MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 14 Maret 2018 18:38
Kapolri: Istilah Muslim Cyber Army Bukan dari Polisi

PROKAL.CO, Tak ingin terjadi kesalahpahaman, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengatakan, istilah Muslim Cyber Army (MCA) yang kini ramai diperbincangkan masyarakat bukan berasal dari polisi.

Dia menegaskan, istilah MCA muncul dari hasil investigasi karena kelompok tersebutlah yang menamakan diri mereka seperti itu.

“Ini istilah bukan dari polisi,” tegas Tito saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3).

Karena itu, Tito kembali menegaskan bahwa bukan Polri yang membuat istilah seperti itu. Dia memahami bahwa bahasa atau penyebutan ini membuat banyak pihak tidak nyaman terutama umat muslim.

“Bagi warga muslim tidak nyaman. Bagi saya yang muslim tidak nyaman,” kata mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua ini.

“Karena kita paham di dalam ajaran agama Islam sebagaimana disampaikan para tokoh yang viral bahwa menyebar hoaks tidak sesuai ajaran Islam. Tapi apa mau dikata, kadang-kadang istilah itu dipakai untuk menarik yang lain,” tambah Tito.

Dia menambahkan sebelumnya sudah banyak yang mengatasnamakan istilah seperti itu. Tito mencontohkan, pasca-peristiwa bom Bali, ketika mengungkap pelakunya polisi menemukan dokumen-dokumen yang menyebut mereka kelompok Al Jemaah Al Islamiyah.

Menurut Tito, ini dibuktikan dari dokumen Pedoman Umum Perjuangan Jemaah Islamiyah (PUPJI).

“Kemudian keluar dari pengakuan para tersangka yang mungkin lebih dari 1000 yang mungkin sekarang ini sudah diproses hukum bahkan ada yang sudah keluar (mereka) menggunakan bahasa itu dan di dalam banyak tulisan ada seperti itu,” katanya.

Nah, kata Tito, umat Islam tentu tidak nyaman dengan penggunaan bahasa-bahasa atau istilah seperti itu. Namun, ujar Tito, apakah kemudian harus menyalahkan polisinya menggunakan bahasa seperti itu.

“Tidak, pendapat saya karena polisi hanya menyampaikan faktanya,” jelasnya.

Dia mengatakan kasus MCA tersebut akan dibawa ke persidangan. Nah, di persidangan nanti semua akan sangat terbuka apakah akan keluar bahasa seperti itu. Sebab, ujar Tito, apa yang disampaikan polisi harus sesuai dengan fakta.

“Kalau polisi mengganti nama, justru itu merekayasa, dan itu tidak boleh,” tegasnya.

Lebih lanjut Tito menambahkan supaya tidak menimbulkan ketidaknyamanan, dia sudah menyampaikan dalam video conference dengan jajaran kepolisian agar tidak lagi menggunakan bahasa Muslim Cyber Army.

“Tapi, MCA. Itu akan lebih soft. Di samping itu membuat publik lebih nyaman,” katanya.

Anggota Komisi III DPR Daeng Muhammad mengatakan isu MCA ini perlu penekanan. Dia mengatakan, saat turun ke daerah pemilihannya di Jawa Barat, banyak aspirasi dari masyarakat agar mempertanyakan persoalan ini.

“Pak Daeng sampaikan karena bapak kan Komisi III, kenapa kalau sebelah enggak cepet, enggak rame, kalau Muslim cepat banget, rame. Di mana muslim yang ajarkan hoaks? Di mana muslim yang ajarkan fitnah? Jangan-jangan pakai muslim menyudutkan kita. Saya apresiasi ketika baca kemarin soal statement Wakapolri jadi tidak boleh lagi institusi polri menyebut kasus (MCA) ini adalah muslim,” kata Daeng dalam rapat tersebut.(boy/jpnn)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 23:19

NGGA KUAT..!! Godaan Teman Adik Ipar Bikin Ngga Nahan

Donwori termasuk lelaki tak tahu diuntung. Punya istri yang cantik namun juga belum bersyukur. Dasar…

Kamis, 21 Juni 2018 23:03

Anak Buah SBY Balas Serangan Ketua DPP PDIP

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon membantah pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Bambang DH…

Kamis, 21 Juni 2018 23:01

Gara-Gara Ini, PDIP vs Demokrat Makin Panas

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon geram dengan omongan Ketua DPP PDI Perjuangan Bambang DH…

Rabu, 20 Juni 2018 19:26
Kasus Meninggalnya Wartawan di Tahanan

Tim Pencari Fakta Kasus M Yusuf Mulai Pencocokan Fakta

JAKARTA- Mengawali rencana bekerja mulai 22 Juni yang akan datang, Tim Pencari Fakta atau TPF PWI Pusat,…

Rabu, 20 Juni 2018 13:19

PSK Afrika Layani Pria Mesir di Bali, Begini Nih Ujungnya

 Seorang warga negara asing (WNA) bernama Careen Bahati Mussa (25) tengah berurusan dengan kepolisian…

Senin, 18 Juni 2018 20:12

SADIS..!! Ini Pengakuan Ibu Muda yang Cincang Bayinya Sendiri

MUARA DUA- Polisi masih terus mendalami kasus pembunuhan bayi laki-laki yang dilakukan ibu kandungnya…

Senin, 18 Juni 2018 20:10

KEJINYA..!! Ibu Muda Cincang Bayinya Hingga Tewas

MUARA DUA- Seorang ibu berinisial NA, 21, di desa Kepayang Kecamatan Mekakau Ilir, kabupaten OKU Selatan,…

Minggu, 17 Juni 2018 09:46

AKHIRNYA..!! Polisi Ngaku Hentikan Kasus Chat Rizieq dan Firza

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) akhirnya bersuara mengenai kabar yang beredar…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:45
Uni Eropa Cabut Larangan Terbang

ALHAMDULILLAH..!! Kini Semua Maskapai Indonesia Bisa Terbang ke Eropa

JAKARTA – Kini semua maskapai berbendera Indonesia sudah bisa mendarat di Eropa. Badan Eksekutif…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:39
Kemenag Intensif Bahas Penyatuan Kalender Islam

2022 Mulai Tidak Kompak, Diawali Perbedaan Idul Adha

JAKARTA – Pemerintah boleh bersyukur penetapan awal puasa dan lebaran tahun ini bersamaan. Tetapi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .