MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 17 Maret 2018 07:24
Bandara Samarinda Baru Operasi April..?? Berat Wal..!!!

Peresmian Bandara Tunggu Jadwal Jokowi hingga Sertifikasi

Bandara Samarinda Baru atau APT Pranoto.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Diam-diam landasan pacu Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, sudah rampung. Namun, peresmian lapangan terbang di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara, itu belum jelas. Selain menanti kepastian dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), juga menunggu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tuntas melakukan sertifikasi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong mengatakan, rencananya peresmian BSB dilakukan bulan depan. Namun, bakal molor karena menunggu jadwal dari Presiden Jokowi. “Pak Jokowi yang meresmikan. Jadi, bergantung beliau kapan bisanya. Yang jelas, kami berupaya secepatnya (diresmikan),” ujarnya.

Selain menunggu Jokowi, kata dia, kini Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Temindung sedang mempersiapkan verifikasi sertifikat bandar udara (SBU). Sertifikat tersebut, menjadi kunci beroperasinya bandara yang memulai pembebasan lahan pada 1992 itu. “Rencananya verifikasi SBU dilakukan Kemenhub bulan ini,” terangnya.

Salman menuturkan, landing test dan flight test masuk verifikasi SBU. Jadi, sebelum diverifikasi oleh Kemenhub, UPBU Temindung melakukan verifikasi internal. “Sederhananya, melakukan cek keseluruhan terhadap BSB sebelum dicek oleh kementerian,” katanya.

Hal tersebut dilakukan mengingat target pemindahan operasional Bandara Temindung ke BSB akhir bulan depan. Ditanya soal lama verifikasi, pria berambut putih itu menyebut, biasanya tak lama. “Paling lama sebulan,” tuturnya. 

Meski sisi udara dan sisi darat BSB sudah selesai, ada beberapa sektor yang akan dibangun. Pembiayaannya dianggarkan APBN sebesar Rp 70 miliar. “Yang akan dibangun adalah pagar bandara, taman, dan taxiway,” ujarnya.

Dikatakan, meski ketiga item tersebut belum dibangun, tak akan berdampak kepada operasional bandara. Salman mengungkapkan, pagar yang dibangun itu melanjutkan pengerjaan pagar yang sebelumnya sudah dibiayai APBD Kaltim.

Sama halnya dengan taxiway, di BSB sudah ada satu jalan penghubung antara landasan pacu dan pelataran pesawat (apron), kandang pesawat (hangar), terminal, atau fasilitas lainnya di sebuah bandara. “Sebelumnya dibiayai APBD Kaltim. Sekarang dilanjutkan menggunakan APBN. Seperti taxiway baru satu dibangun. Nanti dibangun tiga lagi pakai APBN,” jelasnya.

Salman menegaskan, pengoperasian bandara kini hanya menunggu SBU. Bila sudah mengantongi sertifikat, BSB akan langsung beroperasi. “Minimal memindahkan operasional Bandara Temindung ke BSB,” terangnya.

Dengan kata lain, pesawat perintis seperti ATR-72 yang selama ini mendarat di Bandara Temindung pindah landasan ke BSB. Sedangkan untuk pesawat jenis narrow body aircraft seperti Boeing 737 menunggu penawaran dari maskapai. Salah satu maskapai yang sudah melakukan survei ke BSB adalah Garuda Indonesia.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Agus Suwandi berharap, verifikasi sertifikasi berjalan lancar. Dengan rampungnya runway, BSB resmi selesai secara fisik. “Hanya beberapa sentuhan akhir yang harus diperhatikan,” terangnya. Adapun infrastruktur penunjang mesti segera dibangun. Salah satunya jalan lingkungan ke pengisian bahan bakar untuk pesawat.

Dia menambahkan, verifikasi internal yang dilakukan UPBU Temindung adalah langkah yang tepat. “Persiapan seperti itu diperlukan agar saat verifikasi tak timbul kendala yang tidak dipetakan sebelumnya,” tuturnya. Dia menegaskan, dengan beroperasinya BSB, warga Samarinda dan sekitar tak perlu lagi mempersiapkan perjalanan berjam-jam menuju bandara. “Jadi lebih efisien,” tambah politikus Gerindra itu.

PEKERJAAN RUMAH

Pengamat konstruksi Slamet Suhariadi menuturkan, BSB sempat dirundung sejumlah persoalan. Seperti minimnya anggaran, pembebasan lahan hingga polemik perpanjangan landasan pacu dari 2.250 menjadi 2.500 meter.

Adanya masalah itu, kata dia, maka menjadi wajar bila pengoperasian bandara kerap molor. “Bayangkan, sisi darat selesai tiga tahun sebelum sisi udaranya,” ucapnya. Hal tersebut tak lain lantaran permasalahan dana yang menimpa Pemprov Kaltim.

Untuk runway, ujar dia, permasalahan yang paling berat dihadapi adalah pengerasan tanah sepanjang 275 meter. Hal tersebut tak bisa dihindari karena wilayah Kelurahan Sungai Siring sebelumnya adalah daerah rawa. Sehingga kondisi tanahnya kerap bergerak alias labil.

Namun sekarang, ucap dia, meski runway telah selesai, itu tak menyelesaikan pekerjaan pemerintah. Sebab, hingga kini satu-satunya akses ke BSB, baru melalui Jalan DI Pandjaitan. Celakanya, kawasan tersebut kerap diterjang banjir bila hujan mengguyur Samarinda. Tentu itu menjadi ancaman bagi calon penumpang bandara yang berpotensi terjebak banjir. “Memang ada akses lain, yakni dari Kelurahan Sempaja Selatan. Tapi sampai sekarang belum beres. Anggaran lagi-lagi menjadi masalah,” ujarnya.

Dia melihat, ada dua cara menangani banjir di Jalan DI Pandjaitan. Pertama, melakukan normalisasi drainase, kedua meninggikan Jalan DI Pandjaitan. “Keduanya punya kelebihan dan kekurangan,” terangnya.

Normalisasi drainase, kata dia, menjadi solusi jangka panjang. Nah, karena jangka panjang pengerjaannya cukup lama, tidak mungkin dalam satu sampai dua bulan selesai. Sementara untuk meninggikan jalan hanya menjadi solusi jangka pendek. “Memang pengerjaannya lebih cepat, tapi masyarakat yang akan menerima akibatnya. Jalan bebas banjir, airnya pindah ke rumah warga,” tuturnya.

Slamet mengungkapkan, sebenarnya ada satu lagi alternatif bila Jalan DI Pandjaitan tergenang. Yakni, bekerja sama dengan tentara atau polisi untuk menyediakan kendaraan menembus banjir. “Tapi yang perlu diingat, efek lain dari banjir adalah macet. Pertanyaannya apakah kendaraan sebesar itu bisa lewat dengan mudah bila macet,” kata mantan ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kaltim itu.

Pengamat tata kota Farid Nurrahman mengatakan, karena runway sudah jadi dan akan ada verifikasi, ada satu hal yang cukup penting namun jarang diperhatikan. Itu adalah rumput di pinggir landasan pacu.

“Rumput sekitar runway itu salah satu indikator penting dalam verifikasi yang sering dilewatkan. Fungsinya mencegah kerikil masuk ke runway,” beber dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan. Menurut dia, bahaya bila kerikil masuk landasan. Sebab, bisa terisap mesin pesawat dan mengakibatkan kerusakan hingga kecelakaan pada pesawat.

Tiga hari lalu, Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Samarinda Zairin Zain turun ke lapangan. Dia meninjau proyek-proyek mangkrak di Kota Tepian. Salah satunya, jalan alternatif ke BSB lewat Batu Besaung, Sempaja Selatan. Sudah lama dibangun, namun belum kelar. Malah kondisi jalan saat ini memprihatinkan. Mengalami kerusakan di banyak titik. Namun, urung diketahui kapan pembangunan kembali dilanjutkan.

Meski demikian, dia berharap kelanjutan pembangunan jalan tersebut bisa dianggarkan di APBD Perubahan Kaltim 2018. “Mudahan bisa direalisasikan pemprov. Kalau berat tahun ini, ya berharap tahun depan bisa dianggarkan di APBD Kaltim,” harapnya. Pada dasarnya, keberadaan BSB bisa memudahkan warga dari Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Bontang. Sehingga mereka tak perlu jauh ke Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan. (*/fch/rom/k8)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 09:31

Sangat Layak Jadi Daerah Otonomi Penuh

TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai, Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 24 April 2018 09:29

“Selamat Jalan sang Petarung, Perjuanganmu Selalu Dikenang”

Mulai hari ini (24/4) sampai Sabtu (28/4) akan dilaksanakan adat Rambu Solo’ pemakaman almarhum…

Senin, 23 April 2018 10:12
Dua Hari Polisi Olah TKP

Periksa Potongan Pipa Minyak yang Putus di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN – Seluruh potongan pipa minyak milik Pertamina yang menjadi barang bukti akhirnya berhasil…

Senin, 23 April 2018 10:05
Imigran Disarankan Tetap Tinggal di Rudenim

Penolakan Community House Menguat

BALIKPAPAN – Keinginan imigran menjadikan Balikpapan sebagai community house terus mendapat penolakan.…

Senin, 23 April 2018 10:02

Terjadi Gempa Susulan, Warga Waswas

BANJARNEGARA – Gempa-gempa susulan terus mengguncang wilayah Kecamatan Kalibening, Banjarnegara…

Senin, 23 April 2018 10:01
Nabi Tajima, Orang Tertua di Dunia yang Meninggal di Usia 117 Tahun

Diyakini Miliki 160 Keturunan, Cucunya Pun Punya Buyut

Rencana memasukkan Nabi Tajima dalam daftar The Guinness Book of World Records sebagai manusia tertua…

Minggu, 22 April 2018 09:04

Imigran Tuntut Kebebasan

BALIKPAPAN – Aksi pengungsi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan berlanjut. Pantauan…

Minggu, 22 April 2018 09:00

Dua Pekan Periksa Pipa Pertamina

BALIKPAPAN - Dominasi arah kebijakan pemerintah pada korporasi badan usaha milik negara (BUMN) semakin…

Minggu, 22 April 2018 08:58

214 Perempuan Menyelam, Kibarkan Bendera

SITUBONDO - Hari Kartini kemarin (21/4) menjadi momen bersejarah bagi Pramuka Saka Bahari Lantamal V.…

Minggu, 22 April 2018 08:54

Nikah Dini, Berpotensi Jomlo Lagi

BALIKPAPAN - Maraknya kasus perkawinan anak di bawah umur membuat pemerintah gelisah. Salah satu opsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .