MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 15 Maret 2018 09:18
Travel Umrah Bermasalah Muncul Lagi

Gugatan Perdata Tinggal Putusan, Bos Travel Dipolisikan

DIDUGA DITIPU: Para calon jamaah umrah Bayu Wisata yang mendatangi PN Samarinda kemarin. Mereka rencananya mengikuti sidang perdata. Namun, sidang putusan tersebut ditunda. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Satu demi satu agen perjalanan haji dan umrah di Kaltim yang gagal memberangkatkan jamaah terlihat. Setelah kasus PT Amanah Bersama Umat (Abu) Tours & Travel dan PT Timur Sarana (Tisa) Tour & Travel, kini giliran calon jamaah dari Bayu Wisata yang melakukan gugatan.

Bahkan, calon jamaah umrah dari Bayu Wisata diduga ditelantarkan. Mereka tak juga diberangkatkan ke Tanah Suci. Atas dasar itu, korban menggugat secara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda.

Kemarin (14/3), Dewi Astuti, perempuan yang berencana berangkat umrah dengan adiknya itu tak lagi bisa menahan diri. Dengan nada lantang, perempuan 30 tahun itu menyebut, bos Bayu Wisata, yakni Bayu Antasari harus bertanggung jawab.

Dewi bercerita, lebih dulu mengenal Bayu Wisata ketimbang Abu Tours. “Kemunculannya bersamaan dengan First Travel (agen perjalanan umrah dan haji yang juga bermasalah), kalau Abu Tours kan belum lama,” ujarnya.

Semula, dia didaftarkan orangtuanya untuk berangkat umrah. Pada Desember 2016, namanya dicatatkan di Bayu Wisata yang saat itu berkantor di Plaza Mulia, Samarinda. Melihat banyak orang yang tertarik mendaftarkan diri, dia pun kepincut dan percaya dengan travel yang bernaung di PT Bayu Fia Wisata itu. “Satu orang setor Rp 19,5 juta. Jadi saya sudah setor Rp 39 juta,” tutur Dewi.

Kabar yang diperoleh Dewi, dia bakal diberangkatkan Maret 2017. Nyatanya, sudah setahun menunggu, kejelasan waktu berangkat hingga kemarin tak kunjung berangkat. “Kami selalu dijanjikan berangkat. Bahkan sempat diiming-imingi diberi sebidang tanah,” ungkapnya. Lebih parah, Dewi juga pernah diadukan ke pihak yang berwajib lantaran disebut-sebut pernah mencemarkan nama baik komisaris PT Bayu Fia Wisata.

Selain Dewi, Ifa Rosita (39), ibu rumah tangga (IRT) asal Bontang, merasa ditipu oleh Bayu Wisata. Tak berbeda jauh dengan cerita Dewi. “Saya juga semula dari teman yang menyarankan dengan travel ini (Bayu Wisata), tapi malah tidak jelas waktu berangkatnya,” terangnya.

Bayu Wisata memang berpusat di Samarinda. Namun, kini kantornya tak jelas keberadaannya. Jika Dewi dan Ifa sempat melihat di Plaza Mulia, mereka juga pernah melihat spanduk agen perjalanan tersebut di Jalan Juanda, tak jauh dari flyover. “Sekarang tak jelas sudah di mana kantornya,” tegas Dewi yang begitu vokal bicara.

Jamaah Bayu Wisata rupanya bukan hanya dari Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Beberapa korbannya bahkan ada yang dari Jawa dan Sumatra. Setidaknya, ada 120 orang yang terdaftar untuk berangkat umrah di Bayu Wisata. Biaya yang juga dikeluarkan untuk satu orang minimal Rp 19,5–21 juta. Kemarin para calon jamaah umrah itu melaporkan kasus dugaan penipuan yang dilakukan Bayu Wisata.

PUTUSAN TERTUNDA

Bayu Wisata yang merupakan agen perjalanan umrah yang terindikasi pidana penipuan. Dugaan itu tersingkap dalam sidang perkara perdata yang sempat bergulir di PN Samarinda. Gugatan wanprestasi yang diajukan 10 jamaah umrah dari Bayu Wisata tercatat dalam perkara bernomor 117/Pdt.G/2017/PN Smr tertanggal 31 Juli 2017.

Sejatinya, sidang perdata itu memasuki agenda pembacaan putusan kemarin. Namun, urung digelar lantaran majelis hakim yang dipimpin Parmatoni bersama Fery Haryanta dan Deky Velix Wagiju belum kelar merampungkan putusan. Pokok gugatan 10 jamaah yang mengajukan sengketa itu menuntut pengembalian dana umrah yang sudah disetor sejak 2016 sebesar Rp 204 juta.

Selain itu, mereka menuntut ganti rugi materiil dan imateriil lantaran tak kunjung mendapat kepastian umrah, masing-masing senilai Rp 50 juta dan Rp 200 juta. “Wanprestasi kami tempuh karena awalnya belum ada bukti kuat ini sebagai penipuan. Tapi nyatanya, hingga kini, jumlah jamaah yang tertipu malah hampir 50 orang,” ucap Doni Setio Budi, penasihat hukum para calon jamaah Bayu Wisata.

Banyak fakta yang terungkap selama persidangan yang telah bergulir enam bulan lebih itu, antara lain, tak terdaftarnya badan hukum Bayu Wisata di Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim hingga berdalih dana jamaah justru dibawa kabur Direktur PT Bayu Fia Wisata Ade Pahrul Roji.

“Dengan beberapa fakta yang terungkap di persidangan ini, kami laporkan pengelola biro umrah itu ke kepolisian,” katanya. “Ditambah, jumlah jamaah yang tertipu kian banyak,” sambungnya.

