MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Rabu, 14 Maret 2018 08:41
Glaukoma, si “Pencuri” Penglihatan (2-Habis)

PROKAL.CO, CATATAN: DR KAMIL SURAJI, SPM
(Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Pertamina Balikpapan)

DETEKSI dini merupakan cara pencegahan kebutaan akibat glaukoma yang paling penting. Kerusakan akibat glaukoma bersifat permanen. Sehingga, apabila kerusakan sudah terjadi, penglihatan tidak bisa dikembalikan lagi.

Screening berkala dilakukan untuk mendeteksi glaukoma secara dini. Screening glaukoma biasanya dilakukan sebelum usia 40 tahun, setiap 2-4 tahun. Kemudian sesudah usia 40 tahun, setiap 2 tahun. Sedangkan mereka yang punya riwayat keluarga memiliki glaukoma, pemeriksaan screening perlu dilakukan setahun sekali.

Terdapat berbagai tipe glaukoma dengan perjalanan penyakit yang berbeda dan pendekatan terapi yang berbeda. Tipe yang paling sering dijumpai di antaranya adalah glaukoma primer sudut terbuka dan tertutup.

Pada glaukoma primer sudut terbuka, sudut bilik mata depan terbuka namun terdapat hambatan pada aliran keluar cairan bola mata. Keadaan ini diakibatkan oleh penyumbatan kanal dalam anyaman trabekulum secara perlahan, yang berakibat peningkatan tekanan intraokular. Pasien dengan glaukoma tipe ini umumnya tidak menunjukkan gejala, karena kerusakan terjadi secara perlahan dalam jangka panjang.

Umumnya yang mengalami kerusakan awal adalah lapangan pandang perifer sampai akhirnya pada tahap lanjut mulai memengaruhi penglihatan sentral. Dengan deteksi sedini mungkin, glaukoma primer sudut terbuka memiliki respons baik dengan obat-obatan. Tergantung tingginya tekanan bola mata.

Tujuan dari terapi adalah untuk mengontrol tekanan bola mata dan menghambat progresifitas penyakit. Perlu diingat bahwa obat-obatan tetes mata akan digunakan seumur hidup bila target tekanan bola mata sudah tercapai. Sehingga tidak terjadi kerusakan lebih lanjut. Pada beberapa kasus, tekanan bola mata tidak cukup dikontrol dengan obat-obatan. Pada kondisi ini perlu dilakukan tambahan tindakan laser atau bedah filtrasi untuk menurunkan tekanan bola mata.

Sementara pada glaukoma primer sudut tertutup, memiliki sudut bilik mata depan yang sempit sehingga terjadi hambatan pada aliran keluar cairan bola mata. Perjalanan penyakitnya bisa bersifat kronik maupun akut. Tipe akut adalah kondisi di mana tekanan bola mata meningkat sangat tinggi dalam waktu cepat. Pasien umumnya datang dengan keadaan mata merah, penglihatan buram mendadak disertai rasa sakit di kepala dan di sekitar bola mata. Bisa juga disertai dengan mual dan muntah.

Pada tahap awal terdapat halo atau pelangi saat melihat cahaya.  Tujuan tatalaksana serangan glaukoma akut adalah untuk menurunkan tekanan bola mata secepat mungkin. Terapi meliputi terapi obat-obatan dan laser. Apabila tekanan bola mata tetap tinggi, dapat dipikirkan untuk melakukan tindakan bedah. 

Seseorang yang mengalami serangan akut pada satu mata memiliki risiko serangan akut pada mata sebelahnya. Oleh karena itu, dokter biasanya akan menyarankan laser pencegahan pada mata sebelahnya untuk mengurangi risiko terjadinya serangan.

Selain dua jenis glaukoma yang umum tersebut, masih ada ragam glaukoma lainnya. Seperti glaukoma sekunder yang muncul akibat kondisi atau kelainan lain di mata. Bisa sebagai akibat dari trauma, inflamasi, tumor, komplikasi dari katarak, diabetes, atau penggunaan steroid jangka panjang. 

Ada juga glaukoma normotensi. Yakni tipe glaukoma di mana terjadi kerusakan saraf glaukoma tetapi tekanan bola mata masih dalam rentang yang dianggap normal. Mekanisme pastinya belum diketahui, tetapi terdapat dugaan bahwa faktor gangguan pada vaskularisasi saraf mata memegang peranan. Faktor risiko lain diantaranya adalah adanya riwayat keluarga glaukoma, pasien keturunan ras asia (oriental), dan migraine.

Bayi yang baru lahir juga memiliki risiko glaukoma kongenital. Ini akibat terdapat gangguan dalam pembentukan saluran drainase cairan mata dalam kandungan. Kondisi ini adalah kelainan yang jarang terjadi, dan diduga diturunkan secara genetik. Gejalanya, terlihat ada gambaran putih pada bagian hitam mata anak, bagian hitam mata tampak lebih besar dibanding normal, anak sering reflek menutup matanya, terutama di saat cahaya terang. Di saat terang, anak terlihat kesakitan di bagian mata. Lalu, anak terlihat sering berair matanya.

Ada pula glaukoma eksfoliatif yang umum dijumpai pada keturunan Skandinavia. Glaukoma neovaskular yang disebabkan oleh terbentuknya pembuluh darah baru pada iris dan saluran drainase mata yang menyebabkan tersumbatnya saluran keluar cairan bola mata. Glaukoma uveitis yang merupakan proses radang pada jaringan uvea di dalam bola mata. Glaukoma akibat trauma pada bola mata. Serta glaukoma akibat penggunaan steroid jangka panjang.

Dari semua itu, hal penting yang perlu dicermati adalah, bahwa glaukoma sebagian besar tidak bergejala. Sehingga pasien cenderung tidak mengetahuinya. Maka dari itu, deteksi dini merupakan cara pencegahan kebutaan akibat glaukoma yang paling penting untuk dilakukan. (*/rsh)


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 07:27

Pelaku Penghina Fisik Harus Siap-Siap Dipidana

Oleh: Elsa Malinda (Warga Balikpapan) AKHIR-akhir ini istilah body shaming…

Jumat, 14 Desember 2018 07:25

Penggunaan "Kafir" dalam Masyarakat Multikultural

Oleh: H Fuad Fansuri, Lc M Th I (Dosen Ilmu…

Kamis, 13 Desember 2018 07:28

Pembangunan Berkelanjutan Kaltim?

Oleh: Bambang Saputra (Sekretaris MES Balikpapan) PEMBANGUNAN berkelanjutan (sustainable development),…

Kamis, 13 Desember 2018 07:25

Menanam Toleransi Memetik Damai

Oleh: Arief Rohman Arofah MA Hum (Penyuluh Agama Islam Kementerian…

Kamis, 13 Desember 2018 07:21

Keterbatasan Data Bisa Hambat Pencapaian SDGs

Nama: Rezaneri Noer Fitrianasari (Aparatur Sipil Negara di Badan Pusat…

Rabu, 12 Desember 2018 07:47

Menanti Hadirnya Taman Wisata Rohani

Oleh: Muslan PEMERINTAH tampaknya harus melakukan inovasi dalam memberikan pilihan…

Rabu, 12 Desember 2018 07:44

Lestarikan Budaya Gotong Royong Bersama BPJS Kesehatan

Oleh: Windi Winata Paramudita (Mahasiswa Magister Kebijakan Publik Universitas Mulawarman)…

Rabu, 12 Desember 2018 06:53

Financial Technology Berbasis Syariah

Oleh: Arief Rohman Arofah MA Hum (Dosen Fakultas Ekonomi dan…

Selasa, 11 Desember 2018 06:51

Persatuan di Tahun Politik

Oleh: Mukhammad Ilyasin (Rektor IAIN Samarinda) TAHUN politik di Indonesia…

Selasa, 11 Desember 2018 06:50

Hubungan Tiongkok-AS: Menuju Perang Dunia Ke-3?

Oleh: Rendy Wirawan (Master of International Relations, University of Melbourne)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .