kompol Yolanda E. Sebayang SIK MM(Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kaltim)SATU September lalu merupakan…

Sabtu, 01 September 2018 02:05

Orangtua Ngajar Bimbel, Berangkat ke AS setelah Dapat Sponsor

Rebecca Alexandria Hadibroto menjadi pebalet Indonesia pertama yang meraih first place kompetisi balet…

Kamis, 30 Agustus 2018 11:25

Perjuangan Berakhir di Sawah Lunto

Pada 7 April 1906 terjadi penyerahan kekuasaan Kesultanan Paser oleh Sultan Ibrahim Khaliluddin (Sultan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .