MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 15 Maret 2018 09:37
Kasus Penyerangan Ulama Mayoritas Rekayasa

Kapolri: 47 Laporan, Hanya 5 yang Masuk Pidana

Tito Karnavian

PROKAL.CO, JAKARTA- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian memastikan jajarannya terus menangani kasus penyerangan terhadap sejumlah ulama. Dari total 47 kasus, sejauh ini dia menyebut hanya lima yang benar-benar tanpa rekayasa.

“Ini ada 47 kasus kejadian, yang terjadi itu ada lima. Ada sejumlah kasus, itu tidak terjadi pidananya, tapi rekayasa,” kata Tito saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (14/3).

Mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu menjelaskan, Polri justru menemukan ada pihak yang membuat laporan palsu tentang penganiayaan ulama. Hal itu terungkap ketika aparat melakukan rekonstruksi.  “Kemudian mengakui tidak terjadi kejadian itu (penganiayaan terhadap ulama),” ungkap Tito.

Mantan kapolda Metro Jaya itu menambahkan, motif pembuat laporan palsu kebanyakan karena masalah ekonomi. Selain itu, ujar Tito, ada pula sejumlah kasus yang korbannya bukan ulama, namun diviralkan di media sosial seolah-olah korbannya pemuka agama.

“Ada 32 kasus, yang sebagian besar itu tidak terjadi sama sekali. Tapi dibuat berita di medsos seolah-olah terjadi peristiwa,” ungkapnya.

Dari berbagai fenomena itu, lanjut Tito, Polri belum menemukan ada penyerangan yang sistematis kepada tokoh agama, tempat ibadah, maupun ulama. “Belum, bukan berarti tidak,” tegas mantan kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua itu.

Menurut Tito, masih ada beberapa kasus yang cukup janggal dan kini terus didalami Polri. Misalnya, dari lima kasus penganiayaan ulama, ternyata sebagian besar pelakunya mengalami gangguan kejiwaan.

“Jadi, kami melihat ada sesuatu kejanggalan. Nah, itu terus kami dalami,” imbuhnya.

Meski demikian, Tito tidak bisa menyimpulkan adanya koneksi satu kasus dengan lain, sehingga dianggap menjadi sesuatu yang sistematis. Namun, kata dia, di medsos memang diviralkan seolah-olah kasus-kasus tersebut terjadi secara sistematis.

“Sehingga isu penyerangan ulama ini menjadi isu opini di publik bahwa penyerangan terjadi secara sistematis, dengan sangat masif. Padahal sebetulnya belum kami temukan seperti itu,” ungkap Tito.

Karena itu, Badan Reserse Kriminal Kepolisian (Bareskrim Polri) tengah menangani kelompok-kelompok penyebar hoaks penyerangan ulama. Dengan sistem dan kemampuan investigasi Polri, penyebar dan pembuat hoaks bisa dilacak. (boy/jpnn/man/k16)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 10:10

KPK Lanjutkan Kasus Century

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya melanjutkan penanganan kasus skandal korupsi…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:34

Tuntutan Mati Aman Abdurrachman Dipastikan Tidak Pengaruhi Pergerakan Teror

JAKARTA -Mabes Polri memastikan tuntutan mati terhadap terdakwa otak pengeboman MH Thamrin, Aman Abdurrachman,…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:53

Bos JAD Aman Abdurrachman, Dituntut Hukuman Mati, Ini Alasan Kejagung

JAKARTA -Kejaksaan Agung mengungkapkan alasan tim jaksa penuntut umum (JPU) menuntut hukuman mati terhadap…

Sabtu, 19 Mei 2018 11:54

Mantap..!! Presiden Dewan ICAO Anugerahkan Indonesia Council President Certificate

MONTREAL- Indonesia mendapatkan penghargaan dari International Civil Aviation Organization (ICAO). Penghargaan…

Rabu, 16 Mei 2018 21:32

GILAA..!! Hanya karena Dipaksa Sarapan Pagi, Suami Gorok Leher Istrinya

Seorang suami bernama Ahmad Pahmi, 36, di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel, tega menghabisi nyawa…

Rabu, 16 Mei 2018 21:10

Demokrat dan Gerindra Makin Akrab, Tanda-Tanda Berkoalisi?

JAKARTA- Konstelasi pemilihan presiden bergerak semakin dinamis seiring makin dekatnya pendaftaran capres…

Rabu, 16 Mei 2018 21:08

Teroris Jaringan JAD di Tangerang Nyamar Jadi Tukang Vermak Jeans

Tiga terduga teroris yang diringkus Densus 88 Antiteror dipastikan berasil dari jaringan Jemaah…

Rabu, 16 Mei 2018 21:03

BLUNDER..!! Gara-Gara Ini, Admin Akun Presiden Jokowi Dipecat

Sekretariat Presiden telah mencopot salah satu admin pemegang akun @jokowi di Twitter. Penyebabnya adalah…

Rabu, 16 Mei 2018 12:38

Dita Diduga Sudah Lama Berhubungan dengan Abu Bakar

JAKARTA- Densus 88 Antiteror Polri bersama Polda Jatim memburu Abu Bakar, guru tiga keluarga jaringan…

Selasa, 15 Mei 2018 13:20

Survei LSI Denny JA : Elektabilitas Jokowi 46 Persen, tapi Makin Goyah

JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis temuan survei bertajuk 'Jokowi Kuat Tapi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .