MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 13 Maret 2018 07:01
Subsidi Solar Naik, APBN Diklaim Aman

Menkeu: Lonjakan Harga Minyak Justru Menguntungkan

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Kenaikan subsidi untuk BBM jenis solar menjadi Rp 1.000 per liter makin menggerogoti APBN. Kementerian Keuangan mencatat, kebijakan tersebut akan memakan anggaran belanja negara mencapai Rp 4 triliun.

Kenaikan subsidi tersebut masih menggunakan asumsi volume solar, di kisaran 16,32 juta kiloliter (kl), sesuai pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Meski subsidi membengkak, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, langkah itu perlu ditempuh karena pemerintah masih ingin menjaga daya beli masyarakat dan mempertahankan momentum kenaikan konsumsi masyarakat.

Jika konsumsi terjaga, kata dia, pertumbuhan ekonomi tahun ini diharapkan mencapai target 5,4 persen. “Konsumsi bergantung dari inflasi, harga beras, harga listrik, dan transportasi. Pemerintah strateginya melindungi yang miskin dan menjaga pertumbuhan ekonomi dengan stabilisasi harga, salah satunya harga BBM jenis solar. Kenaikannya (subsidi) hanya Rp 4,1 triliun,” ujar Sri Mulyani di kantornya, Senin (12/3).

Selain itu, lanjut dia, APBN masih tak terganggu dengan penambahan subsidi ini. Sebab, kenaikan harga minyak dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berdampak baik bagi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan pajak penghasilan migas (PPh migas).

Menurut dia, setiap kenaikan harga minyak mentah Indonesia sebesar USD 1 per barel, potensi PNBP bertambah Rp 700 miliar. Sementara itu, dengan asumsi yang sama, penerimaan perpajakan bisa naik Rp 2,2 triliun. Jadi, sebetulnya dampak kenaikan harga minyak dan pelemahan kurs berdampak baik bagi APBN.

Meski demikian, pemerintah tetap memantau gejolak harga minyak dan perubahan nilai tukar AS, karena itu sangat berpengaruh dengan penyaluran subsidi energi. Kemenkeu memprediksi nilai tukar rupiah terhadap AS bisa bertengger di angka  Rp 13.500, dan harga minyak di angka USD 55–60 per barel. Keduanya lebih tinggi dibanding asumsi APBN 2018, yakni masing-masing 13.400 per barel, dan USD 48 per barel.

“Kami memantau pergerakan nilai tukar dan harga minyak. Dari sisi APBN ini lebih baik karena penerimaan. Tapi ini juga ada pengaruhnya dengan keekonomian solar subsidi. Kami mencoba bahwa kenaikan harga minyak dunia tidak bisa di-pass through ke harga minyak dalam negeri yang subsidi,” papar dia.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani menambahkan, pemerintah belum mengajukan APBN perubahan (APBNP) untuk menyesuaikan besaran subsidi ini. Dia menyebut, penyesuaian anggaran tersebut baru diajukan setelah melihat realisasi sepanjang semester I 2017.

Selain itu, Kemenkeu masih bisa menyalurkan subsidi meski tidak sesuai pagu anggarannya mengingat dasar penyaluran subsidi adalah realisasinya. Namun, pemerintah janji akan menjaga subsidi tidak terlalu membengkak hingga makin memberatkan belanja negara. “Kami akan kendalikan subsidi ini agar sesuai dengan ketepatan sasaran,” ujar Askolani.

Dengan asumsi harga minyak USD 48 per barel, pemerintah menetapkan subsidi BBM, elpiji volume 3 kilogram (kg) sebesar Rp 46,9 triliun di dalam APBN 2018. Sementara itu, realisasi subsidi energi tahun lalu tercatat Rp 47 triliun atau 5,7 persen lebih tinggi ketimbang pagu APBNP yang dipatok Rp 44,5 triliun. (ant/man2/k8)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 06:14

Kunjungan Wisman Belum Maksimal, Butuh Perbaikan Infrastruktur

SAMARINDA - Wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura, India, dan Australia masih mendominasi kunjungan…

Senin, 18 Juni 2018 06:04

Arus Balik Diprediksi Mulai 20 Juni

TARAKAN - Lonjakan penumpang arus balik belum terlihat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (16/6).…

Minggu, 17 Juni 2018 10:21

CANTIK..!! Dimodif, Begini Tampilan Toyota C-HR

Hasil inovasi desain para insinyur Toyota pada C-HR tidak lantas menutup kreativitas modifikator dari…

Jumat, 15 Juni 2018 10:09

Lebaran, Konsumsi Elpiji Meningkat

JAKARTA – Kenaikan konsumsi liquified petroleum gas (LPG) diprediksi mencapai puncaknya kemarin…

Jumat, 15 Juni 2018 10:00

E-Commerce Dongkrak Logistik

JAKARTA – Arus pengiriman logistik ikut terkerek dengan tingginya aktivitas ekonomi selama Ramadan.…

Kamis, 14 Juni 2018 06:22

Belum Ada Pelanggaran

BALIKPAPAN – Dugaan adanya penjualan tiket pesawat dengan tarif melebihi batas atas yang terjadi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:20

Libur, Bulog Tetap Gelar Operasi Pasar

BALIKPAPAN - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Kaltim dan Kaltara…

Kamis, 14 Juni 2018 06:18

Asa Sektor Pembiayaan

SAMARINDA - Gejolak ekonomi yang terjadi di Kaltim pada 2015 dan 2016 lalu, memberi andil penurunan…

Kamis, 14 Juni 2018 06:17

Ayam Potong Mahal, Diimbau Beralih ke Ayam Beku

BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan Balikpapan mengklaim kebiasaan masyarakat yang masih enggan mengonsumsi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:07

LUMAYAN..!! Sertifikasi Bibit Perkebunan, Sumbang PAD Rp 62 Juta

SAMARINDA - Meski tidak besar, kegiatan sertifikasi benih perkebunan yang dilakukan Dinas Perkebunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .