MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 13 Maret 2018 07:15
UMKM Kaltim Lebih Agresif

Serap 31 Persen Kucuran Kredit Perbankan

MAKIN TINGGI: Rasio serapan UMKM atas kredit perbankan di Kaltim melampaui rata-rata nasional. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sepanjang2017, realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Kaltim memang jauh dari maksimal. Namun, jika melihat portofolio pembiayaan perbankan yang berkantor di daerah ini, serapan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah tergolong tinggi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, UMKM di Kaltim menyumbang porsi 31,65 persen atas pasar kredit perbankan. Rasio itu melebihi rata-rata UMKM di seluruh Indonesia, yang masih mendapat porsi kurang dari 30 persen.

Kepala OJK Kaltim Dwi Ariyanto menjelaskan, keberadaan dan peranan UMKM dalam perekonomian sangat signifikan dan strategis dalam mendukung sektor riil. Segmentasi usaha ini, kata dia, bisa memberi pengaruh paling besar terhadap kegiatan ekonomi. Misalnya, sebagai penyedia lapangan pekerjaan terbesar.

“Selain itu, UMKM terbukti lebih kuat bertahan saat krisis global. Kalau krisis, sektor besar lebih banyak kena imbas. Makanya, untuk kredit risikonya lebih aman ketimbang korporasi,” ujarnya saat diwawancarai Kaltim Post, Senin (12/3).

Karena itu, menurut dia, perbankan tak salah jika memberi porsi lebih besar terhadap UMKM. “Kita ingin supaya dananya terserap maksimal di segmen itu,” ungkapnya.

Dengan porsi 31,65 persen bagi UMKM, Dwi menilai, kinerja perbankan Kaltim sudah tergolong bagus. Tahun lalu, dia menyebut, OJK dan Bank Indonesia masih mewajibkan perbankan agar memberi porsi minimal 10 persen, dan 15 persen untuk tahun ini. Mandat tersebut terus dinaikkan angkanya setiap tahun.

“Bank-bank sudah berkomitmen memenuhi rasio pembiayaan UMKM, terhadap total portfolio kredit, yang minimal 10 persen itu,” ujarnya.

Di Kaltim, dia membeberkan, kredit UMKM paling banyak tersalur ke sektor perdagangan besar dan eceran, yang tahun lalu menyerap 47,33 persen, atau senilai Rp 10,09 triliun. Selanjutnya, UMKM dari sektor pertanian, perburuan dan kehutanan, dengan nilai Rp 3,02 triliun, atau 14,19 persen dari total kredit UMKM.

Sebelumnya, penyaluran KUR yang dicanangkan pemerintah pusat tak tersalur optimal di Kaltim. Dari Rp 8,60 miliar kuota yang disediakan tahun lalu, Rp 1,44 miliar atau sekitar 17 persen yang terserap. Bahkan, dari enam daerah yang dijatah mendapat pinjaman bersubsidi itu, tak ada debitur dari Balikpapan dan Bontang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop) Kaltim Fuad Asaddin. Dia menyampaikan, dibanding rasio rata-rata nasional, serapan KUR di Benua Etam memang belum dimanfaatkan secara optimal.

Sepanjang tahun lalu, Fuad menyebut, dari sisi nominal serapan terbesar dicatatkan debitur dari Samarinda, dengan nilai Rp 842 juta. Sedangkan dari sisi rasio atas target serapan, paling tinggi dicatatkan Paser, sebesar 43,6 persen. Yakni, Rp 355 juta dari Rp 814 juta yang ditargetkan. (*/ctr/man2/k8)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 06:50

Promosikan Wisata Halal Lombok

BADUNG – Pariwisata menjadi tema lanjutan pertama yang dibahas setelah pertemuan tahunan bertajuk…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Pengusaha Butuh Kepastian Pasar

SAMARINDA - Program mandatori biodiesel 20 persen (B20)  atau pencampuran minyak kelapa sawit ke…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Furnitur Impor Mulai Terdampak Kenaikan Dolar

BALIKPAPAN - Keperkasaan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah tak serta-merta memengaruhi penjualan…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:43

Jalan Dua Bulan, WP Meningkat hingga 18.424 Orang

BALIKPAPAN – Sejak Juli lalu, tarif pajak penghasilan (PPh) Final untuk usaha mikro, kecil, dan…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:44

Triton Masih Jadi Unggulan

BALIKPAPAN - Membaiknya kinerja pertambangan batu bara di Bumi Etam turut mengerek penjualan Mitsubishi.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:42

Minyak Mentah Turun Bisa Jadi Penolong Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit meninggalkan level 15.000.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:32

Pacu Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

JAKARTA - Indonesia memerhatikan laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim …

Senin, 15 Oktober 2018 06:36

BI Sebut Kebutuhan Dolar Masih Besar

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi kebutuhan valuta asing dalam bentuk dolar Amerika Serikat…

Senin, 15 Oktober 2018 06:29

Kerek Okupansi Hotel

BALI – Gelaran pertemuan tahunan bertajuk Annual Meetings International Monetary Fund World Bang…

Senin, 15 Oktober 2018 06:28

Jaga Daya Beli, Jokowi Pastikan Premium Tidak Naik

JAKARTA - Pekan lalu publik sempat dihebohkan dengan pengumuman kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .