MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 13 Maret 2018 08:42
Macam Hiburan Besar di Acara Sederhana

Keseruan 320 Imigran Meriahkan World Happiness Day 2018

ACARA LANGKA: Abdul Qodir (kiri) bernyanyi sementara rekan-rekannya menari dalam acara Migrants Talent Show di Rusun Puspa Agro, Sidoarjo, kemarin. (BOY SLAMET/JAWA POS)

PROKAL.CO, Raut wajah semringah tampak di wajah ratusan imigran di Sidoarjo, Jawa Timur, kemarin (12/3). Jarang-jarang mereka dapat hiburan dari, untuk, dan oleh mereka sendiri. Rindu dengan tempat asal pun sedikit terobati.

FIRMA ZUHDI AL FAUZI, Sidoarjo 

TEPAT pukul 14.00 WIB kemarin, Fatiisa Zebua dan Hussain Ali dari Afganistan naik ke panggung yang berada di halaman Rusun Puspa Agro, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Keduanya menjadi master of ceremony (MC) acara Migrants Talent Show yang digelar International Organization for Migration (IOM) untuk memperingati World Happiness Day. 

Isa—sapaan akrab Fatiisa—dan Hussain berbagi peran. Karena Isa dari Indonesia, dirinya menyapa 320 imigran yang hadir dengan bahasa Indonesia, juga bahasa Inggris. Sedangkan Hussain, kebagian menggunakan bahasa Farsi.

Tak lama cuap-cuap, Isa menawarkan diri untuk bernyanyi sebagai pembuka acara. Tawaran tersebut segera disambut dengan teriakan “ya” dari para penonton. Lagu Siti Nurhaliza berjudul Cindai yang Isa pilih. Sejumlah penonton mulai berdiri saat musik diputar. Tidak sedikit yang bersuit kencang menyemangati Isa. Para penonton semakin bersorak saat Isa mulai bersuara. Ternyata merdu.

Tampilan Isa hanya pemanasan. Hanya pembuka saja biar penonton semakin semangat. Penampilan intinya adalah dari tujuh imigran yang mengikuti Migrants Talent Show. Muhammad Akbari, dari Afganistan, mendapat kesempatan tampil pertama. 

Dia menyanyikan lagu berjudul Assalamualaika. Tampak sedikit gugup. Tangannya memegang handphone. Sesekali dia melihat telepon selulernya untuk mengintip lirik. Untuk suara, lumayan lah. Terbukti, setelah Akbar tampil, tidak sedikit penonton yang berdiri untuk tepuk tangan.

Tampilan kedua masih seputar musik. Sayed Mohammad Nabi dari Afganistan yang tampil. Sebelum dia tampil, dia meminta para rekannya mendengarkan puisi buatannya. Judulnya, Happiness. Sesuai dengan tema acara kemarin.

Melalui puisinya, dia berharap, semua orang, terutama rekan-rekan imigran tetap menemukan kebahagiaan di mana pun berada. Lagi-lagi, penonton mengapresiasi puisinya dengan tepukan meriah. 

Baru setelah selesai baca puisi, Sayed menampilkan bakatnya bermain biola. Dia memainkan instrumen dua lagu. Pertama, lagu asli Afganistan berjudul King of The Hearts (Sultane Qalbha). Kedua, lagu berjudul My Heart Will Go On (Celine Dion). “Puas sudah tampil,” kata pria 29 tahun itu.

Sayed mengaku hanya dua pekan latihan untuk penampilannya kemarin. Sebelumnya, jarang bermain biola. Tampilan ketiga, juga masih seputar musik. Nasim Adiban, dari Afganistan, tampil dengan gitarnya. Membawakan dua lagu asli Afganistan berjudul Sarzamine Man by Dawood Sarkhosh dan Arif Jafari Wawa Laili. “Itu lagu tentang orang-orang di negara saya, untuk melepas rindu,” katanya dengan bahasa Indonesia yang masih terbata-bata. 

Jika Sayed latihan dua pekan, Nasim jauh lebih singkat. Dirinya hanya latihan selama sepekan. Tapi, tampaknya tidak ada penonton yang kecewa dengan penampilannya. Buktinya, mereka berdiri, ikut bernyanyi. Bahkan, tampak ada yang mengangkat tangan ke atas dan menggerakkannya ke kanan dan kiri.

Penampilan keempat, ada nyanyian dari Abdul Qadir dari Somalia. Kelima, Akhtar Grup menampilkan drama. Keenam, Zaki Masumi dari Afganistan menampilkan permainan flute. Penampilan ketujuh, sekaligus jadi penutup, ada tampilan dance oleh Vilvarasa Sivaruban dari Srilanka.

Mereka menari, diiringi lagu India berjudul Mukkala Mukabula Laila O Laila. Meski jadi penampilan penutup, ternyata tampilan Sivaruban jadi yang paling meriah. Dance ala Michael Jackson yang dia bawakan berhasil membuat penonton mendekat ke panggung. Ikutan berjoget. Tidak sedikit juga yang mengabadikan dengan handphone.

Saking terharunya dengan respons penonton, Sivaruban langsung duduk sambil membungkuk, terlihat lemas. Sesekali mengusap matanya. Rekan-rekannya pun banyak yang menghampirinya. Mengajaknya tos karena berhasil menghibur mereka.

Kemeriahan tampilan Sivaruban semakin terbukti setelah tiga juri, yakni Heru Yulianto dari Dinas Sosial Jatim, Aliga Fauzan dan Indra Wilis dari Kantor Imigrasi Surabaya mengumumkan Sivaruban sebagai juara satu. Dengan total perolehan skor 25. Teriakan penonton riuh. Seakan mereka sangat setuju dengan keputusan juri.

Bahkan, Sivaruban juga jadi pemenang favorit, paling banyak mendapat dukungan dari penonton. Selain penilaian dari juri, penonton Migrants Talent Show juga boleh menilai yang tampil. Caranya, mereka cukup menuliskan nama penampil di note kecil berwarna merah yang sebelumnya sudah dibagikan panitia. Lalu, memasukkannya ke kotak yang disediakan.

Pada akhir acara, panitia mencatat nama siapa yang paling banyak muncul. Itulah yang jadi pemenang favorit. Untuk runner-up, berhasil diraih Abdul Qadir dari Somalia. Sedangkan juara ketiga berhasil diraih Nasim Adiban. Tiap-tiap juri bergiliran menyerahkan hadiah sekaligus menutup kegiatan kemarin.

Dengan acara sederhana kemarin, para imigran bisa merasakan kebahagiaan baru. Mereka tertawa lepas, ikutan menyanyi bareng, hingga joget bareng. Apalagi, banyak door prize juga yang mereka dapat hanya dengan melakukan hal-hal sederhana yang diminta MC.

Seperti, adu cepat naik panggung bagi penonton yang tidak pakai sandal. Hingga yang paling lucu, adu cepat naik ke panggung bagi penonton yang belum mandi. Ternyata, banyak yang tanpa malu naik ke panggung. Cuek aja walaupun belum mandi. Lumayan sih hadiahnya. Dapat kaus. “Baru ini punya kesempatan menampilkan dance Michael Jackson,” ucap Sivaruban.

Seingatnya, dia latihan dance ala Michael Jackson terakhir sudah lebih dari tujuh tahun lalu, saat masih berada di Srilanka. Baru saat diberi tahu ada Migrants Talent Show, dirinya memberanikan diri untuk partisipasi.

Para rekannya sesama imigran juga sama. Sangat antusias. Banyak yang dadakan latihan. Apalagi, baru kali ini acara kompetisi seni digelar. Sebelumnya, belum pernah ada.  “Persiapan khusus seperti beli kostum pun tidak ada,” kata pria 29 tahun itu. Hanya memanfaatkan kaus dan rompi yang dia miliki.

Bahkan, dia hanya latihan empat hari sebelum tampil. Namun, karena minatnya yang tinggi dengan King of Pop itu, gerakan dance idolanya tersebut seakan sudah menancap di benaknya. Dirinya sudah hafal. Jadi, saat harus memadukan dengan musik India, dirinya juga tak merasa kesulitan. Bisa tampil luwes.

Selain penampilan, acara kemarin dikelola oleh para imigran sendiri. Mereka yang mengonsep acara. IOM tetap mendampingi. Acara tersebut seakan jadi angin segar bagi para pengungsi dari Srilanka, Pakistan, Iran, Irak, Somalia, Myanmar, Eritrea, Afganistan, dan Sudan itu.

Mengingat, nasib mereka belum pasti. Mereka hanya menunggu kebijakan pemerintah kapan akan dikirim ke negara ketiga. Ada yang sudah menunggu enam tahun seperti Sivaruban, ada pula yang sudah menunggu lima tahun seperti Sayed. Jadi, acara seperti kemarin, walaupun sederhana, jadi hiburan besar bagi mereka.

Sehari-hari, mereka hanya menghabiskan waktu untuk menunggu. Mencari pekerjaan juga tidak boleh. Sebab, status mereka sebagai pengungsi akibat konflik di negara asalnya. Untungnya, IOM memfasilitasi dengan memberikan kegiatan positif ke mereka. Seperti kursus vokasi semacam latihan memperbaiki AC, juga kursus bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. (rom/k11)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 13:00

Nasib Jembatan Tol Teluk Balikpapan Terancam

PENAJAM – Komitmen pasangan calon bupati dan wakil bupati Penajam Paser Utara (PPU) menuntaskan…

Rabu, 20 Juni 2018 12:36
Iran vs Spanyol

Percaya De Gea

KAZAN – Kiper Spanyol David de Gea membuat kesalahan besar pada debutnya di Piala Dunia 2018.…

Rabu, 20 Juni 2018 08:25
35.903 Orang Keluar lewat Semayang, Yang Balik Sebelum Pilkada Hanya 5.400-an

Cepat Pulang, demi Masa Depan Kaltim

SAMARINDA – Kekhawatiran angka golongan putih (golput) meninggi pada pemilihan kepala daerah (pilkada)…

Rabu, 20 Juni 2018 08:20
Pemkab Kukar Klaim Sudah Ajukan Izin Pemanfaatan Kawasan Tahura

Pusat Dituding Setengah Hati

TENGGARONG – Sejumlah objek yang beroperasi di atas Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto bakal…

Rabu, 20 Juni 2018 08:17

Alquran Salah Cetak Belum Ditemukan di Kaltim

SAMARINDA­ – Lembaran Alquran salah cetak beredar. Ayat-ayatnya tidak sesuai sehingga maknanya…

Rabu, 20 Juni 2018 08:16

Kota Beradab Memang Harus Punya Taman yang Menenangkan

Situs-situs perjalanan boleh saja tidak memasukkan Gorky Park ke dalam sepuluh besar taman paling dahsyat…

Selasa, 19 Juni 2018 08:54

Gairah Salah

ST PETERSBURG – Mesir membutuhkan Mohamed Salah. Kekalahan The Pharaohs, julukan Mesir, di matchday…

Selasa, 19 Juni 2018 08:49

Soal Bangunan di Bukit Soeharto, Pemerintah Ikut Melanggar

TENGGARONG – Ketenangan warga yang bermukim di sepanjang jalan poros Balikpapan-Samarinda, mulai…

Selasa, 19 Juni 2018 08:47

Kelebihan Muatan, Kapal Tenggelam

SAMOSIR – Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Samosir tujuan…

Selasa, 19 Juni 2018 08:45

Kesalahan Fatal dan Cenderung Disengaja

JAKARTA – Untuk sekian kalinya terjadi kasus kesalahan cetak Alquran. Kali ini kabar kesalahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .