MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 13 Maret 2018 07:02
Tak Kalah Penting dari Pariwisata
- Mansyah Kelana

PROKAL.CO, JIKA ditanya soal potensi ekonomi unggulan Berau, tak sedikit yang menyebut sektor pariwisata sebagai jawabannya. Tanpa mengesampingkan nilai jual dari keindahan dan panorama di Bumi Batiwakkal, menjaga ketahanan pangan tentu juga tak kalah penting.

Dari luas wilayah mencapai 34 ribu kilometer persegi, Pemkab Berau baru menyisihkan 500 hektare (ha) untuk produksi pertanian. Saat ini, sekitar 305 hektare sudah digarap.  

Asisten II Setkab Berau, Mansyah Kelana menjelaskan, pertanian merupakan fondasi pembangunan ekonomi di daerah tersebut. Karena itu, dia mengaku sangat mengapresiasi keputusan Bank Indonesia memilih Tanjung Redeb dan Teluk Bayur sebagai sentra produksi dan pembinaan petani.

“Untuk padi organik ataupun non-organik mungkin belum maksimal, karena ada lahan yang belum digarap. Tapi kami sudah punya produksi jagung. Di Kaltim, produksi kami masih yang tertinggi, mencapai 56.588 ton, atau berkontribusi 62,7 persen terhadap keseluruhan,” ungkapnya saat menghadiri panen perdana sentra padi organik di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kamis (8/3) pekan lalu.

Dia berharap, lebih banyak komoditas pangan dikembangkan di Berau. Khusus untuk padi, dengan tambahan jenis organik, Mansyah menargetkan produksi bisa naik hingga tiga kali lipat. Target itu tentu sesuai dengan prakiraan angka produktivitas maksimal, dari program yang kini tengah berjalan.

Terkait struktur perekonomian di Berau, Kepala KPw-BI Kaltim Muhamad Nur menyebut, pertanian salah satu aspek penting. Tak hanya sebagai pendorong laju pertumbuhan ekonomi, tapi juga menjadi garansi atas ketahanan pangan di daerah.

“Pariwisata juga potensi yang harus dikembangkan. Tapi jangan lupakan sektor pangan, karena dampaknya lebih masif, terutama untuk inflasi. Karena semua orang Indonesia masih makan nasi, suplai beras pun harus jelas. Kalau terganggu, kita akan terus menghadapi masalah,” tuturnya.

Nur menilai, Kaltim memang masih memiliki tantangan besar untuk mendongkrak sektor pertanian, yang porsinya terhadap struktur produk domestik regional bruto (PDRB) masih minim, di angka 8 persen. Jauh tertinggal dari sektor pertambangan yang berkontribusi 46 persen.

“Coba lihat daerah lain, ekonominya tumbuh dengan baik karena menjadi daerah penguasa pasar pangan. Terutama untuk beras,” ungkapnya.

Lewat perhitungan yang jeli dan upaya yang konsisten, Nur yakin, Kaltim bisa melakukan hal yang sama. Setidaknya, kata dia, saat ini masih banyak lahan belum digarap.

“Jika panen raya seperti pada klaster padi ini berlanjut, bukan tak mungkin kitabisa menjadi produsen pangan potensial. Minimal, untuk memenuhi kebutuhan di dalam daerah. Berau masih punya potensi besar untuk mengembangkan pertanian. Walaupun bukan lumbung padi utama, tapi setidaknya kita kembangkan lahan yang sudah disediakan untuk pertanian,” tutupnya. (*/ctr/man/k8)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:49

Program Direct Call “Hanya” Mempercepat Ekspor

SAMARINDA-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim mencatat, dalam sebulan…

Rabu, 20 Maret 2019 12:46

Triwulan II 2019, Ekonomi Kaltim Terakselerasi

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019 diperkirakan ekonomi Kaltim mengalami akselerasi pertumbuhan.…

Rabu, 20 Maret 2019 12:45

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab)…

Jumat, 15 Maret 2019 13:45

Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal

SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum…

Jumat, 15 Maret 2019 13:43

Pertamina Perpanjang Masa Cicilan Garuda

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan tujuh BUMN (badan usaha…

Jumat, 15 Maret 2019 13:32

Target Ekspor RI Realistis

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen…

Kamis, 14 Maret 2019 15:16

Produksi Teh Turun, Harga Telur Rendah

JAKARTA – Pelaku usaha berharap Indonesia bisa meningkatkan lahan dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:51

Genjot Produksi Padi, Dituntut Maksimalkan Lahan Rawa

SAMARINDA – Tak hanya melakukan diversifikasi pangan, Pemprov Kaltim dituntut…

Rabu, 13 Maret 2019 12:47

SABAR..!! Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

SAMARINDA- Pemerintah Kaltim saat ini masih menunggu kepastian pembahasan draf…

Rabu, 13 Maret 2019 10:25

Industri Galangan Kapal di Kaltim Masih Lesu

SAMARINDA- Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*