MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 14 Maret 2018 11:31
Kasus Korupsi Kelompok Tani Resota Jaya
DAG DIG DUG..!! Terdakwa Kasus Korupsi Tak Mau Dipenjara Sendirian, Terus Berkoar
-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Dugaan penyelewengan dana aspirasi dewan yang dibungkus bansos/hibah kepada Kelompok Tani Resota Jaya terus menggelinding. Bakkara (46) selaku ketua kelompok tani tersebut keberatan dihukum sendirian.

Dua hari lalu (12/3), majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda menjatuhkan vonis 5 tahun 6 bulan penjara terhadap Bakkara. Dia juga dikenai denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan serta mengembalikan atau mengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp 1,9 miliar.

Atas putusan tersebut, Bakkara melalui penasihat hukumnya, Samsuri, dan rekan langsung menyatakan banding. Pihaknya tidak ragu menempuh upaya hukum banding karena menilai masih banyak kejanggalan dalam proses hukum ini.

“Ini kasus korupsi, tapi kenapa hanya saya jadi terdakwa. Banyak fakta-fakta di persidangan yang saya kira harus ditelusuri. Korupsi itu umumnya lebih dari satu terdakwanya,” tegas Bakkara saat menyambangi redaksi Kaltim Post di Kompleks Mahakam Square, Samarinda, Senin (12/3) malam.

Dia datang ke redaksi untuk meluruskan beberapa informasi yang beredar sekaligus memberikan hak jawab terkait kasus yang melilitnya. “Oke lah, mungkin saya memang ada salah. Tapi, kenapa hanya saya diproses. Padahal, saksi-saksinya ada semua,” ujarnya.

Mengenai kerugian negara dalam amar putusan majelis hakim sebesar Rp 1,9 miliar, menurutnya, angka itu muncul lantaran tim pemeriksa tidak menghitung secara utuh pekerjaan di lapangan.

Diuraikannya, dalam menormalisasi sekitar 401 hektare tambak milik Kelompok Tani Resota Jaya di Anggana, Kukar, pihaknya menggunakan alat berat dan tenaga manusia. Sebab, ketika sudah dilalui alat berat, kadang masih ada perlu dirapikan menggunakan tenaga manusia.

Nah, pekerjaan menggunakan tenaga manusia itu tidak dihitung tim pemeriksa. Yang dihitung hanya yang dikerjakan alat berat, jadi ada selisih yang dianggap kerugian negara. “Tapi, menurut saya, jika memang ada kerugian negara, berarti potongan 20 persen itulah yang menjadi kerugian keuangan negara,” jelasnya.

Potongan 20 persen dimaksud adalah “jatah” oknum anggota Fraksi Golkar DPRD Kaltim, dari bansos/hibah Pemprov Kaltim kepada Kelompok Tani Resota Jaya. Bakkara pun menampik klaim anggota DPRD Kaltim Dahri Yasin yang menyebut tak ada bukti.

Dia lantas bercerita, bermula dari sengketa dugaan pencemaran lahan antara petambak di Desa Tani Baru, Anggana dengan Total E&P Indonesie. Saat persoalan tersebut bergulir ke DPRD Kaltim (2012), petambak ditawari solusi oleh Dahri Yasin.

Daripada terus-menerus menuntut perusahaan migas tersebut, lebih baik ajukan proposal untuk mendapatkan dana perbaikan tambak dari pemprov. Dengan begitu, tambak tetap jadi milik warga dan bisa lebih produktif.

Karena tidak bisa membuat proposal, Bakkara diarahkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim. Akhirnya, proposal bisa dibuat senilai Rp 6.285.200.000. Proposal atas nama Kelompok Tani Resota Jaya itu salah satu dari 48 pemohon bansos/hibah 2013 melalui DKP Kaltim yang bersumber dari aspirasi dewan.

Dana aspirasi dewan tidak disebutkan secara eksplisit dalam peraturan perundang-undangan. Dalam UU Nomor 17/2014 tentang MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD), dinamakan dana program pembangunan daerah pemilihan.

Lebih lanjut, Bakkara menuturkan, permohonan mereka hanya disetujui Rp 3,85 miliar. Setelah dana itu cair secara bertahap, dipotonglah 20 persen. “Jadi, sebenarnya bukan kami yang mengusulkan, tapi anggota dewan yang meminta kami mengusulkan,” ujarnya seraya meminta penyidik kepolisian atau kejaksaan menindaklanjuti putusan majelis hakim agar keterlibatan anggota dewan diusut.    

Diwartakan sebelumnya, Dahri Yasin membantah tuduhan keterlibatan dirinya dalam gelontoran bansos/hibah ke kelompok tani tersebut. “Apalagi menikmati, lagi pula enggak ada bukti koar-koar dia,” kata Dahri pekan lalu. Menurut dia, ada saatnya untuk mengklarifikasi cuitan Bakkara itu. “Tunggu saja,” ucapnya singkat. (*/ryu/kri2/k11)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 12:53

Sambut Natal dan Tahun Baru, Dishub Kaltim Pasang 12 Plang Jalan Alternatif

SAMARINDA - Sebanyak 12 plang petunjuk jalan alternatif menuju Bandara…

Jumat, 14 Desember 2018 11:00

SUDAH DIDUGA..!! Target Jembatan Kembar Diprediksi Meleset

SAMARINDA - Target penyelesaian Jembatan IV Mahakam atau jembatan kembar…

Jumat, 14 Desember 2018 10:16
Untuk Pertama Kalinya, Penumpukan Penumpang Terjadi di Bandara APT Pranoto

Lengkapi Dong Fasilitas Penerbangan Malam di Bandara APT Pranoto, Biar Ngga Kayak Gini....

SAMARINDA- Untuk pertama kalinya, penumpukan penumpang terjadi di Bandara APT…

Jumat, 14 Desember 2018 08:06

Kalah Judi, Curi Cincin Nikah Sepupu

SAMARINDA - Berselancar di dunia maya, hampir setiap hari dilakukan…

Kamis, 13 Desember 2018 21:54

Nasdem Kaltim Bidik Dua Kursi DPR RI

SAMARINDA - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh…

Kamis, 13 Desember 2018 06:30

Surya Paloh Dijadwalkan Hadiri Orientasi Caleg NasDem

SAMARINDA–Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dijadwalkan hadir dalam…

Rabu, 12 Desember 2018 21:03

Jaringan Pengedar Sabu Kutai Timur Dibongkar, Mobil dan Motor Disita

Samarinda - Jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaltim membongkar jaringan…

Rabu, 12 Desember 2018 21:00

Tower Lampu Hias di Taman Samarendah Ternyata Sumbangan XL

SAMARINDA- - Tower lampu hias di bagian tengah Taman Samarendah…

Rabu, 12 Desember 2018 09:18

Rapat 30 Menit, Inspektur Tambang Dapat Pembagian Laptop

SAMARINDA - Menindak lanjuti tuntutan Komite Lawan Tambang yang berunjuk…

Rabu, 12 Desember 2018 08:20

Tersangka Kasus Pasar Baqa Bertambah

SAMARINDA – Jumlah tersangka dalam dugaan korupsi pembangunan Pasar Baqa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .