MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 15 Maret 2018 11:25
Saksi Hibah LPK Dikonfrontasi
-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Keterangan saksi dalam sidang dugaan korupsi hibah di LPK Jmicron dikonfrontasi majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda kemarin (14/3). Tiga saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Doni, yakni Dodi Novianda (ketua LPK Prima Jaya), Abdillah Yanuari (bendahara LPK Prima Jaya), dan Abdullah, pegawai honorer di DPRD Kaltim.

Konfrontasi itu diambil karena ada perbedaan kesaksian antara Dodi dan Abdullah. Di depan majelis hakim yang diketuai Joni Kondolele didampingi Fery Haryanta dan Anggraeni, Dodi menegaskan, LPK Prima Jaya yang diketuainya bersama LPK Jmicron mendapat tawaran dari Abdullah, saat mengajukan permohonan bantuan medio 2013 lalu.

Saat itu, kata dia, permohonan hibah sudah diajukannya ke Biro Sosial Pemprov Kaltim. "Saat itu, dia (Abdullah) menawarkan bantuan lewat dewan (DPRD Kaltim). Karena permohonan begini biasanya untung-untungan, makanya saya pikir kenapa enggak dicoba saja,” katanya.

Sebagai informasi, Dodi dan Abdillah merupakan terdakwa dalam dugaan hibah di LPK Prima Jaya. Sedangkan terdakwa dalam dugaan hibah LPK Jmicron adalah Ednand AD, bendahara LPK Jmicron.

Penawaran bantuan itu pun dipilih dengan memasukkan kembali permohonan bantuan ke DPRD Kaltim. Namun, bantuan itu perlu pamrih dengan perjanjian tak tertulis untuk bantuan itu. “Dia minta 30 persen dari total hibah yang disetujui,” akunya.

Jadi, LPK Jmicron harus menyetor Rp 435 juta dari Rp 1,4 miliar yang didapat. Dodi menyerahkan jatah Rp 570 juta dari hibah senilai Rp 1,9 miliar yang diterima LPK Prima Jaya. “Tapi, kami enggak kasih langsung. Dua kali, majelis,” terangnya.

Pemberian itu dilakukannya selepas mengetahui kedua LPK tersebut menerima bantuan dari Pemprov Kaltim. “Saya lupa tanggalnya, majelis. Yang pasti pada Januari 2014. Saat hibah itu cair,” lanjut Dodi.

Duit segar untuk staf honorer DPRD Kaltim itu, diakui Dodi dan Ednand, diselipkan dalam kotak minuman kemasan. Itu dilakukan keduanya atas permintaan Abdullah. “Saat menyerahkan, kami hanya tunggu di mobil di parkiran Sekretariat DPRD Kaltim,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdullah, saat dikonfrontasi di persidangan, mengelak bahwa menerima uang dari Dodi ataupun Ednand AD. Dia mengaku tak mengenal Dodi. “Kalau Ednand kenal karena dia sempat jadi teknisi komputer di DPRD Kaltim,” katanya.

Mengenal Dodi, sambung dia, baru pertengahan tahun lalu. Itu pun ketika dirinya bertemu Ednand. Namun, majelis hakim merasa janggal dengan keterangan Abdullah. Menurut Fery Haryanta, keterangan tersebut terlalu mengada-ada.

Apalagi, saksi Abdullah mengaku mengetahui jika dua LPK itu mendapat hibah dari dokumen APBD di DPRD. “Ini yang masih saya sangsikan. Bagaimana ceritanya pegawai hanya honorer bisa buka-buka dokumen negara begitu,” tanya Fery.

Namun, Abdullah menegaskan sejak 2013, dirinya bekerja mengurus kegiatan Ketua DPRD M Syahrun. Nah, kata dia, seringkali merekap dokumen yang sudah dibakukan sebagai peraturan daerah dan itu menjadi tugasnya. “Jawab jujur, kamu terima uang enggak seperti keterangan dua orang ini,” lanjut hakim Fery, sembari menunjuk Ednand AD dan Dodi Novianda.

Namun, Abdullah tegas membantah. “Saya enggak pernah terima sepeser pun, Pak,” katanya. (*/ryu/kri/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 12:34
Pekerja BPU Cukup Bayar Rp 16.800 Per Bulan

Tingkatkan Peran PKH di Masyarakat

SAMARINDA–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Samarinda, terus berupaya…

Senin, 16 Juli 2018 12:12

Tampil Bangga dengan Motif Sarung Samarinda

Tim Samarinda Sarung Carnival (SSC) tampil percaya diri walaupun masih junior pada even besar Solo Batik…

Senin, 16 Juli 2018 12:11

Tampil Bangga dengan Motif Sarung Samarinda.

Tim Samarinda Sarung Carnival (SSC) tampil percaya diri walaupun masih junior pada even besar Solo Batik…

Senin, 16 Juli 2018 10:13

Pemilihan Wawali Molor Lagi

SAMARINDA – Rencana pemilihan wakil wali kota (wawali) Samarinda, seperti bola liar saja. Sejak…

Senin, 16 Juli 2018 10:13

Maling Ditangkap oleh Saudara Sendiri

SAMARINDA – Langkah kaki Herli Febrianto berjalan pelan sembari berjengket, memasuki pintu belakang…

Senin, 16 Juli 2018 10:07

Vaksinasi Campak dan Rubella Digelar Serentak

SAMARINDA – Agustus mendatang, Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim melakukan imunisasi campak dan…

Senin, 16 Juli 2018 10:06
Menengok Tim 901 Polresta Samarinda

Bidik Balapan Liar hingga Narkoba

Polisi dituntut kerja cepat, cerdas, dan terukur. Itu sebabnya, tak mudah bertugas sebagai aparat berseragam…

Minggu, 15 Juli 2018 13:30

Seleksi Direksi PDAM Bakal Ramai

SAMARINDA – Langkah Pemkot Samarinda melakukan penjaringan direksi PDAM Tirta Kencana mendapat…

Minggu, 15 Juli 2018 09:47

Kerusakan Flyover Harus Diseriusi

SAMARINDA – Pengamat konstruksi Kaltim Haryoto angkat bicara, terkait kerusakan jalan layang (flyover)…

Minggu, 15 Juli 2018 09:47

KTP Pernah Dicetak 5.000 Keping tapi Tidak Diambil

Berbagai upaya perbaikan pelayanan publik telah didengungkan pemerintah daerah. Faktanya, sampai pekan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .