MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 14 Maret 2018 11:16
Menengok Upaya Pemkot Mengatasi Anjal-Gepeng
Pemberi dan Penerima Kena Sanksi
KEBIJAKAN: Ridwan Tasa (kanan) membantu memasang pelang berisi ketentuan tentang anjal-gepeng.

PROKAL.CO, Aksi anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (anjal-gepeng) berseliweran di sejumlah persimpangan jalan di Kota Tepian. Ini akan ditertibkan berdasarkan Perda Nomor 7/2007.

TIDAK tanggung-tanggung, Pemkot Samarinda melalui Dinas Sosial (Dissos) akan mengawalinya dengan deklarasi Samarinda Bebas Anjal-Gepeng.Dissos telah memasang pelang bertuliskan Perda Nomor 7/2007 tentang Anjal-Gepeng.

Ada 18 pelang yang dipasang di persimpangan dalam kota. “Kami pantau simpangan yang paling banyak interaksi anjal-gepeng,” ujar Kadissos Samarinda Ridwan Tasa kemarin (13/3).

Dissos akan berkoordinasi dengan pengelola Mal Lembuswana sebagai lokasi deklarasi Samarinda bebas anjal-gepeng. “Sekarang kami persiapkan dulu infrastrukturnya. Pertama, pelang harus terpasang sebagai bentuk sosialisasi,” jelas dia.

Selain itu, Ridwan berencana mencetak 50 spanduk dan brosur sebagai tahapan sosialisasi. Ketika sudah siap, Organisasi Kepemudaan atau OKP di Kota Tepian akan dilibatkan untuk membagikan brosur dan memasang spanduk di berbagai persimpangan jalan.

“Jadi, masyarakat tahu, tidak hanya penerima yang mendapat sanksi. Pemberi juga akan menerima sanksi yang sama dengan peminta. Sanksinya jelas tertulis di pelang,” bebernya.

Setelah rencana itu berjalan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mendeklarasikan program tersebut. “Nanti, kami sesuaikan waktu dari Menteri Sosial. Yang jelas, sosialisasi dulu sebulan,” imbuh dia.

Intinya, masyarakat harus tahu bahwa Dissos tidak melarang jika ada yang ingin menyumbang anjal-gepeng. Apabila, ingin membantu silakan disalurkan melalui Dissos, bukan memberikan kepada yang ada di simpang jalan.

“Kami sudah membentuk tim khusus untuk mengelola dan menerima sumbangan masyarakat,” terang Ridwan.

Dia menambahkan, para anjal-gepeng yang terjaring akan dititipkan pada panti sosial dan panti asuhan. “Kalau di bawah umur akan disekolahkan. Untuk biaya sekolah bisa diambil dari hasil sumbangan masyarakat,” tambahnya. (*/dq/kri/k11) 


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 10:13

Presiden Tunjuk Sani Jabat Sekda Kaltim

SAMARINDA - Kementerian Dalam Negeri menunjuk Abdullah Sani sebagai Sekretaris…

Selasa, 22 Januari 2019 09:13

MENGECEWAKAN..!! Pusat Hanya Menganggarkan Duit Segini untuk Normalisasi SKM

SAMARINDA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui…

Senin, 21 Januari 2019 11:06

Mulai Investigasi Pelaku Illegal Fishing

Memancing jadi perwujudan hobi banyak kalangan. Sebagian menjadikannya mata pencarian.…

Senin, 21 Januari 2019 11:04

Bahan Racun Terlalu Mudah Ditemukan

DAUD mengayun joran. Kail berumpan terayun menjauh dari tepian Sungai…

Senin, 21 Januari 2019 10:54

Masyarakat Ikut Mengawasi

PENGGUNAAN bahan kimia dan racun, atau setrum untuk menangkap ikan…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Gerindra Optimistis Menang di Mahulu

LONG BAGUN – Sorak serempak menghujani ruang rumah lamin Long…

Minggu, 20 Januari 2019 11:07

Oknum ASN Beli Sabu di "Kampung Bandar"

SAMARINDA - Teriakan polisi berpakaian sipil sembari mengacungkan tangan dan…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

"Saya Bukan Pembunuh"

WAJAH pucat, bibir sedikit mengelupas, dan matanya sayu. Langkahnya pelan,…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

Agendakan Konser Musik Jaz dan Klasik

Setelah mengadakan berbagai kegiatan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, kini…

Minggu, 20 Januari 2019 11:05

Hanya Pemberhentian, Tanpa PAW

SAMARINDA–Pemprov Kaltim memberi penjelasan terkait polemik pemberhentian lima legislator di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*