MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 17 Maret 2018 12:41
Usul Gunakan Bahasa Banua di Bandara
Eli Esar Kombong

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perlindungan dan Pelestarian Bahasa Banua dan Kebudayaan Barrau, sudah disetujui delapan fraksi DPRD untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (perda), Kamis (15/3). Penerapan perda tersebut diharapkan bisa langsung diimplementasikan, terutama di lingkungan pemerintahan.

Juru bicara Fraksi Gerindra Eli Esar Kombong mengharapkan, batik berau bisa menjadi salah satu pakaian kedinasan bagi seluruh pegawai di Bumi Batiwakkal. “Misalnya tiap hari Kamis, pegawai memakai batik Berau,” kata Eli Esar pada paripurna penetapan lima perda di ruang rapat paripurna, Kamis (15/3).

Termasuk, karyawan perhotelan di Bumi Batiwakkal juga menggunakan batik khas Berau pada hari-hari tertentu. “Di hotel juga bisa diterapkan.  Hal itu sebagai kontribusi dari pengusaha hotel untuk mendukung pelestarian budaya Berau,” sambungnya.  

Selain penggunaan batik, bahasa Banua harus dilestarikan. Bahkan bisa dijadikan salah satu bahasa wajib pada aktivitas penerbangan di Berau.

“Penggunaan bahasa daerah pada aktivitas penerbangan sudah diterapkan di beberapa daerah, seperti Daerah Istimewa Jogjakarta dan Bali. “Jadi ada tiga bahasa yang digunakan di bandara dan maskapai saat di Berau. Bahasa Indonesia, Inggris, dan Banua,” terang Esar.

Usulan serupa disampaikan juru bicara Fraksi Bulan Bintang Perjuangan Rudi P Mangunsong. Menurut dia, selain bisa digunakan saat aktivitas penerbangan di bandara, bahasa Banua dapat menjadi bahasa pembuka pada rapat-rapat resmi pemerintahan. “Seperti rapat paripurna ini,” katanya sambil mempraktikkan penggunaan bahasa Banua saat menyapa bupati, ketua DPRD, dan peserta rapat lainnya.

Namun, usulan tersebut tidak semua langsung disetujui Bupati Berau Muharram. Dijelaskannya, dalam Perda Perlindungan dan Pelestarian Bahasa Banua dan Kebudayaan Barrau, telah diatur teknis pelestarian bahasa dan kebudayaan Barrau yang berkaitan dengan sistem pendidikan.

“Kalau penggunaan bahasa daerah, saya masih kurang setuju. Sebab, tidak semua masyarakat bisa berbahasa Banua. Tapi, penggunaan batik saya setuju. Setiap hari Kamis, pegawai harus menggunakan batik berau,” pungkas Muharram. (udi/san/k16)

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 08:10

Kinerja Oke, Miliaran Rupiah Selamat

SENDAWAR - Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat (Kubar), sangat…

Selasa, 22 Januari 2019 08:07

Pekerjaan Melambat, Termin II Tak Cair

TENGGARONG - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdik Kukar HM Marsandi…

Selasa, 22 Januari 2019 08:00

Ribuan Siswa Baru, Seragam Ditanggung Pemkab, Habiskan Duit Segini...

PENAJAM - Mulai tahun ajaran baru 2019/2020, orangtua siswa tak…

Senin, 21 Januari 2019 11:44

Pencuri Motor di Bawah Umur

TANA PASER – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 11:32

“Data BPJS Kesehatan Enggak Benar”

PENAJAM – Ribuan data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat…

Senin, 21 Januari 2019 11:20

Kontraktor Masih Resah

SANGATTA–Meskipun sudah mendapat janji manis berupa pelunasan utang paling lambat…

Senin, 21 Januari 2019 11:18

Tetap Gunakan Desain Sebelumnya

TANJUNG REDEB–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau…

Senin, 21 Januari 2019 11:17

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

TANJUNG REDEB–Seorang calon legislatif (caleg) Kabupaten Berau ditetapkan tersangka oleh…

Senin, 21 Januari 2019 08:22

Jembatan Tering 17 Tahun Mangkrak

SENDAWAR - Dua proyek jembatan menyeberangi Sungai Mahakam di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Tumpuk Tanah, Izin Belakangan

TENGGARONG - Manajemen PT Gerbang Daya Mandiri (GDM) mengklaim belum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*