MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 16 Maret 2018 09:14
Seks Dini, Kanker Serviks Mengintai
Fernando TT Sitorus

PROKAL.CO, KANKER serviks dan kanker payudara merupakan ancaman menakutkan bagi perempuan. Pelan tapi pasti, kanker serviks merenggut nyawa 20 kaum hawa setiap hari. Seperti diungkapkan dr Fernando TT Sitorus, data menunjukkan kanker serviks paling banyak diderita. Menempati urutan pertama di Indonesia dan kedua di dunia.

Pria berkacamata ini menyebut, kebanyakan kanker serviks disebabkan human papillomavirus (HPV). Ada sekian banyak tipe HPV, namun yang paling umum ditemui adalah HPV tipe 16 dan 18. Fernando menjelaskan, orang yang terinfeksi HPV akan mengalami fase perubahan sel mulai normal, CI, CII, dan CIII. Tahap ini biasa disebut lesi pra-kanker.

“Mulai terjangkit virus hingga berubah menjadi kanker, dibutuhkan waktu sekitar 10–17 tahun. Kondisi tertentu, proses perkembangan sel kanker bisa terjadi lebih cepat,” jelas spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC) itu.

Dia memaparkan, kasus kanker serviks biasanya dialami perempuan berusia 30–50 tahun ke atas. Tapi, Fernando mengatakan, kecenderungan saat ini penderita kanker serviks semakin muda. Gaya hidup bebas dan gemar berhubungan intim dengan pasangan berbeda-beda jadi penyebabnya.

Tak hanya itu, melakukan hubungan seks pada usia dini menjadi salah satu faktor risiko penyebab kanker serviks. Celah besar terkena kanker juga dimiliki perempuan perokok, punya anak banyak, dan tak dapat menjaga kebersihan organ reproduksi.

"Melakukan hubungan intim pada usia dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker serviks. Batasan minimal hubungan seks adalah 17 tahun. Namun, lebih efektif jika dilakukan ketika sudah menginjak 20 tahun, dan itu pun telah harus ada ikatan pernikahan yang resmi," ujarnya.

Fernando mengatakan, beberapa cara bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker. Yakni, dengan metode screening pap smear dan inspeksi visual asam asetat (IVA).

Perempuan yang pernah melakukan hubungan badan dan masih aktif melakukannya wajib menjalani pemeriksaan ini. Tak hanya sekali, pemeriksaan harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi terkini.

“Masyarakat kalangan bawah agak kesusahan bila ingin melakukan pap smear. Biaya yang dikenakan sekitar Rp 200–300 ribu. Pemeriksaan IVA cenderung lebih mudah, praktis, dan hemat. Tak hanya dokter, tenaga kesehatan lain seperti bidan dan perawat yang terlatih bisa melakukan IVA,” kata Fernando.

Dia menjelaskan, IVA dilakukan dengan cara melihat serviks yang telah diberi asam asetat. Setelah leher rahim dioles dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna dalam hitungan menit. Perubahan jaringan epitel ini bisa langsung diamati.

Dikatakan Fernando, serviks yang normal akan berwarna merah. Sedangkan bila terdapat perubahan sel menuju kanker, akan terdapat bercak putih di area leher rahim. Soal pengobatan, dia mengatakan, semakin dini diketahui, maka tingkat kesembuhan akan semakin tinggi.

“Sayang, kebanyakan yang datang kepada kami untuk pengobatan sudah dalam tahap stadium lanjut. Jarang sekali bisa sembuh total. Itu sebabnya, kami berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat,” ucap pria yang aktif di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Samarinda itu. (tim kp)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:42

Janji Bawa Lagi ke Kasta Tertinggi

PERSIBA Balikpapan yang bakal kehilangan Syahril HM Taher masih menimbulkan spekulasi siapa pengelola…

Kamis, 11 Oktober 2018 08:46

Kaltim Juga Rawan Gempa

Kaltim memang tak karib dengan gempa, namun bukan berarti Bumi Mulawarman tak pernah mengalami guncangan.…

Senin, 08 Oktober 2018 12:34

Mengharamkan Nikah Siri

Menghalalkan hubungan cinta yang terjalin adalah mimpi bagi banyak pasangan. Namun, tak sedikit yang…

Senin, 08 Oktober 2018 12:32

Banyak Mudaratnya ketimbang Enaknya

RINI dan Joni, bukan nama sebenarnya, sudah saling kelewat sayang. Namun, restu orangtua sang pria tak…

Senin, 08 Oktober 2018 12:31

Penghulu Dadakan Tergoda Bayaran

SECARA hukum, negara melarang pernikahan siri terhadap setiap warganya. Namun, praktiknya masih cukup…

Senin, 08 Oktober 2018 12:29

Nikah Siri, Perempuan dan Anak Jadi Korban

OLEH: SUWARDI SAGAMA(Pakar Hukum Perlindungan Anak/Dosen Hukum Tata Negara IAIN Samarinda) NIKAH siri…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:26

Vegetarian= Jaga Tubuh, Jaga Bumi

Anda adalah apa yang Anda makan. Ungkapan itu menjadi tren seiring makin tingginya kepedulian gaya hidup…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:21

Pedang Bermata Dua

MESKI diklaim membuat tubuh fit, fresh dan awet muda, menjalani hidup sebagai vegetarian lebih tak selamanya…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:10

Tren Menanjak Minat Menjadi Vegetarian

HASRAT menjadi vegetarian bahkan vegan trennya menanjak. Termasuk Kaltim. Berikut wawancara dengan Koordinator…

Kamis, 27 September 2018 09:19

Memangkas Emisi, Menjaga Bumi

Perubahan iklim yang kian buruk tak muncul begitu saja. Hujan yang tak tentu hingga kemarau yang terbilang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .