MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 20 Maret 2018 07:08
Pemulihan Ekonomi Belum Sentuh Bisnis Properti
-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Imbas kenaikan harga batu bara belum menyentuh semua sektor bisnis di Kaltim. Industri properti, salah satunya. Setahun setelah pulihnya nilai jual emas hitam, kalangan pengembang mengaku belum ada kenaikan permintaan untuk produk hunian maupun perkantoran.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD-REI) Kaltim, Bagus Susetyo mengaku masih optimistis. Dia memperkirakan, dampak tak langsung dari kenaikan harga batu bara terhadap sektor properti, bisa dirasakan jika tren positif ini bertahan hingga enam bulan ke depan.

Sedangkan untuk saat ini, dia menyebut, belum ada dampak signifikan atas lonjakan harga batu bara, lebih dari setahun belakangan. Sebut saja permintaan rumah tapak dengan harga Rp 350 juta atau lebih, yang belum diminati pasar. “Ini jugalah yang membuat penjualan pengembang masih didominasi rumah-rumah tipe kecil, atau rumah subsidi,” tuturnya saat diwawancarai Kaltim Post, Senin (19/3).

Bagus menilai, perbaikan harga batu bara hingga menyentuh kisaran USD 100 per ton pada akhir tahun lalu, sangat berdampak terhadap kondisi perekonomian Kaltim secara keseluruhan. Itu terlihat dari pertumbuhan positif nilai produk domestik regional bruto (PDRB) di angka 3,13 persen.

“Efek meningkatnya bisnis tambang, perusahaan penyewaan alat berat, subkontraktor dan lainnya yang terlibat secara langsung, sudah merasakan dampak. Tapi, untuk sektor usaha lanjutan, seperti properti, mungkin butuh waktu,” terangnya.

Bagus menuturkan, penjualan rumah tipe menengah dan besar sejak beberapa tahun terakhir memang turun cukup signifikan. Begitu pula dengan properti komersial seperti rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan). Tak sedikit developer yang beralih mengembangkan rumah bersubsidi, demi menjaga perputaran uang perusahaan.

“Saat ini, penjualan ruko masih stagnan. Padahal, sekarang saat yang tepat bagi masyarakat kalau mau beli,” tuturnya.

Dia menjelaskan, saat ini banyak pengembang properti komersial yang masih membanting harga. Nilai jualnya, sampai 40 persen lebih murah dibanding taksiran rata-rata pasaran.

Tren itu, disebut Bagus tak akan bertahan lama. Terlebih, optimisme atas pertumbuhan ekonomi di Kaltim akan membuat nilai jual aset properti meningkat.

“Untuk rumah tapak, kami di REI sangat optimistis tahun ini bisa merangkak naik. Alasannya, karena rumah adalah kebutuhan primer masyarakat. Ekonomi lagi krisis atau tidak, masyarakat tetap butuh hunian. Berbeda dengan ruko,” tutupnya. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

Hypermart Mulai Geber Diskon dan Promo

BALIKPAPAN  -  Meski indeks tendensi konsumen (ITK) turun, retailer di Kota Minyak optimistis…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen

JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:13

Waspada Bibit Kelapa Sawit Ilegal

SAMARINDA  -  Para petani kembali diminta mewaspadai peredaran benih kelapa sawit ilegal.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:12
Masih Didominasi Pajak

Triwulan Pertama, PAD Kaltim Capai 16,85 Persen

SAMARINDA  -  Kinerja Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kaltim…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:11

Sering Terbentur Aturan

BALIKPAPAN  - Perusahaan di Kaltim belum maksimal dalam memanfaatkan keuntungan melantai di Bursa…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:08

BI Terapkan Pengetatan Moneter, Era Bunga Tinggi Dimulai

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuan. Kamis (17/5), rapat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:37

Perusahaan Lokal Masih Enggan Go Public

BALIKPAPAN - Minat perusahaan lokal untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .