MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 14 Maret 2018 07:27
WADUH..!! Jumlah Petani Kaltim Berkurang 28,45 Persen
DITINGGALKAN: Di tengah semangat memacu produksi, sektor pertanian Kaltim harus menghadapi masalah regenerasi petani. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kaltim masih menyisakan lahan pertanian luas yang belum tergarap. Sayangnya, keuntungan itu tak diimbangi dengan regenerasi sumber daya manusia. Dalam empat tahun terakhir, tercatat jumlah petani menyusut hingga 28,45 persen.

Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura mencatat, Kaltim memiliki 412.096 hektare lahan untuk pertanian. Namun, yang sudah digarap, belum sampai setengahnya. Atau hanya 138.924 hektare.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura KaltimIbrahim mengatakan, jumlah masyarakat yang bekerja di sektor pertanian pada 2013 masih mencapai 432.277 orang. Tahun lalu, angkanya sudah berkurang 103.829 orang atau menyusut 28,45 persen.

“Penurunan tersebut terjadi karena pola pikir yang menyebut bahwa petani identik dengan kemiskinan, kurang pendidikan, dan profesi orangtua,” kata Ibrahim saat diwawancarai di Samarinda, Senin (12/3).

Dia menyebut, saat ini pihaknya terus mengembangkan penerapan teknologi pertanian. Bersama dengan itu, ilmu pengetahuan tentang sumber daya pertanian juga terus disosialisasikan, dengan tak lupa mencetak SDM yang andal dan unggul. “Dengan cara itulah Kaltim bisa meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan di daerah sendiri,” tuturnya.

Tahun lalu, Ibrahim membeberkan, produksi padi mencapai 400.040 ton. Jumlah itu sebenarnya meningkat 94.703 ton dibanding tahun sebelumnya.

Lalu untuk jagung, Kaltim berhasil menghasilkan 56.588 ton. Meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 22.132 ton.

Sedangkan produksi kedelai, tercatat turun menjadi 1.161 ton pada 2017. Tahun sebelumnya, produksi komoditas ini mencapai 1.582 ton.

“Dengan perincian capaian itu, Kaltim belum bisa mencapai kemandirian pangan. Bagaimana mau mandiri kalau petaninya saja terus berkurang,” ujarnya.

Selain menyusutnya jumlah petani, Ibrahim menyebut, alih fungsi lahan dan berkurangnya jumlah keluarga petani sebagai penghambat di sektor pangan. Untuk mencegah masalah itu berlanjut dan berlarut, sudah ada Perda Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

“Harapannya, perda tersebut untuk mengantisipasi tuntutan kebutuhan dalam mengembangkan bisnis. Terutama investasi perkebunan dan pertambangan yang sering memaksa konversi lahan produksi pangan. Alih fungsi lahan juga kerap terjadi karena petani merasa tak cukup sejahtera dari lahan produktif mereka, sehingga lebih pilih menjualnya kepada perusahaan tambang atau perkebunan,” tutupnya. (*/ctr/man/k8)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 07:59

Obligasi Daerah Masih Wacana

BALIKPAPAN - Aturan terkait penerbitan obligasi daerah yang dinilai bertele-tele dan cukup lama membuat…

Rabu, 19 September 2018 07:03

Rupiah Kembali Bergolak

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar…

Rabu, 19 September 2018 07:01

Transaksi Tunai Meningkat

SAMARINDA - Jumlah transaksi tunai di Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan…

Rabu, 19 September 2018 06:56

Siapkan 1,4 Juta Ton Pupuk

BONTANG – Kebutuhan pupuk dalam negeri dipastikan aman. Terutama saat musim tanam pada Oktober…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Aduan Konsumen Kaltim Terbanyak di Kalimantan

SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim tampaknya harus bekerja ekstra memperbaiki literasi…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Subsidi Energi Membengkak

JAKARTA – Realisasi subsidi energi tahun ini diperkirakan meningkat menjadi Rp 149 triliun. Angka…

Rabu, 19 September 2018 06:52

Sukses Kembangkan Lapangan Lama

BALIKPAPAN - Pertamina EP Asset 5 berhasil mencapai target lifting minyak mentah 2018. Produksi minyak…

Rabu, 19 September 2018 06:50

Andalkan Event Internasional

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi penanaman modal dalam…

Rabu, 19 September 2018 06:48

Binaan Pupuk Kaltim Ekspor Lobster ke Hong Kong

BONTANG – Melalui program Creating Shared Value (CSV), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mengekspor…

Rabu, 19 September 2018 06:46

Neraca Perdagangan Defisit, Kadin: Itu Sudah Lebih Baik

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total defisit neraca perdagangan Indonesia pada Agustus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .