MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 20 Maret 2018 07:08
Pemulihan Ekonomi Belum Sentuh Bisnis Properti
-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Imbas kenaikan harga batu bara belum menyentuh semua sektor bisnis di Kaltim. Industri properti, salah satunya. Setahun setelah pulihnya nilai jual emas hitam, kalangan pengembang mengaku belum ada kenaikan permintaan untuk produk hunian maupun perkantoran.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD-REI) Kaltim, Bagus Susetyo mengaku masih optimistis. Dia memperkirakan, dampak tak langsung dari kenaikan harga batu bara terhadap sektor properti, bisa dirasakan jika tren positif ini bertahan hingga enam bulan ke depan.

Sedangkan untuk saat ini, dia menyebut, belum ada dampak signifikan atas lonjakan harga batu bara, lebih dari setahun belakangan. Sebut saja permintaan rumah tapak dengan harga Rp 350 juta atau lebih, yang belum diminati pasar. “Ini jugalah yang membuat penjualan pengembang masih didominasi rumah-rumah tipe kecil, atau rumah subsidi,” tuturnya saat diwawancarai Kaltim Post, Senin (19/3).

Bagus menilai, perbaikan harga batu bara hingga menyentuh kisaran USD 100 per ton pada akhir tahun lalu, sangat berdampak terhadap kondisi perekonomian Kaltim secara keseluruhan. Itu terlihat dari pertumbuhan positif nilai produk domestik regional bruto (PDRB) di angka 3,13 persen.

“Efek meningkatnya bisnis tambang, perusahaan penyewaan alat berat, subkontraktor dan lainnya yang terlibat secara langsung, sudah merasakan dampak. Tapi, untuk sektor usaha lanjutan, seperti properti, mungkin butuh waktu,” terangnya.

Bagus menuturkan, penjualan rumah tipe menengah dan besar sejak beberapa tahun terakhir memang turun cukup signifikan. Begitu pula dengan properti komersial seperti rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan). Tak sedikit developer yang beralih mengembangkan rumah bersubsidi, demi menjaga perputaran uang perusahaan.

“Saat ini, penjualan ruko masih stagnan. Padahal, sekarang saat yang tepat bagi masyarakat kalau mau beli,” tuturnya.

Dia menjelaskan, saat ini banyak pengembang properti komersial yang masih membanting harga. Nilai jualnya, sampai 40 persen lebih murah dibanding taksiran rata-rata pasaran.

Tren itu, disebut Bagus tak akan bertahan lama. Terlebih, optimisme atas pertumbuhan ekonomi di Kaltim akan membuat nilai jual aset properti meningkat.

“Untuk rumah tapak, kami di REI sangat optimistis tahun ini bisa merangkak naik. Alasannya, karena rumah adalah kebutuhan primer masyarakat. Ekonomi lagi krisis atau tidak, masyarakat tetap butuh hunian. Berbeda dengan ruko,” tutupnya. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:49

Program Direct Call “Hanya” Mempercepat Ekspor

SAMARINDA-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim mencatat, dalam sebulan…

Rabu, 20 Maret 2019 12:46

Triwulan II 2019, Ekonomi Kaltim Terakselerasi

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019 diperkirakan ekonomi Kaltim mengalami akselerasi pertumbuhan.…

Rabu, 20 Maret 2019 12:45

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab)…

Jumat, 15 Maret 2019 13:45

Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal

SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum…

Jumat, 15 Maret 2019 13:43

Pertamina Perpanjang Masa Cicilan Garuda

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan tujuh BUMN (badan usaha…

Jumat, 15 Maret 2019 13:32

Target Ekspor RI Realistis

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen…

Kamis, 14 Maret 2019 15:16

Produksi Teh Turun, Harga Telur Rendah

JAKARTA – Pelaku usaha berharap Indonesia bisa meningkatkan lahan dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:51

Genjot Produksi Padi, Dituntut Maksimalkan Lahan Rawa

SAMARINDA – Tak hanya melakukan diversifikasi pangan, Pemprov Kaltim dituntut…

Rabu, 13 Maret 2019 12:47

SABAR..!! Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

SAMARINDA- Pemerintah Kaltim saat ini masih menunggu kepastian pembahasan draf…

Rabu, 13 Maret 2019 10:25

Industri Galangan Kapal di Kaltim Masih Lesu

SAMARINDA- Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*