MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 14 Maret 2018 07:25
Bank Danamon Belum Lirik Potensi Kredit Baru

Buka Keran ke Tambang, Perdagangan Masih Andalan

TAK BURU-BURU: Bank Danamon mulai membuka keran bagi debitur sektor pertambangan sejak tahun lalu. Meski begitu, sektor perdagangan masih menjadi pangsa pasar utama.(ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – PT Bank Danamon Indonesia Tbk masih mengandalkan sektor perdagangan dalam penyaluran kredit di wilayah Kalimantan. Pulihnya kinerja ekonomi di Kaltim pun tak lantas membuat perusahaan buru-buru ekspansi ke sektor baru.

Regional Head SND Bank Danamon Kalimantan Eka Dinata mengatakan, pihaknya sudah mulai melonggarkan likuiditas sejak tahun lalu. Langkah itu merupakan reaksi atas pertumbuhan ekonomi yang mulai positif, setelah dua tahun sebelumnya terkontraksi.

“Setiap kredit sekarang ini sudah kami buka. Bahkan dari debitur perusahaan batu bara sekalipun. Namun, kami tak lantas berputar haluan mencari potensi kredit baru atau memaksimalkan sektor tambang sebagai sasaran utama,” ucapnya saat diwawancarai Kaltim Post, pekan lalu.

Dia menyebut, Danamon masih fokus pada sektor perdagangan. Pasalnya, lapangan usaha ini dianggap mampu bertahan, meski diterpa badai ekonomi.

Berkaca pada pengalaman sebelumnya, saat bisnis komoditas besar sedang anjlok, banyak sektor usaha yang terkena imbasnya. Namun, untuk sektor perdagangan atau ritel yang berkaitan dengan kegiatan konsumsi rumah tangga, pertumbuhannya cenderung lebih terjaga.

“Selama ada pertumbuhan penduduk, kebutuhan konsumsi pasti ikut meningkat. Jadi, sektor perdagangan ini tetap potensial dan jadi fokus kami. Di Kalimantan, meski tumbuhnya tak signifikan, pertumbuhan kredit ke sektor perdagangan masih positif,” paparnya.

Meski belum memikirkan perluasan pangsa kredit, Danamon tetap menyusun strategi untuk menarik debitur-debitur baru. Salah satunya, dengan menerapkan skema kredit supply chain. Yakni, penerapan insentif atas jaminan, jika debitur bisa menghubungkan bank dengan mitra bisnis untuk menjadi debitur baru. “Batas minimum jaminan kreditnya bisa diturunkan 20–30 persen,” tuturnya.

Bank Danamon juga telah melakukan inovasi di bidang teknologi, melalui aplikasi Danamon Financial (D-Financial). Sistem itu diharapkan mampu meningkatkan laju penyerapan kredit.

“Aplikasi ini mendukung usaha kecil menengah dalam mengembangkan dan mengelola bisnis. Selain menampilkan simulasi pinjaman, layanan tersebut dapat membuat laporan laba rugi dan laporan neraca sederhana. Aplikasi ini juga dapat mereferensikan calon mitra yang memerlukan layanan perbankan untuk usahanya,” jelas dia.

Adapun di Kalimantan, penyaluran kredit Bank Danamon sepanjang tahun lalu mencapai Rp 5,49 triliun. Dari jumlah itu, Kaltim memberi kontribusi dominan.

Kredit small medium enterprise (SME) masih menjadi penopang utamanya. Kredit kendaraan melalui Adira Finance menjadi penggerak berikutnya. “Baik SME maupun Adira Finance secara bergantian menjadi penopang,” sambungnya.

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), pihaknya menjadikan dana murah yakni tabungan dan giro sebagai andalan. Tahun lalu, total DPK Bank Danamon di Kalimantan mencapai Rp 5,89 triliun, atau 5,67 persen dari total himpunan DPK secara nasional.

Sementara itu, secara nasional, Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 3,7 triliun pada 2017. Nilai itu 38 persen lebih besar dibanding capaian tahun sebelumnya.

Tren positif tersebut tak lepas dari pengelolaan biaya operasional yang disiplin dan kualitas aset yang baik. Direktur Utama Bank Danamon Sng Seow Wah mengatakan, pencapaian laba yang baik beriringan dengan meningkatnya inisiatif strategis jangka panjang yang diterapkan.

Pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari upaya lembaga dalam melakukan diversifikasi sumber pendapatan dan memperkuat layanan nasabah. “Juga, penerapan solusi berbasis teknologi dan digital secara komprehensif,” ujar Wah, Jumat (9/3).

Portofolio kredit Bank Danamon bergerak menuju segmen non-mass market, yakni segmen usaha kecil menengah (UKM), enterprise, dan consumer mortgage. Pada segmen UKM, kredit tumbuh 10 persen menjadi Rp 28,5 triliun.

Portofolio enterprise yang terdiri atas perbankan korporasi, komersial, dan institusi keuangan tumbuh empat persen menjadi Rp 37,6 triliun. Adapun kredit consumer mortgage tumbuh 36 persen menjadi Rp 6 triliun.

Di sisi lain, total portofolio kredit dan trade finance juga tumbuh 5 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sehingga menjadi Rp 122,9 triliun. Selain itu, dengan kredit terhadap total pendanaan atau loan to funding ratio (LFR) 93,3 persen, likuiditas bisa tetap terkelola dengan baik.

Pada saat yang sama, giro dan tabungan juga naik 4 persen sehingga menjadi Rp 50,5 triliun. Bank Danamon juga terus meningkatkan kualitas asetnya. Yakni, melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang tepat serta proses koleksi dan credit recovery yang disiplin.

Pada 2017, manajemen fungsi proses persetujuan kredit di setiap lini usaha diperkuat. Hal itu memungkinkan proses persetujuan kredit yang lebih independen dan meningkatkan kualitas pembiayaan. (puj/c11/fal/jpnn/aji/man/k8)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 06:56

Harus Sejalan Hadirkan Hilirisasi

SAMARINDA - Terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 terkait penundaan dan evaluasi…

Selasa, 25 September 2018 06:55

Kejar Target Penerimaan

BALIKPAPAN - Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan tampaknya masih harus…

Selasa, 25 September 2018 06:49

Jaga Inflasi lewat Klaster Sapi

SAMARINDA - Pemerintah dan Bank Indonesia terus berinovasi dalam menjaga inflasi di Kaltim. Salah satunya…

Selasa, 25 September 2018 06:44

Waspada Perekonomian Global

JAKARTA - Para emiten harus mengantisipasi perekonomian global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai,…

Selasa, 25 September 2018 06:43

Ritel Turunkan Target Pertumbuhan 5–7 Persen

JAKARTA – Kinerja sektor ritel belum sepenuhnya pulih. Berdasar data yang dirilis Bank Indonesia…

Selasa, 25 September 2018 06:43

PLN Kembangkan Infrastruktur di Jember

JEMBER – PT PLN sedang mengembangkan sistem ketenagalistrikan tegangan tinggi di tiga lokasi di…

Selasa, 25 September 2018 06:42

Dorong Penjualan dengan Inovasi

SURABAYA – Kondisi pasar elektronik secara umum sedang menurun. Karena itu, produsen elektronik…

Selasa, 25 September 2018 06:42

Hadirkan Pembayaran Nontunai di SPBU

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) terus melakukan inovasi terkait sistem pembayaran nontunai di SPBU.…

Senin, 24 September 2018 07:08

Moratorium Jangan Dianggap Negatif

SAMARINDA – Pemerintah memenuhi komitmennya dalam melakukan perbaikan tata kelola perkebunan sawit.…

Senin, 24 September 2018 07:06

Pertamina Keluhkan Suplai Minyak Nabati

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mendukung kebijakan mandatori Biodiesel 20 persen (B20) yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .