MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 15 Maret 2018 11:25
Saksi Hibah LPK Dikonfrontasi
-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Keterangan saksi dalam sidang dugaan korupsi hibah di LPK Jmicron dikonfrontasi majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda kemarin (14/3). Tiga saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Doni, yakni Dodi Novianda (ketua LPK Prima Jaya), Abdillah Yanuari (bendahara LPK Prima Jaya), dan Abdullah, pegawai honorer di DPRD Kaltim.

Konfrontasi itu diambil karena ada perbedaan kesaksian antara Dodi dan Abdullah. Di depan majelis hakim yang diketuai Joni Kondolele didampingi Fery Haryanta dan Anggraeni, Dodi menegaskan, LPK Prima Jaya yang diketuainya bersama LPK Jmicron mendapat tawaran dari Abdullah, saat mengajukan permohonan bantuan medio 2013 lalu.

Saat itu, kata dia, permohonan hibah sudah diajukannya ke Biro Sosial Pemprov Kaltim. "Saat itu, dia (Abdullah) menawarkan bantuan lewat dewan (DPRD Kaltim). Karena permohonan begini biasanya untung-untungan, makanya saya pikir kenapa enggak dicoba saja,” katanya.

Sebagai informasi, Dodi dan Abdillah merupakan terdakwa dalam dugaan hibah di LPK Prima Jaya. Sedangkan terdakwa dalam dugaan hibah LPK Jmicron adalah Ednand AD, bendahara LPK Jmicron.

Penawaran bantuan itu pun dipilih dengan memasukkan kembali permohonan bantuan ke DPRD Kaltim. Namun, bantuan itu perlu pamrih dengan perjanjian tak tertulis untuk bantuan itu. “Dia minta 30 persen dari total hibah yang disetujui,” akunya.

Jadi, LPK Jmicron harus menyetor Rp 435 juta dari Rp 1,4 miliar yang didapat. Dodi menyerahkan jatah Rp 570 juta dari hibah senilai Rp 1,9 miliar yang diterima LPK Prima Jaya. “Tapi, kami enggak kasih langsung. Dua kali, majelis,” terangnya.

Pemberian itu dilakukannya selepas mengetahui kedua LPK tersebut menerima bantuan dari Pemprov Kaltim. “Saya lupa tanggalnya, majelis. Yang pasti pada Januari 2014. Saat hibah itu cair,” lanjut Dodi.

Duit segar untuk staf honorer DPRD Kaltim itu, diakui Dodi dan Ednand, diselipkan dalam kotak minuman kemasan. Itu dilakukan keduanya atas permintaan Abdullah. “Saat menyerahkan, kami hanya tunggu di mobil di parkiran Sekretariat DPRD Kaltim,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdullah, saat dikonfrontasi di persidangan, mengelak bahwa menerima uang dari Dodi ataupun Ednand AD. Dia mengaku tak mengenal Dodi. “Kalau Ednand kenal karena dia sempat jadi teknisi komputer di DPRD Kaltim,” katanya.

Mengenal Dodi, sambung dia, baru pertengahan tahun lalu. Itu pun ketika dirinya bertemu Ednand. Namun, majelis hakim merasa janggal dengan keterangan Abdullah. Menurut Fery Haryanta, keterangan tersebut terlalu mengada-ada.

Apalagi, saksi Abdullah mengaku mengetahui jika dua LPK itu mendapat hibah dari dokumen APBD di DPRD. “Ini yang masih saya sangsikan. Bagaimana ceritanya pegawai hanya honorer bisa buka-buka dokumen negara begitu,” tanya Fery.

Namun, Abdullah menegaskan sejak 2013, dirinya bekerja mengurus kegiatan Ketua DPRD M Syahrun. Nah, kata dia, seringkali merekap dokumen yang sudah dibakukan sebagai peraturan daerah dan itu menjadi tugasnya. “Jawab jujur, kamu terima uang enggak seperti keterangan dua orang ini,” lanjut hakim Fery, sembari menunjuk Ednand AD dan Dodi Novianda.

Namun, Abdullah tegas membantah. “Saya enggak pernah terima sepeser pun, Pak,” katanya. (*/ryu/kri/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 20:35

Sopir Online Dibacok Empat Kali di Lok Bahu, Begini Kejadiannya

SAMARINDA- Seorang sopir online, Normansyah (47) mengalami nasib sial. Ia…

Minggu, 24 Maret 2019 11:57

Gadis Punk Asal Bontang Tenggelam di Mahakam

SAMARINDA - Di bawah proyek pekerjaan jembatan kembar, tim Search…

Sabtu, 23 Maret 2019 20:41

700 Orang Hadiri Haul Guru Sekumpul di RS Haji Darjad, Ini Dirasakan Jamaahnya

SAMARINDA - Sekitar 700 orang menghadiri Haul Guru Sekumpul KH…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:58

Warga Takut Tersengat Listrik

SAMARINDA–Perlahan, penertiban permukiman di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) segmen…

Jumat, 22 Maret 2019 21:41

Ma'ruf Amin Pertimbangkan Posisi Menteri Berasal dari Kaltim

SAMARINDA - Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan mempertimbangkan nantinya…

Jumat, 22 Maret 2019 09:53

Forum Perempuan Deklarasi Dukung HBS

SAMARINDA – Sejumlah perempuan yang tergabung dalam Forum Perempuan Peduli…

Jumat, 22 Maret 2019 09:28

Surat Suara Masih Kurang

SAMARINDA–Para komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda harus kerja ekstra…

Jumat, 22 Maret 2019 09:20

Hari Libur Dikambinghitamkan

SAMARINDA-Tindak lanjut aparat dalam mengusut karamnya Tongkang BG Kaltim FT…

Jumat, 22 Maret 2019 09:12

Nostalgia Kisah Nyata, Ada Benih Cinta dan Keluarga Baru

Berseragam cokelat, mengabdi untuk negeri, bertaruh nyawa demi harga diri…

Jumat, 22 Maret 2019 09:10

SIAGA SAMBUT PESTA DEMOKRASI

Ratusan personel gabungan dari TNI-Polri melakukan gelar pasukan pengamanan jelang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*