MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 20 Maret 2018 07:08
Pemulihan Ekonomi Belum Sentuh Bisnis Properti
-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Imbas kenaikan harga batu bara belum menyentuh semua sektor bisnis di Kaltim. Industri properti, salah satunya. Setahun setelah pulihnya nilai jual emas hitam, kalangan pengembang mengaku belum ada kenaikan permintaan untuk produk hunian maupun perkantoran.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD-REI) Kaltim, Bagus Susetyo mengaku masih optimistis. Dia memperkirakan, dampak tak langsung dari kenaikan harga batu bara terhadap sektor properti, bisa dirasakan jika tren positif ini bertahan hingga enam bulan ke depan.

Sedangkan untuk saat ini, dia menyebut, belum ada dampak signifikan atas lonjakan harga batu bara, lebih dari setahun belakangan. Sebut saja permintaan rumah tapak dengan harga Rp 350 juta atau lebih, yang belum diminati pasar. “Ini jugalah yang membuat penjualan pengembang masih didominasi rumah-rumah tipe kecil, atau rumah subsidi,” tuturnya saat diwawancarai Kaltim Post, Senin (19/3).

Bagus menilai, perbaikan harga batu bara hingga menyentuh kisaran USD 100 per ton pada akhir tahun lalu, sangat berdampak terhadap kondisi perekonomian Kaltim secara keseluruhan. Itu terlihat dari pertumbuhan positif nilai produk domestik regional bruto (PDRB) di angka 3,13 persen.

“Efek meningkatnya bisnis tambang, perusahaan penyewaan alat berat, subkontraktor dan lainnya yang terlibat secara langsung, sudah merasakan dampak. Tapi, untuk sektor usaha lanjutan, seperti properti, mungkin butuh waktu,” terangnya.

Bagus menuturkan, penjualan rumah tipe menengah dan besar sejak beberapa tahun terakhir memang turun cukup signifikan. Begitu pula dengan properti komersial seperti rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan). Tak sedikit developer yang beralih mengembangkan rumah bersubsidi, demi menjaga perputaran uang perusahaan.

“Saat ini, penjualan ruko masih stagnan. Padahal, sekarang saat yang tepat bagi masyarakat kalau mau beli,” tuturnya.

Dia menjelaskan, saat ini banyak pengembang properti komersial yang masih membanting harga. Nilai jualnya, sampai 40 persen lebih murah dibanding taksiran rata-rata pasaran.

Tren itu, disebut Bagus tak akan bertahan lama. Terlebih, optimisme atas pertumbuhan ekonomi di Kaltim akan membuat nilai jual aset properti meningkat.

“Untuk rumah tapak, kami di REI sangat optimistis tahun ini bisa merangkak naik. Alasannya, karena rumah adalah kebutuhan primer masyarakat. Ekonomi lagi krisis atau tidak, masyarakat tetap butuh hunian. Berbeda dengan ruko,” tutupnya. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:56

Waspada Investasi Bodong, 10 Tahun Terakhir, Kerugian Capai Rp 105 Triliun

SAMARINDA - Literasi keuangan di Indonesia masih harus ditingkatkan. Khususnya Kaltim. Penawaran keuntungan…

Selasa, 18 September 2018 06:53

Alat Berat Butuh Treatment Khusus

BALIKPAPAN - Mulai 1 September 2018, pemerintah menerapkan kebijakan mandatori biodiesel 20 persen (B20)…

Selasa, 18 September 2018 06:52

Smartphone Tak Terdampak Pelemahan Daya Beli

BALIKPAPAN - Telepon pintar saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Ini terlihat dari penjualan…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:58

Kredit Kendaraan dan Properti Dominan

SAMARINDA – Kinerja penyaluran kredit rumah tangga (RT) pada triwulan II 2018 mengalami penurunan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .