MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Selasa, 13 Maret 2018 08:19
Pemerintah Fasilitasi Ekspor ke Tiongkok
-

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Potensi sumber daya alam (SDA) pada sektor perikanan dan kelautan di Kalimantan Utara tak diragukan lagi. Selain berlimpah, potensi berupa ikan laut, udang, dan kepiting telah dikenal di berbagai negara di dunia. Namun, dari sektor tersebut belum memberikan kontribusi pendapatan yang maksimal.

Khusus komoditas udang dan kepiting, misalnya, lebih banyak dijual ke Tawau, Malaysia, melalui jalur yang tidak resmi. Jadi, sangat merugikan bagi daerah maupun negara. Bahkan, juga bagi pembudi daya maupun nelayan.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, komoditas udang dan kepiting asal Kaltara yang selama ini dibeli para pengusaha dari Tawau, diekspor ke Hong Kong dan negara lain secara resmi melalui Bandara Internasional Tawau-Sabah.

“Harga jual dari para pengusaha di Tawau sangat tinggi. Sementara dari para pengepul atau pengusaha di Kaltara harganya rendah. Jadi, keuntungan mereka berlipat,” ungkap Irianto.

Akibat dari sistem perdagangan yang tak resmi itu, negara sangat dirugikan. Sebab, pertama tanpa melalui proses ekspor impor. Akibatnya, harganya murah, negara juga tidak memperoleh pajak ekspor.

“Yang kedua, pengusaha Sabah yang memperoleh keuntungan berlipat ganda. Mereka beli dari pedagang ilegal rata-rata Rp 150–250 ribu per kilogram. Kemudian, diekspor dengan harga jual Rp 450–600 ribu per kg. Ini sudah berlangsung berpuluh tahun,” lanjutnya.

Semestinya, menurut Gubernur, Kementerian Perdagangan dan lembaga terkait peduli dan memberikan perhatian yang serius terhadap masalah ini. “Kerugian lainnya, negara-negara pengimpor tentu tahunya itu adalah kepiting dan udang asal Tawau (Malaysia). Padahal, merupakan hasil laut Kaltara atau Indonesia,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Kaltara telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Termasuk mencari cara agar potensi perikanan ini bisa diperdagangkan secara legal oleh para pengusaha di Kaltara sendiri. Tanpa harus melewati para pengusaha di Sabah. Salah satunya melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Pemprov Kaltara telah menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan penerbangan kargo dari Tiongkok. (hms/san/k8)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 10:25

CTCE Beberkan Survei Jembatan Bulan

TANJUNG SELOR - Beberapa petinggi perusahaan dari Chinese Tiesiju Civil Engineering…

Selasa, 18 Desember 2018 09:41

Pesawat Susi Air Tergelincir, Begini Kondisi Pilot dan Penumpang

NUNUKAN – Pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI-8342 dari…

Senin, 17 Desember 2018 07:22

Pertamina Survei Lokasi Rencana DPPU

TANJUNG SELOR – Peningkatan pelayanan dan ketahanan stok bahan bakar…

Minggu, 16 Desember 2018 08:02

Bulog Tambah Gudang

TANJUNG SELOR - Penduduk Bulungan terus bertambah. Hal ini tentu…

Jumat, 14 Desember 2018 07:36

Musnahkan Barang Ilegal

NUNUKAN – Pemusnahan barang milik negara hasil sitaan, dilakukan Kantor…

Jumat, 14 Desember 2018 07:34

Molor Lagi, Peresmian Paras Perbatasan

NUNUKAN – Semula pemerintah merencanakan akan meresmikan pusat jajanan serba…

Kamis, 13 Desember 2018 07:14

Waspadai Ancaman Perbatasan

TARAKAN – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengingatkan aparat keamanan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:12

Kalangan Nelayan Curiga Ada Permainan

TARAKAN – Perhimpunan Nelayan Kecil (PNK) Kota Tarakan kembali mengeluhkan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:10

Pemkab Mulai Buru Wajib Pajak Restoran

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan sekarang mulai getol memburu…

Kamis, 13 Desember 2018 07:10

Bocah 4 Tahun Tewas Terseret Arus

TANJUNG SELOR – Suasana di kamar jenazah RSD dr H…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .