MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 17 Maret 2018 07:24
Bandara Samarinda Baru Operasi April..?? Berat Wal..!!!

Peresmian Bandara Tunggu Jadwal Jokowi hingga Sertifikasi

Bandara Samarinda Baru atau APT Pranoto.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Diam-diam landasan pacu Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, sudah rampung. Namun, peresmian lapangan terbang di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara, itu belum jelas. Selain menanti kepastian dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), juga menunggu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tuntas melakukan sertifikasi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong mengatakan, rencananya peresmian BSB dilakukan bulan depan. Namun, bakal molor karena menunggu jadwal dari Presiden Jokowi. “Pak Jokowi yang meresmikan. Jadi, bergantung beliau kapan bisanya. Yang jelas, kami berupaya secepatnya (diresmikan),” ujarnya.

Selain menunggu Jokowi, kata dia, kini Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Temindung sedang mempersiapkan verifikasi sertifikat bandar udara (SBU). Sertifikat tersebut, menjadi kunci beroperasinya bandara yang memulai pembebasan lahan pada 1992 itu. “Rencananya verifikasi SBU dilakukan Kemenhub bulan ini,” terangnya.

Salman menuturkan, landing test dan flight test masuk verifikasi SBU. Jadi, sebelum diverifikasi oleh Kemenhub, UPBU Temindung melakukan verifikasi internal. “Sederhananya, melakukan cek keseluruhan terhadap BSB sebelum dicek oleh kementerian,” katanya.

Hal tersebut dilakukan mengingat target pemindahan operasional Bandara Temindung ke BSB akhir bulan depan. Ditanya soal lama verifikasi, pria berambut putih itu menyebut, biasanya tak lama. “Paling lama sebulan,” tuturnya. 

Meski sisi udara dan sisi darat BSB sudah selesai, ada beberapa sektor yang akan dibangun. Pembiayaannya dianggarkan APBN sebesar Rp 70 miliar. “Yang akan dibangun adalah pagar bandara, taman, dan taxiway,” ujarnya.

Dikatakan, meski ketiga item tersebut belum dibangun, tak akan berdampak kepada operasional bandara. Salman mengungkapkan, pagar yang dibangun itu melanjutkan pengerjaan pagar yang sebelumnya sudah dibiayai APBD Kaltim.

Sama halnya dengan taxiway, di BSB sudah ada satu jalan penghubung antara landasan pacu dan pelataran pesawat (apron), kandang pesawat (hangar), terminal, atau fasilitas lainnya di sebuah bandara. “Sebelumnya dibiayai APBD Kaltim. Sekarang dilanjutkan menggunakan APBN. Seperti taxiway baru satu dibangun. Nanti dibangun tiga lagi pakai APBN,” jelasnya.

Salman menegaskan, pengoperasian bandara kini hanya menunggu SBU. Bila sudah mengantongi sertifikat, BSB akan langsung beroperasi. “Minimal memindahkan operasional Bandara Temindung ke BSB,” terangnya.

Dengan kata lain, pesawat perintis seperti ATR-72 yang selama ini mendarat di Bandara Temindung pindah landasan ke BSB. Sedangkan untuk pesawat jenis narrow body aircraft seperti Boeing 737 menunggu penawaran dari maskapai. Salah satu maskapai yang sudah melakukan survei ke BSB adalah Garuda Indonesia.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Agus Suwandi berharap, verifikasi sertifikasi berjalan lancar. Dengan rampungnya runway, BSB resmi selesai secara fisik. “Hanya beberapa sentuhan akhir yang harus diperhatikan,” terangnya. Adapun infrastruktur penunjang mesti segera dibangun. Salah satunya jalan lingkungan ke pengisian bahan bakar untuk pesawat.

Dia menambahkan, verifikasi internal yang dilakukan UPBU Temindung adalah langkah yang tepat. “Persiapan seperti itu diperlukan agar saat verifikasi tak timbul kendala yang tidak dipetakan sebelumnya,” tuturnya. Dia menegaskan, dengan beroperasinya BSB, warga Samarinda dan sekitar tak perlu lagi mempersiapkan perjalanan berjam-jam menuju bandara. “Jadi lebih efisien,” tambah politikus Gerindra itu.

PEKERJAAN RUMAH

Pengamat konstruksi Slamet Suhariadi menuturkan, BSB sempat dirundung sejumlah persoalan. Seperti minimnya anggaran, pembebasan lahan hingga polemik perpanjangan landasan pacu dari 2.250 menjadi 2.500 meter.

Adanya masalah itu, kata dia, maka menjadi wajar bila pengoperasian bandara kerap molor. “Bayangkan, sisi darat selesai tiga tahun sebelum sisi udaranya,” ucapnya. Hal tersebut tak lain lantaran permasalahan dana yang menimpa Pemprov Kaltim.

Untuk runway, ujar dia, permasalahan yang paling berat dihadapi adalah pengerasan tanah sepanjang 275 meter. Hal tersebut tak bisa dihindari karena wilayah Kelurahan Sungai Siring sebelumnya adalah daerah rawa. Sehingga kondisi tanahnya kerap bergerak alias labil.

Namun sekarang, ucap dia, meski runway telah selesai, itu tak menyelesaikan pekerjaan pemerintah. Sebab, hingga kini satu-satunya akses ke BSB, baru melalui Jalan DI Pandjaitan. Celakanya, kawasan tersebut kerap diterjang banjir bila hujan mengguyur Samarinda. Tentu itu menjadi ancaman bagi calon penumpang bandara yang berpotensi terjebak banjir. “Memang ada akses lain, yakni dari Kelurahan Sempaja Selatan. Tapi sampai sekarang belum beres. Anggaran lagi-lagi menjadi masalah,” ujarnya.

Dia melihat, ada dua cara menangani banjir di Jalan DI Pandjaitan. Pertama, melakukan normalisasi drainase, kedua meninggikan Jalan DI Pandjaitan. “Keduanya punya kelebihan dan kekurangan,” terangnya.

Normalisasi drainase, kata dia, menjadi solusi jangka panjang. Nah, karena jangka panjang pengerjaannya cukup lama, tidak mungkin dalam satu sampai dua bulan selesai. Sementara untuk meninggikan jalan hanya menjadi solusi jangka pendek. “Memang pengerjaannya lebih cepat, tapi masyarakat yang akan menerima akibatnya. Jalan bebas banjir, airnya pindah ke rumah warga,” tuturnya.

Slamet mengungkapkan, sebenarnya ada satu lagi alternatif bila Jalan DI Pandjaitan tergenang. Yakni, bekerja sama dengan tentara atau polisi untuk menyediakan kendaraan menembus banjir. “Tapi yang perlu diingat, efek lain dari banjir adalah macet. Pertanyaannya apakah kendaraan sebesar itu bisa lewat dengan mudah bila macet,” kata mantan ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kaltim itu.

Pengamat tata kota Farid Nurrahman mengatakan, karena runway sudah jadi dan akan ada verifikasi, ada satu hal yang cukup penting namun jarang diperhatikan. Itu adalah rumput di pinggir landasan pacu.

“Rumput sekitar runway itu salah satu indikator penting dalam verifikasi yang sering dilewatkan. Fungsinya mencegah kerikil masuk ke runway,” beber dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan. Menurut dia, bahaya bila kerikil masuk landasan. Sebab, bisa terisap mesin pesawat dan mengakibatkan kerusakan hingga kecelakaan pada pesawat.

Tiga hari lalu, Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Samarinda Zairin Zain turun ke lapangan. Dia meninjau proyek-proyek mangkrak di Kota Tepian. Salah satunya, jalan alternatif ke BSB lewat Batu Besaung, Sempaja Selatan. Sudah lama dibangun, namun belum kelar. Malah kondisi jalan saat ini memprihatinkan. Mengalami kerusakan di banyak titik. Namun, urung diketahui kapan pembangunan kembali dilanjutkan.

Meski demikian, dia berharap kelanjutan pembangunan jalan tersebut bisa dianggarkan di APBD Perubahan Kaltim 2018. “Mudahan bisa direalisasikan pemprov. Kalau berat tahun ini, ya berharap tahun depan bisa dianggarkan di APBD Kaltim,” harapnya. Pada dasarnya, keberadaan BSB bisa memudahkan warga dari Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Bontang. Sehingga mereka tak perlu jauh ke Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan. (*/fch/rom/k8)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 07:51

MENGEJUTKAN..!! Ternyata Kabupaten Ini Potensi Teknologi Nuklir

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Kamis (18/10) menghadiri rapat presentasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:51

Waspadai Pergerakan Bahan Pokok

BALIKPAPAN - Pemerintah kota maupun Provinsi Kaltim tampaknya harus mewaspadai risiko tingginya inflasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

UMP Harus Punya Klasifikasi

SAMARINDA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, upah minimum provinsi (UMP) Kaltim tahun ini bakal mengalami…

Senin, 22 Oktober 2018 06:47

Ribuan Anak Putus Sekolah, Pendidikan Kaltim Jadi Atensi

SAMARINDA – Pemprov Kaltim tampaknya harus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas sumber daya…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:19

Penyelundupan Narkotika Didominasi Melalui Malaysia

JAKARTA— Kasus narkotika seakan tiada hentinya. Dari awal Oktober hingga pertengahan Oktober kasus…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:16

Garansi Polder Tak Ada Buaya

SANGATTA – Kian dekat dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim 2018 di Kutai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:05

Ekspor CPO Bantu Selamatkan Rupiah

SAMARINDA  -   Kinerja ekspor Kaltim pada Agustus mengalami penurunan 14,03 persen dibandingkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Beruntung Dibimbing Langsung Pencetusnya di Rusia

Gelar ahli hukum banyak dimiliki masyarakat Indonesia saat ini. Namun, untuk urusan ahli hukum luar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .