MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 14 Maret 2018 07:27
WADUH..!! Jumlah Petani Kaltim Berkurang 28,45 Persen
DITINGGALKAN: Di tengah semangat memacu produksi, sektor pertanian Kaltim harus menghadapi masalah regenerasi petani. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kaltim masih menyisakan lahan pertanian luas yang belum tergarap. Sayangnya, keuntungan itu tak diimbangi dengan regenerasi sumber daya manusia. Dalam empat tahun terakhir, tercatat jumlah petani menyusut hingga 28,45 persen.

Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura mencatat, Kaltim memiliki 412.096 hektare lahan untuk pertanian. Namun, yang sudah digarap, belum sampai setengahnya. Atau hanya 138.924 hektare.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura KaltimIbrahim mengatakan, jumlah masyarakat yang bekerja di sektor pertanian pada 2013 masih mencapai 432.277 orang. Tahun lalu, angkanya sudah berkurang 103.829 orang atau menyusut 28,45 persen.

“Penurunan tersebut terjadi karena pola pikir yang menyebut bahwa petani identik dengan kemiskinan, kurang pendidikan, dan profesi orangtua,” kata Ibrahim saat diwawancarai di Samarinda, Senin (12/3).

Dia menyebut, saat ini pihaknya terus mengembangkan penerapan teknologi pertanian. Bersama dengan itu, ilmu pengetahuan tentang sumber daya pertanian juga terus disosialisasikan, dengan tak lupa mencetak SDM yang andal dan unggul. “Dengan cara itulah Kaltim bisa meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan di daerah sendiri,” tuturnya.

Tahun lalu, Ibrahim membeberkan, produksi padi mencapai 400.040 ton. Jumlah itu sebenarnya meningkat 94.703 ton dibanding tahun sebelumnya.

Lalu untuk jagung, Kaltim berhasil menghasilkan 56.588 ton. Meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 22.132 ton.

Sedangkan produksi kedelai, tercatat turun menjadi 1.161 ton pada 2017. Tahun sebelumnya, produksi komoditas ini mencapai 1.582 ton.

“Dengan perincian capaian itu, Kaltim belum bisa mencapai kemandirian pangan. Bagaimana mau mandiri kalau petaninya saja terus berkurang,” ujarnya.

Selain menyusutnya jumlah petani, Ibrahim menyebut, alih fungsi lahan dan berkurangnya jumlah keluarga petani sebagai penghambat di sektor pangan. Untuk mencegah masalah itu berlanjut dan berlarut, sudah ada Perda Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

“Harapannya, perda tersebut untuk mengantisipasi tuntutan kebutuhan dalam mengembangkan bisnis. Terutama investasi perkebunan dan pertambangan yang sering memaksa konversi lahan produksi pangan. Alih fungsi lahan juga kerap terjadi karena petani merasa tak cukup sejahtera dari lahan produktif mereka, sehingga lebih pilih menjualnya kepada perusahaan tambang atau perkebunan,” tutupnya. (*/ctr/man/k8)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:49

Program Direct Call “Hanya” Mempercepat Ekspor

SAMARINDA-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim mencatat, dalam sebulan…

Rabu, 20 Maret 2019 12:46

Triwulan II 2019, Ekonomi Kaltim Terakselerasi

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019 diperkirakan ekonomi Kaltim mengalami akselerasi pertumbuhan.…

Rabu, 20 Maret 2019 12:45

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab)…

Jumat, 15 Maret 2019 13:45

Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal

SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum…

Jumat, 15 Maret 2019 13:43

Pertamina Perpanjang Masa Cicilan Garuda

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan tujuh BUMN (badan usaha…

Jumat, 15 Maret 2019 13:32

Target Ekspor RI Realistis

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen…

Kamis, 14 Maret 2019 15:16

Produksi Teh Turun, Harga Telur Rendah

JAKARTA – Pelaku usaha berharap Indonesia bisa meningkatkan lahan dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:51

Genjot Produksi Padi, Dituntut Maksimalkan Lahan Rawa

SAMARINDA – Tak hanya melakukan diversifikasi pangan, Pemprov Kaltim dituntut…

Rabu, 13 Maret 2019 12:47

SABAR..!! Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

SAMARINDA- Pemerintah Kaltim saat ini masih menunggu kepastian pembahasan draf…

Rabu, 13 Maret 2019 10:25

Industri Galangan Kapal di Kaltim Masih Lesu

SAMARINDA- Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*