MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 16 Maret 2018 09:14
Seks Dini, Kanker Serviks Mengintai
Fernando TT Sitorus

PROKAL.CO, KANKER serviks dan kanker payudara merupakan ancaman menakutkan bagi perempuan. Pelan tapi pasti, kanker serviks merenggut nyawa 20 kaum hawa setiap hari. Seperti diungkapkan dr Fernando TT Sitorus, data menunjukkan kanker serviks paling banyak diderita. Menempati urutan pertama di Indonesia dan kedua di dunia.

Pria berkacamata ini menyebut, kebanyakan kanker serviks disebabkan human papillomavirus (HPV). Ada sekian banyak tipe HPV, namun yang paling umum ditemui adalah HPV tipe 16 dan 18. Fernando menjelaskan, orang yang terinfeksi HPV akan mengalami fase perubahan sel mulai normal, CI, CII, dan CIII. Tahap ini biasa disebut lesi pra-kanker.

“Mulai terjangkit virus hingga berubah menjadi kanker, dibutuhkan waktu sekitar 10–17 tahun. Kondisi tertentu, proses perkembangan sel kanker bisa terjadi lebih cepat,” jelas spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC) itu.

Dia memaparkan, kasus kanker serviks biasanya dialami perempuan berusia 30–50 tahun ke atas. Tapi, Fernando mengatakan, kecenderungan saat ini penderita kanker serviks semakin muda. Gaya hidup bebas dan gemar berhubungan intim dengan pasangan berbeda-beda jadi penyebabnya.

Tak hanya itu, melakukan hubungan seks pada usia dini menjadi salah satu faktor risiko penyebab kanker serviks. Celah besar terkena kanker juga dimiliki perempuan perokok, punya anak banyak, dan tak dapat menjaga kebersihan organ reproduksi.

"Melakukan hubungan intim pada usia dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker serviks. Batasan minimal hubungan seks adalah 17 tahun. Namun, lebih efektif jika dilakukan ketika sudah menginjak 20 tahun, dan itu pun telah harus ada ikatan pernikahan yang resmi," ujarnya.

Fernando mengatakan, beberapa cara bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker. Yakni, dengan metode screening pap smear dan inspeksi visual asam asetat (IVA).

Perempuan yang pernah melakukan hubungan badan dan masih aktif melakukannya wajib menjalani pemeriksaan ini. Tak hanya sekali, pemeriksaan harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi terkini.

“Masyarakat kalangan bawah agak kesusahan bila ingin melakukan pap smear. Biaya yang dikenakan sekitar Rp 200–300 ribu. Pemeriksaan IVA cenderung lebih mudah, praktis, dan hemat. Tak hanya dokter, tenaga kesehatan lain seperti bidan dan perawat yang terlatih bisa melakukan IVA,” kata Fernando.

Dia menjelaskan, IVA dilakukan dengan cara melihat serviks yang telah diberi asam asetat. Setelah leher rahim dioles dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna dalam hitungan menit. Perubahan jaringan epitel ini bisa langsung diamati.

Dikatakan Fernando, serviks yang normal akan berwarna merah. Sedangkan bila terdapat perubahan sel menuju kanker, akan terdapat bercak putih di area leher rahim. Soal pengobatan, dia mengatakan, semakin dini diketahui, maka tingkat kesembuhan akan semakin tinggi.

“Sayang, kebanyakan yang datang kepada kami untuk pengobatan sudah dalam tahap stadium lanjut. Jarang sekali bisa sembuh total. Itu sebabnya, kami berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat,” ucap pria yang aktif di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Samarinda itu. (tim kp)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 08:42

Waspada Rayuan Kosmetik Ilegal

Kulit putih, mulus, dan bercahaya jadi impian banyak perempuan, bahkan,…

Senin, 21 Januari 2019 08:38

Iklan Artis Bukan Jaminan

TOKO daring kerap menjadi tempat mudah menemukan kosmetik ilegal. Dari…

Senin, 21 Januari 2019 08:33

Raup Miliaran dari Kosmetik Ilegal

AWAL tahun Balikpapan dan Samarinda disapa oleh pengungkapan kosmetik ilegal…

Jumat, 18 Januari 2019 07:52

PILEG RASA PILWALI

Pemain lama yang tak sekali-dua kali duduk di Karang Paci…

Jumat, 18 Januari 2019 07:46

Gagal, Keluarga Bisa Ikut Stres

ALAT peraga kampanye (APK) berdiri di tempat-tempat strategis. Berharap bisa…

Jumat, 18 Januari 2019 07:41

Suara Sah Harus Ditentukan Lebih Dulu

PEMILIHAN legislatif 2019 akan menggunakan metode Sainte Lague dalam menentukan…

Senin, 14 Januari 2019 08:38

Nelayan Hanya Kaya Lautan

Takkan ada ikan gurih di meja makan, tanpa ada jerih…

Senin, 14 Januari 2019 08:23

Terancam Zonasi Segara

MENGGELUTI profesi nelayan di tengah gempuran pertambangan di Kaltim, bukan…

Senin, 14 Januari 2019 08:07

Nelayan Penjaga Kedaulatan

BERBAGAI persoalan ternyata dihadapi nelayan di Kaltim. Tak hanya persoalan…

Senin, 14 Januari 2019 07:56

Diklaim Bawa Perubahan

NELAYAN sebagai tulang punggung industri perikanan nasional memiliki fungsi penting.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*