Akhmad Hamid Nurudin, jamaah yang merasa tertipu, menuturkan sejak melakukan pembayaran akhir 2016 lalu, dia sempat menuntut kepastian kapan dirinya diberangkatkan ke Tanah Suci. “Lalu saya diajak ke Jakarta untuk bertemu dengan Ade Pahrul Roji. Tapi lima hari di sana tak juga ketemu dan balik lagi ke sini,” akunya. Karena itu, dia berinisiatif menyoal ke jalur hukum dengan gugatan wanprestasi ke pengadilan.

Ditemui terpisah, Dudin Waluyo, penasihat hukum Bayu Wisata, menuturkan adanya dana jamaah yang dibawa kabur Ade Pahrul Roji itu benar adanya. “Kami sudah melaporkan masalah ini ke kepolisian sejak pertengahan tahun lalu, sebelum bersengketa dengan para klien,” terangnya.

Sejauh ini, mereka juga berupaya agar mengembalikan dana jamaah secara bertahap. “Sudah ada 10 yang kami kembalikan,” tuturnya. Soal laporan ke Polresta Samarinda, dia enggan menanggapi. “Itu hak mereka (korban). Kami hormati saja,” singkatnya.

Di luar Bayu Wisata, kasus yang juga sedang ditangani Polresta Samarinda adalah tiga laporan calon jamaah Abu Tours. Hingga kemarin, nasib ribuan calon jamaah umrah asal Kota Tepian itu belum jelas kapan diberangkatkan.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono mengatakan, sudah mengumpulkan sejumlah data. Dari keterangan saksi dan pemeriksaan, terdapat 1.600 calon jamaah yang terdaftar di Kantor Abu Tours Cabang Samarinda yang hingga sekarang belum diberangkatkan. “Sudah 15 orang kami periksa, semuanya dari pelapor,” tegas perwira melati satu tersebut.

Kaltim Post kembali mendatangi Kantor Abu Tours Cabang Samarinda di Jalan Ahmad Yani I, Kelurahan Temindung Permai. Kantor tersebut masih tertutup. Sudah lebih sebulan ditutup. “Tak ada aktivitas di kantor itu (Abu Tours). Itu menjadi kendala bagi kami, karena banyak karyawannya diberhentikan,” sambung Sudarsono.

Lantas, bagaimana penyelesaian perkaranya? Sudarsono menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Kaltim, melalui tim khusus yang sudah dibentuk Polresta Samarinda. “Ada beberapa orang nanti yang diperiksa di Balikpapan, dan tidak menutup kemungkinan bisa juga ke kantor pusatnya di Makassar dan Jakarta,” tegasnya.

Jauh sebelum kasus Abu Tours dan Bayu Wisata mengemuka, kasus serupa pernah terjadi di Kaltim. Sebanyak 1.300 calon jamaah umrah asal Kaltim gagal diberangkatkan ke Arab Saudi oleh PT Timur Sarana (Tisa) Tour and Travel. Secara nasional, korbannya mencapai 3.800 orang.

Untuk gugatan yang dilakukan korban Tisa Tour di Bekasi, Jawa Barat, proses persidangan telah selesai. Dua bos agen perjalanan itu diputus bersalah oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, November 2017 dengan hukuman penjara 2 tahun. Sementara untuk korban di Kaltim, kasusnya masih bergulir di Polda Kaltim. (*/dra/*/ryu/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 08:33

Dolar Naik, Jangka Panjang Kaltim Bisa Merugi

SAMARINDA – Kaltim jangan terlena. Kata yang paling pas disematkan untuk provinsi ini. Benua Etam…

Selasa, 25 September 2018 08:30

Hidup-Mati Lawan India

KUALA LUMPUR – Ambisi Timnas Indonesia U-16 mengamankan tiket ke fase selanjutnya di Piala AFC…

Selasa, 25 September 2018 08:26

Dewan Protes Duit Bansos Dipangkas

SAMARINDA – Perdebatan alot belanja hibah bantuan sosial (bansos) di APBD Perubahan (APBD-P) Kaltim…

Selasa, 25 September 2018 08:25

14 Bank Dibobol, Rp 14 T “Raib”

JAKARTA - Rp 14 triliun berhasil digondol PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (PT SNP) dari 14 bank BUMN…

Selasa, 25 September 2018 08:22

Bermalam di Memphis, Kota yang Lahirkan Rock ‘n Roll dan Elvis

Memphis adalah nama penting bagi industri musik dunia. Datanglah ke kota di pinggiran Sungai Mississippi…

Senin, 24 September 2018 09:38

Menjajal Megabus, Pesaing sang Legenda Greyhound

Dihubungkan jaringan jalan yang begitu panjang dari satu kota ke kota lain. Seluruh penjuru daratan…

Senin, 24 September 2018 09:23

Tak Ingin Bebani Warga, Minta Pemerintah Turunkan Harga

Dibanding daerah lain di Kaltim, Bontang dapat dikatakan lebih unggul dalam hal jaringan gas (jargas).…

Senin, 24 September 2018 09:20

Sudah Ditetapkan, Idris Geser Ferdian

PERLAHAN tapi pasti. Dukungan bagi Muhammad Idris sebagai kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)…

Minggu, 23 September 2018 12:55

Tuntaskan Proyek Peninggalan Gubernur

SAMARINDA - Restuardy Daud akhirnya resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim oleh Menteri…

Minggu, 23 September 2018 09:18

Modal Penting Menang Tandang

BANGKALAN – Kemenangan 2-1 berhasil diraih Borneo FC dalam lanjutan Liga 1 menantang Madura United…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .