MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 14 Maret 2018 11:31
Kasus Korupsi Kelompok Tani Resota Jaya
DAG DIG DUG..!! Terdakwa Kasus Korupsi Tak Mau Dipenjara Sendirian, Terus Berkoar
-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Dugaan penyelewengan dana aspirasi dewan yang dibungkus bansos/hibah kepada Kelompok Tani Resota Jaya terus menggelinding. Bakkara (46) selaku ketua kelompok tani tersebut keberatan dihukum sendirian.

Dua hari lalu (12/3), majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda menjatuhkan vonis 5 tahun 6 bulan penjara terhadap Bakkara. Dia juga dikenai denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan serta mengembalikan atau mengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp 1,9 miliar.

Atas putusan tersebut, Bakkara melalui penasihat hukumnya, Samsuri, dan rekan langsung menyatakan banding. Pihaknya tidak ragu menempuh upaya hukum banding karena menilai masih banyak kejanggalan dalam proses hukum ini.

“Ini kasus korupsi, tapi kenapa hanya saya jadi terdakwa. Banyak fakta-fakta di persidangan yang saya kira harus ditelusuri. Korupsi itu umumnya lebih dari satu terdakwanya,” tegas Bakkara saat menyambangi redaksi Kaltim Post di Kompleks Mahakam Square, Samarinda, Senin (12/3) malam.

Dia datang ke redaksi untuk meluruskan beberapa informasi yang beredar sekaligus memberikan hak jawab terkait kasus yang melilitnya. “Oke lah, mungkin saya memang ada salah. Tapi, kenapa hanya saya diproses. Padahal, saksi-saksinya ada semua,” ujarnya.

Mengenai kerugian negara dalam amar putusan majelis hakim sebesar Rp 1,9 miliar, menurutnya, angka itu muncul lantaran tim pemeriksa tidak menghitung secara utuh pekerjaan di lapangan.

Diuraikannya, dalam menormalisasi sekitar 401 hektare tambak milik Kelompok Tani Resota Jaya di Anggana, Kukar, pihaknya menggunakan alat berat dan tenaga manusia. Sebab, ketika sudah dilalui alat berat, kadang masih ada perlu dirapikan menggunakan tenaga manusia.

Nah, pekerjaan menggunakan tenaga manusia itu tidak dihitung tim pemeriksa. Yang dihitung hanya yang dikerjakan alat berat, jadi ada selisih yang dianggap kerugian negara. “Tapi, menurut saya, jika memang ada kerugian negara, berarti potongan 20 persen itulah yang menjadi kerugian keuangan negara,” jelasnya.

Potongan 20 persen dimaksud adalah “jatah” oknum anggota Fraksi Golkar DPRD Kaltim, dari bansos/hibah Pemprov Kaltim kepada Kelompok Tani Resota Jaya. Bakkara pun menampik klaim anggota DPRD Kaltim Dahri Yasin yang menyebut tak ada bukti.

Dia lantas bercerita, bermula dari sengketa dugaan pencemaran lahan antara petambak di Desa Tani Baru, Anggana dengan Total E&P Indonesie. Saat persoalan tersebut bergulir ke DPRD Kaltim (2012), petambak ditawari solusi oleh Dahri Yasin.

Daripada terus-menerus menuntut perusahaan migas tersebut, lebih baik ajukan proposal untuk mendapatkan dana perbaikan tambak dari pemprov. Dengan begitu, tambak tetap jadi milik warga dan bisa lebih produktif.

Karena tidak bisa membuat proposal, Bakkara diarahkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim. Akhirnya, proposal bisa dibuat senilai Rp 6.285.200.000. Proposal atas nama Kelompok Tani Resota Jaya itu salah satu dari 48 pemohon bansos/hibah 2013 melalui DKP Kaltim yang bersumber dari aspirasi dewan.

Dana aspirasi dewan tidak disebutkan secara eksplisit dalam peraturan perundang-undangan. Dalam UU Nomor 17/2014 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD), dinamakan dana program pembangunan daerah pemilihan.

Lebih lanjut, Bakkara menuturkan, permohonan mereka hanya disetujui Rp 3,85 miliar. Setelah dana itu cair secara bertahap, dipotonglah 20 persen. “Jadi, sebenarnya bukan kami yang mengusulkan, tapi anggota dewan yang meminta kami mengusulkan,” ujarnya seraya meminta penyidik kepolisian atau kejaksaan menindaklanjuti putusan majelis hakim agar keterlibatan anggota dewan diusut.    

Diwartakan sebelumnya, Dahri Yasin membantah tuduhan keterlibatan dirinya dalam gelontoran bansos/hibah ke kelompok tani tersebut. “Apalagi menikmati, lagi pula enggak ada bukti koar-koar dia,” kata Dahri pekan lalu. Menurut dia, ada saatnya untuk mengklarifikasi cuitan Bakkara itu. “Tunggu saja,” ucapnya singkat. (*/ryu/kri2/k11)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 10:13

Presiden Tunjuk Sani Jabat Sekda Kaltim

SAMARINDA - Kementerian Dalam Negeri menunjuk Abdullah Sani sebagai Sekretaris…

Selasa, 22 Januari 2019 09:13

MENGECEWAKAN..!! Pusat Hanya Menganggarkan Duit Segini untuk Normalisasi SKM

SAMARINDA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui…

Senin, 21 Januari 2019 11:06

Mulai Investigasi Pelaku Illegal Fishing

Memancing jadi perwujudan hobi banyak kalangan. Sebagian menjadikannya mata pencarian.…

Senin, 21 Januari 2019 11:04

Bahan Racun Terlalu Mudah Ditemukan

DAUD mengayun joran. Kail berumpan terayun menjauh dari tepian Sungai…

Senin, 21 Januari 2019 10:54

Masyarakat Ikut Mengawasi

PENGGUNAAN bahan kimia dan racun, atau setrum untuk menangkap ikan…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Gerindra Optimistis Menang di Mahulu

LONG BAGUN – Sorak serempak menghujani ruang rumah lamin Long…

Minggu, 20 Januari 2019 11:07

Oknum ASN Beli Sabu di "Kampung Bandar"

SAMARINDA - Teriakan polisi berpakaian sipil sembari mengacungkan tangan dan…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

"Saya Bukan Pembunuh"

WAJAH pucat, bibir sedikit mengelupas, dan matanya sayu. Langkahnya pelan,…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

Agendakan Konser Musik Jaz dan Klasik

Setelah mengadakan berbagai kegiatan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, kini…

Minggu, 20 Januari 2019 11:05

Hanya Pemberhentian, Tanpa PAW

SAMARINDA–Pemprov Kaltim memberi penjelasan terkait polemik pemberhentian lima legislator di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*