MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 14 Maret 2018 07:33
Banyak Potensi, Berat di Ongkos

Aksesibilitas Jadi Tantangan Utama Sektor Pariwisata

PENGARUHI DAYA SAING: Potensi wisata unggulan Kaltim kebanyakan berada jauh dari perkotaan. Minimnya akses dan fasilitas, memaksa wisatawan mengeluarkan ongkos lebih besar. (DOK/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – KementerianPariwisata (Kemenpar) menyampaikan alasan objek wisata di Kaltim kalah bersaing. Meski memiliki kualitas, potensi di Benua Etam disebut minim dukungan infrastruktur. Bahkan, untuk kebutuhan mendasar sekalipun.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Bidang Infrastruktur Menteri Pariwisata Judi Ripajantoro. Dia menyebut, penentuan daftar destinasi unggulan setiap tahun memang berkaitan dengan skala prioritas pengembangan untuk objek atau kawasan wisata terkait.

Tahun ini, dari 18 wilayah yang ditetapkan Kemenpar, Balikpapan memang masuk daftar. Bukan sebagai destinasi utama, namun sebagai akses atas beberapa objek wisata di Kaltim dan daerah lain di Kalimantan.

Penunjukan Balikpapan, tentu sulit meng-cover semua potensi di Benua Etam. Pasalnya, beberapa destinasi berkualitas, justru terletak jauh dari Kota Minyak.

“Pemilihan daerah mana yang menjadi fokus pengembangan pariwisata pun tak gampang. Sampai saat ini, Kaltim atau wilayah lain di Kalimantan belum masuk prioritas. Ada syarat dan indikator khusus untuk itu,” terangnya saat menghadiri Collaborative Destination Development (CDD) di Platinum Hotel Balikpapan, Senin (12/3).

Dia membeberkan, kunci pengembangan destinasi Indonesia terletak pada 3A. Yakni, atraksi, aksesabilitas, dan amenitas.

Atraksi, kata Judi, adalah kepastian sajian menarik di daerah terkait. Sementara itu, aksesabilitas berkaitan dengan tingkat keterjangkauan destinasi wisata. Sedangkan amenitas, adalah kesiapan fasilitas pendukung, akomodasi, sarana dan prasarana, yang punya peluang untuk dikembangkan.

“Kalau Kaltim sudah memiliki 3A, itu besar kemungkinan bisa jadi concern pemerintah pusat untuk masuk program pengembangan. Sekarang tinggal komitmen dari pemerintah daerah untuk pariwisata bagaimana,” tuturnya.

Dia menilai, Kaltim masih lemah dalam akselerasi pembangunan infrastruktur. Akses ke daerah berpotensi wisata masih terbatas.

“Bukannya tidak diperhatikan. Jika infrastruktur bagus, pengembangannya akan jadi prioritas,” bebernya.

Selain Balikpapan yang masuk daftar wilayah unggulan, Kaltim turut menyumbang dalam kalender event pariwisata 2018. Sebut saja agenda tahunan Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF) di Kutai Kartanegara.

Kemenpar, kata Judi, juga terus mendorong pemerintah daerah untuk berbenah. Dia berharap, ada potensi wisata unggulan baru, khususnya dari wilayah Kalimantan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Syafruddin Pernyata pun mengakui keterbatasan infrastruktur di Benua Etam sebagai kendala mengembangkan sektor ini. Paling terasa, kata dia, adalah minimnya konektivitas antardaerah.

“Semisal di Kutai Barat. Di sana ada beberapa potensi wisata semisal air terjun. Tapi untuk sampai ke sana perlu waktu berjam-jam, dan hanya bisa menggunakan jalur darat. Kalau ada bandara yang dekat, kan lebih mudah mengaksesnya,” kata Syafruddin dalam acara yang sama.

Menurut dia, penting membangun prasarana transportasi di setiap daerah. “Tidak perlu besar, kecil saja untuk jenis ATR sudah bagus,” imbuhnya.

Syafruddin kembali mencontohkan, destinasi berupa gua bersejarah di Kaltim ini yang sangat banyak. Salah satunya, di Kutai Timur dan Berau, yang sarat nilai historis.

“Tetapi, aksesnya susah. Dari Balikpapan, bisa berjam-jam baru sampai. Apalagi, di Kaltim ini, semakin jauh destinasi, semakin mahal biaya kebutuhan di sana. Ya jangan heran kalau wisatawan lebih baik memilih daerah lain,” ungkapnya.

Syafruddin juga menyebut, minimnya anggaran sebagai salah satu faktor Benua Etam lambat berkembang untuk urusan pariwisata. Tahun ini, kata dia, Dispar Kaltim hanya mendapat Rp 1,4 miliar. Jauh lebih kecil dibandingkan Jawa Timur yang mendapat guyuran Rp 140 miliar untuk bidang yang sama.

“Kami berharap, gubernur baru nanti bisa concern pada pariwisata. Termasuk juga memperbaiki infrastrukurnya,” tutup dia. (aji/man/k8)


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 06:41

Pemerintah Tambah Pasokan BBM 8 Persen

JAKARTA – Pemerintah berencana menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM)…

Jumat, 14 Desember 2018 06:36

Beralih ke Elektronik Menengah Atas

JAKARTA – Pelaku industri elektronik, khususnya di segmen home appliance,…

Jumat, 14 Desember 2018 06:36

Bulog Amankan Pasokan Pangan

JAKARTA - Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perusahaan Umum…

Jumat, 14 Desember 2018 06:35

AP II Terbitkan Surat Utang Rp 750 Miliar

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) resmi mencatatkan obligasi…

Kamis, 13 Desember 2018 06:44

Awal 2019, Ekonomi Tumbuh Positif

SAMARINDA – Perekonomian Kaltim pada triwulan I 2019 diprediksi tumbuh…

Kamis, 13 Desember 2018 06:43

Perkuat Pasar Motor Sport

BALIKPAPAN - Penyegaran kembali dilakukan Honda kepada motor sport andalannya,…

Kamis, 13 Desember 2018 06:39

Bersiap Tatap Bonus Demografi

BALIKPAPAN - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) terus mendorong…

Kamis, 13 Desember 2018 06:37

CGV Hadirkan Sweetbox Class

BALIKPAPAN - CGV Cinemas Plaza Balikpapan terus memanjakan penggemar film…

Kamis, 13 Desember 2018 06:32

Investor Tunggu Hasil Pilpres

JAKARTA - PT Pefindo memperkirakan penerbitan obligasi korporasi tahun depan…

Kamis, 13 Desember 2018 06:31

Tawarkan Hedging Syariah

SURABAYA - Bank Syariah Mandiri (BSM) menyediakan solusi mitigasi risiko…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .