MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 15 Maret 2018 11:25
Saksi Hibah LPK Dikonfrontasi
-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Keterangan saksi dalam sidang dugaan korupsi hibah di LPK Jmicron dikonfrontasi majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda kemarin (14/3). Tiga saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Doni, yakni Dodi Novianda (ketua LPK Prima Jaya), Abdillah Yanuari (bendahara LPK Prima Jaya), dan Abdullah, pegawai honorer di DPRD Kaltim.

Konfrontasi itu diambil karena ada perbedaan kesaksian antara Dodi dan Abdullah. Di depan majelis hakim yang diketuai Joni Kondolele didampingi Fery Haryanta dan Anggraeni, Dodi menegaskan, LPK Prima Jaya yang diketuainya bersama LPK Jmicron mendapat tawaran dari Abdullah, saat mengajukan permohonan bantuan medio 2013 lalu.

Saat itu, kata dia, permohonan hibah sudah diajukannya ke Biro Sosial Pemprov Kaltim. "Saat itu, dia (Abdullah) menawarkan bantuan lewat dewan (DPRD Kaltim). Karena permohonan begini biasanya untung-untungan, makanya saya pikir kenapa enggak dicoba saja,” katanya.

Sebagai informasi, Dodi dan Abdillah merupakan terdakwa dalam dugaan hibah di LPK Prima Jaya. Sedangkan terdakwa dalam dugaan hibah LPK Jmicron adalah Ednand AD, bendahara LPK Jmicron.

Penawaran bantuan itu pun dipilih dengan memasukkan kembali permohonan bantuan ke DPRD Kaltim. Namun, bantuan itu perlu pamrih dengan perjanjian tak tertulis untuk bantuan itu. “Dia minta 30 persen dari total hibah yang disetujui,” akunya.

Jadi, LPK Jmicron harus menyetor Rp 435 juta dari Rp 1,4 miliar yang didapat. Dodi menyerahkan jatah Rp 570 juta dari hibah senilai Rp 1,9 miliar yang diterima LPK Prima Jaya. “Tapi, kami enggak kasih langsung. Dua kali, majelis,” terangnya.

Pemberian itu dilakukannya selepas mengetahui kedua LPK tersebut menerima bantuan dari Pemprov Kaltim. “Saya lupa tanggalnya, majelis. Yang pasti pada Januari 2014. Saat hibah itu cair,” lanjut Dodi.

Duit segar untuk staf honorer DPRD Kaltim itu, diakui Dodi dan Ednand, diselipkan dalam kotak minuman kemasan. Itu dilakukan keduanya atas permintaan Abdullah. “Saat menyerahkan, kami hanya tunggu di mobil di parkiran Sekretariat DPRD Kaltim,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdullah, saat dikonfrontasi di persidangan, mengelak bahwa menerima uang dari Dodi ataupun Ednand AD. Dia mengaku tak mengenal Dodi. “Kalau Ednand kenal karena dia sempat jadi teknisi komputer di DPRD Kaltim,” katanya.

Mengenal Dodi, sambung dia, baru pertengahan tahun lalu. Itu pun ketika dirinya bertemu Ednand. Namun, majelis hakim merasa janggal dengan keterangan Abdullah. Menurut Fery Haryanta, keterangan tersebut terlalu mengada-ada.

Apalagi, saksi Abdullah mengaku mengetahui jika dua LPK itu mendapat hibah dari dokumen APBD di DPRD. “Ini yang masih saya sangsikan. Bagaimana ceritanya pegawai hanya honorer bisa buka-buka dokumen negara begitu,” tanya Fery.

Namun, Abdullah menegaskan sejak 2013, dirinya bekerja mengurus kegiatan Ketua DPRD M Syahrun. Nah, kata dia, seringkali merekap dokumen yang sudah dibakukan sebagai peraturan daerah dan itu menjadi tugasnya. “Jawab jujur, kamu terima uang enggak seperti keterangan dua orang ini,” lanjut hakim Fery, sembari menunjuk Ednand AD dan Dodi Novianda.

Namun, Abdullah tegas membantah. “Saya enggak pernah terima sepeser pun, Pak,” katanya. (*/ryu/kri/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 08:16

Syarat Disebut Kurang, BK Tak Transparan

SAMARINDA – Keseriusan Badan Kehormatan (BK) DPRD Samarinda mengevaluasi disiplin, etika, dan…

Selasa, 25 September 2018 08:15

MUI: Apa Susahnya Minta Maaf

LEBIH sepekan sudah, semenjak dua warga Balikpapan, WS dan AD yang mengendarai Yamaha Jupiter MX KT…

Selasa, 25 September 2018 08:11

Jalan Meranti dan Anggi Bakal Ditutup

SAMARINDA – Hari ini (25/9), belasan ribu masyarakat bakal ramai-ramai memadati Masjid Baitul…

Selasa, 25 September 2018 08:07

Senat “Dicekal” ke Luar Daerah

SAMARINDA – Hasil penelusuran rekam jejak tiga calon rektor Universitas Mulawarman (Unmul) oleh…

Selasa, 25 September 2018 07:48

Pengabdian Masyarakat dari Jurusan Teknik Elektro

SAMARINDA - Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), menggelar penyuluhan mengenai…

Senin, 24 September 2018 23:07

INGAT..!! Pekerja Proyek Jasa Konstruksi Wajib Dapat Jaminan Sosial

SAMARINDA- BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Samarinda menggelar sosialisasi manfaat program jaminan…

Senin, 24 September 2018 08:42

BK Siapkan Agenda Konfrontasi

SAMARINDA – Satu persatu penanganan kasus dugaan persekusi yang melibatkan tiga oknum anggota…

Senin, 24 September 2018 08:40
Masih Soal Persekusi 3 Anggota DPRD Samarinda dari PDIP

“Wakil Rakyat Harus Memberi Contoh”

PERSEKUSI atau pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti,…

Senin, 24 September 2018 08:39

Ada Lokasi Terbatas hingga Terlarang

SAMARINDA – Kepekaan Pemkot Samarinda terhadap seni dan keindahan tata kota diuji. Berdasarkan…

Senin, 24 September 2018 08:37

Ternyata, Pusat yang Ganjal Pemilihan Wawali

SAMARINDA – Tarik ulur pengisian kursi wakil wali kota (wawali) Samarinda setelah ditinggal (almarhum)Nusyirwan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .