MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 16 Maret 2018 09:12
NGERI..!! Bayi Pun Tak Luput dari Teror IMS
-

PROKAL.CO, TAK hanya orang dewasa, remaja hingga anak-anak bisa terkena infeksi menular seksual (IMS). Infeksi itu umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Penyebaran bisa melalui darah, sperma, cairan vagina, ataupun cairan tubuh lain.

Dokter Maya Milani SpKK mengatakan, saat ini penderita IMS semakin muda. Bisa jadi, kata dia, akibat dipicu pergaulan bebas. "Sebelumnya banyak dialami pasien usia 30 tahun ke atas. Saat ini, anak kuliahan pun terinfeksi," jelas spesialis kulit dan kelamin dari RS Haji Darjad Samarinda itu.

Dia mengatakan, IMS bisa dipicu bakteri, jamur, parasit, dan virus. Infeksi yang disebabkan bakteri antara lain gonore dan klamidia. Sedangkan jamur menyebabkan kandidiasis dan parasit menimbulkan trikomoniasis.

"Sementara IMS yang disebabkan virus yakni herpes genital, kutil kelamin, dan HIV. Penyakit itu yang paling banyak ditemui," jelasnya.

Gonore atau kencing nanah, jelas Maya, disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra (saluran pembuangan dari kantung kemih), leher rahim, rektum, tenggorokan, dan konjungtiva (bagian putih mata). Meski paling banyak terjadi pada perempuan, gejala infeksi lebih sering timbul pada laki-laki.

Pada pria, kata Maya, gejala awal gonore biasanya timbul dalam waktu dua sampai tujuh hari setelah terinfeksi. Awalnya adalah perasaan tak nyaman pada uretra. Gejala awal pada kaum hawa biasanya timbul 7–21 hari setelah terinfeksi.

Penderita menunjukkan gejala seperti desakan untuk berkemih dan terasa nyeri, keluarnya cairan dari vagina dan demam. Bila tak segera diobati, infeksi bakal menyerang rahim, leher rahim, saluran telur, indung telur, serta menyebabkan nyeri pinggul ketika berhubungan seksual.

“Biasanya penyebaran penyakit ini karena berhubungan intim dengan berganti-ganti pasangan. Tapi saat ini tren berubah, kegiatan seks oral juga bisa menjadi salah satu penyebaran penyakit ini. Gonorrhoeae bisa menyerang tenggorokan (faringitis gonokokal), dari sana pula bibit gonorrhoeae bisa tersebar ke orang lain lagi,” paparnya.

Tak hanya itu, melakukan kegiatan seks melalui anus (anal seks) juga meningkatkan risiko terkena gonore pada rektum. Penderita akan merasakan tidak nyaman di sekitar anus dan dari rektum akan keluar cairan. Daerah di sekitar anus pun, sebut dia, akan tampak merah dan kasar. Feses akan terbungkus oleh lendir dan nanah.

Maya mengatakan, bayi baru lahir pun bisa terinfeksi gonore dari sang ibu selama proses persalinan. Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata, maka terjadilah konjungtivitis gonorrhoeae. Lanjut dia, pembengkakan bisa terjadi pada kedua kelopak mata. Bila infeksi tak diobati, maka akan menimbulkan kebutaan. Mata bayi bakal terus-terusan mengeluarkan nanah.

"Bila sudah terinfeksi penyakit menular seksual, pengobatan harus dijalani pasangan itu. Tidak bisa salah satunya saja," jelasnya.

Mengedukasi anak sejak dini soal alat reproduksi serta pendidikan seksual pun perlu dilakukan. Supaya anak memahami dan menjaga tubuhnya dengan baik.

"Banyak yang menganggap tabu. Lalu anak mencari tahu. Bila tidak ada yang mengarahkan bisa jadi tak terkontrol," kata dia.

Mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan organ vital juga tak kalah penting. Pada anak perempuan, misalnya, perlu diperhatikan tentang kebersihan pakaian dalamnya.

"Pakaian dalam yang kotor itu sarang kuman dan bakteri. Ada anak perempuan berusia enam tahun sudah mengalami keputihan karena kebersihan organ vitalnya kurang terjaga. Hal semacam ini juga perlu dihindari," tegas Maya.

Saat si kecil mulai besar, kata dia, merawat kebersihan genitalnya juga harus menggunakan cara berbeda. Para orangtua bisa mengajarinya untuk ikut merawat organ genital sendiri. Caranya dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu.

Berawal dari meminta anak untuk mencuci tangan sebelum dan setelah ke kamar mandi. Lalu, mengajarkan untuk membilas selangkangan dengan air mengalir setiap selesai buang air kecil dan buang air besar. Tak lupa setelah itu, mengeringkannya dengan handuk agar tidak lembap.

"Daerah yang lembap adalah favorit kuman, bakteri, dan jamur untuk berkembang. Jadi, bila celana anak basah atau terkena feses. Segera diganti," ungkapnya.

Kemudian, bila menggunakan toilet umum, sebaiknya bersihkan dulu dengan tisu basah antiseptik atau semprotkan antibakteri sebelum digunakan. (tim kp)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 08:41

Ada Mafia Tanah di IMTN

Sindikat mafia tanah menyasar Balikpapan bagian utara. Mufakat jahat melibatkan…

Senin, 10 Desember 2018 08:34

Bisa Dibatalkan di Pengadilan

TAKTIK berbekal IMTN, Sudarman lolos mengantongi sertifikat dari BPN Balikpapan.…

Senin, 10 Desember 2018 08:19

“Pemainnya Itu-Itu Saja”

SEGEL yang merupakan dokumen dasar dalam penerbitan IMTN menjadi muara…

Senin, 10 Desember 2018 08:15

Tanah Kosong Paling Banyak Diincar

BALIKPAPAN menjadi kota dengan kasus sengketa tanah tertinggi di Kaltim. Kemajuan Kota…

Jumat, 07 Desember 2018 08:25

Sektor Swasta Lebih Akomodatif

KELUHAN penyandang difabel di Kaltim ternyata sudah lama menjadi sorotan…

Senin, 26 November 2018 08:26

Ngos-ngosan Oemar Bakri Mengejar Sejahtera

Dua puluh lima November, kemarin, diperingati sebagai Hari Guru. Jadi…

Senin, 26 November 2018 08:20

Gaji Ratusan Ribu bagi Penentu Wajah Pendidikan

NASIB guru honorer di Kaltim memerlukan perhatian pemerintah. Terutama, masalah…

Senin, 26 November 2018 08:19

Wajah Pendidikan Indonesia

INDONESIA harus kerja keras demi meningkatkan taraf pendidikan. Hingga saat…

Jumat, 16 November 2018 08:25

Ada Data di Balik Duka

Dari ribuan jenis pekerjaan di muka bumi, apa yang dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .