MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 20 Maret 2018 07:08
Pemulihan Ekonomi Belum Sentuh Bisnis Properti
-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Imbas kenaikan harga batu bara belum menyentuh semua sektor bisnis di Kaltim. Industri properti, salah satunya. Setahun setelah pulihnya nilai jual emas hitam, kalangan pengembang mengaku belum ada kenaikan permintaan untuk produk hunian maupun perkantoran.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD-REI) Kaltim, Bagus Susetyo mengaku masih optimistis. Dia memperkirakan, dampak tak langsung dari kenaikan harga batu bara terhadap sektor properti, bisa dirasakan jika tren positif ini bertahan hingga enam bulan ke depan.

Sedangkan untuk saat ini, dia menyebut, belum ada dampak signifikan atas lonjakan harga batu bara, lebih dari setahun belakangan. Sebut saja permintaan rumah tapak dengan harga Rp 350 juta atau lebih, yang belum diminati pasar. “Ini jugalah yang membuat penjualan pengembang masih didominasi rumah-rumah tipe kecil, atau rumah subsidi,” tuturnya saat diwawancarai Kaltim Post, Senin (19/3).

Bagus menilai, perbaikan harga batu bara hingga menyentuh kisaran USD 100 per ton pada akhir tahun lalu, sangat berdampak terhadap kondisi perekonomian Kaltim secara keseluruhan. Itu terlihat dari pertumbuhan positif nilai produk domestik regional bruto (PDRB) di angka 3,13 persen.

“Efek meningkatnya bisnis tambang, perusahaan penyewaan alat berat, subkontraktor dan lainnya yang terlibat secara langsung, sudah merasakan dampak. Tapi, untuk sektor usaha lanjutan, seperti properti, mungkin butuh waktu,” terangnya.

Bagus menuturkan, penjualan rumah tipe menengah dan besar sejak beberapa tahun terakhir memang turun cukup signifikan. Begitu pula dengan properti komersial seperti rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan). Tak sedikit developer yang beralih mengembangkan rumah bersubsidi, demi menjaga perputaran uang perusahaan.

“Saat ini, penjualan ruko masih stagnan. Padahal, sekarang saat yang tepat bagi masyarakat kalau mau beli,” tuturnya.

Dia menjelaskan, saat ini banyak pengembang properti komersial yang masih membanting harga. Nilai jualnya, sampai 40 persen lebih murah dibanding taksiran rata-rata pasaran.

Tren itu, disebut Bagus tak akan bertahan lama. Terlebih, optimisme atas pertumbuhan ekonomi di Kaltim akan membuat nilai jual aset properti meningkat.

“Untuk rumah tapak, kami di REI sangat optimistis tahun ini bisa merangkak naik. Alasannya, karena rumah adalah kebutuhan primer masyarakat. Ekonomi lagi krisis atau tidak, masyarakat tetap butuh hunian. Berbeda dengan ruko,” tutupnya. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 12:11

Belum Lirik Industri Hilirisasi, Perbankan Main Aman

SAMARINDA - Perbankan di Kalimantan Timur masih enggan mengucurkan kredit…

Minggu, 16 Desember 2018 08:02

Renyah dan Lembut dari Scone

PERNAHKAH Anda mendengar kudapan bernama scone? Ya, kudapan yang satu…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:11

Tingkatkan Literasi Keuangan sejak Dini

BALIKPAPAN   -  Era ekonomi digital telah meningkatkan literasi keuangan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Optimistis Daya Beli Pulih

SAMARINDA  -  Hypermart terus memanjakan pelanggan setia dengan memberikan harga…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:08

2018, Operasi Proyek Hulu Migas Turun

JAKARTA  -  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:08

Tambah Pasokan, Tekan Harga Jagung

JAKARTA  –  Pemerintah terus berusaha menjaga pasokan pakan ternak dalam…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:05

Pertahankan Sistem Penjualan Dual Brand di Kalsel

BANJARMASIN  –  PT Semen Indonesia (SI) masih mempertahankan sistem penjualan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:03

Perbesar Nasabah Prioritas

SURABAYA  –  Perbankan terus menggarap segmen nasabah prioritas dengan dana…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:02

Garap Indonesia, Yamaha Suntik Grab Rp 2 T

JAKARTA –  Yamaha Motor menginjeksi Grab Holding modal USD 150…

Jumat, 14 Desember 2018 06:49

Dolar Menguat, Bahan Pokok Stabil

BALIKPAPAN - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .