MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 13 Maret 2018 07:12
CPO Masih Unggulan Ekspor

Siap Perang Dagang, Tetap Utamakan Lobi Halus

KOMODITAS UTAMA: Turunan kelapa sawit memiliki potensi pasar yang luas dari produk turunannya, walau kerap diterpa isu miring. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih mengandalkan produk turunan kelapa sawit, salah satunya minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), untuk menggenjot ekspor tahun ini. Langkah tersebut akan diiringi upaya melanjutkan perlawanan terhadap kampanye negatif di beberapa kawasan, terutama Eropa.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda mengatakan, barang yang diekspor tak hanya berupa bahan mentah. Tapi juga produk turunan dari CPO. Dengan demikian, ada nilai tambah dari penjualan ekspor tersebut. “Negara tujuan ekspor utama Indonesia untuk berbagai produk ke China lalu Jepang,” ungkapnya, Jumat (9/3).

Tak hanya itu, Singapura akan menjadi tujuan utama ekspor dari Indonesia. Arlinda menyebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta agar ekspor dilakukan ke Timur Tengah dan Asia Selatan. “Lalu ke Afrika dan Amerika Latin,” imbuh Arlinda.

Dia melanjutkan, pemerintah juga akan mendorong ekspor produk makanan dan minuman (mamin), kertas, serta barang yang terbuat dari kayu. Untuk mamin, dia menginginkan ekspor pengolahan ikan dan udang ikut terdongkrak tahun ini.

“Kalau barang dari kayu contohnya mebel. Target dari mereka (pengusaha furnitur) USD 5 miliar,” terangnya.

Ditemui terpisah, Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Sunoko menyebut, ekspor yang dilakukan tidak berupa bahan baku. Namun barang jadi yang memiliki nilai tambah tinggi. “Kami saat ini sudah dibantu oleh beberapa kementerian, baik berupa regulasi maupun dana sponsor,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Sunoko, pengusaha mebel dan kerajinan dalam negeri berniat bekerja sama dengan investor dari Tiongkok untuk ikut mengolah bahan baku dari Indonesia menjadi barang jadi. “Nanti mereka (investor Tiongkok) membuat finishing-nya lalu akan diekspor ke seluruh dunia,” ungkapnya.

Dia berharap, ekspor mebel ke Tiongkok dapat mencapai USD 1,3 miliar. Kerja sama itu dianggap sebagai langkah yang tepat dibandingkan bila harus saling berkompetisi. “Bila perang dan kompetisi kami tidak akan menang, jadi satu-satunya cara harus bermitra,” tutup dia.
PERANGI KAMPANYE NEGATIF

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan siap melakukan perang dagang jika ekspor CPO diharamkan di Uni Eropa. Terutama untuk jenis turunan biofuel, yang banyak dihambat peredarannya di beberapa negara. “Kalau perang dagang sudah dilakukan, kami siap,” katanya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (9/3).

Enggartiasto menyebut, Indonesia bisa membalas Uni Eropa dengan menahan produk impor asal negara-negara tersebut untuk masuk ke Indonesia. Dalam waktu dekat, dia berencana menemui Duta Besar Prancis untuk Indonesia membahas keinginan pemerintah mempertimbangkan kembali izin produk susu bubuk asal negara tersebut.

“Kita diganggu sawitnya, saya ganggu tuh mulai dari wine. Kemudian Duta Besar Prancis sudah mau bertemu, saya akan bilang sedang mempertimbangkan produk susu bubuk mereka. Toh, izin impor di saya,” tegas Mendag.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah tetap akan melakukan lobi ke Uni Eropa. “Iya, akan dijelaskan,” ungkap Luhut.

Dia menyebut, pengurangan ekspor sawit yang cukup besar ke Uni Eropa dapat berdampak pada petani sawit di Indonesia. Saat ini, menurut dia, ada sekitar 16 juta petani sawit di Tanah Air.

“Kelapa sawit ini kan ada 16 juta petani kecil kita. Kalau dilarang, ya terbunuh petani kita. Jadi, kami perbaiki lahan gambut dan masalah lingkungannya,” terang Luhut.

Selain itu, sawit disebutnya menyimpan potensi penerimaan negara yang besar. Dalam empat tahun ke depan, nilainya diperkirakan mencapai USD 50 miliar. (man2/k8)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 07:03

Rupiah Kembali Bergolak

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar…

Rabu, 19 September 2018 07:01

Transaksi Tunai Meningkat

SAMARINDA - Jumlah transaksi tunai di Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan…

Rabu, 19 September 2018 06:56

Siapkan 1,4 Juta Ton Pupuk

BONTANG – Kebutuhan pupuk dalam negeri dipastikan aman. Terutama saat musim tanam pada Oktober…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Aduan Konsumen Kaltim Terbanyak di Kalimantan

SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim tampaknya harus bekerja ekstra memperbaiki literasi…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Subsidi Energi Membengkak

JAKARTA – Realisasi subsidi energi tahun ini diperkirakan meningkat menjadi Rp 149 triliun. Angka…

Rabu, 19 September 2018 06:52

Sukses Kembangkan Lapangan Lama

BALIKPAPAN - Pertamina EP Asset 5 berhasil mencapai target lifting minyak mentah 2018. Produksi minyak…

Rabu, 19 September 2018 06:50

Andalkan Event Internasional

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi penanaman modal dalam…

Rabu, 19 September 2018 06:48

Binaan Pupuk Kaltim Ekspor Lobster ke Hong Kong

BONTANG – Melalui program Creating Shared Value (CSV), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mengekspor…

Rabu, 19 September 2018 06:46

Neraca Perdagangan Defisit, Kadin: Itu Sudah Lebih Baik

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total defisit neraca perdagangan Indonesia pada Agustus…

Rabu, 19 September 2018 06:46

Properti-Pariwisata Dongkrak Ekonomi Daerah

SURABAYA – Sinergi antara sektor properti dan pariwisata diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .