MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 13 Maret 2018 08:58
HOROR..!! Ratusan Juta Dirampok di SPBU

Diduga Pelaku Paham Kebiasaan Korban

SEMPAT MENCEKAM: Depan kantor SPBU di persimpangan Jalan Ahmad Yani dan Jalan DI Panjaitan, Samarinda yang menjadi lokasi perampokan kemarin. Foto atas, anggota Polresta Samarinda melakukan olah TKP. (DWI RESTU/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Perampokan sadis terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) persimpangan Jalan Ahmad Yani II-Jalan DI Panjaitan, Samarinda kemarin (12/3). Perampok beraksi dengan membawa senjata. Pelaku yang melukai korbannya itu berhasil membawa kabur uang ratusan juta rupiah.

Korban bernama Purnama Sari (40). Kasir dari SPBU tersebut harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD AW Sjahranie, Samarinda. Sebab, dia mengalami tebasan benda tajam di lengan kanannya.

Dari informasi yang dihimpun Kaltim Post, SPBU kemarin beraktivitas seperti biasa. Kendaraan datang dan pergi mengisi bahan bakar minyak (BBM). Namun, kata Zulkipli, petugas SPBU, kemarin kendaraan yang membeli minyak tak banyak seperti hari-hari biasa. “Biasanya antrean panjang. Ini agak sepi,” ucapnya.

Karena lalu lintas pengisian BBM tak begitu padat, fokus pandangannya ke mana-mana. Bahkan, dia sempat melihat, seseorang mengenakan pakaian serba-tertutup, termasuk wajahnya yang ditutupi masker meletakkan bungkus rokok di bawah ban mobil operasional yang akan ditumpangi Purnama Sari.

Setelah memastikan orang yang menaruh bungkus rokok tersebut pergi, petugas kebersihan di SPBU membersihkan areal sekitar. Rupanya, saat dicek, bungkus rokok itu berisi paku yang panjangnya sekitar 2-4 sentimeter. “Orang itu (yang menaruh bungkus rokok) pergi mengarah sepeda motor yang parkir di luar SPBU,” ujar Zulkipli.

Sepertinya terduga pelaku sudah mengetahui kebiasaan Purnama Sari. Sesaat setelah terduga pelaku memasang ranjau paku, sekitar pukul 13.45 Wita, Purnama keluar dari kantor SPBU dan menuju mobil operasional tersebut. Tiba-tiba, dua motor dengan masing-masing dua orang di atasnya berusaha merampas tas jinjing yang dibawa korban.

Namun, Purnama berusaha melawan dan memegang erat tas berisi uang Rp 300 juta tersebut. “Itu masih sempat tarik-tarikan tas. Isinya uang hasil penjualan BBM untuk disetor ke bank,” katanya.

Usahanya itu pun tak berjalan mulus. Lengan kanan Purnama kena tebas. Sebab, satu di antara empat pelaku membawa parang dengan panjang sekitar 30 sentimeter. Tas berisikan uang itu pun akhirnya terlepas dari genggaman tangan korban. Sejurus itu, pelaku kabur membawa tas tersebut.

Sejumlah karyawan SPBU lainnya yang sempat melihat kejadian itu mengejar para pelaku. Namun, upaya mereka gagal. “Pelaku mengacungkan parang. Kami terdiam. Mereka kabur ke arah Lempake (Samarinda Utara),” tutur Zulkipli.

Hingga pukul 15.30 Wita, polisi gabungan dari Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda dan Polsekta Samarinda Utara melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi yang melihat persis kejadian tersebut sudah dimintai keterangan. Serta rekaman closed circuit television (CCTV) yang menjadi alat utama polisi untuk meringkus pelaku.

Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Ervin Suryatna menjelaskan, empat pelaku menggunakan dua motor. “Memanfaatkan momen saat kasir (korban) jalan dari ruang kantor ke mobil,” sebut perwira melati satu tersebut.

Ervin menduga, para pelaku sudah mengamati lebih dulu suasana SPBU. Pom bensin itu juga diduga tak asing bagi keempat pelaku tersebut. Di samping itu, korban keluar kantor saat kondisi tempat kerjanya sedang tidak ramai seperti biasa. Kemarin, untuk sementara waktu aktivitas di SPBU dihentikan alias tak menerima kendaraan yang membeli BBM.

Kejadian yang dialami Purnama Sari telah tersusun rapi. Bahkan, diduga direncanakan jauh-jauh hari. Ivan Zairani Lisi, akademisi dari Fakultas Hukum, Universitas Mulawarman (Unmul) menilai, pelaku sudah lebih dulu mengidentifikasi korban. “Mulai aktivitas korban pada pagi hari, hingga pulang bekerja,” sebut Ivan.

Dalam kasus ini, Ivan menganalisis, “banyak mata” atau beberapa orang terlibat dalam aksi tersebut. Terlebih, jabatan korban sebagai kasir di SPBU itu yang akrab dengan keuangan. Tentunya, ada keterkaitan antara waktu, jalanan, dan lokasi mana saja tempat menyetornya.

Lebih rinci, soal waktu, Ivan membahasnya tentang kapan saja korban keluar rumah, dan jam berapa saja terlihat di bank. Terkait jalanan, rute mana saja yang korban lewati. Sedangkan bank, tentu tempat Purnama menyetor uang. “Artinya, sindikat mereka itu sudah benar-benar terorganisasi dan direncanakan. Dan, paham kondisi SPBU dan Purnama. Mereka juga lihai membagi tugas,” sebut mantan dekan Fakultas Hukum Unmul tersebut.

Menurutnya, perampokan yang marak terjadi saat ini lebih mengarah ke tempat-tempat usaha yang perputaran uangnya cepat. “Seperti bank, SPBU, toko emas, dan lainnya,” ujarnya.

Disinggung keterlibatan orang dalam, Ivan tak menampik. “Polisi pasti sudah berpikiran ke sana, dan tentu sudah tahu siapa saja yang harusnya diperiksa,” lanjutnya. Namun, sebelum memikirkan adanya keterlibatan pegawai SPBU, aparat penegak hukum harus merekonstruksi kejadian tersebut. Mulai sebelum kejadian hingga setelahnya.

Diterangkan Ivan pula, khusus kejadian perampokan di SPBU persimpangan Jalan Ahmad Yani-DI Panjaitan, Samarinda, para pelakunya tentu sudah lebih dulu menyiapkan semua rencana jahat tersebut. “Kalau pelakunya yang profesional, merencanakan perampokan itu sekitar seminggu,” pungkasnya. (*/dra/rom/k11)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:35

Kaltim Peringkat Nasional Kepemilikan Akta Kelahiran

SAMARINDA – Provinsi kaltim menempati urutan ke dua dalam peringkat nasional untuk kepemilikan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Beruntung Dibimbing Langsung Pencetusnya di Rusia

Gelar ahli hukum banyak dimiliki masyarakat Indonesia saat ini. Namun, untuk urusan ahli hukum luar…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:25
Tiga WNA yang Ditahan di Rudenim Balikpapan

“Kalau Bisa Deportasi Saja Saya”

BALIKPAPAN – Tak mudah bagi warga negara asing (WNA) untuk bekerja di Indonesia. Harus paham hukum.…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:52

Ekonomi Lesu, Donatur Zakat Kaltim Meningkat

BALIKPAPAN - Perekonomian Indonesia tercatat pada tiga tahun terakhir ini menunjukkan grafik yang melesu.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:15

DUAARR..!! Ledakan di Kampus Tewaskan 18 Orang

MOSKOW – Sebuah ledakan memorak-porandakan kampus Politeknik Kerch di timur Crimea kemarin (17/10).…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46

Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:40

Waduh, Utang Luar Negeri Indonesia Naik, Tembus Rp 5.410 Triliun..!!

JAKARTA- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh sebesar USD 360,7 miliar atau Rp 5.410 triliun (kurs…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14

MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .