MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 14 Maret 2018 09:31
Memabukkan seperti Miras, Ketagihan seperti Narkotika
-

PROKAL.CO, PERKEMBANGAN teknologi membuat permainan tradisional tenggelam. Semakin banyak anak-anak yang tenggelam dengan gim dunia maya dan meninggalkan permainan lapangan yang mengandalkan olah gerak tubuh. Celakanya, gim dunia maya menimbulkan masalah serius, yaitu kecanduan.

Dokter Spesialis Kejiwaan Jaya Mualimin mengatakan, pengetahuan orangtua yang tak menyadari bahaya candu online game memperparah situasi. Tidak perlu kaget ketika anak sedari usia dini sudah dibiarkan terpapar gawai.

Meski begitu, Jaya menuturkan, kasus kecanduan gim daring masih menjadi perdebatan di kalangan psikiater. Ada yang menganggap kecanduan termasuk gangguan kejiwaan, sebagian psikiater menganggap hanya keaktifan anak sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan usia. Semua yang berhubungan dengan perkembangan anak belum tergolong permasalahan candu.

Psikiater Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda itu menjelaskan kriteria menetapkan seseorang menderita kecanduan. Pertama, ketika tak mampu menggunakan atau menggapai obsesi, muncul rasa gelisah dan tidak konsentrasi. Seseorang bisa mendadak berubah menjadi emosional, mudah marah, dan cenderung mengalami masalah psikis.

Kedua, saat berhasil mencapai obsesi, muncul sikap toleransi dengan dirinya. Sebagai contoh, dosis bermain yang terus meningkat setiap hari. Jika hari ini bermain satu jam, hari berikutnya lebih lama lagi. Ketiga, muncul perilaku tidak inklusif atau suatu saat sikap ini akan muncul dan hanya masalah waktu. Mungkin membutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan.

"Apabila sudah terlihat kriteria dan gejala seperti itu, bisa dikatakan orang tersebut ketergantungan atau candu kepada suatu hal," katanya kepada Kaltim Post. Secara psikologis, seseorang yang kecanduan akan mengalami gangguan perilaku dan emosi dari obsesi gim yang tak terkendali. Sebagai contoh, orang tersebut menjadi oposisi dengan lingkungan sekitar seperti orangtua, teman sebaya, dan sebagainya.

Gangguan yang lain adalah perilaku antisosial. Sikap ini membuat orang lain berpikir anak tersebut merupakan remaja yang bermasalah saat berhadapan dengan lingkungan sosial. Apalagi setiap punya waktu luang, anak hanya menghabiskan waktu dengan gim daring atau luring. Entah hanya berdiam diri di rumah sambil bermain gim dengan gadget atau seharian berada di warnet. Tak lagi berinteraksi dengan sekitar karena sudah sibuk dengan dunia sendiri.

"Ada yang bilang gim bisa mengalihkan perhatian anak sampai merasa anak lebih produktif, jadi semua masih debatable. Namun, tetap saja kalau sudah masuk kriteria candu dan mengganggu aktivitas lain, meresahkan dan butuh penanganan," tegasnya.

Bagi mereka yang mengalami tingkat candu sangat parah, pertolongan pertama dari psikiater, yakni memberikan detoksifikasi. Psikiater benar-benar memisahkan anak dengan gadget. Anak diisolasi dari akses gim daring dan permainan sejenisnya sementara orangtua harus mencegah anak tak lagi memegang gadget maupun pergi ke warnet.

Jaya mengatakan, detoksifikasi tidak dapat dilakukan di rumah karena godaan dan akses gim masih besar. Pasien perlu menjalani pengobatan rawat inap di rumah sakit selama beberapa hari. Dia menambahkan, proses detoksifikasi hampir sama dengan pasien ketergantungan obat.

Setiap kali godaan bermain gim muncul, psikiater menangani dengan teliti hingga kondisi pasien berangsur membaik. "Jika kondisi pasien sampai drop karena keinginannya untuk bermain gim begitu besar, dokter siap memberikan penanganan infus dan obat-obatan agar dia bisa tenang. Bergantung kondisi pasien," ucapnya.

Setelah detoksifikasi, muncul gejala putus candu. Saat itu, psikiater mencari metode terapi seperti evaluasi dan konseling kepada anak. Apabila kondisi sudah benar-benar pulih, psikiater dapat menjalankan program peningkatan kapasitas kemampuan anak. Dalam bahasa rehabilitasi, dikenal dengan program primer stabilisasi. Ketika itu, pasien sudah boleh pulang dan melanjutkan program konseling secara bertahap.

"Detoksifikasi perlu kurang lebih sebulan. Sedangkan konseling bertahap hingga enam bulan," imbuhnya.

Untuk mengatasi wabah candu gim daring, Jaya mengingatkan, orangtua harus terus memantau dan mengetahui perilaku anak dengan baik. Apabila sikap dan tingkah anak mulai terlihat berbeda, orangtua harus mendeteksi dengan cepat. Orangtua tak boleh lalai dan mereka harus mengetahui jadwal dan aktivitas anak sehari-hari. Apabila sudah melihat gelagat yang aneh dan kriteria candu, orangtua bisa memilih konseling awal.

"Orangtua harus mengarahkan kegiatan anak dengan bijaksana. Tidak boleh juga asal judge karena anak akan takut dan lari mencari perlindungan. Hindari konflik berkepanjangan," sarannya.

Kecanduan internet dan gim daring boleh jadi berasal dari layar. Itu sebabnya, psikolog Yulia Wahyu Ningrum bersama suami membatasi diri dari layar saat di rumah. Dia khawatir, perilaku melihat layar seperti dari telepon pintar ditiru anak. "Sebaiknya, ketika di rumah, fokus dengan anak," terangnya.

Yulia menambahkan, anak yang kecanduan gim dan internet bisa menjadi kurang empati, depresi, gampang emosi, serta tak sabar menunggu hasil lantaran terbiasa dengan sesuatu yang instan. Efek itu bisa terbawa sampai dewasa.

Candu gim dengan konten kekerasan juga bisa berdampak lebih parah. Di Bondowoso, Jawa Timur, dua pelajar masuk rumah sakit jiwa lantaran candu dengan gawai. Kasus remaja yang mencuri di Balikpapan hanya untuk memuaskan hasrat bermain gim konten kekerasan juga menjadi fakta. Permainan daring bisa memabukkan seperti miras, ketagihan layaknya narkotika.

Yulia mengaku telah menangani empat kasus adiksi gawai bersama internet. Menurutnya, sebagai pengawas pertama, orangtua wajib memantau kegiatan anak terutama konten yang diakses. Jangan sampai orangtua justru membiarkan tanpa pengawasan karena tak ingin anak rewel.

Kebiasaan memberikan gawai juga bisa membuat anak menjadi pemarah. Itu disebut hanya efek awal. Dampak lanjutan adalah sukar mengendalikan diri, depresi, tak sabar, hingga gangguan mata karena terpapar radiasi layar gawai selama berjam-jam. Gangguan lainnya adalah kemampuan motorik karena sel-sel otak lelah. "Terakhir adalah kecanduan yang bisa memberikan gejala skizofrenia," terang direktur Biro Mata Hati itu.

"Intinya tegas dan konsisten. Tegas bukan berarti kasar, namun lebih menyentuh hati. Usahakan anak diberikan pengertian dan menjauhi layar mulai dari sekarang," sarannya. (tim kp)


BACA JUGA

Rabu, 13 Juni 2018 07:51

Kriminalitas “Merajai” Jelang Idulfitri, Penyamun Terus Mengintai

Adagium itu masih terbukti. Kejahatan tak pernah kenal waktu. Ramadan dan jelang Idulfitri, kriminalitas…

Rabu, 13 Juni 2018 07:43

Selama Ramadan, Perputaran Uang Capai Rp 2,7 Triliun

DISTRIBUSI uang selama Ramadan dan Idulfitri pada 2018 tak kurang Rp 2,7 triliun. Jumlah ini meningkat…

Rabu, 13 Juni 2018 07:33
Lebaran Makin Dekat, Waspada Kejahatan di Jalan

Gunakan Nontunai, Hindari Perhiasan

JELANG Idulfitri, tak hanya pengeluaran yang harus dijaga. Keamanan juga. Aksi copet, jambret,…

Senin, 11 Juni 2018 09:21

THR Kutunggu, THR Kuhabiskan

Hari-hari terakhir Ramadan penuh berkah. Khususnya bagi pekerja, abdi negara atau pegawai swasta. Semua…

Senin, 11 Juni 2018 09:17

Cuti Bersama yang Dikeluhkan Pengusaha

ALFIN mengucap syukur. Kopi hitam diseruputnya dalam-dalam. Setelah puas, kedua sudut bibirnya ditarik…

Senin, 11 Juni 2018 09:15

Akselerasi Sektor Dagang dan Transportasi

TUNJANGAN Hari Raya menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, kebutuhan juga…

Senin, 11 Juni 2018 09:07

Membagi Waktu dan Berkah THR

OLEH: MUHAMMAD RIDHUAN(Wartawan Kaltim Post) LAPORAN utama kali ini sengaja kami kemas ringan. Biar…

Jumat, 08 Juni 2018 09:09

Menggantung Asa di Program Pusat

GAP antara si kaya raya dan miskin papa masih terbentang lebar. Kesenjangannya tak hanya tentang pendapatan,…

Jumat, 08 Juni 2018 09:05

Teliti Developer sebelum Membeli Rumah

NEGARA mengatur rakyatnya memiliki hak terhadap papan yang memadai, sebagaimana tertulis dalam UUD 1945.…

Jumat, 08 Juni 2018 09:03

TAK MUDAH..!! Rumah yang Bisa Dikredit dengan Harga Bersahabat

SEPTIANI (23), kini berumah tangga dengan Ivandi (23). Tidak hanya berdua, mereka kini memiliki putri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .