MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 14 Maret 2018 07:27
WADUH..!! Jumlah Petani Kaltim Berkurang 28,45 Persen
DITINGGALKAN: Di tengah semangat memacu produksi, sektor pertanian Kaltim harus menghadapi masalah regenerasi petani. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kaltim masih menyisakan lahan pertanian luas yang belum tergarap. Sayangnya, keuntungan itu tak diimbangi dengan regenerasi sumber daya manusia. Dalam empat tahun terakhir, tercatat jumlah petani menyusut hingga 28,45 persen.

Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura mencatat, Kaltim memiliki 412.096 hektare lahan untuk pertanian. Namun, yang sudah digarap, belum sampai setengahnya. Atau hanya 138.924 hektare.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura KaltimIbrahim mengatakan, jumlah masyarakat yang bekerja di sektor pertanian pada 2013 masih mencapai 432.277 orang. Tahun lalu, angkanya sudah berkurang 103.829 orang atau menyusut 28,45 persen.

“Penurunan tersebut terjadi karena pola pikir yang menyebut bahwa petani identik dengan kemiskinan, kurang pendidikan, dan profesi orangtua,” kata Ibrahim saat diwawancarai di Samarinda, Senin (12/3).

Dia menyebut, saat ini pihaknya terus mengembangkan penerapan teknologi pertanian. Bersama dengan itu, ilmu pengetahuan tentang sumber daya pertanian juga terus disosialisasikan, dengan tak lupa mencetak SDM yang andal dan unggul. “Dengan cara itulah Kaltim bisa meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan di daerah sendiri,” tuturnya.

Tahun lalu, Ibrahim membeberkan, produksi padi mencapai 400.040 ton. Jumlah itu sebenarnya meningkat 94.703 ton dibanding tahun sebelumnya.

Lalu untuk jagung, Kaltim berhasil menghasilkan 56.588 ton. Meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 22.132 ton.

Sedangkan produksi kedelai, tercatat turun menjadi 1.161 ton pada 2017. Tahun sebelumnya, produksi komoditas ini mencapai 1.582 ton.

“Dengan perincian capaian itu, Kaltim belum bisa mencapai kemandirian pangan. Bagaimana mau mandiri kalau petaninya saja terus berkurang,” ujarnya.

Selain menyusutnya jumlah petani, Ibrahim menyebut, alih fungsi lahan dan berkurangnya jumlah keluarga petani sebagai penghambat di sektor pangan. Untuk mencegah masalah itu berlanjut dan berlarut, sudah ada Perda Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

“Harapannya, perda tersebut untuk mengantisipasi tuntutan kebutuhan dalam mengembangkan bisnis. Terutama investasi perkebunan dan pertambangan yang sering memaksa konversi lahan produksi pangan. Alih fungsi lahan juga kerap terjadi karena petani merasa tak cukup sejahtera dari lahan produktif mereka, sehingga lebih pilih menjualnya kepada perusahaan tambang atau perkebunan,” tutupnya. (*/ctr/man/k8)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 06:44

Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50…

Rabu, 20 Juni 2018 06:40

Juni, Inflasi Kaltim Diprediksi Terkendali

SAMARINDA - Meski beberapa harga pangan melambung sejak awal bulan, seperti ayam broiler, daging sapi,…

Rabu, 20 Juni 2018 06:38

478 Daerah Sudah Terima Dana Desa

SAMARINDA - Pembangunan perdesaan di Bumi Etam dipastikan bakal semakin cepat. Pasalnya, saat ini penyaluran…

Rabu, 20 Juni 2018 06:37

Arus Balik Diprediksi Lebih Lama

BALIKPAPAN - Banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan jasa angkutan udara tidak menyurutkan minat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:35

Meningkat 80 Persen, Maskapai Siapkan Extra Flight

SAMARINDA – Meski hanya memindahkan operasi Bandara Temindung, kepadatan penumpang juga terlihat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Tarif Rental Mobil Melambung

TEGAL – Meski Lebaran sudah lima hari berlalu, namun tarif rental mobil masih cukup tinggi. Kenaikan…

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Lima Bulan, 4.343 Izin Usaha Masuk

MANADO — Iklim investasi di Manado menjanjikan. Buktinya, periode Januari hingga Mei tahun ini,…

Rabu, 20 Juni 2018 06:31

Pacu Inflasi Tinggi

MANADO — Omzet sejumlah ritel meningkat saat momen Lebaran. Bahkan, sejak tiga hari sebelum perayaan…

Rabu, 20 Juni 2018 06:30

Minta Kelonggaran Aturan KPR

SURABAYA – Pengembang properti meminta kelonggaran regulasi kredit pemilikan rumah (KPR). Itu…

Selasa, 19 Juni 2018 06:18

Suku Bunga Acuan Naik, Deposito Dilirik

BALIKPAPAN – Banyaknya instrumen investasi membuat deposito sempat ditinggalkan. Terlebih, tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .