MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 13 Maret 2018 07:02
Tak Kalah Penting dari Pariwisata
- Mansyah Kelana

PROKAL.CO, JIKA ditanya soal potensi ekonomi unggulan Berau, tak sedikit yang menyebut sektor pariwisata sebagai jawabannya. Tanpa mengesampingkan nilai jual dari keindahan dan panorama di Bumi Batiwakkal, menjaga ketahanan pangan tentu juga tak kalah penting.

Dari luas wilayah mencapai 34 ribu kilometer persegi, Pemkab Berau baru menyisihkan 500 hektare (ha) untuk produksi pertanian. Saat ini, sekitar 305 hektare sudah digarap.  

Asisten II Setkab Berau, Mansyah Kelana menjelaskan, pertanian merupakan fondasi pembangunan ekonomi di daerah tersebut. Karena itu, dia mengaku sangat mengapresiasi keputusan Bank Indonesia memilih Tanjung Redeb dan Teluk Bayur sebagai sentra produksi dan pembinaan petani.

“Untuk padi organik ataupun non-organik mungkin belum maksimal, karena ada lahan yang belum digarap. Tapi kami sudah punya produksi jagung. Di Kaltim, produksi kami masih yang tertinggi, mencapai 56.588 ton, atau berkontribusi 62,7 persen terhadap keseluruhan,” ungkapnya saat menghadiri panen perdana sentra padi organik di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kamis (8/3) pekan lalu.

Dia berharap, lebih banyak komoditas pangan dikembangkan di Berau. Khusus untuk padi, dengan tambahan jenis organik, Mansyah menargetkan produksi bisa naik hingga tiga kali lipat. Target itu tentu sesuai dengan prakiraan angka produktivitas maksimal, dari program yang kini tengah berjalan.

Terkait struktur perekonomian di Berau, Kepala KPw-BI Kaltim Muhamad Nur menyebut, pertanian salah satu aspek penting. Tak hanya sebagai pendorong laju pertumbuhan ekonomi, tapi juga menjadi garansi atas ketahanan pangan di daerah.

“Pariwisata juga potensi yang harus dikembangkan. Tapi jangan lupakan sektor pangan, karena dampaknya lebih masif, terutama untuk inflasi. Karena semua orang Indonesia masih makan nasi, suplai beras pun harus jelas. Kalau terganggu, kita akan terus menghadapi masalah,” tuturnya.

Nur menilai, Kaltim memang masih memiliki tantangan besar untuk mendongkrak sektor pertanian, yang porsinya terhadap struktur produk domestik regional bruto (PDRB) masih minim, di angka 8 persen. Jauh tertinggal dari sektor pertambangan yang berkontribusi 46 persen.

“Coba lihat daerah lain, ekonominya tumbuh dengan baik karena menjadi daerah penguasa pasar pangan. Terutama untuk beras,” ungkapnya.

Lewat perhitungan yang jeli dan upaya yang konsisten, Nur yakin, Kaltim bisa melakukan hal yang sama. Setidaknya, kata dia, saat ini masih banyak lahan belum digarap.

“Jika panen raya seperti pada klaster padi ini berlanjut, bukan tak mungkin kitabisa menjadi produsen pangan potensial. Minimal, untuk memenuhi kebutuhan di dalam daerah. Berau masih punya potensi besar untuk mengembangkan pertanian. Walaupun bukan lumbung padi utama, tapi setidaknya kita kembangkan lahan yang sudah disediakan untuk pertanian,” tutupnya. (*/ctr/man/k8)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 07:03

Rupiah Kembali Bergolak

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar…

Rabu, 19 September 2018 07:01

Transaksi Tunai Meningkat

SAMARINDA - Jumlah transaksi tunai di Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan…

Rabu, 19 September 2018 06:56

Siapkan 1,4 Juta Ton Pupuk

BONTANG – Kebutuhan pupuk dalam negeri dipastikan aman. Terutama saat musim tanam pada Oktober…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Aduan Konsumen Kaltim Terbanyak di Kalimantan

SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim tampaknya harus bekerja ekstra memperbaiki literasi…

Rabu, 19 September 2018 06:54

Subsidi Energi Membengkak

JAKARTA – Realisasi subsidi energi tahun ini diperkirakan meningkat menjadi Rp 149 triliun. Angka…

Rabu, 19 September 2018 06:52

Sukses Kembangkan Lapangan Lama

BALIKPAPAN - Pertamina EP Asset 5 berhasil mencapai target lifting minyak mentah 2018. Produksi minyak…

Rabu, 19 September 2018 06:50

Andalkan Event Internasional

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi penanaman modal dalam…

Rabu, 19 September 2018 06:48

Binaan Pupuk Kaltim Ekspor Lobster ke Hong Kong

BONTANG – Melalui program Creating Shared Value (CSV), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mengekspor…

Rabu, 19 September 2018 06:46

Neraca Perdagangan Defisit, Kadin: Itu Sudah Lebih Baik

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total defisit neraca perdagangan Indonesia pada Agustus…

Rabu, 19 September 2018 06:46

Properti-Pariwisata Dongkrak Ekonomi Daerah

SURABAYA – Sinergi antara sektor properti dan pariwisata diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .