MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 13 Maret 2018 07:00
Lebih Luas Berlakukan Wajib Daftar

Aturan Baru Fintech Segera Terbit

-Ilustrasi

PROKAL.CO, NUSA DUA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerbitkan aturan main baru financial technology (fintech). Beleid dalam bentuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) itu paling lambat terbit semester pertama ini.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan, otoritas memang telah memiliki aturan fintech berupa POJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (Peer to Peer/P2P Lending). Aturan baru tersebut nantinya bersifat lebih umum dan akan mencakup semua jenis usaha fintech.

“Kami optimistis, terbit kuartal I 2018. Tapi kalau kemudian ada masukan dari industri yang masih harus diakomodasi, maka butuh waktu. Semoga, paling lambat semester I 2018 selesai,” papar Nurhaida di Nusa Dua, Bali, Senin (12/3).

Sukarela Batunanggar, deputi Komisioner OJK Institute, menambahkan regulasi tersebut bakal mewajibkan seluruh fintech mendaftarkan identitasnya kepada OJK. Artinya, hal ini juga berlaku pada fintech di luar sektor pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.

“Jadi, semua fintech, meskipun bukan fintech keuangan, tapi sepanjang memberikan atau menawarkan jasa berupa produk keuangan, ya harus mencatatkan diri ke OJK,” ungkap Sukarela.

Jika memang OJK menemukan fintech yang nekat tidak mendaftarkan identitasnya, operasionalnya akan dilarang. Dia menegaskan, POJK baru ini bukanlah revisi dari regulasi sebelumnya. Sukarela justru menyebut, ada kemungkinan untuk merevisi terhadap POJK Nomor 77/POJK.01/2016 guna mengikuti POJK yang baru.

Lebih lanjut, dia menyatakan, POJK baru akan mengatur mengenai tata kelola, manajemen risiko, dan transparansi dari setiap fintech. Setelah semua lembaga keuangan digital itu terdaftar, OJK bakal memasukkannya dalam pemetaan pengawasan.

Nurhaida menambahkan fintech juga diharapkan memberikan edukasi kepada nasabahnya untuk menciptakan pemahaman secara menyeluruh. Berdasarkan catatan OJK, jumlah fintech P2P yang terdaftar di OJK baru sebanyak 36 perusahaan, sedangkan 42 lainnya masih dalam proses.

“Total pinjamannya mencapai Rp 3 triliun atau meningkat 17,1 persen dibanding catatan tahun lalu (year to date/ytd),” kata Nurhaida.

Adapun, total penyedia dana juga naik 14,82 persen menjadi 115.897. Sementara jumlah peminjam sudah mencapai 330.154 atau naik 27,16 persen. (ant/man/k8)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 06:14

Kunjungan Wisman Belum Maksimal, Butuh Perbaikan Infrastruktur

SAMARINDA - Wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura, India, dan Australia masih mendominasi kunjungan…

Senin, 18 Juni 2018 06:04

Arus Balik Diprediksi Mulai 20 Juni

TARAKAN - Lonjakan penumpang arus balik belum terlihat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (16/6).…

Minggu, 17 Juni 2018 10:21

CANTIK..!! Dimodif, Begini Tampilan Toyota C-HR

Hasil inovasi desain para insinyur Toyota pada C-HR tidak lantas menutup kreativitas modifikator dari…

Jumat, 15 Juni 2018 10:09

Lebaran, Konsumsi Elpiji Meningkat

JAKARTA – Kenaikan konsumsi liquified petroleum gas (LPG) diprediksi mencapai puncaknya kemarin…

Jumat, 15 Juni 2018 10:00

E-Commerce Dongkrak Logistik

JAKARTA – Arus pengiriman logistik ikut terkerek dengan tingginya aktivitas ekonomi selama Ramadan.…

Kamis, 14 Juni 2018 06:22

Belum Ada Pelanggaran

BALIKPAPAN – Dugaan adanya penjualan tiket pesawat dengan tarif melebihi batas atas yang terjadi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:20

Libur, Bulog Tetap Gelar Operasi Pasar

BALIKPAPAN - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Kaltim dan Kaltara…

Kamis, 14 Juni 2018 06:18

Asa Sektor Pembiayaan

SAMARINDA - Gejolak ekonomi yang terjadi di Kaltim pada 2015 dan 2016 lalu, memberi andil penurunan…

Kamis, 14 Juni 2018 06:17

Ayam Potong Mahal, Diimbau Beralih ke Ayam Beku

BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan Balikpapan mengklaim kebiasaan masyarakat yang masih enggan mengonsumsi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:07

LUMAYAN..!! Sertifikasi Bibit Perkebunan, Sumbang PAD Rp 62 Juta

SAMARINDA - Meski tidak besar, kegiatan sertifikasi benih perkebunan yang dilakukan Dinas Perkebunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .