MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 13 Maret 2018 06:59
Laba Bukit Asam Naik 121 Persen
-

PROKAL.CO, KINERJA keuangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ikut moncer, bersama kenaikan harga batu bara sepanjang tahun lalu. Perusahaan negara itu mencatatkan laba bersih Rp 4,47 triliun.

Capaian itu tumbuh 121 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 2 triliun. “Pencapaian itu didukung kemampuan manajemen perusahaan dalam merumuskan strategi. Di antaranya dengan peningkatan produksi, optimalisasi harga jual, serta efisiensi biaya,” ujar Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin di Jakarta, Senin (12/3) kemarin.

Dia menambahkan, kenaikan laba itu seiring dengan kenaikan pendapatan sebesar 38 persen, menjadi Rp 17,47 triliun pada 2017, dari Rp14,05 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan itu merupakan hasil upaya perseroan melakukan penetrasi pasar untuk menjual batu bara low to medium calorie, di tengah membaiknya harga emas hitam.

Secara volume, dia menyebut, penjualan batu bara pada tahun lalu mencapai 23,63 juta ton. Angka itu lebih besar 2,87 juta ton atau 14 persen dari tahun sebelumnya.

Untuk pangsa pasar, komposisi penjualan didominasi serapan domestik, dengan porsi 61 persen. Sementara 39 persen sisanya diekspor.

“Penjualan domestik meningkat mencapai sebesar 2,13 juta ton, naik 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara ekspor meningkat 9 persen,” paparnya.

Arviyan melanjutkan, harga jual rata-rata pada 2017 naik 24 persen. Kenaikan itu seiring penguatan harga batu bara Newcastle, maupun harga batu bara thermal Indonesia yang meningkat masing-masing sebesar 34 persen dan 32 persen dibandingkan harga rata-rata 2016.

Tahun ini, Arviyan Arifin menyebut, perseroan merencanakan produksi batu bara 25,54 juta ton, Naik dari rencana tahun sebelumnya sebesar 21,92 juta ton.

Sementara penjualan ditargetkan mencapai 25,88 juta ton. Komposisinya, sekitar 53 persen atau 13,74 juta ton untuk memenuhi kebutuhan domestik, dan sisanya 12,15 juta ton untuk ekspor.

“Secara total, target penjualan 2018 meningkat 18 persen dibandingkan target 2017 lalu yang sebesar 21,97 juta ton,” kata Arviyan.

Terkait kebijakan pemerintah mengatur harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO), Arviyan menyebut tidak terlalu berpengaruh signifikan bagi kinerja perseroan. “DMO itu 25 persen dari produksi, sementara 75 persen lainnya dijual dengan harga lebih tinggi,” ujar dia.

Apabila harga batu bara saat ini bertahan hingga akhir tahun, menurutnya harga rata-rata penjualan (average selling price/ ASP) perseroan masih akan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Untuk mengantisipasi pengaturan harga DMO, perseroan juga akan menjual batu bara dengan kalori menengah-tinggi. Pasalnya, harga untuk kategori emas hitam jenis itu lebih tinggi dibandingkan dengan batu bara kalori rendah-menengah. (man2/k8)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 06:14

Kunjungan Wisman Belum Maksimal, Butuh Perbaikan Infrastruktur

SAMARINDA - Wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura, India, dan Australia masih mendominasi kunjungan…

Senin, 18 Juni 2018 06:04

Arus Balik Diprediksi Mulai 20 Juni

TARAKAN - Lonjakan penumpang arus balik belum terlihat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF), Sabtu (16/6).…

Minggu, 17 Juni 2018 10:21

CANTIK..!! Dimodif, Begini Tampilan Toyota C-HR

Hasil inovasi desain para insinyur Toyota pada C-HR tidak lantas menutup kreativitas modifikator dari…

Jumat, 15 Juni 2018 10:09

Lebaran, Konsumsi Elpiji Meningkat

JAKARTA – Kenaikan konsumsi liquified petroleum gas (LPG) diprediksi mencapai puncaknya kemarin…

Jumat, 15 Juni 2018 10:00

E-Commerce Dongkrak Logistik

JAKARTA – Arus pengiriman logistik ikut terkerek dengan tingginya aktivitas ekonomi selama Ramadan.…

Kamis, 14 Juni 2018 06:22

Belum Ada Pelanggaran

BALIKPAPAN – Dugaan adanya penjualan tiket pesawat dengan tarif melebihi batas atas yang terjadi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:20

Libur, Bulog Tetap Gelar Operasi Pasar

BALIKPAPAN - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Kaltim dan Kaltara…

Kamis, 14 Juni 2018 06:18

Asa Sektor Pembiayaan

SAMARINDA - Gejolak ekonomi yang terjadi di Kaltim pada 2015 dan 2016 lalu, memberi andil penurunan…

Kamis, 14 Juni 2018 06:17

Ayam Potong Mahal, Diimbau Beralih ke Ayam Beku

BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan Balikpapan mengklaim kebiasaan masyarakat yang masih enggan mengonsumsi…

Kamis, 14 Juni 2018 06:07

LUMAYAN..!! Sertifikasi Bibit Perkebunan, Sumbang PAD Rp 62 Juta

SAMARINDA - Meski tidak besar, kegiatan sertifikasi benih perkebunan yang dilakukan Dinas Perkebunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .