MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 13 Maret 2018 07:01
Subsidi Solar Naik, APBN Diklaim Aman

Menkeu: Lonjakan Harga Minyak Justru Menguntungkan

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Kenaikan subsidi untuk BBM jenis solar menjadi Rp 1.000 per liter makin menggerogoti APBN. Kementerian Keuangan mencatat, kebijakan tersebut akan memakan anggaran belanja negara mencapai Rp 4 triliun.

Kenaikan subsidi tersebut masih menggunakan asumsi volume solar, di kisaran 16,32 juta kiloliter (kl), sesuai pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Meski subsidi membengkak, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, langkah itu perlu ditempuh karena pemerintah masih ingin menjaga daya beli masyarakat dan mempertahankan momentum kenaikan konsumsi masyarakat.

Jika konsumsi terjaga, kata dia, pertumbuhan ekonomi tahun ini diharapkan mencapai target 5,4 persen. “Konsumsi bergantung dari inflasi, harga beras, harga listrik, dan transportasi. Pemerintah strateginya melindungi yang miskin dan menjaga pertumbuhan ekonomi dengan stabilisasi harga, salah satunya harga BBM jenis solar. Kenaikannya (subsidi) hanya Rp 4,1 triliun,” ujar Sri Mulyani di kantornya, Senin (12/3).

Selain itu, lanjut dia, APBN masih tak terganggu dengan penambahan subsidi ini. Sebab, kenaikan harga minyak dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berdampak baik bagi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan pajak penghasilan migas (PPh migas).

Menurut dia, setiap kenaikan harga minyak mentah Indonesia sebesar USD 1 per barel, potensi PNBP bertambah Rp 700 miliar. Sementara itu, dengan asumsi yang sama, penerimaan perpajakan bisa naik Rp 2,2 triliun. Jadi, sebetulnya dampak kenaikan harga minyak dan pelemahan kurs berdampak baik bagi APBN.

Meski demikian, pemerintah tetap memantau gejolak harga minyak dan perubahan nilai tukar AS, karena itu sangat berpengaruh dengan penyaluran subsidi energi. Kemenkeu memprediksi nilai tukar rupiah terhadap AS bisa bertengger di angka  Rp 13.500, dan harga minyak di angka USD 55–60 per barel. Keduanya lebih tinggi dibanding asumsi APBN 2018, yakni masing-masing 13.400 per barel, dan USD 48 per barel.

“Kami memantau pergerakan nilai tukar dan harga minyak. Dari sisi APBN ini lebih baik karena penerimaan. Tapi ini juga ada pengaruhnya dengan keekonomian solar subsidi. Kami mencoba bahwa kenaikan harga minyak dunia tidak bisa di-pass through ke harga minyak dalam negeri yang subsidi,” papar dia.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani menambahkan, pemerintah belum mengajukan APBN perubahan (APBNP) untuk menyesuaikan besaran subsidi ini. Dia menyebut, penyesuaian anggaran tersebut baru diajukan setelah melihat realisasi sepanjang semester I 2017.

Selain itu, Kemenkeu masih bisa menyalurkan subsidi meski tidak sesuai pagu anggarannya mengingat dasar penyaluran subsidi adalah realisasinya. Namun, pemerintah janji akan menjaga subsidi tidak terlalu membengkak hingga makin memberatkan belanja negara. “Kami akan kendalikan subsidi ini agar sesuai dengan ketepatan sasaran,” ujar Askolani.

Dengan asumsi harga minyak USD 48 per barel, pemerintah menetapkan subsidi BBM, elpiji volume 3 kilogram (kg) sebesar Rp 46,9 triliun di dalam APBN 2018. Sementara itu, realisasi subsidi energi tahun lalu tercatat Rp 47 triliun atau 5,7 persen lebih tinggi ketimbang pagu APBNP yang dipatok Rp 44,5 triliun. (ant/man2/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 00:08

AH MASAK SIH..?? Pelemahan Rupiah Untungkan Kaltim

SAMARINDA   -  Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diklaim menguntungkan…

Jumat, 21 September 2018 07:15

Kredit Macet Kaltim Tertinggi di Kalimantan

SAMARINDA - Masyarakat Kaltim dituntut bijak dalam berutang. Saat ini, Bumi Etam menjadi daerah dengan…

Jumat, 21 September 2018 07:13

Pertamina Butuh Investasi USD 56 M

SAMARINDA – PT Pertamina tampaknya harus bekerja ekstra untuk meningkatkan produksi minyak dan…

Jumat, 21 September 2018 07:10

CGV Balikpapan Hadirkan Studio Velvet

BALIKPAPAN - CGV Cinemas Balikpapan terus berinovasi untuk memenangi persaingan bisnis layar lebar.…

Jumat, 21 September 2018 07:00

Suku Bunga Acuan Bisa Naik Lagi

JAKARTA – Bank Sentral AS (The Fed) bulan ini diyakini kembali menaikkan Fed Funds Rate (FFR).…

Jumat, 21 September 2018 06:53

Perluasan Area Pelabuhan Jalan di Tempat

BALIKPAPAN - Ketidakpastian pembangunan jembatan Penajam Paser Utara-Balikpapan membuat proyek pengembangan…

Jumat, 21 September 2018 06:50

BTN Bidik Pertumbuhan Bisnis 20 Persen

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan penyaluran kredit komersial hingga Agustus…

Jumat, 21 September 2018 06:49

Pangsa Pasar Taiwan Kian Menggoda

JAKARTA - Kementerian Perdagangan menyatakan kinerja ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan pada semester…

Jumat, 21 September 2018 06:48

Listrik Kejar Kenaikan Konsumsi

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengejar kenaikan konsumsi listrik…

Jumat, 21 September 2018 06:47

Maksimalkan Pembangunan Infrastruktur

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Korea Selatan berkomitmen melanjutkan kerja sama di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .