MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 15 Maret 2018 09:37
Kasus Penyerangan Ulama Mayoritas Rekayasa

Kapolri: 47 Laporan, Hanya 5 yang Masuk Pidana

Tito Karnavian

PROKAL.CO, JAKARTA- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian memastikan jajarannya terus menangani kasus penyerangan terhadap sejumlah ulama. Dari total 47 kasus, sejauh ini dia menyebut hanya lima yang benar-benar tanpa rekayasa.

“Ini ada 47 kasus kejadian, yang terjadi itu ada lima. Ada sejumlah kasus, itu tidak terjadi pidananya, tapi rekayasa,” kata Tito saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (14/3).

Mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu menjelaskan, Polri justru menemukan ada pihak yang membuat laporan palsu tentang penganiayaan ulama. Hal itu terungkap ketika aparat melakukan rekonstruksi.  “Kemudian mengakui tidak terjadi kejadian itu (penganiayaan terhadap ulama),” ungkap Tito.

Mantan kapolda Metro Jaya itu menambahkan, motif pembuat laporan palsu kebanyakan karena masalah ekonomi. Selain itu, ujar Tito, ada pula sejumlah kasus yang korbannya bukan ulama, namun diviralkan di media sosial seolah-olah korbannya pemuka agama.

“Ada 32 kasus, yang sebagian besar itu tidak terjadi sama sekali. Tapi dibuat berita di medsos seolah-olah terjadi peristiwa,” ungkapnya.

Dari berbagai fenomena itu, lanjut Tito, Polri belum menemukan ada penyerangan yang sistematis kepada tokoh agama, tempat ibadah, maupun ulama. “Belum, bukan berarti tidak,” tegas mantan kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua itu.

Menurut Tito, masih ada beberapa kasus yang cukup janggal dan kini terus didalami Polri. Misalnya, dari lima kasus penganiayaan ulama, ternyata sebagian besar pelakunya mengalami gangguan kejiwaan.

“Jadi, kami melihat ada sesuatu kejanggalan. Nah, itu terus kami dalami,” imbuhnya.

Meski demikian, Tito tidak bisa menyimpulkan adanya koneksi satu kasus dengan lain, sehingga dianggap menjadi sesuatu yang sistematis. Namun, kata dia, di medsos memang diviralkan seolah-olah kasus-kasus tersebut terjadi secara sistematis.

“Sehingga isu penyerangan ulama ini menjadi isu opini di publik bahwa penyerangan terjadi secara sistematis, dengan sangat masif. Padahal sebetulnya belum kami temukan seperti itu,” ungkap Tito.

Karena itu, Badan Reserse Kriminal Kepolisian (Bareskrim Polri) tengah menangani kelompok-kelompok penyebar hoaks penyerangan ulama. Dengan sistem dan kemampuan investigasi Polri, penyebar dan pembuat hoaks bisa dilacak. (boy/jpnn/man/k16)


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 12:50

KASIHAN, Guru Honorer Dukung 02 Dipecat, Pilih 01 Malah Bebas

 Koordinator Hononer K2 Indonesia Bhimma kembali mengkritisi kebijakan pemerintah. Ini…

Minggu, 24 Maret 2019 10:08

Berjuang untuk Memperbaiki Kehidupan Anak Cucu

Artis Sultan Pasha Djorghi terjun ke dunia politik dengan visi…

Sabtu, 23 Maret 2019 21:11

Mahasiswi Cantik yang Terang-Terangan Naksir Sandiaga Itu Ternyata...

Vincentia Tiffani mendadak jadi perbincangan di media sosial. Ia jadi…

Sabtu, 23 Maret 2019 21:04

Sandi "Dilamar" Mahasiswi Cantik, Jelas Aja Emak-Emak Ngga Terima..!!

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno meminta persetujuan…

Sabtu, 23 Maret 2019 20:47

Ngga Kuat Ngurus Bayi, Ibu Muda Ini Gantung Diri

Seorang ibu muda, Ni Wayan Restini malah mengakhiri hidup dengan…

Sabtu, 23 Maret 2019 20:46

Diciduk KPK, Segini Nih Harta Kekayaan Direktur Krakatau Steel

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan enam pihak dalam Operasi Tangkap…

Sabtu, 23 Maret 2019 20:39

Pupuk Bregadium Bukti Kiprah Berkarya untuk Pertanian

BANYUMAS – Kader utama Partai Berkarya Bambang Trihatmodjo menilai sector…

Sabtu, 23 Maret 2019 12:07

Menpora Bantah Terima Rp 1,5 Miliar

JAKARTA – Menpora Imam Nahrawi memberikan tanggapan atas perkembangan sidang…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:57

KPK OTT Direksi Krakatau Steel

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap…

Jumat, 22 Maret 2019 22:07

Tak Lulus SNMPTN 2019..?? Tenang Aja, Masih Ada Ini...

 Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi mengimbau peserta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*