MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 15 Maret 2018 11:27
DKK Dorong Pembentukan Perda Kesenian
DUKUNGAN: Ketua DKK Syafril Teha Noer (kiri) menyerahkan konsep raperda kesenian kepada Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Dewan Kesenian Kaltim (DKK) menyambangi Komisi IV DPRD Kaltim. Tujuannya menyampaikan masukan terhadap rencana pembuatan peraturan daerah (perda) tentang kesenian. Pasalnya, yang dilakukan DKK selama ini belum diatur dalam sebuah regulasi.

Rombongan DKK dipimpin ketua umumnya, Syafril Teha Noer. Hadir Sekum DKK Herman A Salam, Bendahara DKK Mulyadi Djamhur, dan Hamdani selaku ketua harian DKK, serta beberapa pengurus DKK.

Menurut Syafril, pihaknya gembira lantaran Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub menyambut baik langkah strategis tersebut. Apalagi, Rusman sependapat agar pembuatan regulasi itu diusulkan sebagai raperda inisiatif DPRD. “Kami berharap, raperda diselesaikan sebelum tahun politik, 2019 mendatang,” ujarnya.

Peraturan tersebut untuk memperjelas dan mempertegas posisi kesenian dalam perlakuan keuangan. Tidak itu saja, kata Syafril, ini juga untuk memperjelas posisi DKK dalam tata kelola kesenian. “Sehingga membuat perlakuan terhadap kesenian itu konstan. Siapa pun gubernur Kaltim, kesenian selalu diperlakukan baik,” ungkapnya.

Selain bicara tentang regulasi kesenian, DKK dan Komisi IV juga menyepakati pentingnya sebuah pusat kesenian. Apalagi Sekretariat DKK selama ini menumpang. Padahal, kesenian dianggap penting dan mengambil peran besar dalam pertumbuhan jati diri.

“Anehnya, kepentingan kesenian tak tergambar dalam cetak biru pembangunan daerah. Apalagi dalam politik anggaran,” katanya.

Kesenian seolah hanya dianggap perlu ketika momen 17 Agustus dan acara-acara pemerintahan. Posisi kesenian seperti sisipan yang tempatnya di belakang, ketika orang-orang beranjak pulang atau sudah mengantuk.

Kendati demikian, Syafril mengaku DKK relatif beruntung. Pasalnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menaruh perhatian besar. Namun, dia tidak ingin menduga-duga apakah gubernur selanjutnya akan menghargai kesenian seperti gubernur sekarang. “Boleh jadi ada yang lebih dahsyat (perhatiannya). Maka, akan lebih baik jika kesenian dilindungi perda,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub mengatakan, apa yang diusulkan DKK sangat mendasar. Dia menyebut, sejak era reformasi, yang namanya seni budaya memang cenderung terlupakan. “Kalau tidak cepat mengambil langkah konkret, saya khawatir ini akan tergerus oleh zaman,” ucapnya.

Parahnya, sambung dia, Kaltim akan kehilangan identitas sebagai bangsa dan daerah yang dulunya sangat kental dengan nilai seni dan budaya. “Makanya, penting mendorong DKK mengambil langkah konkret untuk mengembangkan seni budaya Kaltim,” jelasnya.

Politikus PPP itu melanjutkan, untuk melaksanakan hal tersebut memang harus dibuat sesuatu yang fundamental. Maksudnya, dengan melahirkan sebuah regulasi yang melindungi semua kekayaan seni budaya Kaltim, praktisi seni dapat memiliki perlindungan hukum.

Namun harus monumental. Tersimbolkan dalam bentuk tempat agar para seniman lebih nyaman berkreativitas. Jadi, ada tempat khusus untuk mengeluarkan ide atau gagasan.

“Kalau berjalan, saya harap dapat dilaksanakan festival budaya Kaltim setiap tahunnya. Mau itu bertaraf nasional atau internasional. Saya sudah lama memimpikan seperti itu. Saya kira Kaltim berpotensi,” sebutnya.

DKK telah mengusulkan konsep raperda. Selain itu, mereka mengusulkan dua event yang akan digelar untuk kongres budaya di Kaltim. “Menurut perhitungannya, 100 tahun baru dilakukan. Ini harus didukung, apalagi sudah ada sebelum Indonesia merdeka,” tandasnya.

Selain itu, ada festival budaya melayu bertaraf nasional. Dia memastikan siap membantu untuk regulasi dan anggaran. “Harus mendapat dukungan penuh,” terangnya.

DKK juga perlu gedung kesenian yang memiliki standar seni dan budaya. Pasalnya, gedung nasional yang berada di Jalan Panglima Batur sebagai Sekretariat DKK tidak mencirikan sebuah tempat seni budaya.  “Mereka mengusulkan agar ditempatkan di gedung Education Center, Jalan PM Noor.  Saya rasa, pemprov tidak usah ragu,” kata Rusman. (*/dq/kri/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

"Saya Bukan Pembunuh"

WAJAH pucat, bibir sedikit mengelupas, dan matanya sayu. Langkahnya pelan,…

Minggu, 20 Januari 2019 10:19

WOW..!! Ada Samarinda Magnificent, Ini Maknanya Bagi Wali Kota

SAMARINDA - Logo komersial "Samarinda Magnificent", yang akan diluncurkan 21…

Minggu, 20 Januari 2019 09:39

Kerjakan Laporan Dinas Pendidikan Kukar Pakai Sabu, Gini Dah Jadinya...

SAMARINDA - Entah apa di pikiran Akhmad Fauzi (34). Meski…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:42

Light Runway Bandara APT Pranoto Kebutuhan Mendesak

SAMARINDA–Sudah tiga kali pesawat batal landing di Bandara Aji Pangeran…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:37

Merasa Dapat Keluarga Baru

LANGKAH kaki berderap dari rombongan anggota Polri terdengar jelas ketika…

Sabtu, 19 Januari 2019 09:34

Demokrat Ngotot Punya Hak Rebut Kursi Wawali Samarinda

SAMARINDA - Partai Demokrat masih menginginkan kursi Wakil Walikota (Wawali)…

Sabtu, 19 Januari 2019 09:33

Jalani Hukuman, Gaffar Tunjuk Pria Ini Sebagai Penggantinya di DPRD

SAMARINDA - Jafar Abdul Gaffar yang harus menjalani hukuman penjara…

Jumat, 18 Januari 2019 09:49
Hukuman ASN Terlibat Narkoba

Isran : Beda Hukumannya Bawa Selinting dengan Dua Kilo

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor menilai dalam menerapkan hukuman…

Kamis, 17 Januari 2019 12:37

Zainal Muttaqin Terpilih Aklamasi sebagai Ketua SPS Kaltim

SAMARINDA- Haji Zainal Muttaqin, akhirnya kembali terpilih sebagai ketua Serikat…

Kamis, 17 Januari 2019 12:21

Tak Ada Wawali, Wali Kota Samarinda Ngakunya Begini...

SAMARINDA - Walikota Samarinda Syaharie Jaang semenjak ditinggal almarhum Wakil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*