MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 13 Maret 2018 07:01
Subsidi Solar Naik, APBN Diklaim Aman

Menkeu: Lonjakan Harga Minyak Justru Menguntungkan

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Kenaikan subsidi untuk BBM jenis solar menjadi Rp 1.000 per liter makin menggerogoti APBN. Kementerian Keuangan mencatat, kebijakan tersebut akan memakan anggaran belanja negara mencapai Rp 4 triliun.

Kenaikan subsidi tersebut masih menggunakan asumsi volume solar, di kisaran 16,32 juta kiloliter (kl), sesuai pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Meski subsidi membengkak, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, langkah itu perlu ditempuh karena pemerintah masih ingin menjaga daya beli masyarakat dan mempertahankan momentum kenaikan konsumsi masyarakat.

Jika konsumsi terjaga, kata dia, pertumbuhan ekonomi tahun ini diharapkan mencapai target 5,4 persen. “Konsumsi bergantung dari inflasi, harga beras, harga listrik, dan transportasi. Pemerintah strateginya melindungi yang miskin dan menjaga pertumbuhan ekonomi dengan stabilisasi harga, salah satunya harga BBM jenis solar. Kenaikannya (subsidi) hanya Rp 4,1 triliun,” ujar Sri Mulyani di kantornya, Senin (12/3).

Selain itu, lanjut dia, APBN masih tak terganggu dengan penambahan subsidi ini. Sebab, kenaikan harga minyak dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berdampak baik bagi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan pajak penghasilan migas (PPh migas).

Menurut dia, setiap kenaikan harga minyak mentah Indonesia sebesar USD 1 per barel, potensi PNBP bertambah Rp 700 miliar. Sementara itu, dengan asumsi yang sama, penerimaan perpajakan bisa naik Rp 2,2 triliun. Jadi, sebetulnya dampak kenaikan harga minyak dan pelemahan kurs berdampak baik bagi APBN.

Meski demikian, pemerintah tetap memantau gejolak harga minyak dan perubahan nilai tukar AS, karena itu sangat berpengaruh dengan penyaluran subsidi energi. Kemenkeu memprediksi nilai tukar rupiah terhadap AS bisa bertengger di angka  Rp 13.500, dan harga minyak di angka USD 55–60 per barel. Keduanya lebih tinggi dibanding asumsi APBN 2018, yakni masing-masing 13.400 per barel, dan USD 48 per barel.

“Kami memantau pergerakan nilai tukar dan harga minyak. Dari sisi APBN ini lebih baik karena penerimaan. Tapi ini juga ada pengaruhnya dengan keekonomian solar subsidi. Kami mencoba bahwa kenaikan harga minyak dunia tidak bisa di-pass through ke harga minyak dalam negeri yang subsidi,” papar dia.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani menambahkan, pemerintah belum mengajukan APBN perubahan (APBNP) untuk menyesuaikan besaran subsidi ini. Dia menyebut, penyesuaian anggaran tersebut baru diajukan setelah melihat realisasi sepanjang semester I 2017.

Selain itu, Kemenkeu masih bisa menyalurkan subsidi meski tidak sesuai pagu anggarannya mengingat dasar penyaluran subsidi adalah realisasinya. Namun, pemerintah janji akan menjaga subsidi tidak terlalu membengkak hingga makin memberatkan belanja negara. “Kami akan kendalikan subsidi ini agar sesuai dengan ketepatan sasaran,” ujar Askolani.

Dengan asumsi harga minyak USD 48 per barel, pemerintah menetapkan subsidi BBM, elpiji volume 3 kilogram (kg) sebesar Rp 46,9 triliun di dalam APBN 2018. Sementara itu, realisasi subsidi energi tahun lalu tercatat Rp 47 triliun atau 5,7 persen lebih tinggi ketimbang pagu APBNP yang dipatok Rp 44,5 triliun. (ant/man2/k8)


BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 06:56

2019, Maloy Harus Beroperasi

SAMARINDA – Kementerian Perindustrian sudah mengumumkan 18 proyek kawasan industri…

Rabu, 19 Desember 2018 06:51

Di Kaltim, Kredit Konsumsi Masih Mendominasi

SAMARINDA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim mencatat, kredit konsumsi…

Rabu, 19 Desember 2018 06:45

KENA LAGI..!! Kantong Plastik Ditarik Pajak

JAKARTA – Pemerintah segera menerapkan tarif cukai untuk plastik yang…

Selasa, 18 Desember 2018 08:02

Potensi Ekspor Udang Belum Digarap Maksimal

SAMARINDA – Udang windu Kaltim menjadi satu-satunya andalan Indonesia. Jenis…

Selasa, 18 Desember 2018 07:44

Gafur Optimistis Bisa Tingkatkan PAD Daerah

BALIKPAPAN – PT Pelindo (Persero) IV Cabang Balikpapan menjajaki kerja…

Selasa, 18 Desember 2018 07:43

Pertamina EP Kembangkan Migas Area Bunyu Central

BALIKPAPAN - PT Pertamina EP Asset V terus mendorong produksi…

Selasa, 18 Desember 2018 07:41

Ini Dia, si-BiRU, Solusi Pendingin pada Tegangan Rendah

SAMARINDA – Panasonic mengeluarkan produk air conditioner (AC) yang mampu…

Selasa, 18 Desember 2018 07:14

Tonggak Baru Hubungan Bilateral

JAKARTA – Indonesia memulai tonggak baru hubungan bilateral Indonesia dengan…

Selasa, 18 Desember 2018 07:11

Tantangan Properti Semakin Berat

JAKARTA – Perkembangan sektor properti pada 2019 bakal semakin berat.…

Selasa, 18 Desember 2018 06:45

18 Kawasan Industri Luar Jawa Dikebut

JAKARTA - Pembangunan kawasan industry di luar Jawa terus didorong…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .