MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 14 Maret 2018 09:34
Bahaya Bermain Gim untuk Anak-Anak
Candu Gim yang Mematikan

PROKAL.CO, Candu permainan dalam jaringan atau online gaming dalam tahap membahayakan. World Health Organization telah memasukkan gaming addiction, kecanduan gim, sebagai kategori gangguan kesehatan mental. Wabah itu sudah dekat sekali dengan kehidupan kita.

ANDY, bukan nama sebenarnya, masih menatap layar komputer di sebuah warung internet ketika petang telah menghilang. Pelajar SMP yang masih mengenakan seragam sekolah itu tenggelam dalam lautan khayalan dunia maya. Jemari tangan kiri Andy dengan lihai menari di atas papan tik sementara tangan kanannya berkali-kali mengetuk tetikus. Bersama dua kawannya, Andy memainkan gim dalam jaringan (daring) bergenre taktik perang.

Memasuki seperempat malam pada tengah pekan lalu di sebuah warnet di Balikpapan, Andy dan dua rekannya tiba-tiba mengumpat. Timnya rupanya kalah dalam permainan strategi itu. Di waktu yang lain, dia bersorak-sorai ketika timnya meraih kemenangan.

Perawakan Andy tak seperti anak seumurannya. Tubuhnya kecil serta diketahui jarang berbaur dan berkomunikasi dengan kawan di sekolah. Andy juga jarang bermain bersama anak-anak tetangga. Kaltim Post menemui perempuan bernama Ratih, ibunda Andy, yang blak-blakan menceritakan kondisi putra sulungnya.

Menurut sang ibu, Andy pada awalnya hanya mengenal permainan gim video PlayStation ketika masih kelas 6 SD. Ketika gim daring mulai mewabah lewat perangkat seluler dan komputer meja, Andy segera tertarik. Terhubung dengan dunia maya, gim daring membuat Andy bertemu dengan beragam permainan dan lawan sekaligus.

"Sejak itu, Andy diam-diam mulai bermain online gaming," tutur Ratih. Perempuan berusia kepala tiga itu baru curiga ketika melihat perkembangan akademik Andy di sekolah. Selain nilai yang terus turun, Andy gagal masuk SMP favorit. "Waktu untuk belajar dan les juga sering diabaikan,” terangnya.

Usut punya usut, Andy yang tidak pernah bolos sekolah selalu meluangkan waktu ke pusat permainan daring. Dia bisa berjam-jam menghabiskan uang saku di sana. Selain itu, Andy semakin kurus karena sering lupa makan ketika keasyikan bermain. "Dia lebih baik lapar daripada tidak bermain," tutur sang ibu.

Situasi semakin memburuk karena ketika dilarang, Andy segera mengamuk seperti anak kecil. Suatu kali, terang Ratih, suaminya pernah melarang Andy ke warnet. Di luar dugaan, Andy marah besar, menangis, dan ingin keluar dari rumah.

Kecanduan gim daring yang diderita Andy adalah masalah serius. Dia mengalami gangguan yang disebut Internet Gaming Disorders atau gangguan gim internet yang telah diteliti sejak 1983. Seiring bertambahnya pemakai internet dan perangkat gim di dunia, penelitian seputar gangguan gim terus berkembang. Pada kurun 2005 hingga 2015 saja, 91 persen anak-anak Amerika Serikat terhubung dengan gim daring dengan proporsi waktu bermain yang terus meningkat (The Wiley Handbook of Psychology, Technology, and Society, 2015)

Puncaknya pada 2013 ketika Asosiasi Psikiater Amerika Serikat memasukkan candu gim ke daftar klasifikasi standar gangguan mental atau Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) Edisi Kelima. Penyakit itu disebut gangguan yang potensial setelah 12 ahli dari asosiasi ditambah 20 pakar meninjau 240 artikel seputar kecanduan gim (American Psychiatric Association, 2013).

Keputusan itu diambil setelah diketahui dampak negatif yang luar biasa dari kecanduan gim dan internet. Dari riset pada 2012, tiga peneliti sepakat bahwa candu gim dapat merusak berbagai fungsi tubuh termasuk psikis, sosial, sekolah, keluarga, dan pekerjaan, bahkan kematian.

Langkah terbaru setelah Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization mengategorikan kecanduan gim dalam Klasifikasi Penyakit Internasional ke-11 atau 11th International Classification of Diseases pada 2 Januari 2018. Dalam lansiran resminya, WHO mencantumkan panduan yang berisi kode, tanda, dan gejala yang digunakan dokter dan peneliti untuk melacak dan mendiagnosis penyakit tersebut. Panduan itu menunjukkan bahwa perilaku permainan yang abnormal harus dibuktikan selama periode minimal 12 bulan sebelum menjatuhkan diagnosis. Namun, periode tersebut dapat dipersingkat jika gejalanya parah.

Setidaknya, tiga gejala yang mengiringi kecanduan gim daring menurut WHO. Pertama, gangguan kontrol atau tidak mampu mengendalikan frekuensi, intensitas, dan durasi bermain. Kedua, gim semakin menjadi prioritas hidup. Gejala ketiga adalah terus melanjutkan gim meskipun sudah menerima konsekuensi negatif.

Pada periode 2007 hingga 2010, BBC dan CNN telah melaporkan dampak mengerikan kecanduan gim. Pemain gim dalam level parah diketahui membuat mereka kehilangan masa kanak-kanak, mampu merampok, bahkan meninggal setelah bermain secara maraton selama dua hari tanpa makan dan tidur.

Di Kaltim, gejala demikian diketahui telah muncul. Seorang pemuda berusia 19 tahun berinisial Faj mencuri tabung gas melon hanya untuk menuntaskan hasrat bermain gim daring Point Blank. Dia ditangkap polisi pada 9 November 2017 di Balikpapan.

Masih dari Kota Minyak, seorang anak berusia 11 tahun yang tinggal di Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer 6, Perumahan Taman Sari, Balikpapan Utara, juga berbuat aksi nekat. Anak putus sekolah itu membobol mobil lantaran hendak bermain gim daring. Dia ditangkap setelah tiga kali beraksi. Pada aksi terakhirnya, bocah itu membobol mobil milik anggota Satlantas Polres Balikpapan. “Dapat ratusan ribu rupiah. Uang untuk dipakai jajan dan bermain gim di warnet,” katanya ketika dijemput polisi di sebuah warnet di kawasan Balikpapan Utara, April 2017.

****

Dampak mengerikan dari kecanduan gim daring, yang mirip dengan kecanduan narkoba, membuat berbagai negara di dunia menetapkan kebijakan. Menurut BBC, pemain gim daring di Jepang mendapat peringatan ketika menghabiskan lebih dari jumlah waktu tertentu setiap bulan untuk bermain gim. Sedangkan di Tiongkok, raksasa internet Tencent telah membatasi jam permainan anak-anak dari gim yang paling populer di negara itu. Pemerintah Korea Selatan juga menerapkan undang-undang yang melarang anak-anak di bawah 16 tahun mengakses gim daring dari tengah malam hingga pukul 06.00.

Sebuah kisah tragis pernah terjadi di Negeri Ginseng sehubungan dengan kecanduan gim daring. Pada 2008, Choi Mi-sun—seorang perempuan yang pemalu—pergi ke warnet bersama ibunya. Di Korsel, warnet adalah tempat yang populer. Selain bermain gim, warnet di Korsel tak ubah sebuah lounge dan kafe yang menjadi tempat orang-orang berkumpul.

Choi memainkan Prius, gim multiplayer yang berisi cara merawat bayi virtual. Di dalam jaringan, dia bertemu Kim Yoo-chul yang kemudian menjadi suaminya. Setelah menikah, Choi dan Kim meneruskan kegilaan mereka bermain Prius. Setahun kemudian, Choi melahirkan bayi perempuan yang diberi nama Sarang. Sejak hamil, Choi memang tidak memerhatikan janinnya. Begitu pula setelah Sarang lahir, Choi bersama suaminya justru sibuk mengurus bayi virtual mereka di Prius.

Sampai suatu hari pada September 2009, Choi dan Kim pulang setelah sesi panjang bermain gim. Mereka menemukan Sarang, yang baru berusia tiga bulan, telah meninggal dunia. Begitu polisi tiba, kesimpulan awal dengan mudah ditemukan. Sarang dehidrasi berat. Dari hasil autopsi, bayi itu diketahui meninggal karena kelaparan dan dehidrasi. Dari pengakuan Choi dan Kim, bayi itu hanya diberi makan dua kali sehari (Internet Addiction, 2015). 

Di Indonesia, serbuan gim daring semakin merajalela. Selain di warnet, anak-anak bisa mengakses gim daring dari telepon pintar. Celaka dua belas, sebagian besar orangtua diketahui memberikan akses telepon pintar dan internet dengan leluasa kepada anak-anak sedari mereka kecil.

Menurut survei Tim Riset Kaltim Post kepada 85 responden di sembilan kabupaten/kota di Kaltim, 41,2 persen orangtua memberikan fasilitas internet kepada anak. Sementara itu, 47 persen mengaku kadang-kadang, dan hanya 11,8 persen yang tidak memperbolehkan buah hati bersentuhan dengan internet. Dari jajak pendapat itu pula diperoleh hasil bahwa 100 persen orangtua mengizinkan anaknya memegang gawai pada usia 2–12 tahun.

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Samarinda mengatakan, keputusan WHO sudah tepat. Seiring mudahnya mengakses internet, gim daring, dan media sosial, penderita sakit mental akibat dunia maya bisa terus bertambah.

Gabriel Gaja Tukan, wakil ketua KPAD Samarinda, mengatakan bahwa perkembangan permainan daring maupun luring (luar jaringan/offline) hanya memberikan efek berganda dari sisi bisnis. Dalam konteks kepentingan anak, kata dia, justru tak diperhatikan karena nilai edukasi yang rendah dari gim tersebut. “Dimulai dari alur cerita dan karakter yang tidak laik jadi panutan, konten kekerasan, bahkan berisi pornografi, serta teknik pembuatannya yang cenderung berakibat adiksi,” jelasnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan merosotnya tingkat kepedulian masyarakat khususnya orangtua. Tidak sedikit orangtua yang memilih memberikan gawai kemudian membiarkan anaknya menghabiskan waktu bermain gim. “Waktu belajar dan berinteraksi dengan kawan-kawan bahkan keluarga bisa hilang,” ingatnya. (tim kp)

TIM LIPUTAN

  • YUDA ALMERIO
  • DINA ANGELINA
  • MUHAMMAD RIDUAN

 

EDITOR

  • FELANANS MUSTARI
  • DUITO SUSANTO

BACA JUGA

Rabu, 13 Juni 2018 07:51

Kriminalitas “Merajai” Jelang Idulfitri, Penyamun Terus Mengintai

Adagium itu masih terbukti. Kejahatan tak pernah kenal waktu. Ramadan dan jelang Idulfitri, kriminalitas…

Rabu, 13 Juni 2018 07:43

Selama Ramadan, Perputaran Uang Capai Rp 2,7 Triliun

DISTRIBUSI uang selama Ramadan dan Idulfitri pada 2018 tak kurang Rp 2,7 triliun. Jumlah ini meningkat…

Rabu, 13 Juni 2018 07:33
Lebaran Makin Dekat, Waspada Kejahatan di Jalan

Gunakan Nontunai, Hindari Perhiasan

JELANG Idulfitri, tak hanya pengeluaran yang harus dijaga. Keamanan juga. Aksi copet, jambret,…

Senin, 11 Juni 2018 09:21

THR Kutunggu, THR Kuhabiskan

Hari-hari terakhir Ramadan penuh berkah. Khususnya bagi pekerja, abdi negara atau pegawai swasta. Semua…

Senin, 11 Juni 2018 09:17

Cuti Bersama yang Dikeluhkan Pengusaha

ALFIN mengucap syukur. Kopi hitam diseruputnya dalam-dalam. Setelah puas, kedua sudut bibirnya ditarik…

Senin, 11 Juni 2018 09:15

Akselerasi Sektor Dagang dan Transportasi

TUNJANGAN Hari Raya menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, kebutuhan juga…

Senin, 11 Juni 2018 09:07

Membagi Waktu dan Berkah THR

OLEH: MUHAMMAD RIDHUAN(Wartawan Kaltim Post) LAPORAN utama kali ini sengaja kami kemas ringan. Biar…

Jumat, 08 Juni 2018 09:09

Menggantung Asa di Program Pusat

GAP antara si kaya raya dan miskin papa masih terbentang lebar. Kesenjangannya tak hanya tentang pendapatan,…

Jumat, 08 Juni 2018 09:05

Teliti Developer sebelum Membeli Rumah

NEGARA mengatur rakyatnya memiliki hak terhadap papan yang memadai, sebagaimana tertulis dalam UUD 1945.…

Jumat, 08 Juni 2018 09:03

TAK MUDAH..!! Rumah yang Bisa Dikredit dengan Harga Bersahabat

SEPTIANI (23), kini berumah tangga dengan Ivandi (23). Tidak hanya berdua, mereka kini memiliki putri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .