MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 14 Maret 2018 09:20
Bahaya Main Gim Online
Bahaya Mengintai hingga Dewasa

Pengawasan Orangtua dan Pemerintah Lemah

REDUKSI DINI: Anak-anak seharusnya menikmati masa kecilnya dengan baik, bukan menjadi budak gawai dan internet yang mengharuskan mereka terus menunduk menatap layar smartphone. (DOK/KP)

PROKAL.CO, KECANDUAN gim atau gawai punya efek jangka panjang. Apalagi jika dimulai sejak usia dini. Pada masa pertumbuhan, seorang anak akan belajar dan menerapkan apa saja yang diterima. Seperti spons, setiap informasi yang masuk ke otak akan diserap sebagai realitas. Meski informasi itu salah menurut tatanan masyarakat hingga hukum.

“Anak tak bisa disalahkan. Sejak awal konten dalam gim atau gawai yang diakses harus dalam pengawasan orangtua atau lingkungannya,” kata pengamat anak Helga Worotitjan.

Dia tak memungkiri perkembangan teknologi mendorong penggunaan gawai untuk keperluan sehari-hari. Bahkan, orangtua punya peran memperkenalkan teknologi tersebut kepada anak mereka. Banyak sisi positif dari teknologi. Namun, efek negatif cenderung muncul ketika orangtua tidak siap. Baik secara ilmu maupun mental.

“Tren orangtua memberikan gawai kepada anaknya sudah banyak. Dan celakanya, mereka malas dan lalai melakukan pengawasan. Hingga anak yang terpapar teknologi mengakses konten-konten negatif,” ujarnya.

Apalagi layaknya orang dewasa, anak menjadi candu terhadap gim karena memang sengaja diciptakan untuk menarik perhatian dan menimbulkan adiksi. Berbeda dengan orang dewasa yang tahu baik dan buruknya bermain gim berlebihan, anak-anak menganggap permainan adalah hal yang wajib dilakukan. Sehingga melupakan hal lain seperti belajar dan sekolah.

“Mereka tidak sadar ketika berkata kasar atau berbuat kriminal itu hal yang salah. Karena gim atau konten yang mereka mainkan seperti itu,” ungkapnya.

Helga menyebut, orangtua punya peran penting dalam mengembalikan fungsi berpikir dan sosial anak yang candu gim dan gawai. Lumpuhnya pengawasan sebelumnya disebut dapat berdampak jangka panjang. Pendekatan psikologi penting. Jika anak sudah dianggap candu, maka perlu penanganan khusus. Karena bakal berpengaruh pada kehidupan anak hingga dewasa.

“Dampaknya hingga dewasa. Jadi jangan diabaikan. Masa depan anak bergantung tindakan orangtua saat ini,” katanya.

Orangtua perlu cerdas dalam memberikan pemahaman dan konten luar kepada anak. Dia mencontohkan di mana ada orangtua yang sejak anaknya kecil tak disuguhkan tayangan berbau sinetron dan infotainment. Akhirnya si anak tak akan memiliki ketertarikan terhadap konten atau tayangan tersebut.

“Sendirinya si anak akan menjauhi hal yang sejak awal tak diberikan dan dianggap oleh orangtua buruk baginya,” sebutnya.

Sementara itu, Pengamat Sosial dari Universitas Mulawarman DB Paranoan menyebut, kemudahan membeli gawai atau mengakses gim di warnet jadi biang kerok meningkatnya kecanduan dunia maya. Orangtua akan memilih membelikan anaknya ponsel pintar daripada harus mendengar tangisan meminta perhatian. Memilih memberikan uang ke warnet daripada terganggu dengan rengekan si anak.

“Kondisi masyarakat berubah seiring berkembangnya teknologi. Namun, banyak dari mereka yang belum siap,” katanya.

Menurut dia, anak hanya jadi korban dari orang dewasa yang belum melek efek negatif gim dan gawai. Jadi, dia tak heran banyak anak melakukan tindakan tercela hingga kriminalitas karena mengikuti yang dilihat di dunia maya. Kondisi ini diperparah dengan lingkungan di sekitarnya.

“Lingkungan di masyarakat berpengaruh. Bagaimana melihat ada anak bermain di warnet terus dibiarkan saja. Tetapi, lemahnya pengawasan orangtua jadi faktor utama,” tuturnya.

Paranoan juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah. Masih banyak konten di dunia maya yang mengandung unsur kekerasan dan pornografi masih bisa diakses. Bahkan oleh anak-anak. Banyak gim yang mengandung unsur kekerasan yang bebas dimainkan. Sehingga berpengaruh pada pola pikir anak. “Bebas, mudah, dan murah (diakses),” pungkasnya. (tim kp)


BACA JUGA

Rabu, 13 Juni 2018 07:51

Kriminalitas “Merajai” Jelang Idulfitri, Penyamun Terus Mengintai

Adagium itu masih terbukti. Kejahatan tak pernah kenal waktu. Ramadan dan jelang Idulfitri, kriminalitas…

Rabu, 13 Juni 2018 07:43

Selama Ramadan, Perputaran Uang Capai Rp 2,7 Triliun

DISTRIBUSI uang selama Ramadan dan Idulfitri pada 2018 tak kurang Rp 2,7 triliun. Jumlah ini meningkat…

Rabu, 13 Juni 2018 07:33
Lebaran Makin Dekat, Waspada Kejahatan di Jalan

Gunakan Nontunai, Hindari Perhiasan

JELANG Idulfitri, tak hanya pengeluaran yang harus dijaga. Keamanan juga. Aksi copet, jambret,…

Senin, 11 Juni 2018 09:21

THR Kutunggu, THR Kuhabiskan

Hari-hari terakhir Ramadan penuh berkah. Khususnya bagi pekerja, abdi negara atau pegawai swasta. Semua…

Senin, 11 Juni 2018 09:17

Cuti Bersama yang Dikeluhkan Pengusaha

ALFIN mengucap syukur. Kopi hitam diseruputnya dalam-dalam. Setelah puas, kedua sudut bibirnya ditarik…

Senin, 11 Juni 2018 09:15

Akselerasi Sektor Dagang dan Transportasi

TUNJANGAN Hari Raya menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, kebutuhan juga…

Senin, 11 Juni 2018 09:07

Membagi Waktu dan Berkah THR

OLEH: MUHAMMAD RIDHUAN(Wartawan Kaltim Post) LAPORAN utama kali ini sengaja kami kemas ringan. Biar…

Jumat, 08 Juni 2018 09:09

Menggantung Asa di Program Pusat

GAP antara si kaya raya dan miskin papa masih terbentang lebar. Kesenjangannya tak hanya tentang pendapatan,…

Jumat, 08 Juni 2018 09:05

Teliti Developer sebelum Membeli Rumah

NEGARA mengatur rakyatnya memiliki hak terhadap papan yang memadai, sebagaimana tertulis dalam UUD 1945.…

Jumat, 08 Juni 2018 09:03

TAK MUDAH..!! Rumah yang Bisa Dikredit dengan Harga Bersahabat

SEPTIANI (23), kini berumah tangga dengan Ivandi (23). Tidak hanya berdua, mereka kini memiliki putri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .