MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 14 Maret 2018 18:38
Kapolri: Istilah Muslim Cyber Army Bukan dari Polisi

PROKAL.CO, Tak ingin terjadi kesalahpahaman, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengatakan, istilah Muslim Cyber Army (MCA) yang kini ramai diperbincangkan masyarakat bukan berasal dari polisi.

Dia menegaskan, istilah MCA muncul dari hasil investigasi karena kelompok tersebutlah yang menamakan diri mereka seperti itu.

“Ini istilah bukan dari polisi,” tegas Tito saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3).

Karena itu, Tito kembali menegaskan bahwa bukan Polri yang membuat istilah seperti itu. Dia memahami bahwa bahasa atau penyebutan ini membuat banyak pihak tidak nyaman terutama umat muslim.

“Bagi warga muslim tidak nyaman. Bagi saya yang muslim tidak nyaman,” kata mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua ini.

“Karena kita paham di dalam ajaran agama Islam sebagaimana disampaikan para tokoh yang viral bahwa menyebar hoaks tidak sesuai ajaran Islam. Tapi apa mau dikata, kadang-kadang istilah itu dipakai untuk menarik yang lain,” tambah Tito.

Dia menambahkan sebelumnya sudah banyak yang mengatasnamakan istilah seperti itu. Tito mencontohkan, pasca-peristiwa bom Bali, ketika mengungkap pelakunya polisi menemukan dokumen-dokumen yang menyebut mereka kelompok Al Jemaah Al Islamiyah.

Menurut Tito, ini dibuktikan dari dokumen Pedoman Umum Perjuangan Jemaah Islamiyah (PUPJI).

“Kemudian keluar dari pengakuan para tersangka yang mungkin lebih dari 1000 yang mungkin sekarang ini sudah diproses hukum bahkan ada yang sudah keluar (mereka) menggunakan bahasa itu dan di dalam banyak tulisan ada seperti itu,” katanya.

Nah, kata Tito, umat Islam tentu tidak nyaman dengan penggunaan bahasa-bahasa atau istilah seperti itu. Namun, ujar Tito, apakah kemudian harus menyalahkan polisinya menggunakan bahasa seperti itu.

“Tidak, pendapat saya karena polisi hanya menyampaikan faktanya,” jelasnya.

Dia mengatakan kasus MCA tersebut akan dibawa ke persidangan. Nah, di persidangan nanti semua akan sangat terbuka apakah akan keluar bahasa seperti itu. Sebab, ujar Tito, apa yang disampaikan polisi harus sesuai dengan fakta.

“Kalau polisi mengganti nama, justru itu merekayasa, dan itu tidak boleh,” tegasnya.

Lebih lanjut Tito menambahkan supaya tidak menimbulkan ketidaknyamanan, dia sudah menyampaikan dalam video conference dengan jajaran kepolisian agar tidak lagi menggunakan bahasa Muslim Cyber Army.

“Tapi, MCA. Itu akan lebih soft. Di samping itu membuat publik lebih nyaman,” katanya.

Anggota Komisi III DPR Daeng Muhammad mengatakan isu MCA ini perlu penekanan. Dia mengatakan, saat turun ke daerah pemilihannya di Jawa Barat, banyak aspirasi dari masyarakat agar mempertanyakan persoalan ini.

“Pak Daeng sampaikan karena bapak kan Komisi III, kenapa kalau sebelah enggak cepet, enggak rame, kalau Muslim cepat banget, rame. Di mana muslim yang ajarkan hoaks? Di mana muslim yang ajarkan fitnah? Jangan-jangan pakai muslim menyudutkan kita. Saya apresiasi ketika baca kemarin soal statement Wakapolri jadi tidak boleh lagi institusi polri menyebut kasus (MCA) ini adalah muslim,” kata Daeng dalam rapat tersebut.(boy/jpnn)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 10:15
Ketika Kubu Jokowi Tak Gentar dengan Hasil Ijtima Ulama

PDIP Yakin Hasil Survey Masih Kuat

TIM kampanye nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengklaim, hasil Ijtima Ulama II tak akan…

Selasa, 18 September 2018 10:13
Dukungan Kepala Daerah di Pilpres

Dulu Diam-Diam, Sekarang Terbuka

JAKARTA- Dukungan kepala daerah jelang Pilpres 2019 kian marak. Kondisi tersebut sedikit berbeda dari…

Selasa, 18 September 2018 10:04
Tiga Perdirjampelkes BPJS Kesehatan Ditunda Sementara

Defisitnya Rp 7 Triliun, Pemerintah Talangi BPJS Kesehatan Rp 4,993 Triliun

 JAKARTA - Rapat pengucuran dana Rp 4,993 triliun untuk talangan defisit BPJS Kesehatan berlangsung…

Senin, 17 September 2018 23:19

BENER NIH..?? Kata Ma'ruf, Ijtima Ulama Ngga Ngefek

Bakal calon Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin mengaku lebih percaya dukungan ulama pesantren dibanding…

Senin, 17 September 2018 12:01

Prabowo Kembali Bicara Utang

JAKARTA  - Bakal calon presiden Prabowo Subianto menegaskan siap berjuang untuk kepentingan rakyat…

Minggu, 16 September 2018 22:30

Ijtima Ulama Keluar, Resmi Dukung Prabowo-Sandi

Ijtima Ulama II resmi menyatakan dukungan kepada pasangan bakal calon presiden-wakil presiden Prabowo…

Minggu, 16 September 2018 22:29

Ijtima Ulama Dukung Prabowo-Sandi, Prabowo Tandatangani 17 Poin Pakta Integritas

JAKARTA- Prabowo Subianto bersama Sandiaga Salahuddin Uno mendapat dukungan dari hasil rapat Ijtimak…

Jumat, 14 September 2018 11:15

Kena Batunya..!! Sering Palak Mobil Ambulans, Sopir Kesal, Tabrak Preman Sampai Koit

Dua dari tiga orang sopir ambulans yang menabrak pengendara sepada motor hingga tewas diringkus jajaran…

Jumat, 14 September 2018 10:26

Rick Bleszynski, WNI yang Jadi Bos Perusahaan Teknologi di AS

Belakangan ini media internasional banyak mengulas keberadaan Splend. Splend sendiri merupakan terobosan…

Jumat, 14 September 2018 10:22

Gara-Gara Bule Tidur Bugil, House Keeper Konak, Diperkosa Deh...

Seorang pelajar sekolah penerbangan PCNS, 22, asal Norwegia yang tinggal sementara di Be Home Luxury…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .