MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Rabu, 14 Maret 2018 08:41
Glaukoma, si “Pencuri” Penglihatan (2-Habis)

PROKAL.CO, CATATAN: DR KAMIL SURAJI, SPM
(Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Pertamina Balikpapan)

DETEKSI dini merupakan cara pencegahan kebutaan akibat glaukoma yang paling penting. Kerusakan akibat glaukoma bersifat permanen. Sehingga, apabila kerusakan sudah terjadi, penglihatan tidak bisa dikembalikan lagi.

Screening berkala dilakukan untuk mendeteksi glaukoma secara dini. Screening glaukoma biasanya dilakukan sebelum usia 40 tahun, setiap 2-4 tahun. Kemudian sesudah usia 40 tahun, setiap 2 tahun. Sedangkan mereka yang punya riwayat keluarga memiliki glaukoma, pemeriksaan screening perlu dilakukan setahun sekali.

Terdapat berbagai tipe glaukoma dengan perjalanan penyakit yang berbeda dan pendekatan terapi yang berbeda. Tipe yang paling sering dijumpai di antaranya adalah glaukoma primer sudut terbuka dan tertutup.

Pada glaukoma primer sudut terbuka, sudut bilik mata depan terbuka namun terdapat hambatan pada aliran keluar cairan bola mata. Keadaan ini diakibatkan oleh penyumbatan kanal dalam anyaman trabekulum secara perlahan, yang berakibat peningkatan tekanan intraokular. Pasien dengan glaukoma tipe ini umumnya tidak menunjukkan gejala, karena kerusakan terjadi secara perlahan dalam jangka panjang.

Umumnya yang mengalami kerusakan awal adalah lapangan pandang perifer sampai akhirnya pada tahap lanjut mulai memengaruhi penglihatan sentral. Dengan deteksi sedini mungkin, glaukoma primer sudut terbuka memiliki respons baik dengan obat-obatan. Tergantung tingginya tekanan bola mata.

Tujuan dari terapi adalah untuk mengontrol tekanan bola mata dan menghambat progresifitas penyakit. Perlu diingat bahwa obat-obatan tetes mata akan digunakan seumur hidup bila target tekanan bola mata sudah tercapai. Sehingga tidak terjadi kerusakan lebih lanjut. Pada beberapa kasus, tekanan bola mata tidak cukup dikontrol dengan obat-obatan. Pada kondisi ini perlu dilakukan tambahan tindakan laser atau bedah filtrasi untuk menurunkan tekanan bola mata.

Sementara pada glaukoma primer sudut tertutup, memiliki sudut bilik mata depan yang sempit sehingga terjadi hambatan pada aliran keluar cairan bola mata. Perjalanan penyakitnya bisa bersifat kronik maupun akut. Tipe akut adalah kondisi di mana tekanan bola mata meningkat sangat tinggi dalam waktu cepat. Pasien umumnya datang dengan keadaan mata merah, penglihatan buram mendadak disertai rasa sakit di kepala dan di sekitar bola mata. Bisa juga disertai dengan mual dan muntah.

Pada tahap awal terdapat halo atau pelangi saat melihat cahaya.  Tujuan tatalaksana serangan glaukoma akut adalah untuk menurunkan tekanan bola mata secepat mungkin. Terapi meliputi terapi obat-obatan dan laser. Apabila tekanan bola mata tetap tinggi, dapat dipikirkan untuk melakukan tindakan bedah. 

Seseorang yang mengalami serangan akut pada satu mata memiliki risiko serangan akut pada mata sebelahnya. Oleh karena itu, dokter biasanya akan menyarankan laser pencegahan pada mata sebelahnya untuk mengurangi risiko terjadinya serangan.

Selain dua jenis glaukoma yang umum tersebut, masih ada ragam glaukoma lainnya. Seperti glaukoma sekunder yang muncul akibat kondisi atau kelainan lain di mata. Bisa sebagai akibat dari trauma, inflamasi, tumor, komplikasi dari katarak, diabetes, atau penggunaan steroid jangka panjang. 

Ada juga glaukoma normotensi. Yakni tipe glaukoma di mana terjadi kerusakan saraf glaukoma tetapi tekanan bola mata masih dalam rentang yang dianggap normal. Mekanisme pastinya belum diketahui, tetapi terdapat dugaan bahwa faktor gangguan pada vaskularisasi saraf mata memegang peranan. Faktor risiko lain diantaranya adalah adanya riwayat keluarga glaukoma, pasien keturunan ras asia (oriental), dan migraine.

Bayi yang baru lahir juga memiliki risiko glaukoma kongenital. Ini akibat terdapat gangguan dalam pembentukan saluran drainase cairan mata dalam kandungan. Kondisi ini adalah kelainan yang jarang terjadi, dan diduga diturunkan secara genetik. Gejalanya, terlihat ada gambaran putih pada bagian hitam mata anak, bagian hitam mata tampak lebih besar dibanding normal, anak sering reflek menutup matanya, terutama di saat cahaya terang. Di saat terang, anak terlihat kesakitan di bagian mata. Lalu, anak terlihat sering berair matanya.

Ada pula glaukoma eksfoliatif yang umum dijumpai pada keturunan Skandinavia. Glaukoma neovaskular yang disebabkan oleh terbentuknya pembuluh darah baru pada iris dan saluran drainase mata yang menyebabkan tersumbatnya saluran keluar cairan bola mata. Glaukoma uveitis yang merupakan proses radang pada jaringan uvea di dalam bola mata. Glaukoma akibat trauma pada bola mata. Serta glaukoma akibat penggunaan steroid jangka panjang.

Dari semua itu, hal penting yang perlu dicermati adalah, bahwa glaukoma sebagian besar tidak bergejala. Sehingga pasien cenderung tidak mengetahuinya. Maka dari itu, deteksi dini merupakan cara pencegahan kebutaan akibat glaukoma yang paling penting untuk dilakukan. (*/rsh)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 07:05

Status WTP dan Paradoks Pembiakan Korupsi

OLEH: WIDIYASTUTI|(Calon Pegawai Negeri Sipil pada PKP2A III LAN Samarinda) SUDAH menjadi tuntutan bahwa…

Selasa, 25 September 2018 07:02

Kolaborasi Pentahelix Bisa Jadi Alternatif

OLEH: Handy Aribowo ST MM(Dosen STIE IBMT Surabaya) SAAT ini kondisi perekonomian Indonesia bisa dikatakan…

Selasa, 25 September 2018 06:58

Defisit dan Perampingan OPD PPU

CATATAN: DR H ANDI SYARIFUDDIN MM MBA (Ketua Dewan Penasihat DPP Laskar Anti Korupsi Indonesia) PERAMPINGAN…

Senin, 24 September 2018 07:21

Urgensi Pembenahan Parpol

OLEH: SOLIHIN BONE(Ketua Yayasan Insan Nusantara Malanga Samarinda dan Mengajar di Fakultas Hukum Untag,…

Sabtu, 22 September 2018 00:10

Ekoturisme sebagai Jalan Pulang

APA yang dibayangkan masyarakat luas ketika mendengar Kalimantan? Apakah sungai besar dan panjang? Hutan…

Jumat, 21 September 2018 08:22

Mulai Usaha? Begini Caranya

OLEH: AMIN HIDAYAT(Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) Kaltim dan Penasihat GENPRO Kaltim)…

Jumat, 21 September 2018 07:19

Coastal Road Ramah Publik

OLEH: SUNARTO SASTROWARDOJO (Dosen Sekolah Pascasarjana perencanaan wilayah, Universitas Mulawarman)…

Kamis, 20 September 2018 10:55

Menanti CPNS Berintegritas

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) sudah di depan mata.  Bisa dipastikan, pendaftar bakal…

Rabu, 19 September 2018 07:18

Mengapa Membenci?

Oleh: RP Yohanes Antonius Lelaona, SVD(Rohaniwan di Kutai Kartanegara) SEORANG pemikir ilmu sosial bernama…

Rabu, 19 September 2018 07:14

Hamil Dulu, Nikah Kemudian?

Oleh: Muthi' Masfu'ah(Owner Rumah Kreatif Salsabila, Koordinator Literasi DPW Kaltim dan Devisi Pengembangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .