MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 15 Maret 2018 09:37
Kasus Penyerangan Ulama Mayoritas Rekayasa

Kapolri: 47 Laporan, Hanya 5 yang Masuk Pidana

Tito Karnavian

PROKAL.CO, JAKARTA- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian memastikan jajarannya terus menangani kasus penyerangan terhadap sejumlah ulama. Dari total 47 kasus, sejauh ini dia menyebut hanya lima yang benar-benar tanpa rekayasa.

“Ini ada 47 kasus kejadian, yang terjadi itu ada lima. Ada sejumlah kasus, itu tidak terjadi pidananya, tapi rekayasa,” kata Tito saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (14/3).

Mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu menjelaskan, Polri justru menemukan ada pihak yang membuat laporan palsu tentang penganiayaan ulama. Hal itu terungkap ketika aparat melakukan rekonstruksi.  “Kemudian mengakui tidak terjadi kejadian itu (penganiayaan terhadap ulama),” ungkap Tito.

Mantan kapolda Metro Jaya itu menambahkan, motif pembuat laporan palsu kebanyakan karena masalah ekonomi. Selain itu, ujar Tito, ada pula sejumlah kasus yang korbannya bukan ulama, namun diviralkan di media sosial seolah-olah korbannya pemuka agama.

“Ada 32 kasus, yang sebagian besar itu tidak terjadi sama sekali. Tapi dibuat berita di medsos seolah-olah terjadi peristiwa,” ungkapnya.

Dari berbagai fenomena itu, lanjut Tito, Polri belum menemukan ada penyerangan yang sistematis kepada tokoh agama, tempat ibadah, maupun ulama. “Belum, bukan berarti tidak,” tegas mantan kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua itu.

Menurut Tito, masih ada beberapa kasus yang cukup janggal dan kini terus didalami Polri. Misalnya, dari lima kasus penganiayaan ulama, ternyata sebagian besar pelakunya mengalami gangguan kejiwaan.

“Jadi, kami melihat ada sesuatu kejanggalan. Nah, itu terus kami dalami,” imbuhnya.

Meski demikian, Tito tidak bisa menyimpulkan adanya koneksi satu kasus dengan lain, sehingga dianggap menjadi sesuatu yang sistematis. Namun, kata dia, di medsos memang diviralkan seolah-olah kasus-kasus tersebut terjadi secara sistematis.

“Sehingga isu penyerangan ulama ini menjadi isu opini di publik bahwa penyerangan terjadi secara sistematis, dengan sangat masif. Padahal sebetulnya belum kami temukan seperti itu,” ungkap Tito.

Karena itu, Badan Reserse Kriminal Kepolisian (Bareskrim Polri) tengah menangani kelompok-kelompok penyebar hoaks penyerangan ulama. Dengan sistem dan kemampuan investigasi Polri, penyebar dan pembuat hoaks bisa dilacak. (boy/jpnn/man/k16)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 10:15
Ketika Kubu Jokowi Tak Gentar dengan Hasil Ijtima Ulama

PDIP Yakin Hasil Survey Masih Kuat

TIM kampanye nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengklaim, hasil Ijtima Ulama II tak akan…

Selasa, 18 September 2018 10:13
Dukungan Kepala Daerah di Pilpres

Dulu Diam-Diam, Sekarang Terbuka

JAKARTA- Dukungan kepala daerah jelang Pilpres 2019 kian marak. Kondisi tersebut sedikit berbeda dari…

Senin, 17 September 2018 23:19

BENER NIH..?? Kata Ma'ruf, Ijtima Ulama Ngga Ngefek

Bakal calon Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin mengaku lebih percaya dukungan ulama pesantren dibanding…

Senin, 17 September 2018 12:01

Prabowo Kembali Bicara Utang

JAKARTA  - Bakal calon presiden Prabowo Subianto menegaskan siap berjuang untuk kepentingan rakyat…

Minggu, 16 September 2018 22:29

Ijtima Ulama Dukung Prabowo-Sandi, Prabowo Tandatangani 17 Poin Pakta Integritas

JAKARTA- Prabowo Subianto bersama Sandiaga Salahuddin Uno mendapat dukungan dari hasil rapat Ijtimak…

Jumat, 14 September 2018 11:15

Kena Batunya..!! Sering Palak Mobil Ambulans, Sopir Kesal, Tabrak Preman Sampai Koit

Dua dari tiga orang sopir ambulans yang menabrak pengendara sepada motor hingga tewas diringkus jajaran…

Jumat, 14 September 2018 10:26

Rick Bleszynski, WNI yang Jadi Bos Perusahaan Teknologi di AS

Belakangan ini media internasional banyak mengulas keberadaan Splend. Splend sendiri merupakan terobosan…

Jumat, 14 September 2018 10:22

Gara-Gara Bule Tidur Bugil, House Keeper Konak, Diperkosa Deh...

Seorang pelajar sekolah penerbangan PCNS, 22, asal Norwegia yang tinggal sementara di Be Home Luxury…

Kamis, 13 September 2018 12:11

Iklan Jokowi Diputar di Bioskop, Kata Jubirnya Bukan Kampanye, tapi Capaian Program Kerja

JAKARTA - Juru Bicara tim kampanye nasional (TKN) Abdul Kadir Karding meminta semua pihak untuk mempermasalahkan…

Kamis, 13 September 2018 12:09

Tepis Isu Tidak Kompak, Prabowo-Sandi Temui SBY

JAKARTA – Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berupaya menyolidkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .